I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
Extra Part Keguguran,



"Berapa banyak lagi musuh yang harus kita lawan?"tanya Ri Won kepada Yong. Ia sedang mengikat perban didadanya dengan satu tangan karena tangan kirinya sedang terluka.


"Tinggal 2 kelompok penyamun lagi. Apa kali ini kita tak akan membunuh mereka dan menampung mereka di perkemahan kita lagi?"tanya Yong dengan malas sudah hampir satu bulan ia berada dilokasi berbahaya dengan dikelilingi banyak penyamun. Ri Won berhasil melumpuhkan 20 kelompok penyamun tinggal tersisa dua kelompok lagi dengan begitu tugasnya akan selesai dan bisa kembali kepada Anna.


"Ya begitulah. Jangan keras pada mereka apa lagi membedakan mereka! Penyamun itu menganas karena para Pejabat sekitar membantai keluarga mereka. Aku tak mau mereka salah jalan lagi"jawab Ri Won sepertinya sudah jadi hobinya mengumpulkan orang orang jahat.


"Hampir dua ratus penyamun diperkemahan kita. Jika mereka bersatu dan melawan kita bagaimana? Prajurit kita hanya ada 40 orang"


Yong menatap sinis Ri Won, itu memang benar jika para penyamun itu bergabung prajurit Ri Won akan kalah jumlah.


"Bearti hidupku hanya sebatas sini. Aku tak terlalu peduli dengan hidupku. Aku hanya peduli dengan kehidupan anak anak yang belum lahir dan bayi yang tak berdosa itu"


Ri Won melihat kedepan, para penyamun itu memiliki istri yang sedang mengandung dan anak yang masih bayi. Jika ia membunuh ayah mereka bagaimana nasib para wanita dan anak anak itu.


"Joseon sekarang sedang dalam masa yang sulit... Ibu kota memang sangat makmur tetapi diperdesaan, mereka menderita kelaparan"kata Ri Won, ia merasa tak berguna selama hampir 4 bulan di Joseon tetapi tak bisa melakukan hal lebih dari ini untuk para rakyat Joseon ini.


"Mulai sifat naif anda keluar"gumam Yong, ia keluar dari tandu Ri Won dengan keadaan marah.


"Hahahaha..... Yong! Jika kau benar benar mengerti pikiranku kau pasti akan merasakan hal yang sama"tawa Ri Won melihat penyamun yang juga rakyatnya itu tersenyum dan makan dengan lahap membuat hatinya lebih tenang. Fakta bahwa Woo Rin ingin membunuhnya pun tak dihiraukannya lagi karena terlalu sibuk dengan para rakyatnya sekarang.


"Pangeran... Makan malam akan diadakan. Sesudah makan kita akan berangkat ke gunung? Apakah anda masih bisa bertahan?"tanya Hyeok, ia adalah pemuda yang ditolong oleh Ri Won satu bulan yang lalu.


"Kau meremehkanku bocah ingusan?!"kata Ri Won, ia menyinggung senyum diwajahnya. Hyeok belajar dengan cepat begitu pula teman temannya. Ri Won bangkit dan berjalan keluar tendanya.


"Terima kasih!!! Yang Mulia.... Jadikan kami bawahan anda! Kami siap mati untuk anda!!"teriak para penyamun itu mereka semua bersujud didepan Ri Won ia terkejut saat melihat orang orang itu bersujud padanya.


"Apa yang kalian lakukan?! Berdiri! Kalian rakyatku bukan senjataku!"kata Ri Won dengan tegas, ia tak menginginkan kehormatan ini karena ia tulus membantu rakyatnya rasa tanggung jawablah yang selalu ada dibenaknya.


"Jadilah prajurit bayanganku. Kalian akan dibawa ke kediaman Jendral Hwang!Dengan didikannya kalian akan bisa melindungi diri kalian sendiri"kata Ri Won membuat semua orang disana mengangguk.


"Yang Mulia... Biar kami yang berbicara dengan 2 kelompok penyamun disana. Mereka juga sama seperti kami jika kami jelaskan mereka pasti memahaminya"kata salah satu penyamun itu.


"Saya ikut sebagai perwakilan Yang Mulia"kata Yong baru saja ingin pergi Hyeok menghentikannya.


"Biar aku saja ( Hyung ) kak! Sebaiknya istirahat lihat lukamu melebar karena berjalan terus"dengan cepat Hyeok berlari memandu beberapa penyamun yang akan bernegosiasi dengan para penyamun lainnya.


"Anak itu...! Cepat sekali larinya"gumam Yong dia tersenyum karena dipanggil 'Hyung' atau kakak oleh Hyeok.


"Pftttt.... Dia yang akan mengantikanmu menjaga anakku suatu hari nanti..."kata Ri Won melihat ekspresi Yong yang sedang berseri seri itu.


"Tenang saja kau bisa memanggilku kakak dan anakku akan memanggilmu paman kok"


"Ayo kita rayakan kemenangan kita sekarang!!!"teriak Ri Won, ia menyuruh para wanita itu menyiapkan makan malam yang besar untuk mereka semua atas suksesnya tugas yang diberikan oleh ayahnya itu.


*******


Hutan Bambu


"Upss... Aku tak sengaja..."kata Selir Sun nama aslinya Xin Yunlian. Ia adalah Selir Woo Rin yang baru saja diangkat karena wajahnya yang sedikit mirip dengan Anna membuat Woo Rin terpikat padanya. Xian Yunlian adalah Putri pedagang dari Kekaisaran Qin.


"Jalangg!! Ka..kau! Ukhhh...."Eunyeon memegang perutnya yang terasa sakit kandungannya baru berusia satu bulan. Pada saat itu adalah saat saat yang rawan tetapi Selir Sun malah mendorongnya dengan sengaja.


"Ini sangat jauh dari istana. Jika begini kau pasti akan mati kehabisan darah"kata Selir Sun, ia tersenyum dan pergi dari sana meninggalkan Eunyeon yang kesakitan didalam hutan.


"Sa...sakit...! Bayiku... Jangan jangan... Bayiku harus hidup! Dia bayiku dan Woo Rin..."isak Eunyeon darahnya mengalir semakin banyak, ia hampir pingsan tetapi seseorang datang mengendongnya.


"Apa yang terjadi padamu bodoh!"teriak wanita itu Eunyeon tersenyum dan memegang erat tangan wanita itu. Ternyata ia masih beruntung karena masih ada orang yang menolongnya.


*****


"Enhggg..."saat bangun Eunyeon melihat sekelilingnya ia langsung bangun dan memegang perutnya


"Bayiku!!"teriak Eunyeon perutnya terasa sangat rata bagaian bawahnya sangat nyeri ia tak bisa berdiri.


"Bayimu sudah meninggal karena kau terjatuh dengan keras"kata tabib itu membuat Eunyeon membulatkan matanya.


"Tidak! Tidak!! Kau pasti berbohong!!"teriak Eunyeon, ia baru saja merasa bahagia karena akan menyambut bayinya itu. Mungkin dengan adanya bayi itu Woo Rin akan semakin menyukainya.


"Nyonya... kau harus menerima keadaannya. Jika Nyonya itu tak menolongmu segera.... kau akan mati kehabisan darah"kata tabib itu, ia menunjuk seseorang yang berada diluar pintu.


"Ka....kau? Kenapa kau!"kata Eunyeon, ia tak percaya kalau orang yang menolongnya adalah Anna.


"Sebenarnya aku tak terlalu ingin menolongmu"kata Anna dengan dingin dia menghampiri Eunyeon dan memeluknya.


"Bayi itu tak berdosa tapi suamimu sudah sangat membencinya. Dia yang menyuruh Selir Sun untuk membunuhnya"kata Anna membuat Eunyeon terkejut. Ia mendorong Anna tetapi Anna tak bergeser sedikit pun.


"Kalau kau tak percaya. Mengadulah padanya, aku yakin dia akan menyalahkanmu karena menuduh Selir Sun dan menghukummu karena tak menjaga kandunganmu dengan baik"kata Anna, ia melepaskan pelukannya dan hendak pergi.


"Kenapa kau memberitahukanku hal ini?!"kata Eunyeon dia menangis, sekarang ia merasa sendirian sejak Selir Sun datang. Hidupnya menjadi seperti neraka, ia menerima semua hinaan Woo Rin dan bertahan karena mencintai suaminya.


"Entahlah.... mungkin karena suamiku menganggapmu sebagai adiknya jadi aku juga berpikir begitu"kata Anna, ia tersenyum tipis dan mengelus kepala Eunyeon


"Kau itu terlalu bodoh. Banyak pria lain yang mencintaimu dengan tulus. Aku sarankan saat kembali nanti kau bercerailah dengannya.... aku tahu kau mencintainya tetapi dia tak mencintaimu. Untuk apa kau memaksakan perasaanmu padanya? "kata Anna, ia memberikan plakat putri Qin miliknya.


"Bawa itu, Raja Nam Wok akan menyetujuinya. Kau juga tak akan mendapatkan hukuman apapun"kata Anna, ia memiringkan kepalanya melihat Eunyeon dengan wajah sembab akibat menangis.


"Apa kau tidak takut aku menggunakannya dengan sembarangan? Aku masih membencimu"kata Eunyeon ua menyingitkan alisnya. Itu benar dia masih membenci Anna karena sifatnya yang angkuh.


"Terserah kau saja. Lagi pula aku juga tak menyukaimu"kata Anna dia menjulurkan lidahnya dan pergi dari sana.


*Lebih baik kau tak ikut dalam pertempuran didalam istana ini. Dasar wanita bodoh yang rapuh-batin Anna ia merasa senang karena membantu Eunyeon apa yang dikatakan Ri Won benar, saat membantu seseorang kita akan merasakan sensasi tertentu.


"Aku sudah tak tahan lagi....!"kata Anna, ia masuk kekereta kudanya dan melanjutkan perjalanannya ke lokasi para penyamun untuk menemui Ri Won tanpa rasa takut sedikit pun.