
"Ehgg.... kepalaku sangat pusing"Anna memegang kepalanya yang serasa ingin pecah sepertinya semalam karena kesal melihat Ri Won digoda wanita lain, ia meminum semua arak yang ada diteko.
"Apa kau ingin mati minum sebanyak itu"gumam Anna, ia bangkit dari ranjang ingin mencari air untuk memuaskan rasa haus ditenggorokannya.
"Salam Yang Mulia...."kata para Dayang yang menunggu didepan pintu mendengar suara dari dalam membuat mereka berpikir bahwa Anna sudah bangun.
"Hmm... Siapkan air untukku. Masuklah"kata Anna, ia melepaskan pakaian pengantinnya melihat bajunya yang masih utuh, ia yakin Ri Won tak menyentuhnya sama sekali.
"Tepat janji juga dia ternyata"gumam Anna, ia tak menyangka Ri Won adalah pria sejati walaupun digoda ia tak terbawa oleh nafsu.
"Putri... Pangeran Ri Won baru saja pergi dari kediamannya! Saya yakin malam pengantin anda sangat menyenangkan"kata Kepala Dayang Dan sambil membasuh wajah Anna.
"Mmhm..."jawab Anna dengan singkat, ia pergi ke bak mandi baru saja ingin masuk ada bau aneh di airnya.
*Bubuk gatal? Siapa yang melakukannya-batin Anna walaupun air mandinya sangat wangi, ia masih bisa mencium bau bubuk gatal walau samar samar.
*Siapa lagi kalau bukan adik iparku-batin Anna dia mengambil ember dan mengisinya dengan air mandinya itu.
*1, 2, 3...-Anna menghitung didalam hatinya dan disaat hitungan ketiga pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.
"Yang Mulia Putri Kedua ingin bertemu dengan Yang Mulia Putri Pertama"kata Dayang Eunyeon, ia tak sabar melihat Anna yang mengaruk garuk tubuhnya layaknya kera.
*Rasakan itu! Aku ingin lihat bagaimana dia bisa mempertahankan citranya itu-batin Eunyeon saat Dayang Anna membuka pintu bukannya melihat Anna yang mengaruk badanya, ia malah diguyur air. Seluruh Dayangnya pun itu terkena air gatal itu.
"Ahh!! Apa yang kau lakukan sial!"teriak Eunyeon, ia refleks berkata kasar karena kaget.
"Wah istri dari adik iparku kenapa kau berkata kasar dipagi hari. Aku hanya ingin kau mencoba air mandiku tapi sayangnya kakiku tersandung jadi tak sengaja menyirammu"kata Anna, ia tersenyum miring, melihat wajah Eunyeon yang menahan amarahnya membuatnya sangat puas. Berani beraninya dia ingin membuatnya terlihat konyol didepan orang lain
"Te...tentu saja tidak. Maafkan aku yang berkata kasar kepada kakak"kata Eunyeon, ia tersenyum paksa wajahnya sangat merah menahan amarahnya.
"Kapan kita sedekat itu? Panggil aku Putri pertama atau istri Pangeran Ri Won"kata Anna dia menyingitkan alisnya melihat Eunyeon yang sok akrab.
"I..i..iya... Putri pertama, maaf sudah menganggu pagimu. Aku permisi dulu"kata Eunyeon, ia pergi dari sana karena tak tahan lagi dipermalukan oleh Anna semua Dayang yang berada dikediamannya melihat penampilannya dan hinaan yang secara tak langsung yang dikatakan Anna.
*Ckk!!! Sialan!!! Bukannya aku yang menertawakannya malah dia yang menertawakanku! Seharusnya dia menjadi kera sekarang-batin Eunyeon, ia berhenti sejenak karena teringat sesuatu
*Tunggu apa ini air mandinya?-batin Eunyeon, ia melihat para Dayangnya yang mulai mengaruk garuk tiba tiba rasa gatal ditubuhnya muncul didepan kediaman Ratu. Ia mengaruk tubuhnya dengan bersemangat layaknya kera hal itu membuat Dayang yang melihatnya menahan tawanya.
"Yahh dia kan menantumu jangan terlalu keras padanya"kata Nyonya Sae Mi, ia adalah pemilik rumah bordil teman lamanya.
"Cih! Wanita bangsawan bodoh itu! Kukira dia akan menjadi pion yang bagus ternyata otaknya tak berfungsi dengan baik"kata Lim Hari, ia jadi sangat menyesal menikahkan Eunyeon dengan Ri Won.
"Kau sih terlalu terburu buru.... Putri Yiwei itu bagai malaikat, wajahnya yang cantik, keluarganya sangat berpengaruh! Jelas sekali bahwa Pangeran Ri Won lah yang akan menjadi Rajanya"kata Nyonya Sae Mi membuat Lim Hari mengerutkan alisnya.
"Tidak akan terjadi! Aku pasti akan melakukan segala cara agar putraku yang menjadi Rajanya! Susah payah aku menyingkirkan Ratu Hyunseo! Dan Pangeran Ri Won dulu! Tidak mungkin aku membiarkannya begitu saja"kata Lim Hari dia memperkuat genggamannya. Cangkir teh yang ada ditangannya sampai retak karenanya.
"Kamu tidak berubah ya Hari... Aku salut padamu dan ayahmu yang sampai sekarang bisa memimpin Negara ini walaupun kalian tak pernah mendapat pelajaran bangsawan"kata Nyonya Sae Mi, ia cukup terkesan dengan temannya itu keluarga Lim dulu sangat miskin dan disaat Penasehat Lim menjadi penjaga kuda Lee Nam Wok keluarga itu sedikit demi sedikit bangkit dan sekarang. Keluarga Lim sudah menjadi salah satu keluarga terkuat di Joseon.
"Percayalah memimpin negara tak sesulit yang kau pikirkan! Aku dan ayah hanya memberikan perintah semau kami dan para pejabat bodoh itu akan menuruti kami"kata Lim Hari itu memang benar walaupun yang dikatakannya dan Penasehat Lim salah. Tak akan ada yang berani melawan karena dulu saat ada pejabat yang melawan maka esoknya dia akan mati dengan sangat mengenaskan.
"Hei lihat! Bukankah itu anak tirimu?"kata Nyonya Sae Mi, ia cukup bosan mendengar cerita Lim Hari tetapi saat melihat Eunyeon dan Ri Won bersama membuatnya tertarik untuk melihatnya.
"Aku dengar Pangeran Ri Won mencintai Eunyeon"timpal Nyonya Sae Mi rumor yang tersebar di istana sebelum munculnya berita pernikahan Anna dan Ri Won.
"Benarkah?"kata Lim Hari, jika itu benar maka ia masih memiliki kesempatam untuk menjatuhkan Ri Won lewat Eunyeon yang berada ditangannya.
"Iya! Itu buktinya mereka bersama"kata Nyonya Sae Mi, ia menunjuk Ri Won dan Eunyeon yang sedang tertawa bersama.
*Jika itu benar aku bisa menekan Ri Won melalui Eunyeon setidaknya wanita bodoh itu ada gunanya-batin Lim Hari, ia tertawa ringan bersama Nyonya Sae Mi. Entah apa yang dibicarakannya, Lim Hari tertawa karena mendapat kelemahan Ri Won yang sangat mudah disentuhnya.
"Apa ada?"tanya Ri Won, ia ingin melihat Anna tetapi saat dijalan ia melihat Eunyeon dan sedang mengaruk pipi dan lengannya.
"Eh... ka..kau maksudku Ri Won.. emm.. Pangeran Ri Won"seru Eunyeon, ia jadi gugup saat karena Ri Won yang baru dengan wajah tampan seperti dulu saat ia masih kecil menghampirinya.
"Panggil saja aku Ri Won, kenapa dengan kulitmu?"melihat tingkah Eunyeon membuatnya ingin tertawa, baginya Eunyeon yang seperti itu sangat mengemaskan seperti saat mereka baru pertama kali bertemu.
"Tidak apa. Hanya gatal saja"kata Eunyeon, ia tersipu karena Ri Won yang perhatian padanya.
"Apa karena kau main disemak semak? Yahh... sepertinya tidak mungkin ya sekarang kau sudah dewasa..."gumam Ri Won membuat Eunyeon tertawa ia bahagia karena Ri Won mengingat kejadian yang sudah lama terjadi itu bahkan dirinya pun lupa jika tak diingatkan oleh Ri Won.
"Benar kok aku main disemak semak.... Ahh... aku ingin minta maaf ini benaran. Aku tulus! Maafkan aku"kata Eunyeon, ia jadi menyesal karena menghina Ri Won entah apa alasanya.
"Tidak masalah. Aku hanya menganggap itu sebagai hinaan adik kepada kakaknya karena kesal"kata Ri Won, ia pergi dari sana karena ingat kepada Anna. Pagi ini adalah pagi pertamanya di Joseon sebagai istrinya. Setidaknya Anna harus melihatnya saat bangun untuk pertama kalinya.