I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
82. Anna Liu



"Anna... tolong bawakan ini untuk Jake"kata Liu Zhiwan, ia membawa kotak bekal yang lumayan besar itu karena istrinya sangat menyayangi Jake itu sebabnya istrinta selalu memasak sangat banyak untuk Jake.


"Sangat menyebalkan"kata Anna, ia merampas kotak bekal itu dengan kasar.


"Akanku seret dia ke pulau terpencil! Selalu menebar pesona yang mengerikan itu"gerutu Anna, setiap Jake yang terlihat berkilau dan tampan dimata orang orang membuatnya muak. Teriakan, tatapan penuh cinta, tua atau pun muda, laki laki atau perempuan mereka menatap Jake dengan tatapan itu kadang membuatnya jijik.


"Bagaimana nasib Jake nanti, Ha. ha. Ha. Sifat pemarahnya nurun dari siapa"kata Liu Zhiwan selama enam tahun terakhir ia berusaha agar Anna sembuh seutuhnya. Pengobatan di zaman maju ini saja ia msih belum berhasil menemukan obatnya, masih sulit baginya untuk menyembuhkan Anna secara total namun berkat pengobatannya dan waktu, Anna bisa berjalan sedikit lebih lama sekarang, sekitar dua sampai tiga jam.


*****


"Hei! Kau si gatel"kata seorang remaja perempuan jika dilihat dari pakaiannya ia seorang siswi Sekolah Menengah Atas.


"..."Anna tak mengubris kata katanya karena dia tak merasa namanya dipanggil.


"Apa kau tuli"kata remaja itu, ia menarik lengan Anna yang sedang sibuk memilih roti, saat ini ia berada di toserba karena marah ia lupa sarapan dan akhirnya memutuskan untuk mencari makanan di toserba dekat lokasi syuting Jake.


"Kau memanggilku?"tanya Anna, ia mendongkakkan kepalanya menatap kumpulan gadis gadis disampingnya dengan wajah yang datar.


"Kau! Beraninya mengabaikanku! Menjauhlah dari Jeje!"kata salah satu dari mereka, ia mencengkam kuat tangan Anna.


"Ahh... si cebol itu"gumam Anna, ia selalu menyebut Jake cebol karena Anna memiliki tinggi yang lebih darinya.


"Beraninya kau menghina suamiku!"teriak remaja itu, ia hendak mendorong Anna tetapi Anna tak bergeser sedikit pun.


"Suami? Dia bahkan baru berusia 12 tahun"


"Dan kau menyentuh tanganku? Kau kira kau bisa menyentuhku seenaknya?"kata Anna dengan dingin, ia melepas cengkaman itu dengan pelan dan menatap remaja itu dengan tatapan kosong.


"Ka...kau mau apa!"tanya remaja itu yang sedikit ketakutan.


"Tidak ada. Aku tak suka berbicara tetapi aku lebih tak suka di ganggu"kata Anna sambil menyeringai. ia mendekati remaja perempuan itu sampai jarak diantara mereka hanya 2 centimeter.


"Aku adiknya. Jika berani mengangguku lagi akan kubunuh kau"bisik Anna, ia mengambil roti selai kacang dibelakang remaja itu dan pergi begitu saja.


Hai semua, namaku Anna Liu, tak ada yang aku sukai, hal yang kubenci adalah saat semua orang salam paham terhadapku dan aku tak suka berbicara.


Dichapter ini Author akan bercerita sedikit tentangku walaupun tak ada gunanya membaca ini, kalian mampir saja, bantu aku menyumpahi anak remaja yang menganggu itu.