I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
77. Dinasti yang Terlupakan



"Pangeran Pertama akan dihukum kurung di kediaman Yunlin (tempat para Pangeran dihukum) sedangkan Ibu suri akan dihukum kurung di kediamannya! Apa pun alasannya membunuh seseorang adalah tindakan kriminal! Selama penyelidikan lebih lanjut dilakukan Pangeran dan Ibu suri akan dikurung untuk merenungkan kesalahannya, tidak boleh dilayani dan tak boleh bertemu siapa pun"kata Kaisar dengan tegas untuk sementara ini, ia hanya bisa mengambil keputusan ini sebagai penengah dan memikirkan cara lain nanti dengan para adiknya.


"Xuan! Aku ibumu! Bagaimana kau bisa berkata begitu! Bisa bisanya kau menghukum Ibu kandungmu sendiri"teriak Ibu suri, para pelayannya sudah siap mengawalnya kembali ke kediamannya.


"Saat menjadi Kaisar aku tak bisa melihatmu sebagai Ibuku! Bagaimana bisa aku tak menghukum penjahat"kata Kaisar tanpa melihat Ibunya yang terlihat sangat marah.


"Hmphh... adikku sangat bijak ternyata"kata Fu Yuanqu, ia terlihat sangat puas apa lagi saat Kaisar menyebutnya sebagai Pangeran Pertama hal itu membuatnya sangat bahagia.


"Jadi? Apa sekarang aku harus berganti marga Qin? Hmmm... Qin Yuanqu? Apa terdengar cocok?"tanya Fu Yuanqu, ia bertanya kepada pejabat setempat


"Pangeran tolong ikut dengan kami"kata kepala pengawal, atas perintah Kaisar mereka harus bersikap baik kepada Fu Yuanqu.


"Baik... baik... kutunggu keputusanmu selanjutnya"kata Fu Yuanqu dengan santai, ia memberi hormat kepada Kaisar.


*Ckkk! Siapa sangka dia seorang Pangeran! Bearti Qin Jianwe masih memiliki darah keturunan ini! Sedangkan Mei'er...-batin Selir Chu, ia melihat putrinya yang asik bermain di luar aula istana dan Qin Jianwe yang terlihat murung disamping Kaisar membuatnya naik darah.


*Tahu begini! Lebih baik aku naik keranjangnya-batin Selir Chu, ia mengigit kuku jarinya karena kesal.


"Hari ini cukup sampai disini"Kata Kaisar, ia berdiri keluar aula menuju ruang belajarnya.


"Ternyata dia Pangeran Pertamanya?"


"Apa akan ada perubahan silsilah kerajaan?"


"Yahh walaupun begitu dia masih anak haram karena Kaisar terdahulu tak menikahi ibunya"


"Dengar dengar saat menjadi Mentri dia cukup bagus melakukannya"


Gumam Para Pejabat kemampuan Fu Yuanqu diakui oleh mereka semua tetapi sebagai Pangeran mereka tak mengakuinya.


"Aku harus menekan amarah Jendral Ling"gumam Perdana Mentri Liu, ia sangat tahu mantan bawahannya itu mudah sekali emosi jika ada yang menyinggung kekalahan Dinasti Xia.


"Hmm? Jendral Ling?"gumam Liu Yichen, ia binggung karena baru pertama kali mendengar nama Jendral itu.


********


Ruang belajar Kaisar


"Kalian tahu tentang ini?"tanya Kaisar, ia memijit pelipisnya sambil terduduk lesu, ia sangat lelah dengan semua yang terjadi mulai dari kebenarannya memiliki kakak sampai ibunya yang telah membunuh seseorang.


"Hmm! Saat kami merasa Selir Tang dan Mentri Fu, maksudku Fu Yuanqu ahh Qin Yuanqu! Susah sekali menyebut namanya saja!"gerutu Pangeran Ketujuh, dulu ia terbiasa memanggilnya Mentri Fu dan sekarang karena ia tak menjadi Mentri lagi ia memanggil namanya saja Fu Yuanqu lalu sekarang karena ada kebenaran tak terduga ia harus memanggilnya dengan marga yang sama yaitu Qin Yuanqu.


"Kami melakukan penyelidikan! Dulu kau mau menghadiahkan pistol keluaran baru Tuan Yu, tahu tahu kau terluka dan lupa ingatan lagi! Menyebalkan sekali!"gumam Pangeran Ketujuh, ia sudah semangat mencari informasi karena akan diberi pistol oleh Kaisar, namun yang terjadi malah sebaliknya, ia tak mendapatkan apa apa.


"Lalu apa benar dia anak ayah?"tanya Kaisar, ia membetulkan posisi duduknya menyenderkan tangannya dimeja untuk menopang kepalanya.


"Memang apa salahnya kalau kita seorang petani"gumam Kaisar, ia mengerucutkan bibirnya.


"Sekarang status kita sudah naik walaupun dengan cara licik kakek mendapatkan kerajaan ini. Kita harus bersyukur"kata Pangeran Keempat, ia tak terlalu bersyukur itu karena ibunya seorang bangsawan walaupun Dinasti Xia tetap ada, Ibunya pasti masih bisa menjadi seorang Selir di Istana.


"Cara licik?"tanya Kaisar yang penasaran, bukankah keluarganya ini bertarung habis habisan dengan Kekaisaran Xia dulu karena pemerintahannya yang tak adil membuat kakeknya itu datang sebagai wali rakyat.


"Baca saja buku ini kau akan mengerti"kata Pangeran Keempat, ia mencari sebuah buku yang sedikit tebal dan menaruhnya diatas meja.


"Baiklah nanti akan kubaca"kata Kaisar, ia menyimpannya dilaci dan melanjutkan topik pembicaraan.


"Lalu apa tindakanmu selanjutnya?"tanya Pangeran Ketujuh dari perkataan Kaisar di aula tadi sepertinya perkara ini akan tetap berlanjut.


"Entahlah?! Dia kakak kita dan disisi lain ada ibuku, biarkan mereka menjalankan hukuman mereka sampai aku mendapatkan keputusan yang tepat nanti"kata Kaisar ia menghela nafasnya.


"Kau payah sekali! Dasar bodoh"suara Liu Wen tiba tiba menyeruak dikepalanya lagi lagi ia tersenyum.


"Beraninya kau menghina Kaisar"kata Kaisar secara tak sengaja menjawab kata kata Liu Wen.


"Hah?"Pangeran Ketujuh terheran kenapa kakaknya mengatakan hal itu.


"Baiklah nanti kita lanjutkan hal ini lagi, terus cari informasi tentang kasus ini"kata Kaisar, ia mengusir kedua adiknya itu dari ruang belajarnya.


"Kali ini akan kuberi kalian hadiahnya, terima kasih telah membantuku sejauh ini"kata Kaisar ia tersenyum manis kepada dua adiknya.


"Siapa dia? Saat mendengar kata kata menyebalkannya itu membuatku tersenyum bukannya marah, sepertinya bukan wanita murahan"gumam Kaisar sambil berpikir keras tak terasa telinganya memerah mengingat hal itu.


*******


Gunung Helu


"Bagaimana ini Putra Mahkota! Anda dengar bagaimana para pemberontak itu membalikkan fakta tentang kemunduran Dinasti Xia! Mereka hanya sekumpulan pecundang yang menyerang anggota kerajaan dimalam hari!"protes Jendral Ling, ia ingat betul bagaimana kejadian yang sebenarnya.


"Haaa.... biarkan saja, aku atasannya. Ikuti apa yang aku katakan, jangan ada yang menyerang! Kalian juga harus mengikuti perintah Pangeran Keempat sebagai penanggung jawab pasukan khusus Yin"kata Liu Whojin walau tak melakukan perang untuk merebut kekuasaannya lagi, ia masih berhubungan baik dengan mantan Jendral Kekaisaran Xia.


"Penyamaranku selama ini tak boleh terbongkar atau keluargaku akan jadi incaran lagi. Biarkan mereka memiliki tahta itu jika mereka mau"kata Liu Whojin berkat kesepakatannya dengan Qin Hao ia bisa hidup dengan nyaman walaupun harga yang harus dibayar sangat mahal yaitu Pasukan Khusus Yin sebagai pelindung keluarga kerajaan Dinasti Xia harus tunduk kepada Dinasti Qin.


"Ta...tapi anda adalah keturunan asli tanah ini! Darah leluhur anda mengalir ditubuh anda, ini sangat tidak adil! Hanya seorang petani rendahan melawan seorang Kaisar!"kata Jendral Ling, ia sangat setia kepada Dinasti Xia, apa lagi saat Kaisar Xia-Xia Choshen menitipkan putra dan istri sang Kaisar kepadanya.


"Putri Wen diinjak injak harga dirinya sebagai Putri Xia Shen Yo! Putri seharusnya mendapatkan kehormatan yang tinggi di Istana!"sambung Jendral Ling, ia mengenal Liu Wen dengan sangat baik, jika Dinasti Xia masih ada Liu Wen akan diberi gelar Xia Shen Yo, nama yang diberikan oleh kakeknya Kaisar Xia.


"Jendral.... jika Wen memiliki anak aku sendiri yang akan menyuruhmu membantunya naik tahta dan itu berlaku jika Kaisar Qin menginginkan Pangeran Pertama menjadi Kaisar yang menggantikannya"seru Liu Whojin saat mengingat putrinya yang entah ada dimana menbuatnya langsung emosi.