
"Bagaimana keadaan di istana?"tanya Aiden saat melihat Jake dan Liu Beiyi baru saja masuk ia langsung menanyakan hal itu karena sama penasaran.
"Parah sekali!! Qin Meili dimarahi mami. Kau tak lihat saja secara langsung"kata Jake dengan antusias.
"La..lalu bagaimana dengan wajah papi? Hmm... apa wajahnya tampan?"tanya Keyzee, ia sangat penasaran akan wajah ayah kandungnya itu.
"Mirip sekali dengan Aiden hanya saja rambutnya panjang!"kata Jake membuat Keyzee membayangkan hal itu.
"Ahh... aku jadi bingung akan satu hal, kenapa kalian semua rambut pendek? bahkan Yi Wei dan Yi Fei pun pendek hanya sebatas bahu?"tanya Liu Beiyi, rasa penasaran ini tak dapat dipendamnya lagi sejak pertama kali melihat sepupunya ini ia sudah menganggap mereka aneh.
"Ahh.... it...ituu.."kata Jake dengan gugup bagaimana menjawab pertanyaan Liu Beiyi, karena sangat senang ia lupa fakta bahwa penampilannya berbeda dari yang lain.
"Kami memiliki kutu dirambut. Makanya semua potong rambut, akan kami panjangkan mulai sekarang karena tak ada lagi"kata Ellson dengan terpaksa ia berbohong. Tak mungkinkan ia bilang kalau gaya rambut panjang mereka sudah ketinggalan zaman.
"O...oke baiklah"kata Liu Beiyi ia menjaga jarak sedikit dengan mereka berlima.
"Haaa..! Aagrhh! Disini Jianwe yang paling diuntungkan. Dia mendapatkan mami selama sebulan..."gumam Jake, ia duduk disebelah Anna sambil menghela nafas panjang.
"Bersabarlah kau tahukan ini semua demi kebaikan kita"seru Anna walaupun ada rasa penasaran ingin melihat wajah ayahnya, ia masih memiliki kesabaran.
"Ya. Aku tahu tapi aku juga ingin membantu balas dendamnya Jianwe! Kan dia sudah jadi saudara kita"kata Jake, ia memajukan bibirnya.
"Padahal tadi bilangnya beda banget"kata Keyzee ia tertawa pelan.
**********
Kemarin
"Hee? Mana si kembar?"kata Liu Wen saat ia keluar matanya melirik kanan dan kiri tetapi tak melihat anak anaknya.
"Mereka pergi kepasar dengan Beiyi"kata Liu Whojin ia dan Liu Yiren baru saja keluar dari kamarnya.
"Apa yang akan kamu lakukan setelah ini Wen'er? Ayah sudah menceraikanmu dengan Kaisar"kata Liu Whojin berterus terang ia sangat serius mengatakannya.
"Aku tahu ayah aku penah mendengar hal itu"kata Liu Wen wajahnya sedikit kecewa.
"Tapi aku harus kembali! Ada harga yang harus dibayar mereka yang menyakiti anak anakku"sambung Liu Wen, ia juga tak ingin lagi menjadi Permaisuri untuk saat ini si kembar sudah cukup baginya.
"Ayah akan membantu Yizhan naik tahta"kata Lou Whojin, ia sengaja mengatakan hal itu agar Qin Jianwe yang mendengar.
"Tenanglah Perdana Mentri Liu sejak awal aku tak menginginkan tahta itu. Lagi pula aku cuma anak Selir"kata Qin Jianwe ia memang tak ingin menjadi Putra Mahkota ataupun Kaisar hidup menderita di istana membuatnya trauma.
"Ayah! Aku kembali bukan karena tahta tapi karena ingin balas dendam saja dan mengungkap kebenaran. Setelah itu aku akan pergi lagi dengan anak anak"kata Liu Wen membuat semua orang kaget.
"Mam..mami... aku mau ikut"kata Qin Jianwe, ia menarik baju Liu Wen wajahnya terlihat ketakutan, ia takut cahayanya hilang lagi.
"Lalu siapa yang akan memimpin Kekaisaran ini..."kata Liu Wen, ia memegang kedua pipi Qin Jianwe.
"Baiklah! ayo kita pergi nanti... urusan Kekaisaran kita serahkan kepada paman keempat! Aku tak akan membiarkanmu kesepian lagi"
"Wen'er... kau mau pergi lagi? Menetaplah disini! Kediaman Perdana Mentri Liu ini rumahmu"kata Liu Yiren, ia tak rela putrinya ini pergi lagi membawa cucu cucu yang baru ia temui.
"Tidak ibu. Jika aku disini akan banyak timbul masalah"lirih Liu Wen, ia memegang tangan ibunya.
"Mami mau kemana?"tanya Jake yang baru saja sampai.
"Mami akan ke istana segera"kata Liu Wen membuat mereka bersemangat.
"Istana!! Baiklah aku akan bersiap!"kata Jake ia yang ingin masuk ke kamar dan menganti baju langsung dihalangi oleh Liu Wen.
"Kalian berlima tidak ikut"kata Liu Wen membuat mereka berlima kecewa berat.
"Ahh... padahal aku ingin lihat papi"kata keyzee ia memalingkan wajahnya.
"Aku ingin lihat wanita cantik"kata Jake, ia mengerucutkan bibirnya kesal.
"Memangnya kenapa kami tak ikut?"tanya Anna dari pada rasa kecewa rasa penasarannya lebih besar.
"Mami akan selesaikan masalah Qin Jianwe dan memberi musuh sedikit gertakan, saat mami selesai akan mami jemput"kata Liu Wen sambil tersenyum.
"Owhh..."kata mereka dengan serempak.
"Kemari"kata Liu Wen mereka membuat lingkaran untuk berdiskusi sesuatu.
"Nanti kita buat terkejut seluruh Kekaisaran! Kalian belajarlah trik jahat dalam istana dengan baik dan kumpulkan informasi sebanyak mungkin oke..."kata Liu Wen mereka pun mengangguk.
"Kapan kami bisa masuk ke istana?"tanya Aiden setidaknya mereka harus siap siap kan.
"Satu bulan lagi"kata Liu Wen ia menyeringai satu bulan untuk menghukum Selir Chu sepertinya cukup.
"Baiklah..."kata mereka dengan malas.
"Ayah ibu titip mereka selama sebulan"kata Liu Wen disambut senyum lebar dari wajah keduanya.
"Mau selamanya juga tak apa"kata Liu Whojin mengacungkan jempolnya.
"Ibu akan sangat senang karena ada Yifei dan Yiwei"kata Liu Yiren.
**********
Istana
"Ini kukembalikan"kata Liu Wen menyodorkan liontin giok tanda pengenal Putri Kekaisaran Qin.
"Baiklah aku harus pergi, Jianwe ayo pergi"ajak Liu Wen ia merangkul Qin Jianwem
"Baik mami"kata Qin Jianwe sambil tersenyum.
"Rapikan Kediaman Phoenix! Sebelum Permaisuri masuk kediamannya!"teriak Kaisar kepada para pelayan walau sangat marah ia tak bisa melihat Liu Wen kesusahan.
"Aku masih punya pertanyaan kepada kakak ipar"kata Pangeran Keempat ia mengusul Liu Wen diikuti Qin Guan Yi.
"Cihh! Dia yang baru saja datang menjadi sangat istimewa dan menjadi pusat perhatian"gumam Selir Chu walaupun tangannya terbakar tak ada satupun yang memperhatikannya.
"Ibunda! Ayo ke tabib! Ayahanda pasti sudah tersihir oleh Permaisuri"kata Qin Meili, dia menatap tajam Liu Wen yang sudah jauh dari pandangannya.
"Kamu benar!! Kita akan membalas perbuatannya ini! "kata Selir Chu, ia sangat marah karena luka bakar ini membekas dan akan mempengaruhi penampilannya dimalam hari.
Kediaman Phoenix
"Jianwe...."
"Dimana kamu tinggal?"tanya Liu Wen mereka sudah sampai didepan kediaman Phoenix.
"Ehmm... kediaman Po (Kediaman tingkat 3 untuk Pangeran dari Selir)"kata Qin Jianwe kediamannya selalu berpindah pindah dan yang sekarang ditempatinya adalah kediaman yang paling bagus menurutnya.
"Kenapa kamu tinggal disana? Bukankah kediaman Sho (kediaman Pangeran tingkat 2 untuk Pangeran dari Selir) dan Kediaman Lai (kediaman Pangeran tingkat 1 untuk Pangeran dari Selir) masih kosong?"tanya Liu Wen setahunya Pangeran cuma ada Qin Jianwe seorang, yahh Qin Junxi dan Qin Guan Yi sudah pindah ke istana timur khusus untuk keluarga adik Kaisar.
"Ibunda Selir menempatkanku disana"kata Qin Jianwe dengan singkat itu benar awalnya ia tak percaya mendapatkan kediaman sebagus itu dari Selir Chu.
"Sekarang kamu pindah ke Kediaman Lai!Mami sudah disini jangan takut kepada siapapun"kata Liu Wen dengan serius, ia mengelus pucuk kepala Qin Jianwe.
"Hmm? Baiklah mami"kata Qin Jianwe, ia memeluk erat Liu Wen.
"Heii! Jangan memeluk sambil berputar putar begitu"kata Liu Wen, ia terkekeh kepalanya sedikit pusing karena Qin Jianwe memeluknya sambil berputar.
"We'er?"seru Qin Yuanqu dari kejauhan ia melihat putranya tersenyum kepada orang lain selain dirinya.
"Ka...kau? Paman Fu...!"kata Qin Jianwe matanya terbelak saat melihat wajah Qin Yuanqu.
"Pergi! Jangan dekati aku. Kamu pembunuh!"teriak Qin Jianwe baginya Qin Yuanqu tetaplah Fu Yuanqu seorang pembunuh ibunya.
"Siapa kau! Jangan dekati putraku"kata Liu Wen, ia melindungi Qin Jianwe dibelakangnya.
"Putraku? Apa anda Permaisuri?"tanya Qin Yuanqu sambil menyeringai.
"Ya! Liu Wen! menjauhlah darinya, Mentri Fu"kata Liu Wen ia menatap sinis kearah Qin Yuanqu.
"Kau tahu siapa aku? Maaf tapi aku bukan Mentri Fu lagi, aku seorang Pangeran Pertama Kekaisaran ini"kata Qin Yuanqu.
"Tidak peduli siapa kau pergi dari sini!"teriak Qin Jianwe membuat wajah Qin Yuanqu penuh kekecewaan sangat sakit saat ditolak oleh putranya sendiri.
"Jianwee..."
"Dengarkan mami. Kau tak boleh berkata kasar dengan orang yang lebih tua! walau dia menyakitimu! Jika kau melakukannya kau sama saja seperti bandit gunung, tak tahu etika"kata Liu Wen dengan lembut.
"Kembalilah ke kediamanmu ya? "pinta Liu Wen.
"Baiklah mami, hati hati dia pria yang jahat"kata Qin Jianwe sambil menatap Qin Yuanqu dengan tajam.
"Baiklah..."kata Liu Wen sambil tersenyum ia melambaikan tangannya dan pergi menjauh.
"Jadi..."
"Mentri Fu? Ohh Mantan Mentri Fu atau kakak iparku? Apa ada yang ingin kau sampaikan padaku?"tanya Liu Wen saat melihat ekspresi wajah itu membuatnya sadar akan satu hal, mereka berdua sempat memiliki hubungan yang dalam.