I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
113. Panah



"Ikuti mereka"kata Rong Tian, Liu Wen dan si kembar pun mengikuti Kaisar.


"Ada apa disana?"tanya Pangeran Kedua Kekaisaran Liao.


"Ayo kita lihat"kata adiknya, Pangeran kesebelas, melihat para Kaisar dan Pangeran yang mengikuti Putra Mahkota dan Permaisuri Qin para pejabat yang penasaran pun mengikutinya.


"Haahhh.... aku gagal melindungi garis keturunan murni Dinasti ini"kata Ibu suri ia sangat kecewa saat Kaisar mengumumkan Aiden sebagai Putra Mahkota.


*****


Beberapa saat yang lalu


"Katanya Permaisuri Qin melahirkan lima anak kembar"kata Pangeran Ketujuh Kekaisaran Tang.


"Ya! Ini yang pertama kalinya didunia!tapi bukankah sepupumu Pangeran Pertama tidak akan menjadi Putra Mahkota sekarang?"kata Pangeran Ketiga Rong.


"Jangan sebut namanya! Kakekku bahkan tak mau mengakuinya! Dia hanya aib bagi Kekaisaran Qin dan itu membuat malu kakekku walaupun bibi Sui sangat disayang oleh kakek tetapi ia sangat membenci Qin Jianwe"kata Pangeran Ketujuh Kekaisaran Tang, ia mengibaskan tangannya di Kekaisaran Tang, Qin Jianwe tak pernah dianggap sebagai bagian dari keluarga mereka.


"Hei... i...itu ada orangnya sttt!"kata Pangeran kedelapan, ia menyenggol tangan sahabatnya itu.


"Salam kakak sepupu"kata Qin Jianwe saat melihat kakak sepupunya ia menghampiri dan memberi salam kepada kakak sepupunya.


"Siapa yang kakak sepupumu! Aku tak mengenalmu!"bentak Pangeran ketujuh, ia menyingitkan alisnya menatap rendah Qin Jianwe.


"Bukankah kau Pangeran dari Kekaisaran Tang? Ibu Jianwe adalah Putri dari Kaisar Tang kan"tanya Aiden, ia menghampiri Qin Jianwe yang terlihat sedih.


"Ahh... anda Pangeran Qin Yizhan kan... Pangeran Pertama yang sesungguhnya, saya Pangeran Ketujuh Kekaisaran Tang, semoga kita bisa berteman baik"kata Pangeran ketujuh, ia mengulurkan tangannya dan langsung mengubah gaya bicaranya lalu tersenyum ramah.


"Tolong jangan membentak adikku Pangeran Ketujuh, dia juga Pangeran Kekaisaran Qin, jaga tata krama anda"kata Aiden, ia tak menyambut jabat tangan Pangeran ketujuh dan menarik Qin Jianwe untuk pergi dari sana.


"A...anu... kak Yizhan... terima kasih"kata Qin Jianwe, ia tersipu melihat Aiden yang sangat berani berkata begitu kepada orang lain.


"Bodoh! Kau memiliki status tinggi gunakan itu untuk mengeretak orang yang ingin menindasmu"kata Aiden sambil menyentil dahi Qin Jianwe lalu pergi dari sana.


"Baiklah"kata Qin Jianwe ia tersenyum dan memegang dahinya.


Aula Istana


"Terima kasih, bagi para Kaisar dan para Pangeran serta Putri yang hadir dalam acara penobatan hari ini. Aku ingin memperkenalkan para Putri dan Pangeranku, Permaisuri sudah membesarkan para Pangeran dan Putri diluar istana karena beberapa alasan pribadi, itu sebabnya aku ingin kalian mengetahui bahwa anak kembar lima Permaisuri dan diriku telah kembali"kata Kaisar seluruh Istana bertepuk tangan mengagumi kecantikan dan ketampanan Pangeran dan Putri Qin.


"Silsilah keluarga kerajaan tentu saja diubah, sesuai umur para Pangeran dan Putri, Qin Yizhan adalah Pangeran Pertama, Qin Yibo Pangeran Kedua, Pa... "kata Kaisar ia membacakan isi gulungan yang diberikan Kasim kepadanya tetapi Jake sudah mulai protes.


"Maaf, Yang Mulia, bukannya saya tak suka tetapi saya lebih nyaman jika anda dan seluruh orang memanggil saya Pangeran Yibo, begitu pula dengan para saudaraku"kata Jake, ia melihat kearah kembarannya dan dibalas anggukkan oleh mereka berempat.


"Tapi Pangeran itu tak sopan"kata Mentri Gu, ia menyela dan tak membenarkan hal itu.


"Saya tahu tapi saya tak membedakan status seseorang lagi pula hanya sebuah sebutan saja, ingat kalian boleh memanggilku Pangeran Yibo"kata Jake, ia mengedipkan sebelah matanya.


"Ahh.... Pangeran itu tebar pesona"gumam Rong Tian, ia menatap malas kearah Jake mendengar Liu Wen kembali membuatnya semangat datang Kekaisaran Qin, tapi saat prajuritnya membacakan isi surat yang baru saja dikirim oleh Kaisar Qin membuatnya sedih.


*Liu Wen sudah memiliki anak-batinnya ia menangis didalam hatinya.


"Baiklah! Keinginan Pangeran Yibo akan dilaksanakan"kata Kaisar, ia selalu menyetujui apapun yang diminta Jake agar putranya itu menyayanginya dan mengakuinya lagi.


"Ahhh! Pangeran Yibo..."bisik Pelayan, para Putri dari Kekaisaran lain pun ikut terpesona dengan wajah tampan Jake.


"Dan satu lagi... Pangeran Qin Yizhan hari ini akan kunobatkan sebagai Putra Mahkota Kekaisaran Qin"kata Kaisar membuat semua orang bertepuk tangan.


"Yang Mulia! An...anda tidak bisa memilih sembarangan begini! Pangeran Zhan baru saja kembali seminggu yang lalu. Kita harus mempertimbangkan Pangeran Pertama, maksudku Pangeran Qin Jianwe"kata Ibu suri, ia tak mau lagi protes sambil teriak teriak, karena masa lalunya sebagai anak petani sudah terbongkar.


"Yizhan sangat pintar! Aku sudah mengujinya, dia juga anak tertua, cepat atau lambat dia pasti akan menjadi Putra Mahkota"kata Kaisar, ia tahu ibunya itu pasti akan protes akan keputusannya.


"Aku juga tidak masalah. Yang dikatakan Yang Mulia benar, aku juga tidak memiliki kemampuan seperti Kak Yizhan"kata Qin Jianwe dari awal ia tak menginginkan tahta yang membuatnya menderita itu.


*Lagi pula aku bukan anaknya Kaisar, ayahku ada disana-batin Qin Jianwe, ia melirik Qin Yuanqu yang berada didepannya.


**********


"Apa Pangeran Palsu itu mengancam We'er"gumam Ibu suri, ia memikirkannya disepanjang jalan.


"Yang Mulia..."lirih Selir Chu, ia sangat kesakitan karena Kaisar menariknya dengan kuat.


"Ahh! Chu Nuan? Xuan?"gumam Ibu suri, ia dilewati begitu saja bahkan anaknya itu tak memberinya salam. Beberapa saat kemudian Rong Tian dan si kembar lewat dan tak memberinya salam juga.


"Hmphh kurang ajar!"gumam Ibu suri, lalu saat ia berjalan selangkah para Kaisar dan Pangeran lainnya lewat membuatnya sulit berjalan lagi lagi tak ada yang memperdulikannya.


"Sial! Ada apa sebenarnya sampai mereka tak melihatku!"bentak Ibu suri karena penasaran ia mengikuti mereka.


"Aula istana, sepertinya kearah sana"kata Ibu suri, ia segera kesana dan melihat apa yang terjadi.


********


Aula Istana


"Ahhhh!"teriak Selir Chu saat Kaisar mendorongnya jatuh ditengah Aula Istana.


"Yang Mulia! Apa yang anda lakukan!"kata Chu Sixie, ia merupakan kepala pengadilan sekaligus ayah Selir Chu, ia tak terima putrinya diperlakukan dengan kasar.


"Putrimu ini melakukan kejahatan yang sangat besar!"kata Kaisar membuat semua orang membisik.


"kakak ipar! Bukankah kita belum punya bukti!"kata Pangeran Ketujuh, tindakan gegabah Kaisar akan menghancurkan semua rencana mereka.


"Itulah yang kucemaskan! Jika begini dia akan disebut Kaisar yang tak bijak"kata Liu Wen seluruh Kekaisaran dataran Tiong ada disini jika Kaisar salah bicara sepatah kata saja pasti akan menjadi bahan lelucon.


"Kejahatan? Kejahatan apa?"kata Chu Zixie ia tak percaya putrinya berbuat jahat.


"Chu Nuan! Kuberi kau waktu untuk mengakui semuanya, jika kau tidak mengakuinya seluruh keluargamu akan kupenggal termasuk putrimu!"kata Kaisar dengan lantang ia memukul meja dengan keras, semakin lama pejabat dan bawahannya semakin berani membuatnya geram.


"Ak...aku...aku melakukan kejahatan apa?"kata Selir Chu, ia memperlihatkan ekspresi penuh kebingungan.


*A..apa ini.... kejahatan apa? Masalah Mei'er kemarin sudah selesai kan! Jalangg Liu itu sendiri yang menghukumku-batin Selir Chu, ia ingat bagaimana Liu Wen menyiksanya.


"Baik! Jika begitu! Pengawal!"teriak Kaisar, dengan sigap Chen dan para pengawal lainnya menangkap Keluarga Selir Chu termasuk Qin Meili yang sedang sakit.


"Xuan! Apa yang kau lakukan! Mei'er putrimu!"teriak Ibu suri saat hendak menghampiri Qin Meili para pengawal menghentikannya.


"Ibunda... jika Ibunda kesana aku akan menganggap Ibunda pengkhianat dan akan menghukum Ibunda sama seperti mereka"kata Kaisar tanpa melihat wajah Ibunya, para Kaisar pun terkejut mendengar Kaisar berkata demikian.


"Yang Mulia, anda tak sangat tak sopan"kata Kaisar Liao dengan sinis bisa bisanya Kaisar Qin mengatakan hal seperti itu kepada Ibu suri.


"Aku tahu apa yang kulakukan"kata Kaisar dengan dingin.


"Ayahanda... hikss... ayahanda... apa... yang anda lakukan... aku sedang sakit"isak Qin Meili, lengannya berdarah karena kuatnya tali yang mengikat badannya.


"Yan...."Belum selesai mengatakannya Kaisar menutup mulut Liu Wen.


"Percaya padaku... aku tak akan menyakiti anak kecil"kata Kaisar, dia tahu kalau Liu Wen akan protes melihat perlakuan kasar pengawal kepada Qin Meili.


"Yang Mulia... Yang Mulia! Apa yang anda lakukan ini tidak bijak... Yang Mulia!"kata Chu Sixie sekarang para anak dan cucu serta istrinya pun diikat dan dipaksa berlutut didepan Kaisar.


"Habisi dia dulu"kata Kaisar menunjuk Qin Meili.


"Aya....ayahanda..."lirih Qin Meili, ia tak percaya apa yang didengarnya barusan, orang yang dianggapnya ayah itu menyuruh para pengawal untuk membunuhnya.


"Lakukan!"teriak Kaisar, pengawal itu mengayunkan pedangnya sebentar lagi mata tajam pedang itu akan menyentuh kulit dileher Qin Meili, tiba tiba ada panah yang melesat dari belakang memanah tepat pedang yang akan mengeksekusi Qin Meili hingga terpental jauh.


"Lindungi Kaisar"teriak Pangeran ketujuh membuat semua pengawal mengeluarkan pedang mereka dari dalam sarungnya.


"Tolong hentikan semua ini Yang Mulia! Saya mengakuinya! Selir Chu dan saya melakukan hubungan intim dan Meili adalah anak kami"kata Song Yuyue dengan bantuan pelayannya, dia yang duduk dikursi roda masuk ke dalam aula istana.