I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
80. Aiden Liu



6 tahun kemudian


"Aiden!!!"teriak para siswi saat melihat Aiden yang baru saja masuk gerbang sekolah, setelah dua minggu izin. Pemuda berkulit putih, mata sipit serta berwajah tampan itu menjadi sangat terkenal karena menjadi siswa baru yang mengikuti lomba internasional dan kembali membawa kemenangan untuk sekolahnya.


"Wahh!! Sepertinya akan ada lima puluhan orang menjadi pengemarmu barumu"kata Keyzee, ia menyikut dada kakaknya.


"Kamu tuh yang harus waspada"kata Aiden, ia melepas earphonenya dan menyentil dahi Keyzee.


"Pemenang debat internasional kembali"kata Ellson menyambut kakaknya dengan senyuman diwajahnya. Sudah sekitar dua minggu ia berada di London dan saat kembali semua siswi histeris melihat wajah Aiden, pintar, tampan, kaya, siapa yang tak jatuh hati padanya.


"Hmm... ayo rayakan"kata Aiden mereka bertiga berjalan bersama menuju kelas Aiden.


Disini tak ada yang mengetahui identitas mereka sebagai anak dari Wakil Presdir Liu dan mereka juga tak mengetahui kebenaran bahwa Aiden, Ellson dan Keyzee adalah saudara kembar, mereka hanya mengetahui Aiden adalah seorang anak pengusaha lokal.


"Ai...Aiden! Terimalah ini"kata seorang siswi, ia memberanikan diri maju kedepan dan memberikan coklat berbentuk hati.


"Hmm? Aku tak suka coklat"kata Aiden dengan acuh, ia langsung melewati siswi itu. Hal ini sudah biasa baginya, mulai dari surat cinta dilaci, coklat dan bunga, apa mereka tak bisa melihat yang sempurna dikit? Pikirnya.


"Aiden!! Berhenti..."kata seorang remaja perempuan, ia memakai aksesoris mewah dan juga make up yang lumayan tebal.


"Heiii! Kamu dipanggil tuh sama primadona sekolah"kata Keyzee dari belakang ia menepuk bahu Aiden dengan keras karena pemuda itu tak merespon sama sekali sang primadona sekolah.


"Masa bodo"seru Aiden, ia tak berhenti dan tak bergeming sedikit pun.


"Astagaa... pasti aku yang akan menjadi kambing hitamnya"gumam Keyzee dengan kesalnya.


"Kita sudah pindah ke Beijing masih saja disukai banyak orang"gumam Ellson, ia memegang pipinya yang terasa nyeri karena tersenyum.


"Kalau tak mau dikerumuni banyak orang sini biarku rusak wajahmu"kata Keyzee ia mengeluarkan cutter dari sakunya dengan wajah mengerikan.


"Ahhh.. ti..tidakk tidak! Kamu jahat banget Key"kata Ellson menyilangkan tanganya.


"Kira kira bagaimana Jake dan Anna ya disana"kata Keyzee semenjak dewasa, ia tak lagi memanggil kakak lagi kerena menurutnya, mereka adalah saudara kembar walaupun ia berbeda hari kelahirannya.


"Karena Jake banyak tawaran bermain drama, dia harus sekolah di Shangxi sedangkan Anna masih perlu paman Zhiwan untuk mengobati kakinya jadi tak bisa ikut pindah ke Beijing. Sekolah kita pun terpisah semenjak sekolah dasar"kata Ellson mengedikkan bahunya, begitulah akhir dari keluarga kecil Liu.


"Ya ini lebih baik, mami ingin jauh dari dunia pebisnis, dia sangat frustasi karena masalah terakhir. Aku berharap sekarang mami baik baik saja"kata Aiden, ia memutar tutup botolnya setelah konferensi pers kemarin Liu Wen mengajak anak anaknya pindah ke Beijing. Kota ini cukup tenang itu sebabnya Liu Wen mengajak mereka semua pindah.


"Setidaknya kita bisa lebih sedikit bernafas dari pada Jake. Ayo ejek dia saat libur musim panas nanti"kata Ellson dengan semangat.


"Aku tidak mau ikut ikutan"kata Aiden dengan datar, ia tahu bagaimana sifat adik keduanya itu.


"Kuharap Jake dan Anna baik baik saja"


"Jika mengingat mimpi semalam itu membuatku sedikit binggung"gumam Aiden ia berusaha mengingatnya walaupun tak masuk akal, ia merasa hal itu benar benar nyata.


*******


"Hai, selamat datang di perbatasan antara alam gaib dan alam manusia"kata seorang wanita, ia mendekat kearah Aiden. Melihat wajah yang sangat dia kenal itu membuatnya sedikit tersentak.


"Mami?"gumam Aiden saat melihat ibunya.


"Maaf nak, aku bukan ibumu"kata roh itu sambil memutar kuncir rambutnya.


"Lalu siapa kau?!"tanya Aiden, ia mengerutkan alisnya jika ini mimpi kenapa ia bermimpi sekonyol ini.


"Tak perlu tahu siapa aku"kata roh itu sambil menyeringai.


"Mau bertemu ayahmu?"tanyanya lagi, ia menolehkan kepalanya kebelakang.


"Ayah? Kau tahu dimana ayahku?"tanya Aiden dengan bersemangat.


"Tentu, remaja berusia 12 tahun ini seharusnya sudah menjadi Putra Mahkota"gumam Roh itu ia tersenyum manis.


"Jika harus ada pertumpahan darah apa kau akan lakukan itu demi bertemu ayahmu?"tanyanya lagi kepada Aiden, ia hanya ingin mengujinya walaupun terlihat ragu awalnya Aiden mengepalkan tangannya dan menjawabnya dengan serius.


"Jika demi mami akan kulakukan apapun!"kata Aiden dengan bersungguh sungguh.


"Bagus! Kau akan segera bertemu denganya"kata roh itu sambil bertepuk tangan tak lama setelah itu, ia menghilang begitu saja.


*********


"Astaga apa aku terlalu menantikan bertemu papi sampai bermimpi tentang hal itu"gumam Aiden, ia mengusap kasar wajahnya untuk mengembalikan kesadarannya.


Hai semua namaku Aiden Liu, aku tak suka makanan manis, aku benci penguntit, yangku suka hanya politik!


Wanita yang kucintai ada 3 yaitu mami dan kedua kembaranku.


Di chapter kali ini Author hanya akan membahas sedikit tentangku.