I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
Extra Part Cacat? Lebih Baik Mati,



Keesokan Harinya


"Apa yang mau kau lakukan dengan surat itu?"tanya Keyzee kepada kakaknya yang berada disampingnya, mereka sedang berjalan ke taman Istana Barat Kediaman Putri pertama Kekaisaran Qin


"Aku mau pergi ke Joseon"kata Anna, ia menoleh dan membalas pertanyaan adiknya.


"Apa? Korea Selatan!! Aku ikut ikut!!! Siapa tau ada nenek moyangnya Taehyun disana!"kata Keyzee dengan histeris, ia terkejut karena Anna akan pergi ke Joseon yang dimasa depan di sebut Korea Selatan atau negara K-pop yang paling terkenal didunia.


"Sekarang Joseon! Jangan berkata sembarangan"Anna membungkam mulut adiknya yang cerewet


"Ini urusan yang sangat penting aku tidak sedang bertamasya"


"Jaga istana ini, selagi aku tak ada. Kau tahu kan tikus tikus itu akan liar jika aku pergi"seru Anna sambil tersenyum licik, ia masih kesal karena akuntan Istana Timur milik Jake ada yang korupsi.


"Hmm.... O...oke.... Tapi apa urusan pentingmu? Siapa yang akan menemanimu kesana? El?"tanya Keyzee, ia menghela nafasnya keadaan istana akhir akhir ini memang kurang baik jadi salah satu dari mereka harus membantu Aiden mengurus istana.


"Bukan, dia sedang sibuk dibalai pengobatan. Kepala Pengawal Ri Won yang menemaniku nanti"Anna melihat keatas bunga sakura memenuhi kepalanya, sepanjang jalan bunga sakura berjatuhan diterpa angin.


"Apa? Mmmm.... Pangeran bertopeng"Keyzee menyipitkan matanya sambil tersenyum nakal, tersirat diwajahnya itu kalau ia ingin menggoda Anna.


"Singkirkan pikirkan kotormu, aku berangkat hari ini lebih cepat lebih bagus"kata Anna, ia menutup wajah adiknya dengan telapak tangannya dan mempercepat jalannya. Seseorang sudah menunggu ditaman Istananya


*Sebelum pergi dari Istana Papi, dia memanggilku dan memberi surat ini, katanya Aiden lagi ada urusan penting. Tidak masalah yang penting aku bisa menepati janjiku-batin Anna, ada sesuatu yang membuatnya tertarik dengan Ri Won entah karena wajahnya yang cacat atau sikapnya yang manis.


******


Istana Barat


"Maaf sudah membuat anda menunggu Tuan Muda Mu"seru Anna, ia memberi salam hormat kepada Mu Longyu, Tuan Muda keluarga Mu yang menjabat sebagai kepala pengawas kependuduk di Kekaisaran Qin.


"Salam Tuan Putri Yiwei"sapa Mu Longyu, ia berlutut dan tersenyum saat memberi salam kepada Anna.


*Aku tidak tahu apa pun tentang pria ini karena kemarin menolak Xiao Xiu membacakannya-batin Anna, pria didepannya ini sulit dipahaminya tetapi jika semuanya pilihan ayahnya tentu saja dia baik kan? Setidaknya itulah yang dipikirkan Anna.


"Hari ini anda terlihat sangat cantik dengan hanfu merah muda itu"Mu Longyu berdiri dia tersenyum lembut, wajahnya kecil dan tampan, tubuhnya tak terlalu tinggi tapi kata katanya sangat lembut.


*Semua ini karena pelayan yang tiba tiba heboh memilih hanfunya-batin Anna, ia ingat pagi tadi kediamannya sangat heboh karena hari ini ada kencan Anna dan Mu Longyu.


"..."Anna tak membalas, ia bahkan berwajah datar kepada Mu Longyu.


"Berapa umurmu Tuan Muda Mu"kata Anna mereka berjalan disekitar taman walaupun Tuan Muda Mu ini terlihat sangat tenang tetapi Anna masih ragu dengannya.


"Ahh... 24 tahun"kata Mu Longyu, ia sedikit panik karena tiba tiba Anna membuka suara.


"kenapa anda tidak menikah diusia yang matang itu? Apa jangan jangan anda sudah memiliki beberapa gundik diluar sana?"tanya Anna lagi kali ini Mu Longyu terdiam wajahnya sangat datar membuat Anna berpikir ada sesuatu dari Mu Longyu yang terlihat lembut dan polos itu.


"Hmm.... Apa yaa? Mungkin karena takdir. Jika tidak bagaimana saya bisa bertemu dengan Tuan Putri dan menjadi calon suami anda"jawab Mu Longyu, ia tersenyum dan memojokkan Anna ke dinding.


"Bagaimana denganmu Tuan Putri? Apakah ada masalah denganmu sampai diumur setua ini baru ingin menikah?"tanya Mu Longyu kali ini kata katanya sedikit kasar.


"Apa ini dirimu yang asli?"


"Hmm.... bisa jadi?"Mu Longyu memejamkan matanya berpikir sebentar lalu mengedikkan bahunya.


"Kenapa tiba tiba anda mengubah rencana anda? Bukankah tadi anda terlihat manis?"tanya Anna, ia bahkan tak berekspresi saat berada dekat sekali dengan wajah Mu Longyu.


"Entahlah.... mungkin karena anda mengungkit cerita lama"Mu Longyu tersenyum hidung mereka saling menyentuh bahkan nafas Anna pun terdengar olehnya.


"Aww! Apa kau gila?"teriak Mu Longyu dia memegang kepalanya yang sedikit berdarah.


"Tidak.... Saya tidak gila tapi anda mencoba melecehkan saya"kata Anna dengan tenang, ia mengeluarkan sapu tangannya dan membersihkan dahinya.


"Heh?! Salah sendiri kau berdandan layaknya jalangg"kata Mu Longyu, dia tersenyum miring.


"Saya Putri Yiwei... atas dasar apa saya harus berdandan layaknya wanita penghibur"kata Anna, ia menatap wajah Mu Longyu dengan tajam.


"Ck!! Aku tahu kau juga suka jika aku sudah melakukannya! Sebaiknya kau diam saja!"kata Mu Longyu, ia mencengkam tangan Anna dan kembali memojokkannya.


*Haaa... pria bodoh-batin Anna, ia hendak memukul Mu Longyu dengan kakinya tetapi tiba tiba kakinya itu sakit diwaktu yang tepat seketika badannya terjatuh kebawah.


"Apa ini?! Apa Putri memohon padaku untuk menidurimu?"tanya Mu Longyu melihat Anna yang terduduk ditanah membuatnya salah paham.


"Ck!! Berdiri!!"


"Aku bilang berdiri!"


"Kau kakiku kan!!"


"Turuti kata kataku kaki sialan"teriak Anna dia memukul kakinya kerena kesal. Disaat seperti ini bisa bisanya dia menjadi lumpuh! Dia jadi teringat masa masa dimana semua orang berbisik dan mengasihaninya.


"Apa apa ini?"gumam Mu Longyu, ia binggung dengan sikap Anna yang berada didepannya.


"Apa kau cacat?! Tidak mungkin ini nyata kan"kata Mu Longyu, ia tertawa dan menatap remeh Anna.


"Orang cacat sepertimu Putri... lebih baik jadi teman ditidurku! Setelah kita melakukannya! Aku yang akan menjadi suamimu"kata Mu Longyu, ia mencengkam wajah Anna yang terlihat meringis, entah kenapa hari ini dia menjadi emosional rasa sakit yang dulu terangkat kembali membuat hatinya itu terluka.


"Diam dan nikmati saja Putri"lanjutnya, Anna memukul Mu Longyu walaupun wajahnya lebab dan beberapa kali Anna ditampar olehnya Mu Longyu tak menyerah.


Dia adalah Tuan Muda Mu yang terkenal genit di prefektur Nanjing setiap hari membawa wanita penghibur, tak banyak dari wanita itu yang hamil dan anak haramnya dipindahkan ke prefektur lain karena Ayahnya Tuan Mu malu. Tuan Mu pun mengurung anaknya dan tak mengizinkannya keluar kediaman selama 3 tahun, karena sifat anaknya yang berubah membuatnya berpikir untuk membiarkannya keluar kediaman. Harapan Tuan Mu itu tercapai Mu Longyu menjadi pemuda terpintar dan masuk dalam ujian negara tahun ini tetapi satu yang tak diketahui Tuan Mu, kebiasaan main wanita anaknya masih ada tetapi kali ini Mu Longyu melakukannya secara diam diam.


"Apa yang kau lakukan! Beraninya kau!"teriak Ri Won, ia mencari Anna karena tak terlihat di gazebo tapi siapa sangka Anna disini dan dia terlihat sedang dipaksa oleh seorang pria.


"Siapa kau! Jangan ganggu aku dan calon istriku!"kata Mu Longyu, ia menunjuk wajah Ri Won dari jauh tanpa pikir panjang di Ri Won langsung berlari menuju Mu Longyu dan langsung menghajarnya sampai pingsan.


"Aku bilang berdiri! Kenapa kau tidak mendengarkanku!"teriak Anna, ia menusuk kakinya dengan belati walaupun banyak darah disana ia tak merasa kesakitkan. Hujatan dan kata cacat itu membuatnya lupa akan rasa sakit.


"Tenanglah Putri! Apa yang kau lakukan!"kata Ri Won, ia mengambil paksa belati yang ada ditangan Anna.


"Berikan padaku! Aku benci melihat kaki ini!"


"Aku benci!"


"Kau juga mau mengejekku kan!"


"Aku cacat! Aku tidak sempurna!"teriak Anna dia mendorong Ri Won.


"Yiwei!!! Cacat ataupun tidak kau tetaplah dirimu!"teriak Ri Won, ia memeluk Anna agar dirinya itu bisa tenang.


"...." Anna membulatkan matanya, ia menitikan air matanya, sepertinya ia tadi menjadi gila karena meminum obat melebihi dosisnya.


"Kau tak melihat apapun"hanya kata kata itu yang keluar dari mulut Anna. Ia mempererat pelukannya karena merasa hancur. Ini bukan pertama kalinya dia mencoba bunuh diri karena merasa tak pantas untuk hidup. Semua kembarannya memiliki kaki yang sehat, kenapa dirinya sendiri yang berbeda, meminum dosis obat lebih dan berharap mati saat membuka mata. Itu lah yang selama ini dia harapkan.