I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
20. Malam Pertama



Aula Kediaman Perdana Mentri


"Salam Yang Mulia..."seluruh kediaman memberi hormat kepada Kaisar Qin, pagi ini ia akan menjemput Liu Wen untuk mengajaknya ke istana melakukan upacara pernikahan.


"Berdirilah ayah metua,cibu mertua"kata Kaisar Qin, ia memapah kedua orang tua Liu Wen itu untuk berdiri.


"Jangan terlalu formal denganku panggil saja menantu"senyum Kaisar Qin dibalas anggukan oleh Liu Whojin.


"Ren'er.... Apa Wen'er sudah siap?"tanya Liu Whojin kepada istrinya.


"Mmm? Itulah yang ingin aku tanyakan! Tadi aku kekamar Wen'er dan kata pelayannya. Dia sedang melakukan sesuatu hal yang berbahaya dan hanya dia sendiri yang bisa melakukannya"kata Liu Yiren dengan nada sedikit khawatir.


"Ibuuu, apa kakak sedang mambuat alat aneh?"tanya Liu Yichen.


"Entahlah? Kurasa begitu! Jika alat aneh mungkin memang dirinya yang bisa melakukan tapi Wen'er tidak keluar selama satu jam lebih dan tak ada suara didalam kamarnya!? Apa dia baik baik saja?"kata Liu Yiren wajahnya pucat, ia sedikit takut terjadi hal hal yang tidak diinginkan didalam sana. Liu Wen akan menikah dengan Kaisar mungkin saja Selir Kaisar berniat membunuh putrinya itu karena tak ingin putrinya jadi Permaisuri.


"Ayo kita periksa! Yang Mulia mohon tunggu sebentar"seru Liu Whojin, ia berdiri dari duduknya diikuti anak dan istrinya karena khawatir mereka bergegas kemar putrinya untuk melihatnya sendiri.


"Ayah mertua! Bolehkah aku juga ikut kekamar Wen'er untuk melihatnya?"tanya Kaisar Qin, ia jadi sedikit mencemaskan keadaan Liu Wen.


"Mm! Tentu menantu"senyum Liu Whojin mereka pun pergi kekediaman Liu Wen untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


****


"Salam hormat Yang Mulia Kaisar, Tuan, Nyonya, Tuan Muda"kata Meng memberi hormat kepada orang penting didepannya saat ini, ia berada didepan pintu kamar Liu Wen menjaganya sesuai perintah junjungannya.


"Bagaimana apa Liu Wen sudah keluar kamar?"tanya Liu Whojin kepada Meng yang menatap kebawah lantai.


"Belum Tuan, Nona sudah satu jam berada dikamar"jawab Meng ia melirik keatas dan tak sengaja bertatapan dengan Liu Yichen tatapan tajam itu membuatnya gemetar ketakutan.


"Dobrak saja pintunya!perintah Liu Whojin kepada bawahannya, para pengawal pun mendobrak pintu Liu Wen.


"Wen'er!"seru Liu Whojin didepan pintu, tak lama setalah didobrak pintu itu terbuka.


"Wen'er?"seru Kaisar Qin, ia menerobos masuk tak menunggu seperti Liu Whojin. Rasa cemasnya sudah melebihi batas.


"Nyam...nyamm...."gumam Liu Wen, ia sedang tertidur dengan nyenyak diranjangnya membuat Liu Whojin tak bisa berkata kata ia membatu, geram melihat tingkah putrinya. Bisa bisanya menyuruh suaminya menunggu selama satu jam dan dia malah asik asikan tidur.


"Wen'err!"Liu Whojin menarik telinga Liu Wen.


"A...ai..aiyaa! Sa...sakit"lirih Liu Wen, ia membuka matanya dan melihat kamarnya penuh dengan orang.


"Apa yang ayah lakukan?! Ini lagi kenapa ramai sekali disini?"tanya Liu Wen, ia menepuk pelan tangan ayahnya dan mengedarkan pandangan ke sekelilingnya.


"Kau hari ini menikah sayang dan kau malah tidur?! Membuat suamimu menunggu selama satu jam"senyum Liu Yiren, bukannya marah ia merasa sangat lucu dengan kejadian ini.


"Haaaa! Dasar!"Liu Yichen menepuk dahinya entah amnesia atau sengaja kakaknya selalu saja konyol.


"Ehh? Ohh yaa!!! Ha..hari ini aku menikah. Hahaha.... Kukira ini mimpi"Liu Wen tertawa, ia menatap tajam kearah Kaisar Qin yang dari tadi hanya tersenyum melihat tingkah Liu Wen.


"Maaf ayah! Aku salah! Hikss... Hikss..."lirih Liu Wen, ia menunduk dan menusuk pelan bola matanya agar mengeluarkan air mata.


"Anakku... Jangan menangis ayah tidak marah. Berhentilah menangis menantuku sudah datang. Kau harus ikut ke istana dengannya"Liu Whojin menyeka air mata Liu Wen sambil mengusap pelan pipinya. ia Merasa bersalah karena menarik telinga putri kesayangan itu.


*Pura pura nangis sukses, hehehe-batin Liu Wen.


*Ihhhh! Menantuku?? Kalian sudah akrab ya?!-batin Liu Wen, melihat reaksi Kaisar yang sangat senang itu membuatnya kesal.


*Malas sekali melihat pria brengsek ini! Bweee...weee-batin Liu Wen, ia awalnya memasang wajah masam saat melihat sekitarnya. Ia berpura pura tersenyum dan manja kepada Kaisar Qin.


"Iya ayah"kata Liu Wen, ia mengusap air matanya dan menatap kearah Kaisar Qin.


"Suamiku gendong aku"kata Liu Wen dengan manja, ia merentangkan tangannya kedepan dan memasang wajah manja serta suara yang manis.


*Manis sekali-batin Kaisar Qin, wajahnya memerah melihat wajah Liu Wen yang imut jika sedang manja.


"Baiklah istriku"kata Kaisar Qin, ia langsung mengendong Liu Wen dari atas ranjang.


"Wow! Romantis sekali"kata para pelayan.


"Kakak baru kemarin tidak mau menikah sekarang sudah pamer kemersaan"goda Yichen dengan wajah datarnya.


"Aku tahu!!? Dulu aku tak pikir panjang menjadi permaisuri mungkin akan menyenangkan dan lagi suamiku tampan"kata Liu Wen tanpa malu, ia mempererat pegangannya dileher Kaisar Qin tiga guratan didahinya mempertegas kalau ia terpaksa mengatakan hal itu.


*Huwekkk! Muntah aku. Ini demi rencanaku agar orang orang tak curiga saja-batin Liu Wen wajahnya langsung pucat mengingat kata kata manjanya tadi.


"Putri sangat beruntung"


"Kaisarlah yang beruntung!"


"Cantik dan tampan"


"Ohh aku iri dengan Putri"


Para pelayan yang heboh membuat Liu Wen marah beruntung hari ini adalah hari pernikahannya kalau tidak ia akan menghukum mereka semua karena bergosip tentangnya.


"Emmm....! Cepatnya beri aku cucu"kata Liu Whojin kepada Liu Wen dan Kaisar Qin.


"Ahh...."wajah Kaisar Qin merah karena malu.


"Tenang saja ayah! Aku akan memberimu 10 cucu! 100 pun bisa asal Kaisar mampu"bisik Liu Wen kepada ayahnya dengan nakal. Putrinya itu sudah pintar bersilat lidah dan mengoda orang sekarang tidak seperti dulu yang kaku dan tak pernah bergurau.


"Hehehe....."Liu Whojin hanya tertawa saja sedangkan Kaisar Qin tersipu jantungnya berdegub kencang.


"Ayo saatnya pergi"kata Kaisar Qin dengan senyuman mereka hendak naik ke kereta tetapi dari kejauhan Feng Li memangil nama Liu Wen.


"Wen!! Tunggu!!!"teriak Feng Li ia dengan cepat berlari agar Liu Wen tak naik kereta kuda itu dan pergi ke istana.


"Tunggu suamiku!! Li ingin mengantar kepergianku tunggu dulu"Liu Wen menepuk dada Kaisar Qin agar ia tak melangkahkan kakinya naik ke kereta kuda.


"Hmmm"Kaisar Qin menghentikan melangkahnya dan mendekat kearah Feng Li.


"Ten..."kata Liu Wen terputus.


"Tidak! Bicara disini saja"Kata Kaisar Qin dengan ketus.


"Maaf Yang Mulia! Anda sudah menang jadi bisakah beri waktu pribadi sedikit untuk Wen dan saya? "kata Feng Li menatap Kaisar dengan sengit.


*Dia wanitaku-batin Kaisar Qin membalas tatapan sengit Feng Li.


*Dia temanku kau sudah menang, enyahlah sekarang-batin Feng Li.


"Baiklah hanya sebentar!"Kaisar Qin dengan keadaan marah ia pergi dari sana, ia tak ingin dicap suami pencemburu oleh Liu Wen.


"Wen..... Ini untukmu"kata Feng Li menyodorkan plakat prajurit Jendral Feng kepada Liu Wen.


"Li! Jika ini hadian pernikahan untukku ini terlalu berlebihan! Tidak! Tidak perlu! Aku akan baik baik saja diistana, harta keluarga Jendral sebaiknya kau simpan baik baik"Liu Wen menolak dengan senyuman, ia mendorong pelan tangan Feng Li.


"Wen.... Kau selalu menolak apa yang aku beri"kata Feng Li dengan raut wajah sedih ia menatap kebawah.


"Tidak...tidakk.... Bukan seperti itu! Kau selalu memberiku hadiah yang berlebihan! Aku tak bisa menerimanya"kata Liu Wen, ia terkejut melihat reaksi Feng Li, tak disangkanya Feng Li akan tersinggung seperti ini.


"Mmm.... Baiklah kalau begitu ambil ini saja"Feng Li mengambil sesuatu dikantung celananya.


"Kalau yang ini kuambil! Terima kasih,, gelangnya cantik"kata Liu Wen mengambil gelang giok warna putih dengan campuran warna biru yang indah.


"Aku akan merindukanmu Wen, jaga dirimu baik baik"Feng Li memeluk Liu Wen dengan erat.


"Aku juga Li! Aku akan sering mengabarimu"Liu Wen membalas pelukan Feng Li ini hanya pelukan sebagai teman tentu saja Liu Wen tak keberatan dan membalasnya.


"Sudah! Ayo kita berangkat!"kata Kaisar Qin, ia langsung mengendong Liu Wen. Liu Wen hanya pasrah saja banyak orang disini dan dia tak bisa mengamuk dan membuat malu ayahnya.


"Wenn.... Kakak..."sahut mereka dari jauh Liu Wen sudah naik ke kereta dan hanya bisa melambaikan tangan, air matanya tak terasa sudah berjatuhan.


"Huhhh"Liu Wen mendengus, rasanya sedih juga meninggalkan orang tua dan adiknya.


"Jika ingin menangis.... Menangislah! Aku ada disini"kata Kaisar Qin merangkul Liu Wen didadanya.


"Mmm"balas Liu Wen, ia bersandar didada Kaisar dan hanya diam saja.


"Kau pengertian juga ya. Ternyata pria brengsekk tau juga hati wanita"kata Liu Wen membuat Kaisar Qin tertawa pelan.


"Sudah kuduga yang tadi hanya sandiwara"gumam Kaisar Qin, ia sudah menebaknya dari awal kalau semua kata manis dan sikap manja Liu Wen hanya sandiwara saja agar keluarganya tak cemas dengan kebahagiaan putrinya itu.


"Wen'er...."kata Kaisar Qin dengan lembut, tak ada jawaban. Ternyata dari tadi ia berbicara dengan orang yang sedang tidur.


"Kau ini apa? Sedikit dikit tidur"Kaisar Qin mencubit hidung Liu Wen yang sedang tertidur.


Istana


"Ibu suri apa kita harus menyambut Permaisuri dan Kaisar? Sudah dua jam kita berdiri kenapa mereka belum sampai?"tanya Selir Chu kakinya gemetar karena menunggu rombongan Kaisar dan Liu Wen dan tentu saja biangnya adalah si calon Permaisuri itu.


"Entahlah? Mungkin ada masalah atau wanita tidak malu itu yang membuat masalah"kata Ibu suri mengingat kejadian kemarin membuatnya naik darah. Untuk pertama kalinya ada Permaisuri yang begitu berani membuka harem dan anaknya dengan begitu mudah menyetujuinya permintaan tak masuk akal itu.


"Kaisar dan Permaisuri tiba...."teriak kasim Gu semua orang menyambut Kaisar dan Permaisuri mereka. Liu Wen dan Kaisar Qin pun mulai melakukan ritual sepanjang pagi sampai ke petang.


"Selamat Yang Mulia"kata para pejabat mereka bersuka cita atas pernikahan Kaisar Qin, megah dan mewah makanan asing dan mahal disediakan, bukan hanya pejabat, rakyat juga bisa menikmatinya membuat pesta pernikahan Kaisar Qin Xuan memiliki jumlah tamu pernikahan terbanyak sepanjang sejarah pernikahan di dataran Tiong saat itu.


"Yang Mulia harus minum untuk merayakannya"kata salah seorang pejabat, ia memberikan gelas berisi arak kepada Kaisar baru itu.


"Ya!!! Ya terima kasih!!"kata Kaisar Qin yang sepertinya sudah mabuk, ia tersenyum lebar tak seperti biasanya.


"Tolong bawa Kaisar kekamar pengantin! Dia sudah mabuk"kata Qin Junxi Pangeran Keempat kekaisaran Qin.


"Baik Pangeran!"jawab Chen, ia membawa Kaisar kekamar pengantin tepatnya di kediaman Permaisuri.


Kediaman Phoenix


"Wahh tidak disangka Tuan ternyata seorang Permaisuri!!"kata Gubao gigoloo Liu Wen, sekarang Liu Wen sedang berbaring diranjang dan para gigolonya menyuapi buah dan memijit badannya.


"Hahaha.... Ini kejutan!"kata Liu Wen, ia merasa sangat puas setelah lelah melakukan upacara pernikahan, akhirnya ia bisa santai bersama para gigolonya.


"Nyonya! Ah maaf Permaisuri! Apa kita akan melakukan itu"kata salah satu gigoloo melihat Liu Wen yang sangat cantik dan terkesan nakal membuatnya menanyakan hal itu.


"Tidakk! Jika kau berani! Kubunuh kau"senyum Liu Wen membuatnya takut.


"Dengarkan aku! Tugas kalian hanya memijit dan menyuapiku makan saja tidak lebih dari itu"kata Liu Wen, mereka mengangguk seperti ini bagi Liu Wen sudah sangat puas. Berhubungan intim hanya akan membuat seluruh tubuhnya sakit ia tak suka hal itu.


Brakkk


"Wenn'err!!"teriak Kaisar Qin dari luar, ia masuk kedalam kamar dan melihat istrinya sedang bermain dengan gigoloonya.


"Apa yang kau lakukan?!"tanya Kaisar Qin dengan berjalan gontai, ia mendekat kearah Liu Wen.


"Aihhh... Kau mabuk?"Liu Wen berdesis, ia menatap malas Kaisar dari atas ranjang wajah pria itu menjadi merah dan bicaranya asalnya membuatnya yakin kalau Kaisar Qin sedang mabuk.


"Kenapa banyak lelaki disini?? Wen'err! Kau bawa gigoloo dimalam pertama kita??"tanya Kaisar Qin, ia mengerutkan alisnya saat melihat para pria cantik mengelilingi istrinya.


"Keluar kalian semua"perintah Liu Wen, sepertinya ia tak bisa melanjutkan kesenangannya karena Kaisar Qin datang kemari.


"Heh!? Kau tau aku sakit hati"ceroceh Kaisar Qin, ia menutup wajahnya dengan tangan besarnya itu.


"Kenapa? Aihhh kau ngoceh sembarangankan?!"Liu Wen memegang pipi Kaisar Qin dengan kedua tangannya.


"Tidak! Aku bersungguh sungguh! Wen'er aku menyukaimu"teriak Kaisar Qin, ia tertidur dan jatuh kedada Liu Wen.


"Mesum gila!"Liu Wen menghajar Kaisar sampai jatuh kelantai.


"Tidur dilantai sana! Huhh!!"teriak Liu Wen, ia membaringkan badannya diranjang dan tidur, membiarkan Kaisar tersungkur dan tidur dilantai semalaman.