I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
112. Imajinasi Liar



"Selir Chu?"gumam Liu Wen, ia melepas pelukan suaminya perlahan, memakai bajunya dan pergi dari kediaman Naga.


"Qin Junxi! Qin Junxi! Keluar atau kurobohkan kediamanmu"teriak Liu Wen ia sekarang berada didepan pintu kediaman Pangeran Keempat.


"Kakak ipar? Apa yang kau lakukan?"tanya Pangeran Ketujuh dari belakang.


"Guan Yi? Ohh... aku ada perlu dengan Junxi"kata Liu Wen, ia membalikan badannya dan melihat sosok adik iparnya itu.


"Kakak ipar? Ada apa selarut ini kau memanggilku?"tanya Pangeran Keempat, ia membuka pintu kediamannya.


"Hasilnya positif!"kata Liu Wen membuat Pangeran Keempat menatapnya dengan serius.


"Siapa pelakunya?"gumam Pangeran Keempat, ia menghela nafasnya ternyata benar apa yang ia pikirkan selama ini.


"Apanya yang positif?"tanya Pangeran Ketujuh membuat Liu Wen dan Pangeran Ketujuh menatapnya.


"Sini"kata Liu Wen sembari menarik tangan Pangeran Ketujuh.


"Kakakmu mandul"kata Liu Wen, ia sudah menyiapkan sapu tangan untuk menutup mulut Pangeran Ketujuh.


"Ap...! Hmjjnnh"baru saja ingin berteriak Liu Wen sudah menyumpal mulutnya dengan bakpao.


"Qin Xuan menyebut nama Selir Chu"kata Liu Wen, mereka memutuskan untuk berunding dihalaman Kediaman Pangeran Keempat.


"Apa dia pelakunya?"tanya Pangeran Ketujuh dengan serius.


"Tidak mungkin! Jika dia melakukannya disendiri yang rugi karena tak bisa mengandung anak dari Kaisar. tapi Meili? Bearti dia bukan anak kakak Xuan lalu anak siapa?"kata Pangeran Keempat sudah pasti Qin Meili bukan anaknya bahkan saat awal kehamilan Selir Chu Pangeran Keempat sudah curiga.


"Agar bisa mendapatkan perhatian dan kedudukan di istana dia pasti selingkuh dari kakak Xuan, hukuman matilah yang pasti tepat bagi pengkhianat!"kata Pangeran Ketujuh, ia meregangkan ototnya tak sabar untuk mengeksekusi Selir Chu.


"La...lalu si kembar?! Apa benar anak Kakak Xuan?"tanya Pangeran Ketujuh, ia menatap Liu Wen yang artinya pertanyaan itu ditujukan untuknya.


"Hmm? Kau bisa menilainya sendiri"kata Liu Wen sambil tersenyum, dia tahu disaat seperti ini semua orang patut untuk dicurigai.


"Kurasaa..."gumam Pangeran Ketujuh, ia mengingat wajah keponakan barunya satu persatu.


"Mereka sangat mirip Kakak Xuan! Kurasa mereka memang keponakanku"sambungnya, ia menatap Pangeran Keempat dan dibalas anggukan dari kakaknya itu.


"Aku selalu menjaganya saat hamil bulan awal dulu"kata Pangeran Keempat.


"Jadi apa Qin Jianwe anaknya juga?"tanya Pangeran Ketujuh, Liu Wen tersentak tetapi dia tak menjawab pertanyaan itu, janji adalah janji dia tak mau mengingkarinya.


"Entahlah, jarak umur si kembar berdekatan dengan Jianwe tetapi aku juga meragukannya"kata Pangeran Keempat ia berpikir mungkin benar Qin Jianwe keponakannya tetapi saat mengingat hubungan Selir Tang dan Kakak barunya membuatnya berpikir ulang.


"Jadi kita hanya perlu mengumpulkan bukti fisik lalu menyerahkannya ke pengadilan agar semuanya bisa berakhir"kata Liu Wen ia menatap keatas langit malam sangat sunyi karena hari sudah sangat larut.


"Hmmm... aku juga penasaran siapa musuh dibalik selimut Kekaisaran Qin"gumam Pangeran Keempat, angin malam membuat kepala mereka yang terasa panas menjadi sejuk kembali.


**********


Tujuh hari Kemudian


"Putri... waktunya berendam. Berkat obat yang dicari Permaisuri nyawa anda tertolong tetapi walaupun begitu suhu badan anda masih tinggi jadi masih perlu berendam"kata Pelayan yang melayani Qin Meili.


"Permaisuri...."gumam Qin Meili, ia mengingat beberapa hari yang lalu saat dirinya yang hampir mati karena racun yang sangat kuat menyerangnya.


"Apa anak anak kemarin benar benar anak kandung Permaisuri?"tanya Qin Meili kepada pelayannya, ia berjalan ke kamar mandi dan melepas bajunya.


"Benar Putri! Pangeran dan Putri sangat tampan dan cantik! Wajah mereka benar benar mirip Permaisuri dan Kaisar"jawab pelayan itu dengan antusias.


"Ck! Jadi kau kira wajahku ini tak mirip ayahanda!"teriak Qin Meili karena kesal dia melempar ember kayu tepat di wajah pelayan itu.


*Ckkk! Seharusnya aku lahir dari rahim Permaisuri bukan seorang Selir! Ibunda Permaisuri baik kepadaku dan itu bukan tipuan! A...apa... Permaisuri... tidak! Pasti Permaisuri Ibundaku yang sebenarnya! Jika tidak kenapa dia tidak jijik saat itu sedangkan Ibunda ingin muntah, ya pasti Selir Chu itu mengambilku dari Ibunda Permaisuri-batin Qin Meili alam bawah sadarnya mulai bekerja membayangkan bahwa dirinya anak dari Liu Wen yang diambil Selir Chu saat masih bayi.


"Ck! Kulitku mengelupas lagi! Sialan"teriak Qin Meili saat melihat ke cermin, ia tak sudi melihat tubuhnya yang merah keputihan seperti disiram air panas itu.


"Yang Mulia Selir Agung tibaa"teriak kasim dari luar kamar Qin Meili.


"Pergi! Ternyata kau jalanggnya!"teriak Qin Meili ia menepis tangan Selir Chu.


"Mei'err... apa yang kamu katakan?"tanya Selir Chu, ia terkejut melihat anaknya itu menghinanya.


"Hmphh! Kubilang kau! JALANGG! Kau memisahkanku dengan Ibunda Permaisuri dan menghasutku untuk melawannya!"teriak Qin Meili entah keberanian dari mana dia mengatakan apa yang dipikirkannya.


"A..apa? Siapa yang mengatakan ini kepadamu?"tanya Selir Chu, apa apaan ini yang dikatakan putrinya sangat tak masuk akal.


"Hah! Takutkan! Sial! Kau jalangg pergi dari sini!"kata Qin Meili ia mendorong Selir Chu agar menjauhinya.


"Mei'er..."lirih Selir Chu ia keluar dari kamar Qin Meili, ia sangat sakit hati karena hal ini tetapi tak ada satupun kata kata kasar yang keluar dari mulutnya, rasa sayangnya kepada putrinya sangat besar.


"Siapa yang menyesatkan Mei'er! Anak jalangg Liu itu!? Aku mengandungnya selama 9 bulan! Kejam sekali yang melakukan hal ini"kata Selir Chu, ia menangis karena perlakuan Qin Meili.


"Hahaha.... disini sangat menyenangkan"


"Semua Pangeran dan Kaisar lain sudah datang! Mendengar ada Pangeran dan Putri kembar lima membuat Kekaisaran kita banyak tamu"


"Penobatan Putra Mahkota juga sudah dilakukan tadi... ahhh Pangeran Pertama Qin Yizhan sangat tampan!"


"Hey, kata Pangeran Yibo! Kita harus memanggil dengan nama! Tidak ada Pangeran Pertama dan Kedua, atau seterusnya! Hanya ada Pangeran Yizhan, Pangeran Yibo, Putri Yiwei, Pangeran Yiwu dan Putri Yifei"


"Ahh, aku lupa walaupun memanggil nama sangat kurang ajar tapi para Pangeran sangat baik! Pangeran Yiboku yang tampan dan baik hati"


"Hahaha.... pada akhirnya bukan Pangeran lemah itu tidak jadi Putra Mahkota! Baguslah"


"Jadi Pangeran Qin Jianwe menjadi Pangeran Keempat kan? Yahh dia berbeda 9 bulan lebih dari Pangeran kembar!"


"Ck! Apa bagusnya anak Jalangg Liu itu! Baru saja kembali sudah dinobatkan menjadi Putra Mahkota, kenapa Kaisar begitu...!"kata Selir Chu, ia bertambah kesal karena Aiden akan dinobatkan menjadi Putra Mahkota, awalnya ia ingin mengajak Qin Meili untuk pergi bersama melihat penobatannya itu tetapi anaknya itu malah mengusirnya.


"Ai...aiyaa! Dimana matamu!"teriak Selir Chu ia tak sengaja menabrak seseorang.


"Mataku ada dikepala pastinya"kata Kaisar ia menekuk alisnya karena mendengar kata kata Kasar Selir Chu.


"Ahhh, Yang Mulia... ma...maafkan saya"kata Selir Chu, dia langsung merubah raut wajahnya dan menangis memeluk erat Kaisar.


"Selamat Pangeran Zhan, anda sangat mirip dengan Kaisar Qin"kata Rong Tian, ia tak henti hentinya menatap Aiden.


"Kaisar Rong, jika anda melihat saya begitu, nanti bisa digosipkan kalau anda seorang gay"kata Aiden tatapan aneh Rong Tian membuatnya risih.


"Hei, jika tak ada yang mau menikah dengan anakku gara gara kau, kupukul kepalamu!"kata Liu Wen membuat Rong Tian berdehem dan menatap kearah lain.


"Tidak mungkin Yizhan sangat tampan apa lagi aku, lihat lihat semua menatapku"kata Jake dengan bangga memang benar semua pelayan melihat kearah Jake tak henti hentinya tersenyum.


"Kenapa dia? Dia lebih parah dariku sepertinya"kata Rong Tian, ia menyenggol bahu Liu Wen.


"Yahh... aku juga tak mengerti"Kata Liu Wen ia mengaruk pipinya.


"Ada apa Zhan?"tanya Liu Wen, putra tertuanya itu tiba tiba terdiam, ia melihat Kaisar dan Selir Chu berpelukan mata mereka pun mengikuti mata Aiden melihat.


"Yang Mulia! Mei'er tadi membentakku, sepertinya sakitnya kambuh"kata Selir Chu, ia bersandiwara tidak berdaya.


"Jangan kesana"kata Liu Wen, ia menahan tangan Jake yang sepertinya sudah sangat emosi.


"Ta...tapi! Papi memeluknya! Aku tak akan memaafkannya jika hal ini menyakiti mami!"kata Jake, ia paling benci jika ayahnya bersama dengan wanita lain walaupun pada zaman ini hal itu disahkan.


"Mami? Papi"gumam Rong Tian, ia semakin binggung dengan bahasa yang digunakan anak anak Liu Wen.


"Bukan urusanku! Pergi dari sini"kata Kaisar ia mendorong Selir Chu membuat Jake terkejut.


"Yang Mulia.... Mei'er putrimu jangan membuangnya hanya karena anak anak Permaisuri palsu itu"kata Selir Chu membuat Kaisar semakin memanas.


"Aku sudah bersabar demi Wen tapi kau malah menghina anak anakku"kata Kaisar, ia mencengkam pipi Selir Chu dengan kuat dan menariknya pergi dari sana.