
Kediaman Ibu suri
"Apa kalian sudah memeriksa Perguruan Zixie?!"tanya Ibu suri matanya tak berhenti melirik kesana kemari karena gelisah.
"Ya tetapi Guru besar Qilang tak mengizinkan kami masuk"kata pengawal bayangan Ibu suri mereka selama seminggu ini pergi ke perguruan Zixie untuk memata matai Kaisar.
"Hmphh! Jadi kalian tak membawa informasi apapun?!"kata itu Ibu suri dengan penuh penekanan. matanya menatap tajam kearah para pengawalnya itu.
"Tentu saja tidak! Menurut murid lainnya Yang Mulia Kaisar tak ada disana"kata Pengawal itu membuat Ibu suri melempar cangkir keramiknya.
"Jadi benar dia mencari wanita itu!! Anak durhaka itu ingin membuatku mati berdiri!!"teriak Ibu suri ia benar benar marah sekarang, umurnya tidak bisa dibilang tua atau pun muda tetapi rasanya wajahnya ini semakin hari semakin mengendur karena selalu marah setiap hari.
"Cari Kaisar! Jika kalian menemukannya bunuh semua orang yang sedang bersamanya tetapi sebelum itu kalian harus membuat Kaisar kembali ke Istana. Katakan saja ada masalah tentang pembagian kekuasaan untuk dua adiknya!! Jika dia tak kembali aku akan membuat kedua adiknya itu pergi dari istana dan menjadikan mereka budak"kata Ibu suri, ia tersenyum sinis, kejam? Memang dia kejam bahkan tak punya hati! Demi kekuasaan siapapun akan dibunuhnya.
"Baik Ibu suri"kata mereka dengan serempak, para pengawal itu langsung pergi melaksanakan perintah Ibu suri.
"Pangeran Keempat dan Pangeran Ketujuh tibaa"teriak Kasim membuat Ibu suri tersentak kenapa tiba tiba mereka datang pikir Ibu suri
"Salam Ibu suri semoga anda panjang umur sehat selalu"kata Pangeran Keempat dan Pangeran ketujuh memberi salam sambil berlutut.
"Berdirilah!! Ada hal mendesak apa sampai kalian datang kemari tanpa memberitahu terlebih dahulu"tanya Ibu suri dengan wajah meremehkan. Dia benar benar jijik melihat kedua Pangeran itu karena mereka anak Selir Kaisar terdahulu, padahal Selir Kaisar terdahulu berasal dari keluarga bangsawan semua jika ingin membandingkan status sebelum menikah Ibu suri jauh berada dibelakang mereka.
"Saya ingin menanyakan satu hal"kata Pangeran Keempat, ia membuka suara terlebih dahulu.
"Aku tak sudi berbicara denganmu"jawab Ibu suri dengan tenang sambil menyeduh teh.
"Apa alasan anda berbicara begitu?"tanya Pangeran Keempat. Ia tahu jawabannya tapi ia masih ingin mendengarnya langsung dari mulut Ibu suri.
"Apa lagi!! Karena kau anak jalangg yang dipelihara suamiku!"kata Ibu suri dengan meremehkan.
"Ibu saya seorang Putri pejabat administrasi negara, Ibu Guan Yi adalah Putri seorang Mentri, kenapa anda menyebut mereka sebagai jalangg?"tanya Pangeran Keempat, ia ingin menyebut asal usul Ibu suri tetapi diurungkan karena sama dengan menghina Kaisar.
"Hmphh! Itu karena ibu kalian Selir!"kata Ibu suri dengan angkuh.
"Apa Pangeran Pertama yang dikandung Selir Tang juga anak jalangg yang dipelihara kakak Xuan"kata Pangeran Ketujuh dengan tajam.
"Ka..kau...! Beraninya menghina cucuku!"kata Ibu suri, ia memukul meja tak terima kalau cucunya dihina.
"Menghina? Bukankah calon Pangeran akan lahir dari rahim Selir sama seperti Ibu kami?! Kenapa dia bukan anak Jalangg seperti kami?"tanya Pangeran Ketujuh karena sering berperang mulutnya tajam seperti pedang
"kau....!!!"Ibu suri kehabisan kata kata, dia tak tahu harus berkata apa.
"Haaaa.... apa yang ini kau katakan"tanya Ibu suri mengerutkan alisnya, ia memegang kepalanya yang terasa pusing dari pada terlihat bodoh lebih baik mengalihkan pembicaraan.
"Membunuh wanita yang dicintai ayah, membunuh paman pertama, membuat nenek sakit jiwa, membunuh kakek, membuat otoritas sendiri di desa Cuan sebagai sumber daya emas paling besar di Kekaisaran Qin, konspirasi mengambil uang rakyat dengan para Mentri terdahulu, dan yang terakhir!! Membunuh suamimu sendiri?! Apa saya benar? Ibu suri"tanya Pangeran Keempat, dulu bukti ini dikumpulkan Selir Lin untuk membuktikan kalau Ibu suri tak pantas menjadi Permaisuri dan ingin menggulingkannya tetapi Pangeran Keempat tak memberikannya kepada Kaisar terdahulu karena tak mau menyakiti kakaknya.
"A...aku tak tahu apa yang kau katakan!"kata Ibu suri dengan gugup, bagaimana bisa Pangeran Keempat tahu sebagian besar kejahatannya pikirnya.
*Bajingann ini kenapa bisa tahu rahasiaku! Apa tempat itu sudah diketahui-batin Ibu suri, ia takut sekarang walau sudah menjadi Ibu suri dan masalah ini sudah berlalu tetapi akibat dari permasalahan ini masih melekat sampai sekarang.
"Tidak apa jika anda tak tahu! Saya akan membawanya kehadapan kakak Xuan dan bertanya padanya"kata Pangeran Keempat dengan acuh dan hendak pergi dari sana.
"Tu....tunggu! Apa yang kau mau? Aku akan membagi kekuasaanku dan uangnya juga jika kau mau tetapi berikan itu padaku!"kata Ibu suri dengan lembut, ia membujuk Pangeran Keempat agar mau memberikannya surat itu.
"Memohonlah"kata Pangeran Ketujuh, ia ingin melihat Ibu suri memohon setelah apa yang dia lakukan kepada ibunya.
"Apa?!"tanya Ibu suri mungkin ia salah dengar.
"Kau kira siapa dia! Dia cuma anak Mentri korupsi yang ditiduri Kaisar terdahulu!"kata Ibu suri tak terima dulu Selir Ruan- ibu Pangeran Ketujuh adalah Putri mentri Ruan yang menyamar sebagai pelayan di istana, Selir Ruan yang mencintai kakak Kaisar terdahulu sampai rela menyamar menjadi pelayan untuk mendekatinya namun tak sengaja ditiduri oleh Kaisar terdahulu karena wajahnya mirip dengan Quefeng, dengan berat hati akhirnya ia menikah dan menjadi Selir Kaisar terdahulu.
"Kalau begitu terimalah hukuman dari kakak Xuan"kata Pengeran Ketujuh sambil menyeringai.
*Xuan'er putraku dia tak mungkin menghukumku untuk apa aku takut-batin Ibu suri dengan percaya dirinya tetapi tiba tiba ia teringat kejadian yang lalu.
"Ibunda aku akan mengirim Ibunda keperbatasan jika Ibunda masih ikut campur!"kata Kaisar dengan tajam, Ibu suri mulai ragu kepercayaan dirinya pun hilang, anaknya bukan anak penurut lagi sekarang.
"Baiklah aku akan memohon didepan altar Selir Ruan, apa itu cukup?"tanya Ibu suri dengan berat hati ua harus menyetujuinya.
"Anda harus berjanji dan bersumpah tak akan menganggu Permaisuri Qin. Jika suatu saat dia kembali anda harus menyambutnya dan mendukung semua keputusannya! Ibu suri juga harus berjanji kalau putra Permaisuri yang akan menjadi Kaisar"kata Pangeran Keempat, dia ingin mengamankan tahta keponakannya terlebih dahulu.
"Hahahaha... apa kau tak pernah dengar dia itu mandul"tawa Ibu suri sangat lucu baginya syarat ini sangat tak masuk akal.
"Tidak masalah! Aku menyetujui hal itu"kata Ibu suri sambil tersenyum miring.
*Ya jika dia memiliki anak? Jika tidak? Aku tak perlu menepatinya dan juga dia tak mungkin kembali jadi aku tak perlu menyambutnya-batin Ibu suri, menurutnya syarat ini sangat menguntungkannya sungguh bodoh Pangeran Keempat dan Pangeran Ketujuh pikirnya.
"Baik kami pamit sekarang salam Ibu suri"kata Pangeran Keempat, ia menunduk memberi hormat kepada Ibu suri dan pergi dari sana.
"Kak Xi'er! Kenapa kau memberi syarat itu? Aku tahu kau mau melindungi kakak ipar tetapi membuat keputusan yang sia sia begitu membuang kesempatan kita"protes Pangeran Ketujuh dalam perjalanan ia selalu mengeluh karena keputusan kakaknya.
"Yi'er... kata siapa ini kesepakatan yang tak menguntungkan?"kata Pangeran Keempat yang membelakangi Pangeran ketujuh.
"Kakak Ipar tak bisa mengandung! Dia juga tak akan kembali kan? Aku tahu dia kabur bukan kekuil dan kakak Xuan sekarang sedang mencarinya sekarang!"seru Pangeran Ketujuh, ia mengembungkan pipinya kesal.
"Kata siapa kakak ipar mandul dan kata siapa dia tak akan kembali ke istana"kata Pangeran Keempat ia tersenyum miring.
"Hmm?"
"Dia akan kembali kesini karena anak yang dikandungnya sekarang akan menjadi Kaisar masa depan"bisik Pangeran Keempat.
"Apa?!!"teriak Pangeran Ketujuh, ia terkejut mendengar berita baru ini.
*****
Penginapan
"Apakah sudah kau beli?"tanya Liu Wen kepada Meng.
"Iya sudah Nyonya Wen"kata Meng mengedipkan satu matanya, kali ini Liu Wen menyamar sebagai bibi karena ingin jalan jalan dengan leluasa, identitasnya sebagai Tuan Yu ternyata sangat terkenal di Kekaisaran Rong.
"Sepertinya aku terlalu banyak makan! Terakhir kali kita ke tabib dia bilang perutku akan makin membesar sampai 3 bulan kedepan, terima kasih sudah membeli baju yang longgar dan tipis"kata Liu Wen untunglah Meng orang yang polos.
"Anda sudah seperti orang hamil saja"kata Meng tersenyum kearah Liu Wen.
"Ahh maafkan saya"kata Meng, ia ingat Liu Wen tak bisa mengandung ini akan membuatnya sedih.
"Sudahlah tidak apa! Kau bilang saja kepada semua orang kalau aku hamil daripada dibilang gemuk seperti babii lebih baik aku dipanggil wanita hamil"kata Liu Wen ia membuat wajah sedih ia harus bersandiwara agar terlihat meyakinkan.
"Baiklah jika anda senang"seru Meng, ia merasa kasihan kepada Liu Wen karena tak bisa mengandung.
"Oh ya aku mau pakai ini dulu"kata Liu Wen, ia memakai tompel dan riasan menor, setidaknya ia ingin menjadi bibi bibi untuk penyamarannya kali ini.
"Ha. Ha. Ha... anda banyak akal"tawa Meng, ia hanya geleng geleng kepala melihat hobi Liu Wen kadang menyamar sebagai pria tua kadang bibi bibi dengan riasan menor dan kadang sebagai laki laki muda.