
"Payah!! Aku gak bisa menemukan satupun tentangnya"kata Liu Wen, ia memajukan bibirnya karena kesal.
"Tapi kenapa Selir Chu yang jadi Ibu suri, bukannya Selir Tang? Dia kan Ibu kandung dari Qin Jianwe, aneh"gumam Liu Wen, tidak mungkinkan Selir Tang menyerahkan kehormatan itu kepada Selir Chu secara cuma cuma.
"Dia juga hanya memiliki dua anak? Diluar dugaan"kata Liu Wen, ia mengedikkan bahunya dan tidur disamping anak anaknya.
*Apa aku harus mencari buku cerita rakyat? Katanya banyak disana banyak diceritakan tentang kehidupan sehari hari Kekaisaran Qin-batin Liu Wen, ia pernah membaca buku buku itu saat masih duduk dibangku sekolah karena beberapa cerita rakyat itu sering dijadikan referensi dalam pelajaran sastra.
"Ya sudahlah..... Jika aku berpikir secara logika, dia sudah mati ratusan tahun yang lalu! Sebaikanya aku melupakannya dan menjalani hidup seadanya sekarang"gumam Liu Wen, ia memejamkan matanya dan mencoba tidur.
*********
Esok hari
"Mami selamat pagi"kata Keyzee saat melihat Liu Wen membuka matanya.
"Pagi Key, dimana kakakmu?"tanya Liu Wen sambil mengecup kening putrinya.
"Sedang sarapan"kata Keyzee sambil terkekeh memegang dahinya.
"Lalu kenapa kamu tidak ikut sarapan?"tanya Liu Wen penasaran dia bangun kesiangan karena begadang sedangkan putrinya ini selalu tidur dan bangun tepat waktu kenapa ia masih ada disini.
"Key ingin sarapan bersama mami"kata Keyzee memeluk erat Liu Wen.
"Baiklah...baiklah... mami mandi sebentar ya"kata Liu Wen, ia melepas pelukannya dan mencubit pelan hidung Keyzee.
*****
"Pagi semua"seru Liu Wen dari atas, ia menuruni anak tangga satu persatu sambil mengendong Keyzee.
"Hmm? kamu telat sarapan Fei"kata Mia, ia membersihkan mulutnya yang sudah selesai menyantap makanannya menggunakan tissu.
"Maafkan aku"ucap Liu Wen, ia menahan sedikit kalimatnya.
"Untung saja masih sempat sarapan"gumam Liu Wen, ia mengambil roti pertama untuk putrinya dan mengambil lagi untuk dirinya.
"Kamu terlambat"kata Mia Liu, ia melirik kearah jam yang berada disamping Liu Wen.
"Kyaaa!!! Aku terlambatt"teriak Liu Wen sambil berlari kearah mobilnya.
"Ma...mami?"gumam Key yang masih digendongnya.
"Hari ini Key ikut mami ke kantor ya"kata Liu Wen, disambut anggukan oleh putrinya.
******
Grup Liu
"Selamat pagi Wakil Presdir"kata para pegawai saat melihat Liu Wen, tidak seperti saat dirumah saat masuk perusahaan Liu Wen lebih santai demi menjaga Imej nya sebagai atasan.
"Wakil Presdir!! Untunglah anda datang. Ini sudah hampir terlambat"kata sekretaris Zhou, ia melihat jam tangannya dan sedikit cemas.
"Maaf bibi, aku terlambat, bisa jaga Key sebentar"kata Liu Wen, ia menyerahkan Key kepada mantan sekertaris ibunya itu.
"Tidak masalah..."kata Sekertaris Zhou, ia menggendong Keyzee didekapannya.
"Segeralah anda masuk. Kami sudah menyiapkan semuanya"kata Sekertaris Zhou membukakan pintu ruang rapat.
"Huhhh!!!"Liu Wen duduk sambil menyenderkan kepalanya dikursi akhirnya bisa bernafas lega.
"Silakan lewat sini"suara banyak orang membuat Liu Wen segera membetulkan posisi duduknya.
"Senang bertemu anda Wakil Presdir"kata Presdir Mike mendekat kearah Liu Wen.
Liu Wen memejamkan matanya sejenak ia ingin menciptakan atsmosfernya. "Selamat datang Presdir De Z.... "kata kata Liu Wen terputus saat membuka matanya dan melihat sosok didepannya.
"Xuan..?"lirih Liu Wen tangannya gemetar melihat sosok ayah anak anaknya itu, sorot matanya tiba tiba meredup, ia pun pingsan.
"Wakil Presdir..."dengan sigap Presdir Mike menangkap Liu Wen.
*******
"Ehngg... dimana aku"tanya Liu Wen, ia melihat disekelilingnya yang nampak gelap.
"Ini perbatasan antara alam gaib dan alam manusia"sebuah suara memberitahukannya.
"Mengapa aku disini?! Siapa kau?"tanya Liu Wen, ia tak bisa melihat apa apa karena sangat gelap.
"Aku? Mungkin kau sudah tahu siapa aku"kata wanita itu tiba tiba ia muncul dihadapan Liu Wenm
"W...wen?"kata Liu Wen, ia membulatkan matanya melihat sosok roh yang menariknya ke era Kekaisaran itu.
"Kenapa kau lagi? Kenapa aku ke sini bukan Era Kekaisaran..."kata Liu Wen, ia marah kepada roh itu.
"Lihat ini"kata Roh itu, ia membuat gambaran dibawah mereka.
"Xu...xuan?"lirih Liu Wen melihat sosok Kaisar.
"Jika aku masih hidup. Aku yang akan menjadi Permaisurinya"kata roh itu nampak wajah yang sama dengannya berjalan bersama Kaisar menggunakan jubah seorang Permaisuri.
"Tetapi karena nasib buruk membuatku mati dan aku terpaksa menarikmu ke zamanku"kata roh itu, memperlihatkan Liu Wen yang sekarat saat kecelakan yang terjadi 5 tahun yang lalu, badannya yang tiba tiba menjadi cahaya berjalan menembus langit dan sampai ke badannya yang berada di penjara menggantikan Liu Wen yang sudah lama mati didalam penjara.
"Apa aku pantas menyebut nama ini sekarang?"tanya Liu Wen apa ia harus memakai nama Liu Yifei lagi karena kembali ke Era modren.
"Pakai saja, kau tetap Liu Wen... karena balas dendamku sudah selesai aku berniat mengembalikanmu ke zamanmu saat itu tetapi tak ada kesempatan untuk membunuhmu"kata roh itu, ia membersihakan pedang yang ada ditangannya entah muncul dari mana benda itu.
"Jadi aku harus mati dulu jika ingin pulang?"tanya Liu Wen kepada roh itu.
"Ya tidak juga, jika kau berada ditempat yang gelap dan memohon untuk keselamatanmu kau bisa pulang, seperti saat didanau waktu itu"kata roh itu sambil tersenyum manis.
"Kenapa kau tak memberitahuku dari duluu!!!"teriak Liu Wen disaat ia sudah hamil dan jatuh hati kepada Kaisar, roh ini baru muncul dan memberi tahu segalanya.
"Saat itu kekuatan spiritualku sedang lemah jadi tak bisa membawamu ke dimensi ini"kata roh itu sambil mengedikan bahunya.
"Haaaa..."dia kalah berdebat dengan seorang mahkluk halus.
"Apa kau cuma mau memberitahukan hal padaku?"tanya Liu Wen dengan serius.
"Tidak!! Aku membawamu kesini karena dia"kata roh itu, ia membuat gambaran Presdir Mike yang mirip sekali dengan Kaisar.
"Dia reinkarnasi Kaisar dan ditakdirkan untukmu"kata roh itu membuat Liu Wen tersentak.
"Apa?"mata Liu Wen melebar mendengar hal ini.
"Ini sudah ditakdirkan. Saat umurmu 30 tahun kau akan bertemu dengannya, 2 bulan kemudian kalian akan menikah, untung saja kau diincar oleh pembunuh saat itu jadi aku tak terlambat mengembalikanmu"ucap roh itu.
"He..heii... aku sudah memiliki anak dari Xuan"protes Liu Wen.
"Dia adalah orang yang sama! Sama seperti aku dan kau, jika kau lakukan tes DNA, hasilnya pun akan menunjukkan kalau mereka ayah dan anak"
"Hahh? Ti..tidak bisa! A..ayah mereka bukan dia"kata Liu Wen, ia bersikeras bahwa hal itu tak bisa dilakukan.
"Apa aku tak bisa kembali ke era Kekaisaran?"tanya Liu Wen ia berharap bisa kembali.
"Bisa tapi kau harus korbankan satu anakmu"kata roh itu sambil menebar senyum diwajahnya.
"Kenapa begitu!"teriak Liu Wen mengorbankan anaknya? seujung jari pun ia tak akan korbankan anak anaknya.
"Hmphh! Ini adalah hal yang dilarang seharusnya mereka tidak pernah ada"kata roh itu yang perlahan lahan menghilang.
****
"Tunggu..."teriak Liu Wen, seketika ia membuka matanya dan berdiri kepalanya terasa berdeyut, ia memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Apa anda baik baik saja?"tanya Presdir Mike, ia memperhatikan Liu Wen dari samping.
"Ya, terima kasih sudah membawa saya ke rumah sakit"kata Liu Wen, ia memijit pelipisnya mengingat mimpinya tadi jika itu benar! bearti pria disampingnya ini adalah suami masa depannya.
"Sepertinya kau sudah menyelidikiku luar dalam"kata Presdir Mike walau seluruh rambut ditubuhnya berwarna kuning pirang tetapi wajahnya ini sangat Asia.
"Apa maksudmu"tanya Liu Wen yang binggung, tiba tiba kliennya ini berbiacara tak sopan walaupun dia juga begitu.
"Nama panggilanku adalah Xuan, hanya ibuku yang tahu hal itu"bisik Presdir Mike, ia naik keranjang dan menyentuh telinga Liu Wen dengan lidahnya.
"Ehmhh tidak juga, aku hanya mengetahuinya tanpa sengaja"kata Liu Wen dengan acuh, ia melepas infus ditangannya dan mendorong pelan Presdir Mike.
"Aku sibuk selamat tinggal, ayo batalkan saja perjanjiannya! Aku merasa tidak enak karena selalu menundanya"kata Liu Wen, ia ingin menemui anak anaknya segera.
"Tunggu... kenapa cepat sekali memutuskan hal itu"tanya Presdir Mike, ia memegang tangan Liu Wen sehingga Liu Wen jatuh diatasnya.
"Lalu apa maumu"kata Liu Wen, ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Presdir Mike.
"Hmphh... wanita ini"gumam Presdir Mike, ia merasa Liu Wen sangat berbeda dari wanita lain, Liu Wen tak merasa malu atau pun luluh dengan sikapnya yang terlalu intim tadi.
"Apa kau mau sesuatu"kata Liu Wen, ia memalingkan mukanya sebentar dan langsung mencium Presdir Mike.
"Dah"ucap Liu Wen, ia bangkit dari ranjang dan pergi dari ruangan itu.
"Sungguh berani, uhmm? Pedasss!!Pedas!!"kata Presdir Mike mengusap bibirnya.
"Bonus dariku"Liu Wen mengambil tissu dan membersihkan sisa saus dibibirnya.