I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
7. Rencana Putri Tang Sui



"Hamba memberi salam kepada Yang Mulia Kaisar dan Ibu Suri,,,hamba adalah Putri Tang Sui dari Kekaisaran Tang dikirim untuk menjadi istri Kaisar Qin"Putri Tang Sui kini berada di kediaman Ibu Suri memberi salam kepada Kaisar dan Ibu suri kekaisaran Qin.


"Berdirilahh,kau pasti lelah karena melakukan perjalanan jauh"seru Ibu suri.


"Ya,Putri silakan duduk"Putri Tang Sui berjalan dan duduk disebelah Ibu suri mereka berbicang satu sama lain


"Xuan'er seharusnya kau tidak membuat dekrit pemilihan Permaisuri secepat itu Ibunda menyukai Putri Tang Sui dia bisa menjadi istri yang baik,kecantikan,kepintarannya ini tidak ada tandingannya diseluruh kekaisaran Qin"Ibu suri memuji Tang Sui menurutnya ini adalah hal yang menguntungkan mengingat negri Tang memiliki sumber daya emas yang besar diperbatasan antara negri Tang dan Qin dia bisa meminta bantuan Tang Sui untuk meminta seperempat wilayah itu sebagai ganti dari posisi Permaisuri.


"Ibunda aku adalah Kaisar, aku tau apa yang ku putuskan ini lagi pula Perdana Mentri Liu merupakan salah satu orang yang berpengaruh dikerajaan anda tau kan? mendapat dukungannya akan menambah citraku sebagi Kaisar"Kaisar Qin tersenyum dia tau siasat ibunya untuk mengambil kekayaan negara Tang lewat Putri Tang Sui


"hamba rasa Yang Mulia benar Ibu Suri,,hamba tidak keberatan menjadi seorang Selir,,hamba merasa terhormat bisa menjadi Selir pertama Kekaisaran Qin"Putri Tang Sui tersenyum manis dia ingin membuat citranya bagus didepan Kaisar Qin


*jalangg jalangg sialan dikediaman Perdana Mentri!! aku tidak akan mengampuni kalian,,tunggu dan lihat saja-batin Putri Tang Sui geram dia meremas bajunya menahan amarah


"terima kasih atas pengertiannya Putri,,besok adalah hari pengangkatan dirimu menjadi Selir pertama,,sebaiknya kau beristirahat"Kaisar Qin menatap Putri Tang Sui dengan senyuman,,,Putri Tang Sui pun meninggalkan kediaman Ibu Suri


"Ibunda aku tau apa rencanamu tapi Permaisuriku tetap harus dari kediaman Perdana Mentri Liu"senyumnya seketika berubah Kaisar Qin menjadi tanpa ekspresi,,,tak pernah sekalipun ia memberi senyuman tulus kecuali saat bersama ayahnya dan Liu Wen.


"kalau kau sudah tau kenapa kau masih bersikeras?"Ibu Suri mendongkakan kepalanya


"karena Putri Perdana Mentri Liu yang telah menyelamatkanku,,aku hampir terbunuh waktu itu dan pada saat malam yang dingin tak sengaja aku menyentuhnya jadi aku ingin bertanggung jawab atas tubuhnya"Ibu Suri kaget dia mengerti sekarang kenapa anaknya seringkali tersenyum sendiri itu karena dia sudah jatuh cinta,, ia merasa senang melihat anaknya bahagia sekaligus khawatir.


"jadi begituu,,kau bisa menjadikannya Selir bukan?"tanya Ibu suri


"ini bukan hal yang pantas diberikan kepada seorang penyelamat?ibunda yang mengajariku balas budi lebih sulit dibandingkan bayar hutang"Kaisar Qin menatap Ibunya kali ini tatapannya tak setegang dan sedingin dulu.


"baiklahh apa pun demi putraku,,jadi siapakah gadis yang membuatmu jatuh cinta begitu dalam sampai harus membuat dekrit kerajaan"Ibu Suri menghela nafas nya dia mengetahui sifat anaknya yang sangat sulit jatuh cinta bahkan disaat umurnya sudah 20 tahun dia masih lajang dan tak ingin menikah atau mengangkat Selir,mungkin karena sejak kecil memiliki ayah yng sibuk dengan urusan kerajaan dan ibu yang sibuk dengan urusan harem,sedangkan adik adiknya tak pernah bermain dengannya karena perintah dari ibunya.


"Putri Pertama Perdana Mentri,Liu Wen"ucap Kaisar Qin membuat Ibu Suri hampir tersedak teh karena sangat kaget.


"Putri Pertama?Liu Wen?bukankah dia sudah tiada?"Ibu suri mengatur nafasnya,dia sangat kaget mendengar pernyataan anaknya,seperti yang diketahui seluruh Kekaisaran Qin,,Putri Pertama Perdana Mentri Liu telah meninggal satu tahun yang lalu


"aku akan menikah dengan mayatnya kalau begitu"Kata Kaisar Qin sambil meminum tehnya


"kau sudah tak waras?lagipula menurut info yang kudapat putri pertama itu gila dan bunuh diri,walaupun dia masih hidup aku tak akan membiarkannya menjadi Permaisuri!"Ibu Suri melotot kearah anaknya


"Wahh Ibunda ternyata selama ini anda juga menyelidiki kediaman Perdana Mentri"


"Ya,ada hal yang ingin ku ketahui,,sangat licik Liu Wen itu membangun citranya diluar sangat baik dan keluarga Perdana Mentri Liu yang menyembunyikan kabar gilanya Liu Wen,sepertinya kediaman Perdana Mentri memiliki sesuatu didalamnya"Ibu suri memegang dagunya dia berpikir sejenak karena banyak misteri keluarga Liu yang belum terpecahkan itu sebabnya hari dimana Liu Wen mulai gila dia menyuruh seseorang untuk menyelidikinya


******


Kediaman Perdana Mentri


"Ibuuu!!!Ibuuuu,,,apa kau sudah mendengar kabarnyaa Kaisar mengeluarkan dekrit bahwa pemilihan Permaisuri hanya akan berasal dari keluarga kita"Teriak seorang gadis berlarian menuju taman tempat ibunya sedang menyeruput teh dengan santainya


"tenanglah Liang'er,mana etika dan tata krama mu"Liu Ruoxi mengerutkan alisnya


"Ibuuu,,,aku senang sekalii,,,aku yakin akan menjadi istrii yang mulia kaisarr"Liu Liang menguncang tubuh ibunya dia amat senang mendengar kabar ini dan lagi anak anak Selir lain tak akan berani ikut serta jika mereka berani Liu Ruoxi akan membuat Selir Selir dikediaman Perdana Mentri Liu sengsara hidupnya


"iyaaa,,tenanglahh kau yang akan menjadi Permaisuri tak ada penghalang bagimu,jalangg itu sudah mati anak Selir lain tak akan ada yang berani melawanmu, sudah pasti kau orangnyaa"Liu Rouxi menyubit pipi anaknya lalu tersenyum sangat puas mengingat satu tahun yang lalu Liu Wen sudah mati didalam penjara tanpa disuruh pun penjaga penjara sudah membuang mayatnya dihutan malam itu juga dan langsung memberi 200 tael perak kepada penjaga penjara itu saking senangnya.


"ibuu,jalangg itu benar benar sudah mati kan?"kata Liu Liang memajukan bibirnya


"tentu saja para penjaga sudah membereskannya sayangg"


"lalu bagaimana dengan ayah?Jalangg itu sangat disayang oleh ayah,,dia bahkan bermuka dua didepan ayah sangat baik jika ayah tak ada dia menindas pelayan dan anak Selir rendah itu bersama ibu dan aku"


"itu sebabnya satu tahun yang lalu aku menyebar rumor bahwa dia mati karena sakit,,lagipula ayahmu itu gila kerja mungkin saat kembali ke kediaman dia baru akan mengetahuinya"senyum licik Liu Ruoxi mengembang hambatannya sudah tak ada dia menyingkirannya dengan sempurna hidupnya pun sudah lengkap


*****


Pavilium teratai


"Tuan Putri,,sebentar lagi anda akan menjadi Selir dari kekaisaran Qin walaupun hanya Selir anda sudah bisa dekat dengan Yang Mulia"kata salah seorang pelayan sambil menyisir rambut Tang Sui


"Ya,,kau benar mungkin Kaisar Qin sudah lupa denganku tapi aku selalu mengingat saat itu"senyum Tang Sui menggembang,,,dia memaksa ayahnya untuk menikahkannya dengan Kaisar Qin,,karena semenjak 12 tahun yang lalu disaat dia masih berumur 9 tahun Kaisar Qin menyelamatkannya dari beruang, pada saat itu Tang Sui ikut Kaisar Tang berburu,,, Kaisar Qin yang menyamar sebagai rakyat Kekaisaran Tang datang menolong Tang Sui yang tersesat dan hampir dibunuh beruang sejak saat itu Tang Sui sudah jatuh cinta kepada Kaisar Qin bahkan dia langsung mengenali wajah Kaisar Qin yang sudah agak berbeda dari 12 tahun yang lalu.


"Jing,segara suruh beberapa pembunuh untuk memperkosa seluruh anak perempuan dikediaman Perdana Mentri jangan sampai tersisa aku mau besok mendengar kabar bahwa mereka tak suci lagi dan ya jangan sentuh anak istri resmi kediaman Perdana Mentri Liu"Tang Sui menahan amarahnya karena tak bisa menjadi Permaisuri penghambatnya adalah gadis dari kediaman Perdana Mentri Liu


"Maaf Tuan Putri,kenapa anak istri resmi tidak ikut dinodai bukankah dia ancaman yang sangat besar untuk Tuan Putri?"tanya pelayan itu ia binggung kenapa saingan yang paling kuat malah dibebaskan begitu saja.


"Jing,kau harus banyak belajar,, jika puluhan ayam yang mati dikadangnya dengan harimau buas disampingnya menurutmu siapa yang membuat ayam mati?"Tang Sui melihat bayangan pelayannya yang mengangguk itu, sepertinya sudah mengerti maksudnya


"baik Tuan Putri,anda akan mendengar kabar baiknya besok"pelayan itu pergi dari kamar Tang Sui dan mulai melakukan aksinya.