I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
Extra Part Luka Bakar



"Kepala pengawal! Kita harus pergi!"seru Yong, raut wajahnya terlihat kesal, ia membuntuti Ri Won dan Anna dari belakang. Bisa dilihat betapa kesalnya Anna dengan keadaannya sekarang.


"Nona ini bisa pingsan jika anda mengangkatnya begitu"kata Yong, ia mempercepat jalannya, baru saja berhenti untuk istirahat, ia melihat Ri Won sudah beberapa meter darinya.


"Eh? Kepala Pengawal? Tunggu saya!! Kita harus pergi ke... is...tana..."baru saja Yong ingin mengatakan hal itu dia melihat Istana didepan matanya.


"Sampai"kata Anna dengan singkat membuat mereka berhenti didepan gerbang istana.


"Nona tinggal di istana?"


"Apa Nona menari istana"


"Pelayan?"


"Sepertinya bukan... anda terlalu cantik sebagai pelayan?"


"Nona! Anda terlalu ringan sebaiknya banyak banyak makan"kata Ri Won, ia memutar tubuh Anna dan mengangkat Anna layaknya anak kecil.


"Pu...putri..."kata dua pengawal istana, mereka memberi hormat kepada Anna saat mata mereka tak sengaja bertemu.


"Kakak Wei! Aku baru saja ingin keluar..."teriak Keyzee, ia membawa kereta kuda itu dengan liar membuat dua penjaga itu sangat takut menjadi korban injakkan kuda.


"Ohh... gaya gendong macam apa itu"kata Keyzee, ia seketika menutup mulutnya karena hampir tertawa, Anna seperti boneka jika digendong dengan mengangkatnya di bagian ketiak.


"Pftt! Lepaskan dia sebelum kau jadi makanan anjing"seru Keyzee, ia berbalik dan tertawa tanpa suara.


"Lepaskan Putri Qin Yiwei!"Kata Pasukan khusus Yin mereka tiba tiba datang membawa pedang ditangan mereka.


"Kembali"kata Anna, tanpa bertanya mereka mengikuti perintah Anna. Karena Liu Wen memiliki anak pasukan khusus Yin dibagi menjadi 7, masing masing untuk anak anaknya dan lainnya untuk membantu negara.


"Putri....? Pu...Putri a...anak Kaisar terdahulu Qin!"


Yong melihat Anna dengan intel. Anna yang mengenakan pakaian penari itu tidak sesuai dengan bayangannya. Seorang Putri yang anggun memakai hanfu mewah.


"Kenapa berbeda"gumamnya, ia langsung berlutut saat tahu hal itu. Sedangkan Ri Won? Dia tersenyum dan menurunkan Anna kebawah.


"Putri Yiwei..."


"Kita bertemu lagi"kata Ri Won, ia memegang bahu Anna tanpa takut dihukum.


"Anda sudah menantang saya dulu! Sekarang saya sudah bertambah kuat! Ayo kita bertarung"kata Ri Won wajahnya penuh kalimat tak sabar lagi.


"Kau siapa?"kata Anna membuatnya lemas seketika.


"Ayo kita masuk"kata Anna mengajak Keyzee yang masih saja tertawa.


"Dasar gila! Siapa pemuda itu"tanya Keyzee dia penasaran akan sosok Ri Won, yang sangat tak peka, tak romantis, tetapi Ri Won sangat lucu bagi Keyzee.


"Aneh..."kata Anna membuat Keyzee melihat Anna.


"Apa yang aneh?"


"Dia orang yang aneh"kata Anna, membuatnya tertawa berbahak bahak.


*Kau juga aneh kak Anna, kalian sama sama tak peka dan tak romantis! Pasangan yang serasi-batin Keyzee, ia tak bisa menyampaikannya secara langsung karena itu akan membahayakan nyawanya.


*********


Balai Pusat Pelatihan


"Kepala pengawal Ri Won!"gumam Mentri Pertahanan Xue, ia mengetuk ngetuk jarinya sambil melihat wajah Ri Won.


*Pangeran Joseon yang menjadi tawanan perang... aku dengar mereka akan mengangkat Putra Mahkota baru karena Pangeran Ri Won yang dulunya Putra Mahkota Joseon ini sudah dibuang ke Qin-batin Mentri Xue, ia tersenyum ramah dan menyerahkan dokumen resmi dan plakat Kepala pengawal pada Ri Won.


*Hanya sampah! Pangeran buangan Joseon....-lanjutnya wajah serius Ri Won membuatnya sedikit risih.


"Mana hormatmu"kata Mentri Xue dengan tiba tiba membuat Ri Won terkejut akan permintaannya, walaupun dia tak diurus dengan benar di Kekaisaran Qin tetapi status Pangeran Joseon masih bisa melindunginya di dalam istana setidaknya saat kekuasaan itu jatuh ketangan Aiden. Selama ini tak ada yang pernah menyuruhnya memberi hormat kepada seorang Mentri.


"Hormat saya kepada Mentri Pertahanan semoga anda panjang umur sehat selalu"kata Ri Won, dia acuh saja tak pernah sedikit pun ia berpikir bahwa dirinya seorang Pangeran semenjak umurnya 11 tahun.


"Ba..baik...! Anda bisa mengelola Balai pelatihan! Saya akan sesekali memeriksa tempat ini"kata Mentri Xue, ia kira akan ada tontonan gratis ternyata Ri Won tak terpancing oleh permainannya.


"Saya akan berusaha dengan giat"kata Ri Won, keputusannya untuk menjadi kuat dengan masuk sebagai anggota pengawal pribadi anggota kerajaan tidak salah, selain bertambah kuat dirinya juga banyak belajar tentang etika dan tata krama ya walaupun etika dan tata krama seorang pengawal bukan Pangeran.


"Sekarang aku kepala pengawal, Yong..."kata Ri Won, ia tersenyum melihat Yong yang selalu marah untuknya jika dirinya tak menerima keadilan. Ini semua berkat ibunya Yong bisa ke Dinasti Qin dan menemaninya walaupun saat itu umurnya sudah 24 tahun Yong baru hadir dihidupnya.


*****


"Putri Yiwei!! Dengan bermodal cinta dan kekayaan keluarga saya! Saya! Saya!"awalnya Tuan Muda Ji sangat percaya diri mengirim surat cinta dan mengajak Anna bertemu tetapi setelah Anna memperlihatkan wajah tak sukanya Tuan Muda Ji langsung menciut.


"Anu... itu... saya... jadi.. bisakah..."racauan Tuan Muda Ji semakin menjadi membuat Anna mengeluarkan tiga guratan didahinya.


"..."dia pergi tanpa berkata apapun, wajah datarnya itu sangat cantik, bagaimana rupanya saat sedang tersenyum gumam para pelayan.


"Wah. Ini yang ke 50 kali Bangsawan gagal melamar Yiwei"bisik Liu Wen, ia mengintip dibalik batu melihat putri sulungnya yang sedang bertemu dengan seorang pria.


"Wen! Dia putrimu seharusnya kamu waspada jika ada pria yang mendekatinya!"kata Qin Xuan, Kaisar terdahulu itu mencengkam erat batu yang ada dihadapannya karena kesal melihat ada pria yang berani mendekati putrinya.


"Jika kau begini terus putrimu akan menjadi perawan tua"kata Liu Wen dengan malas.


"Sifat dingin bagai es menusuk itu dari mana dia mendapatkannya"gumam Liu Wen dia melihat suaminya lalu mengerutkan keningnya.


"Itu kau...!"kata Liu Wen, ia menatap Qin Xuan dengan tatapan mematikan.


"I...iya.... kan dia anakku..."kata Qin Xuan sambil tersenyum.


*Putriku... memang mirip denganku-batin Qin Xuan, Kaisar terdahulu itu sangat bangga walaupun sifat dingin itu sangat membuatnya kesulitan memahami putrinya tetapi beberapa trik ampuh yang pernah dilakukan ayahnya dulu padanya, dia praktikkan kembali kepada Anna agar Anna mau bersikap sedikit lunak padanya.


"Bagaimana membuatnya jadi penurut sepertimu?"tanya Liu Wen dia masih memasang wajah garang.


"Jika dia menemukannya orang itu. Sifatnya akan melunak dengan sendiri sama seperti kamu yang sudah membuatku menjadi orang yang lebih hangat dari sebelumnya"kata Qin Xuan dia memeluk istrinya sambil memperhatikan Anna dari kejauhan.


"Kenapa akhir akhir ini punggungku terasa dingin"gumam Anna, ia berjalan ke gazebo dan membuka beberapa dokumen keuangan.


"Wah! Jadi sekarang anda bekerja sebagai akuntan sebelumnya penari? Saya penasaran besok anda akan jadi apa"kata Ri Won dengan antusias, ia berada diatas pohon memperhatikan Anna dari kejauhan.


"...."Anna tak membalas sapaan bahkan tak menoleh kearah Ri Won.


"Saya dicuekin"kata Ri Won, ia seperti orang gila karena bicara sendiri.


"Anda dari tadi membaca dokumen dan menuliskan biaya anggaran. Apa tidak lelah?"


"Anda hari ini seperti biasa sangat cantik"


"Kenapa ya orang secantik anda belum menikah!?"


"Yah? Mungkin karena sifat dingin anda ini"


"Kalau saya sih menganggapnya luar biasa"


"Haaa! Walaupun anda lupa pada saya tetapi kata kata anda beberapa tahun lalu sangat memotivasi saya"kata Ri Won dia bersender dan memejamkan matanya sebentar.


"Pangeran Lee Ri Won... Yang Mulia Putra Mahkota Joseon, bocah bodoh yang mengajakku berkelahi"kata Anna dengan datar, ia tak menatap mata Ri Won karena masih memeriksa dokumennya.


"Ya?! Anda ingat kepada saya?!"kata Ri Won dengan antusias.


"Mana bisa aku melupakan Pangeran buangan bertopeng yang penuh dengan misterius"kata Anna kali ini dia menatap mata Ri Won dengan ekor matanya.


"Kepala Pengawal Ri Won? Pangeran Lee Ri Won? Pria Bertopeng? Aku sudah banyak mendengar kisahmu dari para pelayan beberapa tahun yang lalu"kata Anna dia menyangga dagunya dengan tangan.


"Bukankah ironi mereka membuat buku cerita tentangmu yang seorang sampah tak berguna Dinasti Joseon"Anna menatap tajam kearah Ri Won, ia sengaja mengatakan hal kejam agar Ri Won menjauh darinya.


"Ya apa lagi mereka salah besar tentang saya..."seru Ri Won, ia turun dari pohon dan berjalan mendekati Anna.


"Alasan saya memakai topeng ini, bukan karena ingin tampil misterius"lanjutnya dia memajukan tubuhnya agar semakin dekat dengan Anna.


"Ya? Ak...."baru saja Anna ingin berkomentar pedas, ia terkejut melihat apa yang dibalik topeng Ri Won.


"Ini karena luka bakar yang saya dapat saat Ibu Kota Joseon saat sedang mengalami kebakaran hebat beberapa tahun yang lalu"kata Ri Won, wajah kirinya berwarna coklat kehitaman tercium bau obat obatan, membuat Anna terkejut tangannya tanpa sadar ingin menyentuh wajah Ri Won.


"Jangan Tuan Putri..."Ri Won memegang tangan Anna membuatnya tersadar dan menatap Ri Won dengan datar.


"Kalau anda menyentuh saya... anda harus bertanggung jawab atas saya"seru Ri Won dia mencium punggung tangan Anna sambil tersenyum manis.