I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
53. Kematian para Selir Agung



Kediaman Selir


"Apa! Kenapa Pangeran Keempat mengambil alih pemerintahan bukan putraku!"teriak Selir Tang, ia tak terima keputusan yang diambil di aula istana.


"Ha...hamba tidak tahu mohon tenangkan diri anda Selir"kata pelayan Selir Tang wajahnya pucat saat Selir Tang mulai mengamuk.


"Ibu...Ibu suri! Apa dia setuju?"tanya Selir Tang sambil menarik baju pelayannya.


"Y..ya beliau menyetujui apa yang dikatakan Pangeran Keempat"kata Pelayan itu membuat Selir Tang marah.


"Dasar tidak berguna!"teriak Selir Tang sambil menendang pelayannya.


"Mohon ampun Selir"kata Pelayan itu sambil bersujud.


"Sialann!! Aku sudah mengusir para Selir yang lain sekarang hanya tersisa 4 Selir, Selir Xiao masih kecil, Selir Bai sedang dihukum, Selir Hui diturunkan pangkatnya! Selir Chu yang harus kusingkirkan karena pangkatnya masih berstatus Selir Agung!"kara Selir Tang, ia sangat geram karena masih ada penghalang baginya, jika suatu hari nanti Selir Chu mengandung akan muncul lagi saingan bagi anaknya untuk naik tahta.


"S....sa..saya punya rencana..."kata pelayan itu dengan takut sekujur badannya penuh memar, ia menjadi sasaran Selir Tang saat sedang marah.


"Oh ya apa rencanamu?"tanya Selir Tang sambil menyeringai.


"Begini....."pelayan itu membisikan rencananya itu kepada Selir Tang.


"Hahaha.....! Baguss! Aku akan memberimu hadiah"kata Selir Tang, ia melepas hiasan rambutnya dan memberikannya kepada pelayan itu.


"Cepat panggil para Selir Agung ke taman, jangan lupa panggil Ibu suri juga"kata Selir Tang, ia tersenyum licik, jika rencananya berhasil sudah pasti keempat orang itu akan diusir dari istana.


"Kalian para jalangg pasti akan pergi dari sani! Hahaha"tawa Selir Tang, ia mau menjadi satu satunya wanita Kaisar.


******


Taman


"Ada apa Selir Tang memanggil kita?"tanya Selir Bai masa hukumannya masih berjalan tetapi berkat dukungan Ibu suri, ia bisa membebaskan Selir Bai.


"Huh! jalangg Tang itu!! Seenaknya saja memerintah"kata Selir Chu, ia nampak kesal karena pengawal menjemputnya untuk menemui Selir Tang.


"Kakak kakak! Kalian jangan marah mungkin Kakak Tang akan memberi kita hadiah"kata Selir Xiao sambil tersenyum polos.


"Dasar bodoh! Kau tak bisa berada di istana jika sepolos ini"kata Selir Hui,ia memukul pelan kepala Selir Xiao.


"Huh! Memang benar Selir Tang menjadi sombong setelah hamil"kata pelayan Selir Tang


"Kau kan pelayannya kenapa kau berkata begitu"kata Selir Chu menatap remeh pelayan itu.


"Cihh! Saya tak sudi melayaninya! Dia bersikap kejam kepadaku!"kata Pelayan itu dia meludah sembarang dan memasang wajah tak sudi.


"Hahaha.... bunuh saja dia diam diam kalau kau begitu berani"sindir Selir Hui, ia ingin mengompori pelayan itu agar membunuhnya.


"Iya jika saya memiliki kedudukan seperti para Selir Agung saya pasti akan membunuhnya! Apa lagi Kaisar sedang sakit, Ibu suri tak memiliki hak apapun sekarang! Membunuhnya sekarang adalah waktu yang tepat!"kata pelayan itu berusaha memanasi keempat Selir Agung.


"Kau benar. Jika kubunuh sekarang pun tidak akan ada yang peduli..."kata Selir Bai lagi pula taman ini sangat jauh dari kediaman mana pun lebih dekat dengan hutan.


"Hmphh! Bukan hanya ingin membunuhnya aku ingin mencabik cabik dagingnya itu"kata Selir Chu, ia terlihat sangat senang karena umpannya termakan.


"Hahh... akan bagus dia mati tapi akan lebih baik kalau dia sama seperti Permaisuri"kata Selir Hui memecah keadaan.


"Apa maksudmu?"tanya Selir Chu, ia menyingitkan alisnya.


"Jika dia keguguran dan kita rusak rahimnya. Dia takkan bisa punya anak lagi! Saat dia sendiri di istana ini tanpa anak dia akan sengsara. Jika kita tak bisa memiliki anak sekarang dengan Kaisar dia juga tidak boleh memilikinya"jelas Selir Hui seketika ia murung karena tak kunjung hamil walupun bermalam dengan Kaisar.


"Apa yang kalian bicarakan?"tanya Selir Tang yang baru saja sampai.


"Tidak ada..."kata Selir Bai dengan singkat.


"Kenapa kalian tak memberiku salam!"kata Selir Tang dengan lantang.


"Hah!? Kau cuma Selir rendahan? Apa itu pantas"kata Selir Chu menatap remeh Selir Tang, ia geram pezina didepannya ini mengaku ngaku kalau bayi yang dikandungnya itu bayi Kaisar.


"Kau... beraninyaa"teriak Selir Tang, ia sengaja membuat para Selir Agung ini marah dan menamparnya tepat saat Ibu suri datang setidaknya itulah rencana Selir Tang, ia tak tahu Selir Chu sedang mempersiapkan rencana yang lebih besar.


"Ya jika aku berani kenapa? Kau mati disini juga tidak akan ada yang tahu"kata Selir Chu, ia mengeluarkan pisau yang berada disakunya.


"Ma..mau apa kau!"kata Selir Tang, ini diluar rencananya tiba tiba Selir Bai dan Hui mendekatinya.


"Kakak Bai kau tak mau balas dendam?"tanya Selir Chu kepada Selir Bai yang berada disampingnya.


"Tentu saja aku mau... walau aku membencimu. Selir Hui apa kau mau bergabung?"tanya Selir Bai kepada Selir Hui.


"Hei! Aku masih Selir Kehormatan! Jika Ibu suri tahu kalian membunuhku! Kalian akan sengsara!"teriak Selir Tang, ia mundur karena takut, rencananya cuma untuk memprovokasi mereka tetapi kenapa malah mereka benar benar ingin membunuhnya.


"Matilah kau! Bawa anak harammu itu ke neraka"kata Selir Bai menusuk tepat di jantung Selir Tang, ia lupa dengan rencana awalnya untuk membuat Selir Tang keguguran saat melihat wajah Selir Tang darahnya mendidih karena sangat marah.


"Aku ingin sekali menusuknya"kata Selir Hui, ia merebut pisau dari tangan Selir Bai dan menusuk Selir Tang sekali lagi.


"Ukhh..."Selir Tang melihat kebawah nampak darah segar mengalir dari dadanya.


"Matilah kalian"teriak Mentri Fu, ia menyerang 4 Selir Agung secara membabi buta.


"Ahhh.... si...siapa"teriak Selir Bai kesakitan.


"Aku belum mati!"lirih Selir Tang karena banyak kehilangan darah tubuhnya menjadi sangat lemah selangkangannya pun dipenuhi darah karena Selir Hui mendorongnya dengan kuat ke tanah.


"Sui'er... sadarlah"kata Mentri Fu dengan lembut, ia memapah Selir Tang yang terlihat sangat kesakitan.


"Ada apa ini!"teriak Ibu suri dari kejauhan, ia mencium bau darah segar dari kejauhan.


"Tangkap membunuh itu!!!"teriak Ibu suri saat melihat Mentri Fu yang memapah Selir Tang dipahanya.


"Kenapa mereka.... apa mereka semua mati?"tanya Ibu suri dengan penuh amarah semua menantu pilihannya berlumuran darah dengan banyak luka sayatan ditubuh mereka. Mentri Fu tak main main dia menebas dengan kasar para wanita itu bersalah atau tidak, ia kehilangan akal sehat karena sudah terbakar amarah.


"Cepat persiapkan persalinan Selir Tang! Aku mau kalian selamatkan cucuku!!"kata Ibu suri, ia melihat keadaan Selir Tang yang tak memungkinkan lagi untuk bertahan hidup dan mengambil keputusan untuk mengeluarkan bayinya.


"Ck! Si tua itu kenapa datang kemari"gumam Mentri Fu karena kaget ia langsung pergi tanpa membawa Selir Tang.


"Ba...bagimana dengan Selir yang lain Ibu suri?"tanya pengawal kerajaan mereka tak berani menyentuh wanita Kaisar itu.


"Kuburkan mereka segera!"kata Ibu suri dengan tegas, ia tak punya waktu untuk memikirkan wanita yang sudah mati.


"Ehgg... ka...kau tak bisa menguburku..."kata Selir Chu wajah dan tubuhnya memang penuh darah tetapi ia tak terluka sedikitpun, itu karena dia lah yang membuat siasat ini dari awal.


******


"Cihh... memerintahku seenaknya saja! Aku pastikan kau mati hari ini"gerutu pelayan Selir Tang.


"Bagaimana aku memancing emosi para Selir"kata pelayan itu, ia berjalan ke tempat Selir Chu terlebih dahulu.


"Qi bukankah itu pelayan Selir Tang?"tanya Selir Chu yang berada ditaman belakang.


"Ya... dia mengoceh sepanjang jalan katanya dia ingin membunuh Selir Tang dan bagaimana memancing emosi para Selir lain"kata Qi pelayan Selir Chu sambil menunduk.


"Ohh jadi itu rencananya.... jika ini benar rencananya pasti Mentri Fu itu akan muncul menyelamatkannya disaat para Selir yang lain menyudutkannya"gumam Selir Chu, ia tahu kalau selingkuhan Selir Tang itu benar benar mencintainya.


"Ohh sekalian saja kubunuh dia hari ini... Qi! Aku pinjam baju zirahmu bagian dalam saja"kata Selir Chu jika benar Mentri Fu datang dan hendak membunuhnya karena melihat para Selir Agung yang memojokkan Selir Tang, ia akan terselamatkan oleh baju zirah itu.


"Untuk apa Selir?"tanya Qi yang binggung.


"Kau tak perlu tahu!"kata Selir Chu,ia memakai baju zirah milik Qi diperut, kaki dan lengannya.


"Aku pergi dulu... persiapkan makanan malam! Kita akan mengadakan pesta saat aku kembali"kata Selir Chu sambil tersenyum manis.


*******


"Uhukk uhukk"Selir Chu terbatuk untuk memberi tanda kalau ia masih hidup.


"Selir Agung Chu masih hidup!!? Selir masih hidup!!"teriak kasim, ia sengaja tak memeriksa nadi Selir Chu karena yakin kalau ia sudah mati.


"Cepat bawa ke tabib!"kata pengawal itu, Selir Chu melihat sekitarnya, darah dimana mana Selir Hui, Bai dan Xiao dengan mudahnya dibunuh oleh Mentri Fu.


*Aku untung besar, sekarang aku satu satunya! Hahahaha..... menggunakan tangan orang lain untuk menyingkirkan musuhku adalah hal yang menguntungkan-batin Selir Chu tertawa puas, jika ia tak mengambil kesempatan ini mungkin ia tak akan memiliki kesempatan lagi, walau resikonya terlalu besar.


"To...tolong bawa aku ke kediaman dulu!"lirih Selir Chu, jika tabib memeriksanya tubuhnya yang masih. melekat baju zirah, tentu saja orang akan curiga.


"Tapi anda harus mendapatkan perawatan medis segera!"kata pengawal itu walaupun tubuhnya tak terkena tusukan tapi goresan diwajah lumayan banyak.


"Aku punya obat pemulihan untuk kakak Tang, ia sedang mengandung tolong bawa aku ke kediaman"lirih Selir Chu, ia menangis dan membuat ekspersi ketakutan.


"Anda sangat baik, anda sendiri sedang diambang kematian tetapi masih memikirkan orang lain"kata pengawal itu dengan kagum.


"Pangeran harus ba...baik...baik saja"lirih Selir Chu memainkan peran sebagai orang baik, sangat penting saat ini melakukan hal ini demi keberlangsungan hidup masa depannya.


"Baiklah saja akan secepatnya mengantar anda!"kata pegawal itu mereka langsung kekediaman Selir Chu.


"Selir!!!! Apa yang terjadi!!"teriak Qi,saat Selir Chu berada didepan gerbang.


"Qi... bawa aku masuk"kata Selir Chu tanpa pikir panjang Qi langsung mengendong Selir Chu masuk.


"Apa anda baik baik saja?"tanya Qi dengan cemas.


"Iya aku baik baik saja"kata Selir Chu, ia berdiri tegak dan melepas baju zirah yang dia kenakan.


"A...anda"Qi melihat badan Selir Chu yang penuh dengan darah.


"Tusuk aku"kata Selir Chu dengan tegas, jika tak ada luka yang serius semua orang juga akan mencurigainya.


"Apa?"tanya Qi yang tak percaya.


"Tusuk aku cepat! Aku harus membuat luka agar tak ada yang tahu"kata Selir Chu karena Qi diam saja, ia langsung mengambil pedang Qi dan menusuk lengannya dan menggores kakinya dengan sedikit dalam.


"Shsssss"lirih Selir Chu, ia menahan rasa sakit. Demi rencana ini ia rela melukai tubuhnya sendiri.