I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
109. Kecewa



Beberapa saat yang lalu


"Sudah pagi, kita harus kembali"gumam Kaisar, ia masih memeluk erat Liu Wen seakan akan takut Liu Wen akan pergi dan meninggalkannya lagi.


"Mau kembali, ya kembali! Tapi lepaskan aku dulu! Bagaimana aku bisa bersiap siap begini"kata Liu Wen ia membalikan badannya dan melihat wajah suaminya.


"Pagi...."kata Kaisar sambil tersenyum tak lupa ia mencium bibir Liu Wen dengan cepat.


"Jangan main main denganku"kata Liu Wen ia menarik baju Kaisar agar mendekat dengannya,lalu mencium Kaisar lebih panas darinya.


"Mhmm..."karena begitu hening suara mereka sampai terdengar kehalaman depan.


"Ayolah! Disini banyak anak anak"gumam Aiden dengan malas ia mengetuk pintu kamar ibu dan ayahnya.


"Mami.... Papi... hentikan itu dan bersiap sarapan"kata Aiden mereka berdua tersentak dan menjauh satu sama lain.


*Ahhh... malunya! -batin Liu Wen, ia menutupi wajahnya.


"Ini semua salahmu!"bentak Liu Wen, ia langsung pergi setelah melempar bantal kewajah Kaisar.


"Pfttt... manis sekali"gumam Kaisar, ia terdiam sebentar karena terkejut dengan ekspresi yang dikeluarkan Liu Wen.


******


"Oh ho ho ho.... aku mencium bau terlarang"kata Jake mengoda ibu dan ayahnya.


"Diam"kata Anna, ia memukul kepala Jake dengan keras.


"Selesai makan ayo kita kembali ke istana. Ayahanda sudah memberitahu paman keempat"kata Kaisar membuat Liu Whojin menghentikan aktifitasnya.


"Apa... ayah mertua tidak setuju?"tanya Kaisar dengan ragu, ia takut ayah mertuanya ini berubah pikiran.


"Tidak! Jaga mereka, jika cacat sedikit pun! Tidak akan aku ampuni"kata Liu Whojin tanpa melihat wajah menantunya.


"Aaa!! Ke istana"gumam Keyzee, ia sangat senang karena akan datang dan melihat istana.


******


Istana


"Salam Ibunda"kata Kaisar, ia memberi hormat kepada Ibunya yang sekarang berdiri didepannya dan Liu Wen.


*Dari mana dia mendapatkan barang bagus seperti ini-batin Ibu suri, ia memegang wajah Aiden dan sedikit mencengkamnya.


"Maaf Ibu suri. Anda menyakiti saya"kata Aiden, ia sangat berterus terang karena rahangnya sampai mati rasa ditekan Ibu suri.


"Ahh! Maaf... kau mirip sekali dengan Xuan'er, kapan kau lahir dan kalian juga"tanya Ibu suri dengan ramah.


"Kami lahir dihari yang sama cuma adik bungsu saya yang berbeda satu hari"kata Aiden sambil menyingitkan alisnya, menunjuk Keyzee yang berada diantara ibu dan ayahnya.


"Apa maksudmu?"tanya Ibu suri tak lupa senyum palsu diwajahnya, karena perjanjiannya dengan Pangeran Keempat masih berlaku sampai sekarang.


"Mereka kembar lima Ibu suri, anda memiliki lima cucu sekaligus"kata Pangeran Keempat dari belakang membuat mereka yang ada disana terkejut.


"Aiyo... kembar lima? Sangat tak bisa dipercaya! Ayo ayo mari masuk"kata Ibu suri, ia tertawa lepas dan menyambut kelima cucu barunya dengan pelukan hangat.


*Kembar lima? Dasar bisanya hanya membual-batin Ibu suri, ia tak sudi mengantar kelima anak Liu Wen yang dianggapnya anak pungut.


"Kalian akhirnya datang"gumam Qin Jianwe, ia menyambut kelima orang yang telah dianggapnya saudara itu.


"Nenek biar aku saja yang mengantar mereka ke kediamannya masing masing"kata Qin Jianwe wajahnya terlihat cerah hanya dalam satu minggu tubuh dan mentalnya membaik, ia tersenyum dan menunjukan jalan kepada saudara barunya itu.


"Ohh! Karena kamu yang paling tua apa aku boleh memanggilmu kakak?"tanya Qin Jianwe kepada Aiden, ia tersenyum manis didepan Aiden.


"Bukan cuma dia, aku juga lebih tua darimu"kata Jake, ia memukul dadanya dengan bangga mengatakan hal itu.


"Ahh iya kak Yibo! aku akan memanggil kalian semua kakak"kata Qin Jianwe sambil tersenyum, ia berusaha merangkul tangan Aiden, ingin sekali merasakan ikatan saudara.


*Hmm? Ada apa dengan tangannya?-batin Aiden melihat tangan Qin Jianwe yang mengayun kedepan belakang sambil melihat raut wajah Aiden membuatnya risih.


*Mau mencuri uangmu kali-balas Jake. ia menaikan alisnya binggung dengan perlakuakan Qin Jianwe.


*Orang bodoh pasti berkata sepertimu-balas Anna, entah kenapa tak ada satupun berkataan Jake yang benar.


"We, pegang tanganku saja"kata Keyzee, akhirnya ia dipanggil kakak, sudah lama ia ingin menjadi seorang kakak.


"Iya!"kata Keyzee, ia langsung memegang tangan Qin Jianwe, begitu pula Jake yang langsung merangkul Qin Jianwe.


"Seperti tukang palak saja! Jangan takuti adikku"kata Keyzee dengan ketus.


"Yah biar kayak temen gitu"balas Jake sambil tertawa lebar.


"Sial!! Kenapa Permaisuri memiliki anak! Dia! Dia mandul kan!"kata Selir Chu dari jauh ia melihat si kembar dan Qin Jianwe sangat bahagia membuatnya kesal.


"Mei'er sedang sakit, Kaisar malah bersuka cita! Tidak boleh begini! Cuma Mei'er yang harus menjadi penguasa"sambung Selir Chu, ia pergi mendekat kearah si kembar untuk mencari kesalahan si kembar.


"Apa ini?! Pangeran dan Putri baru..."kata Selir Chu sambil tersenyum, Qin Jianwe langsung merubah ekspresinya menandakan ia tak suka dengan kehadiran Selir Chu.


"Baru? Kami anak anak dari Permaisuri Qin dan kami sudah besar? Kenapa disebut baru"kata Jake memainkan alisnya.


"Karena anda baru datang kesini..."kata Selir Chu, ia menutup wajahnya menggunakan kipas agar tak kelihatan saat ia mengganti ekspresinya.


*Mulut bajingann ini tajam sekali-batin Selir Chu ia ingin sekai mencabik cabik tubuh Jake.


"Ohh iya! Karena kami yang paling tua disini pasti akan ada perubahan silsilah keluarga kerajaan lagi kan"kata Jake, ia sengaja membuat Selir Chu marah dan memperlihatkan wajah aslinya.


"Ahh... itu... Pangeran hamba tidak tahu"kata Selir Chu, ia mengeretakan giginya.


*Sialan! Mei'er Putri Qin satu satunya! Bukan dia ataupun dia-batin Selir Chu, ia menatap tajam Anna dan Keyzee.


"Bearti adik Meili akan menjadi anak ketujuh Ayahanda dan putri ketiga.... bukan satu lagi..."kata Jake permainan katanya sukses membuat Selir Chu marah.


"Jangan mimpi!"kata Qin Meili, tubuhnya sudah tak sakit lagi, tetapi masih saja terasa tak nyaman, badannya pun masih saja panas.


"Hmm, adik Meili?"kata Jake, ia meneggok ke belakang.


"Siapa yang adikmu! Kau hanya orang rendahan bermimpi menjadi saudaraku"bentak Qin Meili, ia tak tahu bahwa kelima remaja itu adalah anak Permaisuri.


"Siapa juga yang mau kau jadi adikku"gumam Jake ia sangat benci dengan orang yang membentaknya.


"Sudahlah kenapa kau bertengkar dengan anak kecil"kata Anna, ia sangat pusing mendengarkan pertengkaran bodoh Jake dan saudari tirinya.


"Siapa yang kau sebut anak kecil, jalangg!!"teriak Qin Meili, ia mendorong Anna sampai terjatuh ke kolam tanpa sengaja selendang Qin Meili tersangkut dibaju Anna membuatnya ikut terjatuh.


"Anna!"teriak Liu Wen secara refleks, ia menyebutkan nama asli putrinya.


"Mei'er!!! "teriak Kaisar, ia dan Liu Wen baru saja berbicara tentang status si kembar dan hari penobatan Aiden sebagai Putra Mahkota.


*Aku tidak bisa berenang, kakiku tersangkut-batin Anna, ia meronta untuk melepaskan kakinya dari kayu yang menahan kakinya didasar kolam.


"Mei'er... kamu tidakpapa?"tanya Kaiasar ia sangat khawatir dan menyelamatkan Qin Meili duluan.


"Kukira..."gumam Aiden, ia tersentak karena ayahnya hanya menyelamatkan satu orang saja, Aiden, Jake dan Ellson pun langsung turun kedasar kolamm


"Wei... Wei"kata Kaisar, ia menaruh Qin Meili ditepi kolam dan ingin menyelam menyelamatkan putrinya itu tetapi baru saja ingin menyelam ketiga putranya itu sudah membawa Anna ke tepi kolam.


"Ha....hahhhh...! Uhukk.. uhuk!"tenggorokkannya sangat sakit karena menelan banyak air.


"Kak Anna"lirih Keyzee matanya berair, ia menepuk pundak Anna.


"Key, aku baik baik saja, jangan menangis"kata Anna, ia tak tega melihat adiknya menangis.


"Wei... apa kau baik baik saja?"tanya Liu Wen, ia mengusap wajah putrinya.


Kaisar hendak memegang tangan Anna tetapi ditepis Aiden. "Wei.... ayahanda"


"Jauhi adikku"kata Aiden dengan tajam.


"Hmphh...! Pa... oh tidak Kaisar.... kau hanya menyelamatkan Meili padahal mereka jatuh berdekatan! Bagus!"kata Jake dengan ketus ia menunjuk wajah Kaisar karena sangat marah.


"Itu bisa membuktikan bahwa yang dikatakan kakek memang benar"sambungnya, Jake memalingkan wajahnya dan membantu Anna berdiri.


"Kakak Wei memiliki kaki yang lemah, jadi dia tak bisa berenang"kata Ellson tatapan kosong diwajahnya membuat Kaisar semakin merasa bersalah.


"Untuk apa kau beritahu dia! Dia cuma Ayahanda nya Qin Meili dan Qin Jianwe bukan papi kita! Dia tidak akan mengerti"bentak Jake ia membawa Anna pergi dari sana.


"Ini sama seperti beberapa tahun yang lalu, kau ingat? Dan ternyata aku dan anak anak tidak bearti bagimu"kata Liu Wen ia tak menyalahkan sikap Jake yang begitu kasar karena suaminya itu kali ini memang salah.