
"Baiklah! Kita semua sudah berkumpul disini"kata Perdana Mentri Liu melihat seluruh kelurganya hadir diruang peremuan.
"Whojin.... Aku akan memberitahu kejadian sebenarnya tapi aku ingin memperkenalkanmu dengan seseorang"kata Liu Yiren yang berada disamping Perdana Mentri Liu.
"Siapa dia?"tanya Perdana Mentri Liu dengan penuh penasaran.
"Masuklah! Nak"seru Liu Yiren, nampak seorang pemuda tampan dan wajah yang datar memasuki ruangan para Selir berbisik bertanya tanya siapa pemuda itu.
"Apa itu anaknya dengan pria lain"
"Siapa dia?"
"Apa suami barunya?"
"Kau gila! Dia masih muda"
"Siapa dia Ren'er?"tanya Perdana Mentri Liu, tiba tiba saja ada seorang anak laki laki memasuki ruangan, membuatnya sangat penasaran.
"Dia putramu"kata Liu Yiren sambil tersenyum.
"Pu...putra?"
"Ya kita memiliki anak kembar"Perdana Mentri terkejut, ia memiliki anak laki laki? ini merupakan berita membahagiakan.
"Saya memberi salam kepada ayah, saya Liu Yichen"kata Liu Yichen sambil membungkuk.
"Bangunlah nak, peluk ayahmu"Liu Yichen langsung memeluk ayahnya yang selama ini dia tak pernah ditemuinya, ayah yang sangat ingin diketahuinya itu.
"Ternyata Tuan Muda"
"Astaga! Kediaman Perdana Mentri Liu punya seorang Tuan Muda! Dan dia sangat tampan"kata pelayan yang terus memandangi Liu Yichen.
"Kakak, kenapa kau diam saja biasanya kau yang paling berisik"kata Liu Yichen melihat kakaknya yang masih setengah sadar.
"Ah? Aku...aku melihatmu! Dan tidak ingin menganggu moment ini"senyum Liu Wen dia masih mengantuk karena baru saja tidur.
*Sial jika bukan karena Qin Xuan yang ngajak begadang semalaman! Aku tak akan ngantuk dipagi harinya-batin Liu Wen. Kaisar Qin baru pulang saat fajar tiba untung saja kolam itu berada dikediaman Liu Wen jadi tak ada yang melihat.
**Jalang*g ini punya seorang putra! Kenapa aku tidak tahu!-batin Liu Ruoxi saat terbangun, ia sudah dibawa kekediaman Perdana Mentri Liu walaupun takut tapi tak ada bukti yang bisa menunjukkan kalau dia membunuh Liu Yiren dan Liu Wen, jadi dia masih berani menunjukan mukanya.
"Kita akan merayakan kembalinya kalian bertiga! Pelayan segera siapkan pesta yang meriah untuk menyambut kedatangan Permaisuri Liu, Putri Pertama dan Tuan Muda Liu"seru Perdana Mentri Liu dia sangat bersemangat menyambut tiga orang yang paling penting dalam hidupnya itu.
"Tunggu ayah, ibu berhutang cerita padamu bukan dan aku juga, ada yang harus diceritanya"kata Liu Wen sambil melihat Liu Ruoxi dengan tatapan tajam.
"Ahh iya! Ren'er ceritakan kenapa bisa ada berita bahwa dirimu meninggal, siapa pelakunya!"kata Perdana Mentri Liu dengan menahan amarah.
"A... adik Ruoxi pelakunya, dia membuangku ditengah gunung dan berharap aku mati tak disangka ada seorang wanita tua yang menolongku dan membantuku melahirkan Chen'er. Aku bersyukur tidak mati. Awalanya aku tak mau pulang tapi Wen'er dan Chen'er memintaku"kata Liu Yiren dengan tatapan senduh.
"Kakak! Apa yang kau katakan, huhuhu..... Mungkin aku jahat pada Selir yang lain tapi aku tak pernah mau mencelakaimu! Huhuhu.... Aku bahkan merawat Putrimu, huhuhu"kata Liu Ruoxi sambil bersujud.
*Ratu drama-batin Liu Wen dan Liu Yichen mereka memikirkan hal yang sama.
"Oh ya bibi? Apa benar kau merawatku selama ini?"tanya Liu Wen menaruh jarinya didagu berlagak seperti sedang berpikir.
"Tentu saja aku bahkan lebih menyayangimu dari pada putri kandungku"kata Liu Ruoxi yang masih memasang wajah memelas.
"Lalu apa ini!"Liu Wen melempar botol kecil dan itu isinya racun gila.
"A...aku tidak tahu"
"Benarkah? Ayah apa ayah pernah mendengar tentang racun gila? Racun ini hanya berasal dari Desa Yang dan seperti ayah tahu bibi memiliki keluarga disana"tanya Liu Wen kepada ayahnya.
"Ini hanya dari Desa Yang! Banyak orang dari sana! Bukan cuma aku saja!"kata Liu Ruoxi wajahnya memerah.
"Iya itu memang benar tapi berdasarkan surat ini sepertinya kau memang pelakunya"Liu Wen melempar semua surat itu keatas dan berhamburan kemana mana.
"Ruoxi! Aku menjadikanmu Istri kedua karena kau menjaga Wen'er dengan sangat baik ternyata itu semua hanya kebohongan saja"teriak Perdana Mentri Liu, ia mengebrak meja dengan keras, amarah yang tak bisa ditutupi lagi, baginya Liu Wen adalah satu satunya peninggalan Liu Yiren yang berharga.
"Ayah! Aku juga sudah menemukan kurir dan pelayan 20 tahun yang lalu saat membantu ibu melahirkan"kata Liu Yichen berdasarkan dari gambaran yang diberikan ibunya Liu Yichen mencari orang orang yang terkait akan kejadian itu dan berhasil menemukannya.
"Salam Perdana Mentri Liu"kata mereka sambil membungkuk.
"Kalian? Paman Long, Gui dan An Yun kan?"tanya Perdana Mentri Liu kepada tiga orang itu. Mereka pun mengangguk.
"Katakan yang sebenarnya! Aku tahu kalian adalah orang orang yang setia" Perdana Mentri Liu memang dari awal tak ada niat untuk mencari kebenaran karena diberitakan bahwa Liu Yiren mati melahirkan bukan dibunuh.
"Ka..kamii..."mereka melihat Liu Ruoxi yang melotot dari kejauhan.
"Ada apa dengan matamu bibi? Kenapa melolot kearah mereka"kata Liu Wen sambil tersenyum manis kearah Liu Ruoxi, melihat Liu Ruoxi yang terang terangan memberi isyarat membuatnya sangat yakin kalau mereka bertiga mengetahui sesuatu.
"Kami dibayar oleh Selir Ruoxi untuk pergi dan tutup mulut"kata Gui yang waktu itu menjadi pelayan.
"Sialan kau! Dari awal aku tak pernah menginginkanmu! Ibu yang membawamu dan kau! Beraninya ingin membunuh istri dan anak anakku! Penjaga bawa dia kepenjara dingin"kata Perdana mentri menyuruh pengawalnya pergi.
"Ayah tunggu dulu!"cegat Liu Wen saat Liu Ruoxi ingin dijebloskan kepenjara, ia meronggoh sakunya mengambil racun gila dan memaksa Liu Ruoxi meminumnya.
"Heh!? Aku akan membuatmu lebih menginginkan mati daripada hidup"senyum Liu Wen, ia menatap mata Liu Ruoxi dengan tajam, melihatnya yang mulai seperti orang mabuk. Membuat Liu Wen puas.
"Ayah aku pinjam dia dulu"kata Liu Wen dibalas anggukan dari ayahnya.
"Ahh!"Liu Ruoxi berteriak saat Liu Wen menyayat tangannya dan memotong jari Liu Ruoxi, itu dilakukannya ditaman sehingga Selir dan pelayan bisa melihatnya.
"Itu balasan bagi orang yang sudah mengangguku dan keluargaku"Liu Wen membuang pisaunya.
"Eww.... Bajuku penuh dengan darah wanita jalangg menjengkelkan! Oh ya siap siap besok aku akan memotong kakimu!"melihat Liu Ruoxi yang kesakitan membuatnya lega, dendam yang selama ini dipendam akhirnya terbalaskan.
"Penjaga! bawa dia kepenjara! Kangan beri makan dan minum! Jika dia mati sebelum pagi tiba bawa mayatnya ke tengah taman untuk jadi makanan anjing dan ingat BA-NG-UN-KAN aku"kata Liu Wen sambil menyeringai, para penjaga yang dipanggilnya pun ikut merasa takut, ini sangat tak manusiawi selama ini Putri Liu Wen hanya menjahili para pelayan di kediaman Perdana Mentri Liu. Ia tak tahu sisi sadis sang Putri. Liu Wen langsung pergi kekamarnya untuk membersihkan diri.
"Ahh!!! Air hangat ini sangat nyaman"Liu Wen merendam dirinya didalam bak mandi.
"Woahh benar airnya sangat nyaman"seru seorang pria yang tiba tiba muncul dari dalam bak.
"Hah?! Ah!! Dasarr cabul siapa kau!"teriak Liu Wen yang langsung menutupi tubuhnya.
"Nona anda baik baik saja?"kata seorang pelayan yang berjaga didepan.
"Stttt.... Putri! Jika kau berteriak mereka akan salah paham"kata pria itu yang tak lain Kaisar Qin, dia masih menggunakan pakaian lengkap berada didalam bak mandi Liu Wen.
"Apa yang kau lakukan didalam bak mandiku!"teriak Liu Wen dengan nada yang pelan.
"Aku sedang mandi"kata Kaisar Qin tanpa berdosa.
"Sial! Kenapa mandi disini! Dasar cabul "Liu Wen melotot tajam kearah Kaisar Qin.
"Tenanglah aku tak tertarik dengan wajah dan bentuk tubuh seperti babii itu"gumam Kaisar Qin sambil menunjuk kearah Liu Wen.
"Ba..babi! Hah! Sialan!!"Liu Wen marah dia berusaha memukul Kaisar Qin tetapi terpeleset handuknya terbuka sekarang Liu Wen tanpa busana berada didekapan sang Kaisar.
"Putri... sebaiknya kau diam saja! Mataku akan ternodai melihat seluruh badan babiimu"Kaisar Qin memalingkan wajahnya, payudara Liu Wen menempel didadanya.
*Ternyata dada wanita seperti ini, lembut-batin Kaisar Qin yang sebenarnya dia akui bahwa wajah cantik dan tubuh Liu Wen sangat membuatnya bergairah.
"Brengsek!!"Liu Wen menutupi dadanya.
"Nona apa saya perlu masuk?"
"Tidak tetaplah disitu"
"Karena kau sangat menginginkanku! Apa sebaiknya malam pertama kita dilakukan sekarang juga"kata Kaisar Qin menggoda Liu Wen.
"Qin Xuan!!"Liu Wen berdiri dan langsung menendang junior Kaisar Qin.
"Aku harap kau tak akan memiliki keturunan!"kata Liu Wen yang langsung pergi
"Tidak... Tidak.. Tidak! Setidaknya kita harus memiliki 12 anak dulu"Kaisar Qin memegang juniornya yang terasa sakit tetapi hari ini dia sangat puas bisa melihat Liu Wen, wajah marah Liu Wen sangat mengemaskan bagi Kaisar Qin.