
"Bagaimana kabarmu?"tanya Jendral Hwang, ia duduk disamping Ri Won sekarang sedang ada perayaan ganda yaitu kepulangan Ri Won dan Jendral Hwang. Pesta pernikahan Pangeran Woo Rin yang dirumorkan akan berlangsung 7 hari 7 malam pun kandas karena kedatangan dua orang penting itu.
"Baik. Seperti yang anda lihat"kata Ri Won dia bersikap tenang, bertemu kakek yang tak pernah ditemuinya itu membuatnya tak memiliki emosi tertentu saat pertama kali melihat Jendral Hwang.
"Aku senang kau baik baik saja. Jika mereka menindasmu katakan saja padaku!"kata Jendral Hwang dengan kaku karena jarang berinteraksi dengan orang lain membuatnya menjadi sangat dingin. Itu sebabnya Ratu Hyunseo dan Jendral Hwang tak pernah akur, keduanya sama sama tak bisa menunjukan apa yang mereka rasakan
"Saya tidak selemah itu. Terima kasih atas perhatiannya"
"Hmphh...! Kalian ibu dan anak sama saja! Tidak ingin menerima bantuan dari pria tua ini"seru Jendral Hwang, ia menenguk sekaligus arak yang ada dicangkirnya.
*Ahh... bagaimana kabar ibunda? Dari tadi aku tak melihatnya? Walaupun dia tak suka acara seperti ini tapi tak mungkin dia tak melihat putranya yang baru saja pulang kan?-batin Ri Won sejak dia datang sosok ibunya itu tak terlihat padahal dulu ibunya selalu mengekor padanya. Kemana pun Ri Won pergi bahkan ke kediaman Ri Won dia tak melepaskan anaknya itu.
"Dimana Ibunda... aku ingin melihatnya"gumam Ri Won saat ia ingin pergi dari sana Raja Nam Wok dan Lim Hari datang membuatnya tak bisa kemana mana.
"Panjang umur Yang Mulia..."seru para pejabat mereka menunduk hormat kepada sang Raja.
"Jika tau begini aku tak akan pindah haluan"
"Tuan Putri Qin itu memihak Pangeran Ri Won..."
"Ya katanya Tuan Putri itu adalah Putri Sulung Kekaisaran Qin?"
"Kira kira berapa banyak harta dan kekuasaan yang Pangeran dapat dari Qin? Apakah kita juga bisa menguasai bagian utara Joseon?"
*Aku dianggap nilai tukar yang bagus disini. Pantas saja Ri Won tak terlalu menyukai Joseon-batin Anna, ia melirik kesana kemari karena bosan dengan perayaan ini. Raja Nam Wok terus memujinya dan Jendral Hwang yang merupakan tokoh utama dalam perayaan ini.
"Bisakah kita pergi sekarang"kata Anna dengan tiba tiba membuat semua pejabat melihat kearahnya.
"An...anu Putri... Perayaannya baru saja dimulai"kata Mentri Baek, ia menganggap bahwa Anna sangat tidak sopan tetapi tak berani menegurnya.
"Calon istriku merasa bosan.... Kenapa dia harus menetap disini"Ri Won berdiri dan mendekati meja Anna, ia mengulurkan tangannya, Anna pun menyambutnya mereka berjalan ke hadapan Raja Nam Wok.
"Izinkan saya menikah dengan Yiwei... Ayahanda"kata Ri Won, ia bersujud dan meminta restu ayahnya.
"Saya berharap anda menyetujuinya Yang Mulia..."Anna juga bersujud, ia meminta hal yang sama.
"Baiklah langkah kedua sudah selesai... Mulai sekarang anda harus menghormati saya"bisik Ri Won masih dengan bersujud dihadapan ayahnya.
"Aku tidak menjaminnya suamiku"kata Anna membuat telinga Ri Won merah mendengarnya.
*Tidak apa ini memang pernikahan kontrak mungkin Ri Won belum menyukaiku tapi aku pastikan dia akan menyukaiku dalam waktu satu tahun ini-batin Anna pernikahan ini hanya akal akalannya saja agar bisa mendapatkan Ri Won tanpa harus memperlihatkan perasaannya yang sesungguhnya.
*Aku yakin tidak akan terlibat perasaan apa pun padanya karena Putri pasti akan membenciku jika aku memikirkan hal hal yang diluar batasan-batin Ri Won, ia akan mencoba membatasi diri agar tak jatuh cinta pada Anna.
"Putri itu memang bodoh! Menyukai pria buruk rupa seperti Ri Won"kata Eunyeon, ia selalu merasa Anna adalah orang tersial didunia ini karena menyukai Ri Won yang buruk rupa.
"Ya kan Woo Rin?"tanya Eunyeon kepada suami barunya itu dia menoleh ke samping melihat wajah Woo Rin yang sangat mengerikan membuatnya menyingitkan alisnya.
"Jangan sentuh aku!!"Woo Rin menepis tangan Eunyeon.
"A..ada apa denganmu...?"Eunyeon yang takut melihat Woo Rin pun memutuskan untuk menjauhinya untuk beberapa saat. Mata Woo Rin yang menatap lekat Anna membuatnya merasa ada yang janggal.
*Tidak mungkin dia menyukai Putri Qin itu kan! Tidak! Jelas jelas Woo Rin hanya menyukaiku! -batin Eunyeon kekhawatirannya itu memuncak saat pipi Woo Rin bersemu merah melihat Anna tertawa lepas.
"Aku izinkan.... Kekaisaran Joseon sangat beruntung memiliki menantu seperti Tuan Putri Qin "kata Raja Nam Wok sambil tertawa lebar.
"Minggu depan. Saya mau menikah minggu depan disini sesuai tradisi Joseon"kata Anna, ia sudah mengirim surat untuk ayahnya dan ia yakin saat ini ayahnya sedang dalam perjalanan menuju kemari.
"Hahaha.... Anak muda, kalian selalu ingin menikah dengan cepat. Baiklah! Karena Putri memaksa aku kabulkan"kata Raja Nam Wok, ia tersenyum senang melihat putra sulungnya itu tersenyum bahagia menatap calon istrinya.
*Ahn Seo... Sekarang aku sudah melakukan hal yang benarkan? Apakah sekarang kau memaafkanku? Aku yang tidak berguna ini akan malu saat bertemu denganmu nanti disana-batin Raja Nam Wok, dia tahu alasan sebenarnya dari kematian Ratu Hyunseon karena ia melihat mendengar setiap kata yang dikatakan Ratu Hyunseo tetapi saat itu dia tak melakukan apapun karena takut nyawanya akan melayang ditangan Lim Hari dan Penasehat Lim.
*Mungkin aku bodoh karena tidak mencintaimu saat itu. Ahn Seo... Kali ini datanglah di mimpi indahku jangan hantui aku lagi dengan mimpi Buruk-batin Raja Nam Wok, dia merasa berhutang budi kepada Ratu Hyunseo. Mati secara tidak adil demi dirinya dan Ri Won, sedangkan dia? Hanya mampu bersembunyi dibalik pohon melihat istrinya dipermalukan dan bunuh diri didepan matanya.
"Ohoo.... Selamat kakak"kata Woo Rin, ia tersenyum kearah Ri Won tak lupa mengulurkan tangannya.
"Kau juga selamat atas pernikahanmu Woo Rin..."kata Ri Won dengan lembut dia mengacak rambut Woo Rin.
"Ibunda banyak cerita tentangmu. Selama di Qin aku sangat ingin sekali melihat adik kecilku"kata Ri Won, ja tulus menyayangi Woo Rin, baginya Woo Rin adalah adik yang sangat dicintainya walaupun saat itu ia tak pernah bertemu sekalipun dengan adiknya.
"I..ibunda Hyunseon? Hmm? Dia tulis apa?"tanya Woo Rin, selama ini saat Ratu Hyunseo menulis surat untuk Ri Won ia tahu semua isinya. Memang ada beberapa kali Ratu Hyunseo menulis tentangnya tetapi hanya sedikit, itu pun hanya informasi mengenai fisik Woo Rin yang berkembang.
"Bacalah ini"kata Ri Won, ia menyodorkan surat lusuh. Tulisan yang sangat jelek dan susah dibaca itu membuat wajah Woo Rin merah.
"Ini tulisanku!"gumam Woo Rin. Surat lusuh dengan tulisan jelek itu miliknya saat umurnya 4 tahun ia menulis asal surat untuk Ri Won dan memasukkannya diam diam ke dalam surat milik Ratu Hyunseo.
'Kakak... Maksudku Yang Mulia Pangeran. Saya dengar dari Ibunda anda adalah kakak saya... Saya Lee Woo Rin! Adik anda! Tidak sebenarnya bukan adik kandung ta..tapi adik tiri tapi! Wajah saya mirip dengan kakak kok kata Ibunda Hyunseo! Saya sangat merindukan anda... mendengar cerita tentang anda... membuat saya sangat menganggumi anda... kakak... tolong sukai aku! Jangan benci aku karena aku bukan adik kandungmu! Aku mohon....'
Jelas dari surat itu kata kata polos Woo Rin terlihat saat pertama kali Ri Won membacanya dia tertawa geli, tulisan dan gaya bicaranya yang aneh tetapi surat itu sangat tulus ditulis olehnya. Woo Rin yang polos dibawah didikan Ratu Hyunseo adalah anak yang manis dan berbakat.
"I...itu hanya kata kata bocah jangan dimasukan kedalam hati"kata Woo Rin, ia jadi malu karena Ri Won menganggapnya seperti anak kecil dari tadi.
"Tidak mungkin adikku sudah dewasa kan sekarang"mereka mulai berbincang layaknya adik dan kakak. Ri Won sama sekali tak menyalahkan Woo Rin karena menikah dengan Eunyeon dia selalu berpikir baik terhadap adiknya itu.
*Kau itu hanya penganti anaknya! Itulah namamu sama dengannya!-lagi lagi suara Lim Hari menggema ditelinga Woo Rin membuatnya berubah seketika dan menatap tajam Ri Won.
"Aku menikah dengan Eunyeon istri kakak. Apa kakak tidak masalah?"tanya Woo Rin mendengar hal itu membuat Ri Won tersentak dia binggung mau menjawab apa.
"Tidak juga. Ini salahku yang kalah tampan darimu... lagi pula kami belum melakukan upacara resmi. Eunyeon berhak memilih pasangan hidupnya"kata Ri Won, ia memegang sisi kiri wajahnya yang kehitaman itu. Ada rasa kecewa dan sedih saat menyentuh bagian itu.
"Kakak akan berikan apapun yang kau mau Woo Rin..."kata Ri Won, ia menatap Woo Rin kembali dan tersenyum.
"Apa saja? Bagaimana dengan Tuan Putri Yiwei? Apakah kakak akan memberikannya jika aku suka padanya?"tanya Woo Rin dengan serius.