I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
76. Bongkahan Kecil Sejarah



"Kau!!"Kaisar mengepalkan tangannya, ia memang tak terlalu suka dengan ibunya tetapi ibunya itu wanita yang keras dan kejam dalam kata kata tak mungkin ia memiliki keberanian membunuh seseorang.


"Bunuh dia!"kata Kaisar para pengawal pun siap menebas kepala Fu Yuanqu, sedangkan Fu Yuanqu hanya bercedih saja.


"Berhenti!!"kata Pangeran Keempat, dia ingin tahu apakah analisisnya selama ini benar atau tidak.


"Kakak ada sebuah kebenaran yang harusku pastikan! Bawa dia ke aula istana dan panggil Ibu suri"sambung Pangeran Keempat saat mendengar nama Quefeng ia teringat akan surat yang ia temukan beberapa tahun yang lalu.


"Baiklah terserah padamu"kata Kaisar,ia pergi duluan menuju aula istana, sebenarnya kebenaran apa yang ingin dibuktinya.


"Ada sebuah kebenaran yang seharusnya diketahui semua orang bukannya aku ingin menolongmu tapi ini demi Quefeng ibumu yang meninggal secara tidak adil"kata Pangeran Keempat kepada Fu Yuanqu membuatnya terdiam sejenak.


*Usahaku selama ini apa harus dihentikan? Tidak! Bahkan dendam ibu masih belum terbalaskan-batin Fu Yuanqu


Aula Istana


"Beraninya kau berkata begitu! Kau mau memfitnahku!"teriak Ibu suri, ia sangat takut kejahatannya yang lalu akan terbongkar.


"Bukankah ini Mentri Fu?"


"Astaga... akhirnya dia tertangkap"


"Lalu apa hubungannya dengan Ibu suri?"


"Apa mereka memiliki hubungan sebelumnya"


"Masalah ini semakin rumit"


Bisik para pejabat membuat Liu Whojin sedikit jenuh.


"Apa aku harus menghadiri acara tak berguna ini"gumam Liu Whojin, ia sangat muak berada di istana, melihat mantan menantunya itu dengan wajah yang tak khawatir sama sekali akan keselamatan putrinya membuatnya kesal.


"Ayah.... kamu salah satu pejabat penting di sini. Harap jangan menunjukan ekspresi itu"kata Liu Yichen, ia sekarang sudah menjadi salah satu Jendral muda Kekaisaran Qin.


"Baiklah... baiklah"kata Liu Whojin ia mengubah ekspresinya menjadi lebih serius.


"Hmphh!! Jangan pura pura tak tahu, kau yang sok berkuasa! Apa kau lupa statusmu yang sebenarnya?! Kau hanya seorang petani sebelum Keluarga Qin memberontak kepada Dinasti Xia!"kata Fu Yuanqu semua orang disana merasa terkejut kenapa dia berani menyebut Dinasti sebelumnya disini pikir mereka.


"Lancang!"kata Kaisar, ia tak terlalu tahu asal usul keluarganya ini, yang ia tahu hanya dulu kakeknya dapat menjadi Kaisar melalui jalur pemberontakan demi rakyat.


"Dia.... bagaimana bisa tahu hal itu"gumam Liu Whojin hal yang ia ingin kubur selama ini kenapa ada yang menggalinya lagi.


"Dinasti Xia?"


"Diceritakan Dinasti Xia memiliki kekuatan Militer yang kuat, entah kenapa Keluarga Qin bisa menaklukan Dinasti itu"


"Sudahlah jangan dibahas atau kepala kita taruhannya"


"Kenapa kau marah Kaisar? Atau harus kupanggil adikku"kata Fu Yuanqu, ia tersenyum bangga akhirnya mereka tahu siapa dia sebenarnya.


"Apa?"tanya Kaisar, ia menyebut dirinya sebagai adik. Apa maksudnya ini, ia sangat binggung.


"Jika ingin tahu kebenarannya aku akan bercerita sedikit, sebelum aku mati setidaknya aku dapat dikuburkan di makam kerajaan bukan"kata Fu Yuanqu ia menatap tajam Ibu suri.


"Ja...jangan dengarkan dia! Dia sudah gila!"kata Ibu suri wajahnya terlihat pucat membuat Kaisar merasa ada yang tak beres.


"Cepat eksekusi dia! Apa yang kalian tunggu"Kata Ibu suri dengan gugup.


"Bicaralah"kata Kaisar saat melihat reaksi ibunya yang ketakutan membuatnya ingin tahu lebih lanjut.


"Jauh sebelum Dinasti ini dibangun, Keluarga Qin adalah sebuah keluarga terpandang di Desa Shichuan karena kepala keluarga mereka Qin Huangdi seorang kepala desa disana"kata Fu Yuanqu, mereka semua seakan terbawa suasana saat mendengarkan cerita itu.


Empat puluh tiga tahun yang lalu


"Bagimana rasanya masuk istana apakah menyenangkan?"tanya Quefeng perempuan yang ia sukai sekaligus tetangganya.


"Hmm! Sangat menyenangkan! Aku akan membawamu kesana Que! Putra Mahkota sangat baik kepadaku"kata Qin Hao-Kaisar terdahulu, ia menyisir rambut Quefeng dari samping.


"Yang Mulia Putra Mahkota akan berulang tahun yang ke empat belas tahun! Kita akan pergi bersama melihat ramainya Ibu kota"sambung Qin Hao wajahnya bersemu merah membayangkan berjalan berdua dengan Quefeng membuatnya sangat bahagia.


"Hahaha.... baiklah Han! Janji ya"Quefeng tertawa, ia menyodorkan jari kelingkingnya untuk membuat janji kelingking.


"Iya..."angguk Qin Hao, ia menyambut kelingking Quefeng.


"Ehh! Que'er apa yang kamu lakukan dengan Qin Hao disini?"tanya Mu Duan-Ibu suri, mereka teman dekat, Mu Duan mendekati Quefeng agar bisa mengenal lebih dekat Qin Hao.


"Kami sedang membicarakan tentang istana apa kau ingin kesana juga Duan'er?"tanya Quefeng sambil tersenyum seketika wajah Qin Hao murung ia hanya ingin berduaan saja dengan Quefeng.


"Hahaha... pasti sangat asik"kata Mu Duan, ia ikut mengobrol diantara kedua orang itu tetapi tak ada celah untuknya disana.


*Cihh! Beraninya dia dekat dekat dengan Han ku! Aku akan menjadi istrinya Han dan tentang istana, hmphh! Jangankan melihatnya aku akan menjadi Permaisuri suatu saat nanti-batin Mu Duan kebersamaan dua orang ini membuatnya kesal setengah mati. Ia yang seorang anak petani kaya di desa itu pun memaksa ayahnya agar menikahkannya dengan Qin Hao.


"Menyebalkan! Aku akan minta ayah mempercepat pernikahanku dan Hao!"kata Mu Duan, ia pergi dari sana karena kesal.


"Han... ada apa kamu mengajakku kesini?"tanya Quefeng, ia sangat tak nyaman saat Qin Hao sangat dekat dengannya.


"Que'er... menikahlah denganku"kata Qin Hao, ia membisikan hal itu ditelinga Quefeng.


"Mau ya"kata Qin Hao memelas, walaupun hanya putra kedua kepala desa saat itu, Qin Hao tak kalah populer selain kemampuan, wajahnya yang tampan membuat para wanita di desa menyukainya.


"Hmhh"angguk Quefeng membuatnya sangat bahagia.


"Aku akan kembali memberitahukan hal ini ke ayah!"kata Qin Hao, ia berlari dengan cepat menuju rumahnya, hampir satu jam ia menunggu tetapi Qin Hao tak kunjung kembali.


"Que'err!"teriak Mu Duan wajahnya terlihat sangat cemas.


"Ada apa Duan'er!"tanya Quefeng dari reaksi temannya itu sepertinya ada masalah.


"Keluargamu dalam masalah! Mereka menginginkanmu menikahi Mentri Fu dari Kekaisaran Tang! Atau ayah dan ibumu akan dipenggal!"kata Mu Duan membuat Quefeng langsung berlari kerumahnya.


"Hmphh! Memangnya kau siapa mau merebut calon suamiku! Beruntung sekali kakak Ye masih menjadi Kasim Mentri Fu dan juga kebetulan Mentri Fu itu sedang mencari istri! Wajah penggoda Quefeng pasti membuatnya tertarik"kata Mu Duan setelah kejadian itu Quefeng dan keluarganya pindah kekaisaran Tang dan tepat pada saat itu pula Dinasti Xia dikalahkan oleh keluarga Qin.


"Duan... kau tahu dimana Que?"tanya Qin Hao kepada Mu Duan, ia baru saja dari kembali setelah satu bulan berada di Ibu kota.


"Hmmm... aku ragu.. memberitahumu"kata Mu Duan memasang wajah masam.


"Ada apa?"tanya Qin Hao, ia pun menyerahkan surat yang ditulis oleh Quefeng.


'Han! jangan ganggu aku lagi, aku sudah memiliki suami, aku bahagia dengannya, dia sorang Mentri! Soal kata kataku yang lalu... tolong lupakan! Untuk apa aku menikahi petani sepertimu'


"Tidak bukan Quefeng yang menulis ini!"teriak Qin Hao, ia tak percaya dan merobek surat itu dengan kasar.


"Ini tulisan Quefeng, dia juga bilang padaku bahwa dia hanya memanfaatkanmu karena kau anak kepala desa"kata Mu Duan, ia terlihat sangat sedih demi menarik perhatian dan kesan baik dimata Qin Hao, ia melakukan sandiwara ini.


*Hah?! Tak sia sia aku menyuruhnya menulis surat ini dengan alasan agar Han cepat melupakannya! Dasar bodoh!Aku berkata begitu agar Hao membencimu-batin Mu Duan.


"Han! Buka matamu! Ada banyak wanita lain! Ayah juga akan menikahkanmu dengan Duan"kata Qin Huangdi dengan dingin, ia kesal melihat putranya yang sangat menggilai satu wanita.


"Tapi ayah...!"sanggah Qin Hao, ia yang masih berusia 16 tahun. Itu adalah masa pubernya jadi wajar jika ia sangat mencintai Quefeng.


"Kau sekarang Pangeran! Kau akan membantu kakakmu saat ia menjadi Kaisar nanti! Kau juga perlu pendamping yang setia! Duan'er selalu mendukungmu! Jadi kau harus menikah dengannya"kata Qin Huangdi kata katanya tak dapat dibantah dan akhirnya ia pun menikah dengan Mu Duan, beberapa tahun sesudahnya Kakak Qin Hao meninggal dan ia diangkat menjadi Kaisar, 3 tahun sebelum ia resmi menjadi Kaisar ia ditugaskan melakukan kunjungan Kekaisaran Tang namun takdir aneh datang padanya. Ia tak sengaja bertemu Quefeng yang membuatnya hilang kendali.


"Quefeng!"kata Qin Hao ia menarik tangan Quefeng menjauh dari keramaian.


"Ha... han?"mereka saling menatap satu sama lain, ada rasa yang tak tertahankan didada mereka.


"Kenapa kau mengingkari janji kita?"tanya Qin Hao, ia sangat lemah jika berhadapan dengan Quefeng.


"Maafkan aku. Aku sudah bahagia disini! Kau lihat... itu suamiku dan juga putraku"kata Quefeng, ia menunjuk seorang pria yang menggendong anak laki laki dibahunya.


"Aku tidak peduli"kata Qin Hao, ia membawa Quefeng kesebuah penginapan.


"Han! Ini sudah malam, aku harus pulang!"kata Quefeng ia terus meronta takut suaminya itu mencarinya.


"Tidak boleh! Kau milikku Que'er!"bentak Qin Hao, ia melempar Quefeng keranjang dan langsung menciumnya, tak ada penolakan membuat Qin Hao bertindak lebih jauh, melepas baju luarannya dan Quefeng sampai tak tersisa.


"Aku tahu kau masih mencintaiku"bisik Qin Hao, mereka melakukan hubungan intim yang sangat panjang, setelah kejadian ini mereka sering mengirim surat sampai Mu Duan mengetahuinya. Saat menerima surat tentang kehamilan Quefeng membuat Mu Duan sangat marah dan menemui Quefeng secara langsung.


"Beraninya kau!"kata Mu Duan, ia langsung menampar Quefeng.


"Duan'er! Aku... aku... tak bermaksud merebut Han darimu.."kata Quefeng, ia sangat tersiksa jauh dari Qin Hao.


"Guguran kandunganmu! Apa kau tak mengasihani orang tuamu! Aku berbelas kasih kepadamu hanya karena kita teman lama!"kata Mu Duan, ia langsung pergi setelah memberi racun kepada Quefeng, bukannya mengugurkan kandungannya ia malah menjaganya tak takut dengan amarah sang suami sampai Fu Yuanqu lahir, ia menyuruh suaminya itu bersumpah agar menjaga Fu Yuanqu layaknya anaknya sendiri diatas mayatnya sebagai saksi, Quefeng mati karena dibunuh para pembunuh yang disewa oleh Mu Duan.


*******


"Bagaimana? Apa mengharukan? Karena Ibumu yang jalangg itu, membuat ibuku mati dengan tragis"kata Fu Yuanqu sambil menyeringai.


"Atas dasar apa aku mempercayaimu?"kata Kaisar ia semakin gelisah kerena melihat Ibu suri yang ketakutan.


"Aku bukanlah orang bodoh yang berbicara tanpa bukti bawa para pengawal istana untuk masuk ke jalan bawah tanahku disana ada surat dengan stampel kerajaan dan giok milik Kaisar terdahulu"kata Fu Yuanqu, beberapa saat kemudian para pengawal itu membawa barang bukti yang membuat semua orang terkejut.


"Bagaimana? Aku seorang kakak dari Kaisar yang mencoba melakukan percobaan pembunuhan kepada adikku, ya memang pantas mati! Lalu bagaimana dengan Ibu suri yang membunuh seseorang walau hanya rakyat biasa yang mencintai Kaisar terdahulu! Hukum adalah hukum apa kau akan menghukum matinya juga?"tanya Fu Yuanqu, ia tersenyum licik ini merupakan kartu andalannya yang sangat berharga.


*Apa yang harus aku lakukan-batin Kaisar menghadapi pilihan yang sulit seperti ini sangat menyebalkan.


"Kalau aku sih pasti langsung bunuh saja semuanya!"suara wanita itu terlintas dikepalanya


"Ckk! Dasar wanita bar bar... memangnya aku bisa disamakan denganmu?" gumam Kaisar, ia menyinggung senyum dan menjawab perkataan Liu Wen yang berada dikepalanya. Kata kata sombong serta bayangan bibir itu membuatnya tenang, padahal sebelumnya ia merasa kesal dengan kilasan ingatan tentang wanita berbibir seksi yang tak lain istrinya itu.