I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
Extra Part Hadiah Terbaik,



"Apa maksudnya pertemuan terakhir"gumam Ri Won, ia menekuk alisnya melihat ayahnya yang menundukan kepala didepannya membuatnya tak berdaya. Ia ingin menyuruhnya menegakkan kepalanya tetapi karena masih dalam keadaan marah ia langsung pergi dari sana.


*Setidaknya ibunda bukanlah seorang pengecut-batin Ri Won, ia menarik nafas dalam dan berjalan ke kamarnya ia tak ingin Anna melihatnya dalam kondisi seperti ini.


"Kau terlalu keras kepada ayahmu itu"gumam Kaisar Ryuji ia melihat semuanya dari atas, saat Raja Nam Wok mengatakan hal itu dia juga marah dan berpikir. Kenapa Raja Nam Wok tak menghentikannya. Dia adalah pengecut. Tetapi saat memikirkan ulang bahwa semua yang terjadi adalah ulahnya ia hanya bisa mengeretakan giginya.


"Dia sudah bergerak, nampaknya penyelundupan, perdagangan manusia sering dilakukan Penasehat Lim"kata Jendral Murayama.


"Dia menyelundupkannya ke Kou, kita mengalami kerugian yang besar karena hal ini"


"Awasi dia terus kalau bisa kumpulkan kejahatan Pangeran Woo Rin juga. Katanya Raja Nam Wok akan menjadikannya Putra Mahkota?"kata Kaisar Ryuji besok ia akan menjadi tamu resmi dan mulai melakukan aksinya.


*Sebenarnya kenapa seorang Kaisar rela melakukan semua ini demi wanita yang sudah mati dan memiliki keluarga? Apa istimewanya Ratu Hyunseo-batin Jendral Murayama ia sudah lama mengikuti Kaisar Ryuji. Sosok yang sempurna itu kenapa bisa menjadi tak masuk akal jika berkaitan dengan mendiang Ratu Joseon? Ia melihat wajah Kaisar Ryuji yang tersenyum miring, membuatnya kebinggungan akan keputusannya ini.


*****


"Kenapa wajahmu aneh begitu?"tanya Anna saat membukakan pintu, ia kebingungan melihat wajah Ri Won yang terlihat sedih tetapi masih tersenyum paksa membuat raut wajahnya terlihat aneh.


"Jangan pedulikan... "


"Kukira tidak kelihatan"gumam Ri Won, ia menutup pintu kamarnya dan duduk diranjang.


"Ceritakan padaku... Aku kan istrimu"kata Anna ia duduk disebelah Ri Won dan menepuk pundaknya.


"Baiklah jika kau memaksa"kata Ri Won dengan manja, ia langsung tidur dipaha Anna.


"Padahal aku baru sekali bicara"gumam Anna dia tertawa kecil dan mengelus kepala Ri Won.


"Aku mengetahui kebenaran tentang Ibundaku..."


*Ibundanya... mendiang Ratu Hyunseo ya-batin Anna, ia pernah mendengar tentang Ratu Hyunseo hanya sebatas nama, masa jabatan dan alasan kematian saja selebihnya ia tak tahu apa pun.


"Ibundaku meninggal bukan karena bunuh diri tetapi karena dia mengorbankan nyawanya demi diriku"Ri Won mulai bercerita ia sangat antusias sampai akhirnya tertidur.


"Beliau orang yang hebat..."


"Pantas saja suamiku sangat menawan"seru Anna, ia memindahakn kepala Ri Won dibantal dan melihat Ri Won dari samping ranjang.


"Tampan, baik, hati, gagah, berpengetahuan luas"tanpa sadar Anna menyanjung Ri Won entah kenapa akhir akhir ini ia suka sekali melihat wajah Ri Won.


*******


Esok Hari


"Kaisar Ryuji memasuki istana"teriak prajurit Kou salah satu Kekaisaran di dataran Nippon itu membawa lebih dari seratus prajurit demi keamanan Kaisar Ryuji.


"Padahal aku sudah bilang padamu untuk membawa tiga prajurit saja Saki"bisik Kaisar Ryuji, ia sedikit lelah diawasi setiap saat dengan para bawahannya.


"Sebagai Jendral utama saya bertanggung jawab atas keselamatan anda"kata Murayama Saki, ia adalah Jendral pasukan utama Kekaisaran Kou.


"Yahh... Inilah kenapa aku selalu mendambakan Hyunseo yang memiliki jiwa yang bebas"gumam Kaisar Ryuji tubuh dan wajahnya yang jujur membuat Jendral Saki menghela nafas.


"Terimalah salam saya Yang Mulia Kaisar"kata Lim Hari, ia tersenyum manis dan memberi isyarat kepada Kaisar Ryuji.


"Salam Raja Nam Wok... Saya dengar Putra Mahkota Joseon sudah kembali?"tanya Kaisar Ryuji, ia menghiraukan Lim Hari dan langsung bertanya kepada Raja Nam Wok.


"Ahhh... iya tapi Pangeran Ri Won bukanlah Putra Mahkota lagi"kata Raja Nam Wok, ia mengontrol emosinya agar tak terlihat sedih saat mengatakannya.


"Apa alasannya anda membuat keputusan seperti itu?"tanya Kaisar Ryuji ia sudah tahu alasannya tapi ia ingin lihat bagaimana reaksi Raja Nam Wok.


"Tentu saja karena Pangeran Ri Won sudah lama tidak di Joseon dan tak pernah melakukan tugasnya dengan benar jadi saya harus mengambil keputusan yang sulit itu"kata Raja Nam Wok ia melirik sedikit kearah Lim Hari yang nampak puas dengan perkataannya itu.


"Ahh... benar juga. Itu adalah keputusan yang baik"kata Kaisar Ryuji dibelakangnya ada Woo Rin yang nampak sangat bangga dan percaya diri.


"Maaf saya terlambat menyambut kedatangan Yang Mulia Kaisar Ryuji"kata Ri Won, ia datang bersama Anna setelah memberi salam mereka berdua tertawa kecil karena harus berlarian menuju halaman istana.


"Bahkan Putri Yiwei ikut ikutan dirimu"gumam Kaisar Ryuji ia tersenyum miring dan menghampiri Ri Won.


"Bagaimana kabarmu?"tanya Kaisar Ryuji ia memukul dada Ri Won sambil tersenyum.


"Baik baik saja penguntit... maksudku Yang Mulia Kaisar"


Ri Won lupa kalau guru yang mengajarinya berjualan ikan dan memasak saat masih kecil dulu adalah seorang Kaisar Ngeri sakura yang menghancurkan hidupnya. Saat mengetahuinya tentu saja Ri Won ingin membunuhnya tetapi setelah beberapa kali mencoba membunuh Kaisar Ryuji dan gagal akhirnya ia menyerah.


"hahahahaha.... Candaanmu seperti biasa masih saja tak enak didengar"Kaisar Ryuji menepuk bahu Ri Won bukannya suka Ri Won malah menepis kasar tangan Kaisar Ryuji.


"Jaga jarak dariku"kata Ri Won entah kenapa sikap sok akrab Kaisar Ryuji membuatnya risih.


"Hmmm? Putri Yiwei kah?"gumam Kaisar Ryuji, ia melihat kesamping nampak Anna dengam raut wajah yang sangat serius membuat suasana menjadi canggung.


"Benar saya Qin Yiwei Putri Sulung Kekaisaran Qin"kata Anna, ia menunduk memberi salam setelah itu diam.


"Le...lebih baik kita pergi... penyambutannya juga sudah selesai"usul Ri Won sudah 10 menit mereka saling diam dan Ri Won memutuskan untuk pergi dari sana.


"Kau lebih tampan sekarang... Topeng itu tak dibutuhkan lagi sepertinya"


"Iya... Topeng tua itu sangat jelek jadi aku tak mau memakainya lagi"balas Ri Won tanpa melihat kearah Kaisar Ryuji, saat dirinya dihina karena wajah buruk rupanya Kaisar Ryuji yang menyamar menjadi penjual ikan memberinya topeng berwarna putih sebagai hadiah untuk Ri Won. Sejak saat itu Ri Won tak pernah dihina lagi karena bekas luka yang menghitam itu sudah tertutup oleh topeng cantik milik Kaisar Ryuji.


"Saya mohon maaf atas kelancangan Pangeran dan Putri Qin..."kata Lim Hari dengan nada mengejek. Ia ingin memprovokasi Kaisar Ryuji agar semakin membenci Ri Won.


"Mau bagaimana lagi? Mereka bosnya"kata Kaisar Ryuji, itu benar Anna adalah Putri dari Kekaisaran terkuat saat ini tentunya tak ada yang berani menghukumnya.


*****


8 bulan kemudian


"Kau suka sekali ya tinggal di negeri orang lain. Ini sudah 8 bulan lebih"kata Ri Won dengan malas, ia menunjuk wajah Kaisar Ryuji yang sekarang berada didepannya.


"Yaa... Disini sangat nyaman?"kata Kaisar Ryuji, ia memiringkan kepalanya dan memasang wajah polos tak berdosa.


"Ngomong ngomong kau semakin kurang ajar ya"


"Memang kenapa aku harus sopan kepada orang yang kubenci"


"Hei...! Kata katamu menyakitkan hatiku"kata Kaisar Ryuji, ia menekuk alisnya sambil mengembungkan pipinya.


"Pokoknya kau harus kembali secepatnya!"


"Iyaaa nanti... kalau aku bisa melihat bunga sakura baru aku mau pulang!"


"Hah?"


"Ya ampun. Mereka berkelahi lagi"kata Eunyeon, ia mengambil banyak camilan dari dapur Anna.


"Apa kau benar tak mau menghentikannya? Kakakku sayang?"


"Kau suka sekali ya berada disini"kata Anna melirik Eunyeon yang berada didepannya mereka berada digazebo disebrang danau buatan dikediaman Pangeran Ri Won.


"Iya aku kan merindukan keponakanku"kata Eunyeon, ia berlari dan memeluk perut Anna yang terlihat sedikit menonjol itu.


"Sudah empat bulan lho kapan kau mau memberitahu Ri Won?"kata Eunyeon, ia dan Anna juga baru tahu hal ini kemarin.


Saat mereka sedang jalan jalan dan tiba tiba Anna pingsan. saat tabib datang memeriksa Anna tak disangka tabib berkata kalau ia sedang mengandung dan itu pun sudah empat bulan.


"Aku saja baru tahu kemarin, lagi pula besok adalah hari penobatan Putra Mahkota. Aku yakin dia akan menjadi Putra Mahkota dan saat itu aku akan memberikan kabar baik ini padanya"kata Anna, ia sudah lama memikirkan hadiah apa yang akan diberikannya kepada Ri Won saat ia menjadi Putra Mahkota nanti. Karena kebetulan ia sedang mengandung sekalian saja memberitahukan rahasia kehamilannya itu sebagai hadiah untuh Ri Won.