
"Bagaimana?"tanya Liu Wen dengan nakal, ia ingin menggoda bawahannya yang terkesan dingin dan kaku itu.
"Ti...tidak..."kata Kaisar ia memalingkan wajahnya yang memerah, bisa bisanya Liu Wen menggoda pria yang tak dikenal apa lagi dengan penyamarannya sebagai pria tua. Jika saat ini pria lain yang ia tawari pasti pria itu akan menyetujuinya.
*Jika aku dan kau tidak sedang menyamar dengan senang hati aku menerimanya-batin Kaisar
"Prfff aku hanya bercanda!!! hahahaha"
"Kau ini kan pengawal pribadi Kaisar kenapa penginapan saja tidak tahu"kata Liu Wen ia menyipitkan matanya dan menatap lekat Kaisar.
"Justu karena saya pengawal pribadi beliau! Yang Mulia tak pernah keluar istana dan saya selalu harus mengawasinya itu sebabnya saya tidak tahu dengan lingkungan luar"kata Kaisar dengan tenang alasan ini sangat ampuh pikirnya.
"Aku saja dari masa depan masih tahu tuh yang mana penginapan dan yang mana tempat para gadis"gumam Liu Wen, kenapa disaat berdebat dengan pria ini dia selalu kehilangan kata kata.
"Ehh? Jika kau mengawasi Kaisar kemanapun ia berada apa saat mandi kau juga mengawasinya"tanya Liu Wen, air liurnya menetes membayangkan bagaimana dua pria dalam satu kamar.
"Singkirkan pikiran aneh anda..."kata Kaisar, ia mengerutkan alisnya dan memasang wajah kaku, apa didalam pikirannya hanya ada hal itu, dia kan normal kenapa otak istrinya ini selalu membayangkan hal aneh.
*Wanita ini apa yang dia pikirkan-batin Kaisar
"Ikuti aku"kata Liu Wen, ia menarik tangan Kaisar membawanya ke sebuah bangunan penginapan.
"Ini yang namanya penginapan! Lihat ciri ciri bangunannya dan nama penginapan yang terkesan sederhana, di desa kecil dekat perbatasan penginapannya seperti ini ingat itu!! Masih banyak tempat yang akan dikunjungi! Aku akan mengajakmu berkeliling seluruh dataran Tiong!! Shi"kata Liu Wen, ia tersenyum kearah Kaisar sambil cenggengesan seperti sudah lama kenal Liu Wen tak menjaga jarak dengan Kaisar yang dikenalnya sebagai Shi itu.
"Anda sepertinya sering bepergian sebelum ini"tanya Kaisar ia heran kenapa Liu Wen sepertinya sangat kenal daerah ini.
*Setahuku saat menjadi Putri Kediaman Perdana Mentri Liu, ia hanya didalam kediaman dan tak pernah keluar, kenapa dia bisa akrab sekali dengan tempat ini-batin Kaisar, ia binggung kenapa Liu Wen sangat tahu jalan keperbatasan dan beberapa tempat tempat yang baru saja didatanginya.
"Hmm? Ini juga pertama kalinya untukku walaupun tak pernah kemari aku kan bisa lihat peta! Dasar bodoh"Kata Liu Wen, ia memukul kepala Kaisar.
*Bener kok aku lihat dari peta, tapi ada juga dari pameran dimoseum atau tempat bersejarah lainnya untung saja aku suka membaca dan ikut acara pemeran-batin Liu Wen ia bangga akan dirinya.
*Lihat peta pun hanya akan menunjukkan nama kota saja sepanjang perjalanan pun dia tak bertanya, Wen ada berapa rahasia lagi yang kau sembunyikan dariku-batin Kaisar,istrinya ini memang sangat misterius.
"Aku akan pesan kamar kau beritahu Liansu untuk kemari, mereka sepertinya masih jauh. Aku mau istirahat dulu"kata Liu Wen tanpa menunggu balasan, ia langsung masuk dan memesan kamar.
"Akh..."Kaisar hendak memegang bahu Liu Wen tetapi diurungkan.
"Padahal aku ingin bersamamu lebih lama"kata Kaisar memajukan bibirnya.
****
Sudah beberapa bulan mereka melakukan perjalan dan menetap di kekaisaran Rong, kandungan Liu Wen pun sudah memasuki enam bulan berkat obat dari Pangeran Keempat, ia tak mual atau pun pusing lagi.
"Kita sudah pergi satu bulan lebih dan sekarang di Kekaisaran Rong"gumam Meng, ia menatap langit dan menyenderkan kepala ditiang jendela.
Kuk Kuk
Tak lama ada burung merpati dengan surat yang terikat dikakinya menghampiri Meng.
"Ehh... merpati penyampai pesan?"kata Meng ia mengambil surat di kaki merpati itu dan membacanya.
'Hai, terima kasih sudah menjaga kakakku dan menepati janji untuk mengirim surat kepadaku setiap tanggal 15, jika membaca suratmu itu aku bisa tenang karena kakakku baik baik saja, aku akan menemuimu di kekaisaran Rong 2 hari lagi jangan panggil aku Tuan Muda lagi karena kau sudah menjadi Tu Liansu Putri Tuan Yu pedagang paling kaya di Kekaisaran Qin'
Liu Yichen
"Tuan Muda..."lirih Meng. Ia memegang surat itu dengan erat ada rasa rindu yang tak bisa dijelaskan dihatinya, ada juga rasa bersalah yang dipendamnya didalam hati.
"Tuan Muda? Apa kau sedang berhubungan dengan pria yang berada disini?"tanya Liu Wen yang berada dipintu, ia tak mengetuk pintunya karena pintunya terbuka sedikit.
"Ti.. tidak kok!! Permaisuri"kata Meng, ia menyembunyikan surat itu dbelakang bajunya.
"Hmmm?"Liu Wen penasaran siapa pria yang membuat Meng jatuh hati tetapi ia tak mau ikut campur dalam kehidupan Meng.
"Jangan panggil aku seperti itu... aku kemari ingin mengajakmu melelang alat ciptaanku, Kekaisaran Rong sudah mengetahui alat ciptaanku yang pertama jadi ini adalah hal baik untuk melelangnya disini!! Belum setengah jam pemberitahuan sudah ratusan orang yang ikut acara lelang"jelas Liu Wen, ia membuat alat sederhana yang menggunakan baterai tata surya sebagai sumber energinya.
"I... iya saya akan siap siap"kata Meng, ia tersenyum manis dan merasa lega saat Liu Wen pergi dari kamarnya.
****
"Yang Mulia kapan anda kembali?"tanya Chen sudah sebulan lebih Kaisar tak pulang hal itu menyebabkan banyak pejabat yang protes dan mulai curiga bahwa Kaisar sebenarnya tak pergi Keperguruan Zixie.
"Aku ingin berada disisi Wen'er lebih lama lagi"kata Kaisar, bukannya menjawab ia malah mengatakan hal lain membuat Chen memasang wajah datar. Mereka bertemu secara diam diam untuk melaporkan berita terkini yang sedang terjadi di istana.
"Sepertinya anda harus kembali segera! Pangeran Ketujuh sudah kembali dari medan perang dan pesta penyambutan Pangeran Pertama tak berjalan lancar karena Mentri Fu dari Kekaisaran Tang mengacau"jelas Chen kejadian itu sudah lama tetapi Chen baru bisa memberitahukannya sekarang karena baru bertemu dengan Kaisar.
"Hmmm..... anda tak mengerti garis besar yang saya katakan"gumam Chen menatap tajam Kaisar dan memegang kepalanya.
"Bukannya aku tak peduli dan tak bertanggung jawab tetapi aku merasa ada yang janggal dengan kehamilan Selir Tang"kata Kaisar, ia tahu bahwa bawahannya ini hampir frustasi karena sikapnya yang seperti anak kecil karena Liu Wen.
"Anda juga berpikir hal yang sama?Pangeran Keempat dan Ketujuh juga sedang menyelidiki hal ini, mereka berpendapat hal ini ada kaitannya dengan Mentri Fu"
"Mentri Fu... dia? Anak Mentri Fu Shuang? Dia juga menjadi Mentri mengantikan ayahnya ternyata"
"Anda mengenalnya?"
"Hmm...! Dia salah satu kakak seperguruanku di Perguruan Zixie, kau tahu kan Perguruan Zixie adalah rumah belajar untuk para Pangeran muda, anak Mentri, Jendral dan pejabat tinggi lainnya, Perguruan ini juga di khususkan untuk laki laki dulu dia itu sangat pendiam, raut wajahnya tak bersahabat, pernah sekali aku mengalahkannya saat latihan berpedang! Yang kutahu ia sangat mengagumi Selir Tang..."jawab Kaisar Qin saat ia mengingat masa lalu melihat gambaran Mentri Fu yang selalu menatap Selir Tang tetapi Selir Tang selalu menatapnya.
"Bantulah mereka melakukan penyelidikan! Kurasa mereka sepasang kekasih! Jika terbukti Selir Tang selingkuh! suruh Pangeran Keempat mengembalikan Selir Tang Kekaisaran Tang"kata Kaisar, ia mengeluarkan stampel kerajaan untuk mengesahkan resmi perintah.
"I... inii"kata Chen ia terkejut saat melihat stampel itu.
"Bawa ini dan berikan kepada Xi'er"kata Kaisar, ia memberikan stampel hak dan kekuasaan kekaisaran Qin itu.
"Apa anda tidak takut Pangeran Keempat mengambil alih tahta karena dorongan Selir Lin dan stampel ini? "kata Chen, ia masih ragu untuk memberikannya kepada orang lain.
"Adikku tak mungkin mengkhianatiku mereka berdua belahan jiwaku"kata Kaisar, ia pergi menuju ke penginapan.
****
Tempat pelelangan
"Selamat datang para tamu yang terhormat!!! Kalian tahukan alat ajaib ciptaan Permaisuri Qin?!! Saat ini pedagang sukses asal Kekaisaran Qin menawarkan barang yang sama!!! Berkat kerjasama yang berat Tuan Yu berhasil mendapatkan cara membuatnya dari Permaisuri Qin!!! Saya buka dengan alat pemotong bahan makanan harga awal 300 tael perak"teriak pembawa acara lelang, ia sangat semangat membawakan acara sehingga acara lelang terlihat sangat menyenangkan.
"400 perak!!!"
"700 perak!!!"
"30 emas!!!"
"100 emas!!!"
"200 tael emas!!!"
"700 tael emas!!!"
"Ada lagi? Ada lagi yang mau menawar?!"tanya pembawa acara ia melihat kanan dan kirinya, tempat itu mirip stadion sepak bola dengan tempat duduk penonton berada diatas dan pelelang berada dibawah.
"Satu!! Dua!! Tiga... lelang pertama diju..."
"Tunggu 1000 tael emas"kata seorang pemuda.
"Wow orang kaya"
"Apa dia gila? 1000 tael emas bisa membeli satu pasar"
"Tapi alat itu memang sangat langka dan barang yang bagus"
"Baik sepertinya tak ada lagi yang ingin menawar.... barang pertama dijual"kata Pembawa acara, ia membawa pemuda itu ke ruang tunggu untuk mengambil barangnya.
Kamar
"Aduhh lama lama panas! Aku ingin pakai dalaman saja"kata Liu Wen, ia melepas bajunya yang berlapis dan tebal itu.
"Sepertinya aku harus membuang Shi dijalan dan membawa Meng untuk jalan jalan perutku juga makin besar padahal baru enam bulan kok sudah besar sekali? "gumam Liu Wen, perutnya memang lebih besar dari orang hamil kebanyakan padahal baru memasuki bulan ke enam bulan.
"Pakai dalaman sajalah!! Santai sebentar, lelang juga sedang berlangsung sekarang"kata Liu Wen, ia membuka hanfunya sedikit dibagian perut dan mengelus perutnya.
"Semoga kamu tak konyol seperti ibu ya, jangan kejam juga!! Itu tak baik dan yang paling penting!! Jangan playboy saat dewasa nanti!! "kata Liu Wen ia tertawa sendiri bisa bisanya ia berbicara dengan bayinya yang belum lahir tetapi entah kenapa rasanya menyenangkan.
"Maaf menganggu Tuann...."kata pemuda itu, ia membuka kamar Liu Wen yang ditunjuk pembawa acara sebagai ruang tunggu.
"Ehh?"Liu Wen menoleh, ia panik karena berpenampilan seperti ini.
"Wen!!"kata Pemuda itu, ia sedikit berteriak dan langsung menghampiri Liu Wen.
"Li...Lii!"seru Liu Wen dengan kikuk, bisa bisanya ia bertemu Feng Li teman dekatnya.