
"Sial!! Bahkan sifatnya juga mirip Xuann.... bagaimana aku bisa move on jika begini? Ahhh! Dewa aku benci kau!"gerutu Liu Wen ini sangat menganggunya, melihat bayangan suaminya berada dihadapan membuatnya malu dan gugup.
"Sudahlah WEN!! KAU HARUS MOVE ON!!"teriak Liu Wen yang kini sudah seperti orang gila.
"Siapa yang membuanya kesal"gumam Presdir Mike melihat Liu Wen dari kejauhan, ia tak berani menyapa Liu Wen secara langsung setelah kejadian dikamar pasien tadi.
"Mike!!!"teriak Lewis dari kejauhan nampak ia membawa banyak sekali kantung ditubuhnya.
"Kenapa kau diluar? Apa Fei sudah bangun?"tanya Lewis, ia mengintip ke dalam kamar yang Liu Wen tempati.
"Sudah pulang"kata Presdir Mike menunjuk Liu Wen yang nampak menjauhi rumah sakit.
"Hyahhhh!! Mike kau bisa memberitahukukan jika Fei sudah pulang!!"teriak Lewis, ia marah kepada sahabatnya itu karena serasa dipermainkan.
"Ponselku habis baterainya"kata Presdir Mike, ia menunjuk kearah ponselnya yang mati.
"Kau tahu aku berkeliling kota Shangxi mencari ayam asam manis ini!!"teriak Lewis, apa sahabatanya ini tak merasa berdosa sedikit pun padanya yang kelelahan kesana kemari mencari makanan ini.
"Makanannya untuk putrimu saja"kata Presdir Mike tanpa dosa, ia mengerutkan alisnya dan hendak pergi dari sana.
"Aku tak mau mengharapkan belas kasih monster ini"gumam Lewis, ia menangis dalam hatinya sempat berpikir Presdir Mike akan meminta maaf padanya.
"Ku tegaskan sekali lagi ya! Mike aku bukan pelayanmu"kata Lewis menghela nafasnya.
"Kau memang pelayanku"kata Presdir Mike, ia berbalik dan mengatakan hal itu.
"Sudahku bilang aku bukan pelayanmu!!Aku teman sekaligus pegawaimu!!'teriak Lewis, berbicara dengan temannya ini sangat menguras tenaga serta memperpendek umurnya.
"Membantah atasan potong gaji 30%"kata Presdir Mike sambil memejamkan matanya.
"Ahhh... tidakkk! Presdir Mike maha benar"seketika Lewis mengubah ekspresinya.
*Mungkin dia yang memberitahunya-batin Presdir Mike
"Lewis.... coba panggil aku"kata Presdir Mike dengan bersungguh sungguh.
"Hah?"Lewis memiringkan kepalanya karena binggung.
"Akan kuberi Villa Srates di Paris"kata Presdir Mike membuat mata Lewis berbinar.
"Mike sayang.... ahh"kata Lewis dengan genit.
"Kau mirip waria"kata Presdir Mike, ia langsung pergi begitu saja.
"Kau yang memintanya!!"teriak Lewis sekarang dia benar benar marah, Presdir Mike hanya mempermainkannya saja dari tadi.
*Bukan.... Lewis bahkan tidak tahu hal ini, bagaimana dia bisa tahu-batin Presdir Mike.
Drett Drettt
"Xuan? Ada dimana?"tanya seorang wanita paruh baya dari dalam benda kotak kecil itu, baterai ponselnya masih banyak tetapi ia tak mau Lewis menyalahkannya.
"Aku lagi dijalan sebentar lagi sampai"kata Presdir Mike, ia baru saja naik kemobilnya mendengar ponselnya berdering membuatnya mengangkat telfon itu sambil mengetir.
"Baiklah mama tunggu... hati hati"kata wanita itu dengan lembut.
"Hmm"Presdir Mike mematikan ponselnya dan pergi menuju Villa Kediaman Su.
*****
Villa Keluarga Liu
"Ibu? Apa yang kau lakukan disini!"kata Liu Wen, ia langsung turun dari mobilnya dan melepas blazzernya dan menutupi tubuh ibunya yang menunggu didepan pintu kediaman.
"Apa kau baik baik saja? Yang mana yang sakit?"tanya Mia Liu, ia memeriksa setiap jengkal tubuh Liu Wen.
"Aku baik Bu... sudah tidak apa"kata Liu Wen ia mengenggam tangan ibunya yang terasa dingin itu.
"Ayo masuk"kata Liu Wen, ia menarik Ibunya masuk ke dalam Villa.
"Fei... jika kau kesulitan, kau boleh keluar"kata Mia Liu, ia kasihan dengan keadaan putrinya yang terlalu berkerja keras.
"Tidak masalah Ibu... sampai Momo dewasa aku akan selalu membantu Ibu, perusahaanku tak ada masalah kami sudah masuk 5 besar sebagai Perusahaan Elektronik terbesar didalam negri, beruntung Linting membantuku"kata Liu Wen menyakinkan Ibunya.
"Syukurlah kalau begitu"kata Mia Liu, ia mencubit pipi putrinya.
"Bagaimana si kembar? Mereka tidak menangis kan?"tanya Liu Wen hampir satu hari tak bertemu dengan mereka.
"Ahh, Key dan Jake menangis seharian... Anna sangat tegang dan tak mau bicara cuma Aiden dan El yang bersikap biasa"kata Mia Liu, ia membuka pintu kamar si kembar dan memperlihatkan wajah manis anak anaknya yang sedang tertidur.
"Ibu istirahat lah aku akan mandi, selamat malam"kata Liu Wen, ia mencium pipi ibunya lalu masuk kedalam kamar si kembar dan menutup pintunya.
*******
Villa Keluarga Su
"Beraninya kau masuk tanpa memberi salam"kata seorang wanita paruh baya, ia berada dilantai atas memperhatikan seorang pria masuk dari pintu utama dan hendak masuk kedalam kamar tidur yang berada dilantai bawah.
"Mama masih bangun?"tanya Presdir Mike, ia menoleh keatas tempat mamanya berdiri.
"Tentu saja! Kita sudah lama tak bertemu bagaimana bisa aku melewatkannya"kata Su Zheji- ibu Presdir Mike, ia berlarian menuruni anak tangga dan menghampiri putranya.
"Hahahaha.... putraku"kata Su Zheji, ia memukul bahu Presdir Mike dengan keras.
"Mama kau sangat kasar"kata Presdir Mike dengan malas, ia mengosok gosok bahunya yang terasa panas.
"Aiyaaa!! Mama doakan kau mendapat Istri yang kasar seperti mamamu ini"kata Su Zheji, ia mengedipkan satu matanya sambil memukul pelan dada Presdir Mike.
"Huhh! Tidak mungkin papa menjodohkanku dengan anak investornya. Wanita itu terlihat sangat anggun dan lembut!"kata Presdir Mike, ia menghela nafas panjang paksaan pernikahan itu sudah direncanakan jauh jauh hari oleh papanya.
"Apa?! Beraninya dia menjodohkanmu biar aku yang urus!"kata Su Zheji, ia mengulung bajunya keatas dan berjalan keluar rumah.
"Mama takkan bisa kesana"kata Presdir Mike membuat langkah ibunya terhenti.
"Jika bisa mama sudah lama mengunjungiku"sambung Presdir Mike sambil tersenyum.
"Ahh, benar juga ya... bagaimana kabar papamu?"tanya Su Zheji wajahnya sedikit murung.
"Dia baik baik saja menikmati masa tua dengan bibi Rose dan 2 anaknya"kata Presdir Mike.
"Whoa! Selamat Xuan! Ternyata kau punya adik"kata Su Zheji, ia memeluk putranya keluarga baru ayahnya sudah dikatakan lengkap, putranya itu pasti tak kekurangan apapun.
"Mereka bukan adikku, mama tidak pernah hamil lagi kan"kata Presdir Mike dengan ketus.
Saat umurnya delapan tahun ayahnya selingkuh, walaupun tahu akan hal itu ibunya hanya tersenyum dan meminta cerai ayahnya, sayangnya hak asuhnya jatuh ke tangan sang ayahnya membuat ibunya kembali sendiri ke Tiongkok.
"Bodoh! Tidak boleh seperti itu, dia anak papamu yang bearti adikmu"lirih Su Zheji tenaganya serasa menghilang saat membicarakan mantan suaminya, ada rasa sakit yang mendalam dibalik senyumannya.
"Hmphh... bukan aku yang bodoh tapi papa yang tak memilih wanita hebat seperti mama"kata Presdir Mike, ibunya adalah orang terkaya nomer satu saat ini di Tiongkok mengalahkan Grup Liu yang bergerak dibidang yang sama dengan perusahaannya saat kembali ke Tiongkok, ia memakai sisa uangnya untuk membangun perusahaannya sendiri berkat kepintarannya, ia menjadi orang terkaya saat ini.
"Woo terima kasih atas pujiannya Presdir De Zure..."kata Su Zheji meledek putranya.
"Aku lebih suka dipanggil calon Presdir Xuan"kata Presdir Mike membuat mereka berdua tertawa, reuni ini memakan waktu yang cukup lama saat disela sela melihat foto masa kecil Presdir Mike, Su Zheji akhirnya tertidur membuat Presdir Mike harus menggendong ibunya masuk kedalam kamar.
Drett Drett
"Siapa?"tanya Presdir Mike dengan dingin, ia dengan melihat layar ponselnya yang berdering seseorang menelfonnya 'tak ada nama'.
"Kakak... ini aku Dei"kata Dei anak Rose yang pertama.
" Aku bukan kakakmu"kata Presdir Mike dengan penuh penekaan, ia tak sudi memiliki hubungan dengan keluarga baru ayahnya.
"Baiklah! Presdir... aku malah senang kau tak mau kupanggil kakak. Kau tahu kan aku sangat menyukaimu"kata Dei, ia sangat terobsesi dengan kakak tirinya itu.
"Hmphh.... jalangg seperti ibunya"kata Presdir Mike sambil tertawa, ia mengejek Ibu tirinya yang merayu pria tua kaya yang sudah memiliki anak dan istri demi kekayaan.
"Tentu saja tidakk! Ibuku menyukai pria tua itu sedangkan aku menyukaimu! Itu wajar karena kau tampan"kata Dei dengan berani saat dirumah pun, ia berani masuk kedalam kamar Presdir Mike dan berusaha naik keranjangnya.
"...."Presdir Mike menutup telfonnya dan menelfon seseorang.
*****
Drett Drettt
"Siapa yang telfon tengah malam begini"gumam Liu Wen, ia merasa terganggu dengan suara ponsel yang berdering karena kesal Liu Wen mengangkatnya.
"Hallo! Dengan siapa?"tanya Liu Wen sambil memakai **********, ia baru saja selesai mandi.
"Ini aku. Wakil Presdir Liu.... maukah kau menikah denganku?"tanya Presdir Mike membuatnya kaget setengah mati.
"Ahh...."Liu Wen terdiam, ia masih tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
"Dasar tak waras!!"kata Liu Wen, ia langsung menutup telfonnya.
"A..apa yang dia katakan..."kata Liu Wen ia menutup mulutnya, tangannya gemetar karena menahan rasa sangat malu.