I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
51. Diambang Kematian



"Misi berhasil. Kaisar Qin sudah mati saat kami disana ada pembunuh bayaran lain yang ingin membunuh Permaisuri Qin"Kata Fu Taite kepada Mentri Fu, ia melaporkan hasil kerjanya.


"Hoo!!! Ini berita besar. Putraku dan Sui'er pasti akan dinobatkan sebagai Kaisar penggantinya!!"Kata Mentri Fu, ia tersenyum penuh kemenangan.


"Maaf saya terlalu lama membereskannya, Kaisar dan Permaisuri berada di Istana Putra Mahkota Rong, kami menunggu waktu yang tepat untuk melakukan penyerangan"jelas Fu Taite, ia memerlukan waktu yang panjang karena penjagaan Istana Rong Tian yang sangat ketat beruntung kemarin para penjaga sedang mengawal Putri Mahkota Rong ke Istana utama sehingga penjagaan menjadi longgar.


"Bagaimana bisa Permaisuri berada didekat Kaisar? Apa selama ini Kaisar mencari Permaisuri bukan ke Perguruan Zixie?"tanya Mentri Fu dengan raut wajah yang serius.


"Ya begitulah... Kaisar dan Permaisuri saling menyamar tetapi Kaisar mengetahui penyamaran Permaisuri itu sebabnya ia mengikuti Permaisuri kemanapun ia berada, walau kadang Permaisuri menyamar sebagai bibi"kata Fu Taite, ia tersenyum saat melihat Liu Wen yang sangat lucu memakai aksesoris atau make up yang tebal.


"Ada apa?"tanya Mentri Fu yang heran melihat kakaknya.


"Tidak, tidak apa"kata Fu Taite, ia sedikit murung saat mengingat Liu Wen jatuh kedalam kolam. sekama 3 bulan ini ia mengamati Liu Wen dengan tingkahnya yang lucu membuatnya terhibur.


*Sayang sekali dia harus meninggal, siapa sebenarnya yang membunuh Permaisuri, apa Selir Tang? jika dia bukan Permaisuri itu akan bagus-batin Fu Taite ia merasa kasihan kepada Liu Wen.


"Sui'er pasti akan senang Permaisuri sekarang sudah mati! dis hambatan untuk Sui'er!"kata Mentri Fu, ia langsung pergi menuju kekamarnya berita ini pasti akan membuat Selir Tang sangat bahagia.


"Dia tak salah... ak..aku tak pernah ingin membunuh orang, tapi demi adikku aku akan melakukanya. Kaisar merebut haknya tetapi apa salah Permaisuri"gumam Fu Taite, ia sempat mencari Liu Wen didalam kolam tetapi tak menemukannya.


"Kemana dia? Apus seseorang sudah mengambil mayatnya? Atai aku belum mencarinya dengan teliti"gumam Fu Taite ia memutuskan untuk mencari Liu Wen dikemudian hari.


******


Kediaman Putra Mahkota


"Bagaimana? Apa Putri sudah ditemukan?"tanya Rong Tian kepada Jendral Bo.


"Putri?"tanya Jendral Bo, bukankah wanita tadi hanya seorang wanita desa.


"Tidak dia Permaisuri Qin, Putri Perdana Mentri Liu"kata Rong Tian dengan santai.


"A..apa! kenapaa anda tak memberitahu saya lebih awal. Nona Pertama adalah anak kesayangan Perdana Mentri Liu dan dia seorang Permaisuri kekaisaran Qin! Jika Nona Pertama mati disini kita akan mendapat masalah"ucap Jendral Bo, ia takut masalah akan timbul karena kematian Liu Wen.


"Oh ya aku lupa memberitahumu juga, dia Kaisar Qin,"kata Rong Tian menunjuk Kaisar yang terbaring dikasur.


"A...apaa? Matilah kita"ucap Jendral Bo, ia terduduk karena takut.


"Tenanglah kakak Xuan adalah kakak seperguruanku. Kau juga tahu hubungan Kekaisaran Rong dan Qin sangat baik!"kata Rong Tian, ia tersenyum kecut walaupun tak dipungkiri sekarang ia sedang ketakutan.


"Laporr Yang Mulia!! Kami sudah menyelam ke dasar kolam tetapi tak menemukan Nyonya Wen disana..."kata para pengawal sudah satu jam lebih mereka menyelam tetapi bagai tertelan bumi Liu Wen tak ditemukan.


"Apa?! Bagaimana mungkin! Cari lagi dari awal! Ia pasti ada didalam sana. Jika ada yang membawa mayatnya pun pasti akan terlihat dan meninggalkan jejak! Aku yakin ia masih ada didalam kolam!"teriak Jendral Bo, ia emosi sesaat karena panik.


"Putra Mahkota bagaimana ini?"


"Aku akan mencarinya sendiri"


"Bagaimana keadaan Kakak Xuan?"tanya Rong Tian kepada tabib yang sedang melepas pakaian luar Kaisar Qin.


"Kondisi Kaisar Qin sangat mengkhawatirkan, nafasnya sangat lemah, saya tak bisa menjamin apakah beliau bisa bertahan atau tidak"kata tabib itu, ia mengeleng gelengkan kepalanya karena mengobati Kaisar saat ini diluar kemampuannya.


"Hah!! Siapkan kereta kuda bawa Kaisar kembali Kekaisaran Qin! Aku akan menyusul dari belakang setelah mencari Permaisuri!! "kata Rong Tian, ia mengepalkan tangannya dan segera menuju kolam.


*Target mereka adalah Kaisar dan Permaisuri Qin. Tak takut dengan menyerang kediaman Putra Mahkota dan ada 2 orang melihat dari baju para penyusup. Hah... sepertinya ini akan merepotkan. Jangan sampai ayah mengetahui hal ini-batin Rong Tian, ia berjalan ke taman belakang, menuju kolam dan mulai menyelam.


*****


"Menurut Tuan Song, Kaisar berada di Kekaisaran Rong. Aku harus menemukannya"ucap Selir Chu, akhirnya balas dendamnya kepada Selir Tang akan terlaksana, ia akan memakai cara yang sama seperti yang dilakukan Selir Tang.


"Beri jalan! Beri jalan..."teriak pengawal saat ini kereta kudanya melesat dengan cepat sehingga tak memakan waktu lama untuk sampai Kekaisaran Qin.


"I...itu Kaisar!"gumam Selir Chu yang kaget melihat Kaisar yang terbaring di dalam kereta kuda.


"Berhenti!!!"teriak Selir Chu, ia menghadang jalan agar kereta kuda itu berhenti secara mendadak.


"Beraninya kau menghalangi jalan kami"kata Pengawal itu, ia menghunuskan pedangnya dileher Selir Chu.


"Ak... aku Selir Agung Chu Kekaisaran Qin, izinkan aku melihat Kaisar"kata Selir Chu, ia mengeluarkan plakat Mawar yang diberikan Ibu suri kepada para Selir Agung.


"Biarkan saja dia masuk"kata Pengawal itu.


"Maafkan saya telah lancang, silakan masuk"kata pengawal itu mempersilakan Selir Chu masuk.


"Apa yang terjadi!! Bagaimana aku bisa melakukan rencanaku"kata Selir Chu, ia mengigit jarinya.


"Oh... mungkin begini bisa"ucap Selir Chu, ia melepaskan baju Kaisar dan memercikkan air diwajah dan badannya.


****


"Ha....hahh!!"Rong Tian mengambil nafas sudah 15 menit, ia menyelam kedalam kolam tetapi tak menemukan Liu Wen.


"Kenapa kau tiba tiba menghilang.... walaupun hanya mayatmu, aku ingin melihatnya untuk terakhir kalinya"kata Rong Tian, ia meringkuk lesu.


*****


2 hari Kemudian


"Ada surat dari Kekaisaran Rong. Kaisar terluka dan hari ini akan dibawa kembali"kata Pangeran Keempat mengumumkannya didepan umum agar tak terjadi masalah yang terduga dan menyebabkan perpecahan antara Qin dan Rong.


"Apa!"


"Bagaimana ini bisa terjadi"


"Apa luka Kaisar parah?"


"Siapa yang akan menjalankan kekaisaran"


"Siapa dalangnya"


"Berani melukai Kaisar nyalinya besar juga!"


"Apa! Siapa yang melakukannya! Xuan! Kenapa bisa terluka!"teriak Ibu suri, ia hampir pingsan mendengar kabar Kaisar terluka.


"Huhuhu.... Yang Mulia Kaisar..."tangis Selir Tang, kandungannya sudah masuk 7 bulan mendengar berita itu ia sangat terguncang seketika badannya lemas.


"Putra Mahkota Rong sedang menyelidiki pembunuhnya. Aku juga akan menyelidiki orang yang berusaha membunuh Kaisar"kata Pangeran Keempat ini adalah permintaan Rong Tian untuk memberitahukan kabar ini terlebih dahulu agar Kekaisaran Rong tidak dituduh sebagai tersangka.


"Yang Mulia Kaisar tibaaa"teriak Kasim mereka membawa tandu dengan Kaisar didalamnya.


"Bawa dia ke Istana Naga! Aku sendiri yang akan mengobatinya"kata Pangeran Keempat mereka langsung pergi ke Istana Naga untuk melakukan pengobatan.


"Kakak Xuann.... apa yang kau lakukan sampai mendapat luka separah ini? Aku sarankan kau jangan mati dulu kalau ingin bertemu anakmu dengan kakak ipar"kata Pangeran Keempat ia terkejut melihat tusukan pedang yang sangat parah ini apalagi orang yang menusuknya ini menusuk tepat pada luka lama Kaisar.


"Bagaimana...! Kakak Xuan tidak akan matikan?"tanya Rong Tian yang langsung muncul dibelakang Pangeran Keempat.


"Dia sedang diambang kematian tetapi aku bisa membuatnya terus bernafas!"kata Pangeran Keempat sepertinya ia ingat racikan ramuan milik ayahnya yang bisa mengurangi rasa sakit.


"Kau tabib yang hebat Kak Junxi.... lalu kapan Kakak Xuan sadar?"tanya Rong Tian yang baru saja datang, ia penasaran dengan keadaan Kaisar sekarang.


"Aku tidak tahu, tubuh Kakak Xuan lemah karena pernah diracuni dulu, dia seharusnya tak boleh mendapat luka serius. Mungkin butuh waktu lama untuk ia kembali sadar"


"Bagaimana ini bisa terjadi?"tanya Pangeran Keempat, ia sibuk mengobati Kaisar.


"Kakak Xuan berusaha melindungi Putri, maksudku Permaisuri. Kami hampir dibunuh para penyusup dari baju mereka, ada dua orang yang menjadi incarnya dan dilihat dari pola serangannya, mereka mengincar adalah Kakak Xuan dan Permaisuri"jelas Rong Tian, ia mengetahui hal itu karena para penyusup selalu berusaha mendekati Liu Wen dan Kaisar sedangkan dirinya tak terlalu dipedulikan.


"Lalu dimana Permaisuri?"tanya Pangeran Keempat walaupun tak dibawa kemari pasti Liu Wen ada ditempat yang amankan.


"Dia..... dia tenggelam dikolam. Kami tidak bisa menemukan mayatnya"ucap Rong Tian dengan nada senduh, ia merasa sangat bersalah kepada Kekaisaran Qin karena gagal melindungi Liu Wen.


"Apa!"Pangeran Keempat membulatkan matanya.


*Dia sedang hamil, apa benar kakak ipar meninggal-batin Pangeran Keempat sesaat ia merasa khawatir akan keselamatan Liu Wen.


"Haaaa.... aku meragukannya, dia bukan wanita biasa"senyum Pangeran Keempat, ia percaya disuatu tempat Liu Wen pasti masih hidup.