I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
15. Bertemu 4 Selir Agung



Dua Bulan Kemudian


"ibuu,,,lihat itu Putri Liu Wen yang bijaksana"seru seorang anak kepada ibunya


"iya,,kau harus mengikuti jejaknya,,dia sangat pintar,anggun dan bijaksana"jawab ibu itu mengelus pucuk kepala anaknya sambil memperhatikan Liu Wen yang sedang bercanda dengan seorang nenek penjual sayur.


"owhh,,,ayolah nenek,,,harganya bisa diturunkan tidak?lihat wajah memelasku ini"Liu Wen memakai pupy eys sebagai senjatanya


"hahahaha,,,Putri Liu Wen sangat imut,,ambillah gratis untukmu"kata nenek itu sambil mencubit pipi Liu Wen


"hehehe,,tidak,,tidak,,aku hanya bercanda ini bayarannya nenek,,semoga cepat habis"Liu Wen mengeluarkan beberapa tael perak dan memberikannya kepada nenek tersebut,,semenjak Pesta Perayaan kembali dirinya,,entah kenapa namanya semakin terkenal saja,,saat keluar kediaman banyak orang yang menyanjung atau memberi senyum padanya.


"entah kenapa diriku jadi seperti artis saat ini"kata Liu Wen sambil menggaruk pipinya


"Nona,,kita mau kemana?"tanya kurir kuda ia menunggu perintah Liu Wen selanjutnya


"kepenjara Istana,,aku ingin memberikan hadiah untuk adikku tercinta"jawab Liu Wen memegang bungkusan yang lumayan besar dipangkuannya.


"ba,,baik,,Nona"kata kurir itu dia tahu apa yang ada didalam bungkusan itu sehingga membuatnya sedikit gemetar karena takut


Penjara Istana


"Ibuu,,,,akhirnya kau datang untuk menyelamatkankuu,,huhuhu,,,aku sangat tidak suka penjara,,huhuhu"lirih Liu Liang mendengar bunyi langkah kaki dan bayangan seorang wanita membuatnya mengira kalau wanita itu adalah ibunya


"hooo,,,sayang sekali yang datang aku bukan ibumu"kata Liu Wen mendekat ke jeruji besi sel penjara


"kau,,jalangg,,,untuk apa kau kemari,,,siluman sepertimu yang sudah mati dan hidup kembali!menjauhlah dariku"Teriak Liu Liang dibalik sel matanya membesar ia ingin menarik Liu Wen dari dalam tetapi selalu tak tepat karena Liu Wen cepat menghindar


"adikku,,kakak kemari membawa hadiah untukmu apa kau tak mau menerimanya?"tanya Liu Wen dengan wajah ketakutan ia menjauh dan mengelus bungkusan yang dibawanya


"hadiah?"Liu Liang mendekat kearah Liu Wen


"ya,,hadiahh"wajah Liu Wen berubah menjadi menyeramkan,,ia menyuruh penjaga membuka pintu penjara dan melemparkan bungkusan tadi


"apa ini?"tanya Liu Liang,karena penasaran,,ia membuka bungkusan itu


"ahhhhh!"Liu Liang membuang jauh bungkusan itu yang ternyata kepala ibunya,,tangannya gemetarr melihat kepala ibunya dengan mata terbuka dan lidah yang keluar


"hei,,dia ibumu bukankah kau tadi ingin bertemu dengannya?"tanya Liu Wen yang tersenyum licik,,,ia senang melihat reaksi Liu Liang yang begitu ketakutan


"kauu,,,membunuh ibuku"Liu Liang berlari kearah Liu Wen dengan tatapan marah


"kalau iya kenapa,,,kalian juga ingin membunuhku,,seekor babii ingin mengusik harimau?beginilah akibatnya"Liu Wen mencekik Liu Liang lalu melemparnya kebawah dan pergi dari penjara


"jangan ada yang berani membuang kepala Liu Ruoxi dari sana biarkan anaknya melihat kepala ibunya membusuk dimakan cacing"Liu Wen tertawa puas dendam ibu dan dirinya sudah terlaksana sedangkan Liu Liang,,dia akan mengurusnya nanti saat keluar penjara entah kapan hari itu datang


"baik Permaisuri!"seru dua penjaga itu


"apa?aku bukan Permaisuri,,aku Putri Pertama Perdana Mentri"kata Liu Wen dia melambaikan tangannya dengan cepat


"kami tahu,,Paduka Kaisar sudah memberi tahu keseluruh istana kalau besok akan diadakan acara pernikahan jadi anda akan menjadi Permaisuri itu sebabnya saya memanggil anda Permaisuri"kata salah satu pelayan


"Qin Xuan,,,bajinggan ituu,,,sudah kubilang tidak mau jadi Permaisuri malah tanggal pernikahannya dimajukan"gumam Liu Wen,,tampak tiga guratan didahinya sekarang dia kesal kenapa yang seharusnya saat tahun baru ini malah dimajukan dua bulan lebih awal


Kediaman Naga


"apa yang dia lakukan sekarang?"tanya Kaisar kepada Chen yang sekarang dihadapannya


"Putri tadi sedang berbelanja dan pergi kepenjara istana"kata Chen


"Hoo,,dia sudah memberi kepala Selir Liu kepada Putri kedua ternyata,,Permaisuriku memang harus bersikap tegas"gumam Kaisar Qin,,dia tahu persis bagaimana Liu Wen menyiksa Liu Ruoxi,,itu membuatnya takut sekaligus kagum padanya


"Putri juga akan segera kemari,,,, Yang Mulia Kaisar"kata Chen


"oh yaa"Kaisar Qin tersenyum


"salam Yang Mulia Kaisar,,,diluar Putri Pertama sedang menunggu diluar katanya beliau ingin menemui anda"kata Kasim Ma dia tiba tiba datang dan memberikan kabar baik itu kepadanya


"Cepat sekali dia datang"gumam Kaisar Qin,ia mengambil kalung emas dan menyuruh Chen untuk memberikannya kepada Kasim Ma


"suruh dia menunggu,,aku akan segera kesana"Kata Kaisar Qin merapikan semua dokumennya


Taman Kaisar


"anda?Putri Liu Wen?"suara seorang wanita menghampirinya


"ya,,siapa kau?"tanya Liu Wen membalikan badanya


"saya Selir Hui,,apa yang sedang anda lakukan disini"tanya Selir Hui dengan senyum diwajah


*jadi ini jalangg dari kediaman Liu-batin Selir Hui dia meremas bajunya menahan amarah


"aku ada urusan dengan Qin Xuan,,ekhmm,,maksudku Kaisar Qin"Liu Wen membalas senyum Selir Hui


*tak usah berpura pura seperti itu aku lihat kau sudah membenciku setengah mati-batin Liu Wen dia melihat Selir Hui yang mengeggam bajunya dan senyum terpaksanya itu


"Ohh,,,kakak Xuan sedang sibuk beberapa hari ini mungkin dia tak bisa menemui anda"kata Selir Hui ia menautkan alisnya raut wajahnya menjadi seperti orang bersedih


"kakak?Xuan?"tanya Liu Wen,,dia tak tahu siapa yang sebenarnya dimaksud wanita muka dua itu,,, tidak mungkinkan kakak Xuan yang dimaksud itu adalah Kaisar Qin


"Maaf,,saya selalu lupa kalau kakak Xuan sudah menjadi Kaisar,hihihi,,dulu saat kami masih kecil,kami selalu bermain bersama tidak disangka waktu cepat berlalu dan sekarang saya menjadi Selirnya"kata Selir Hui dengan tertawa ringan


"Selir Hui,,memang kesayangan Yang Mulia Kaisar walaupun ketahuan selingkuh Yang Mulia Kaisar tetap tidak membunuhnya"seru seorang wanita dari jauh


"Ckk,,sepertinya Selir Bai,,benar,,saya selalu diperhatikan Kaisar,,tidak seperti seseorang yang tidak pernah dipandang oleh Kaisar"senyum Selir Hui membuat Selir Bai naik pitam


*jika ayah tidak memberikan separuh kekuatan militer keluarga Hui,,mungkin Kaisar akan membunuhku,,padahal waktu itu hanya salah paham yang menyebar jadi rumor-batin Selir Hui,,ia juga tak tahu dengan jelas apa yang terjadi seingatnya malam itu ia berada dikamar Kaisar Qin lalu saat sadar disampingnya sudah ada pria yang tak dikenalnya


"kauu,,,,"Selir Bai(anak Perdana Mentri Bai),,hendak memukul Selir Hui tetapi dihentikan oleh Selir Chu(anak Pejabat Pengadilan)


"Kakak jangan buang buang tenaga untuk seorang pezina,,kita adalah salah satu dari empat Putri pilihan Ibu suri untuk menjadi Selir Agung,,jagalah sikap kakak,,nanti malah diturunkan pangkat seperti Pezina itu"kata Selir Chu,,semenjak kecil mereka adalah teman seperguruan sehingga saat menjadi Selir pun mereka saling menjaga dan menolong


"ckkk,,,Selir Chu sangat setia kawan dan peduli kepada temannya ya,,,,apa Selir Bai tidak takut dikhianati teman sendiri? "kata Selir Hui melihat kearah Selir Bai


"apa maksudmu?"Selir Chu menatap tajam kearah Selir Hui


"ckk,,,tidak perlu dengarkan kata kata pezina,,"Kata Selir Bai ia menekuk alisnya


"Kakak Bai!"


"ckk,, baiklah karena ini perkataanmu aku akan dengarkan!"kata Selir Bai,,ia membuang muka karena kesal jika


*oke,,aku kemari ingin bertemu si cabul kenapa Selir Selirnya yang muncul-batin Liu Wen


"Kakak,,kalian tidak boleh bertengkar didepan Permaisuri,,lihat kalian membuatnya takut"seru seorang anak perempuan yang tiba tiba memeluk Liu Wen dari belakang


"ahhh,,Putri Liu Wen pasti kaget,,maafkan saya"kata Selir Hui


*tadi katanya ada empat selir pilihan Ibu suri,,jika disini sudah ada tiga apa yang dibelakang ini,,-batin Liu Wen melihat kearah belakang


"haloo,,kakak Permaisuri aku Selir Xiao,,anak Gubernur prefektur Chung,salah satu Selir Agung pilihan Ibu suri"kata Selir Xiao dengan polosnya


"berapa usiamu?"tanya Liu Wen melihat tubuh dan wajah Selir Xiao yang masih kanak kanak


"13 tahun"jawab Selir Xiao dengan senyum sambil memakan camilan yang ada ditangannya


*Ibu suri sudah tidak waras anak ingusan begini dijadikan Selir,,si cabul itu sudah mirip pedofil-batin Liu Wen


"heh,,Permaisuri,,apaan lebih mirip pengemis ohh tidak mirip j-a-l-a-n-g"kata Selir Bai dengan nada meremehkan


"Hoo,,,aku mirip pengemis?? jalangg?? lihat lah dirimu yang seperti pemain opera sabun dengan riasan tebal itu "kata Liu Wen membuat semua pelayan yang ada disana ikut tertawa


"Dasar kau jalangg,,kau baru akan jadi Permaisuri beraninya kau menghinaku!"kata Selir Bai kali ini dia ingin menampar Liu Wen karena amarahnya yang tak tertahankan lagi


Plakkk


"kauu,,,"Selir Bai memegang pipinya yang terasa sakit bukanya Liu Wen yang tertampar malah Selir Bai yang ditampar Liu Wen


"apa? kau apa? mau menamparku? jika aku belum jadi Permaisuri kenapa? aku akan takut denganmu?dengarkan aku,, aku tak takut dengan siapapun!meskipun aku tak memiliki jabatan apapun!"Liu Wen memberi sedikit penekanan pada kata katanya dengan tatapan tajam


*baguss,,aku bisa menyingkirkan Selir Bai dengan tangan Putri Liu Wen-batin Selir Hui


*dia menakutkan aku tak mau ikut campur-batin Selir Chu dia diam saja karena takut dengan Liu Wen


*wow,,kakak Permaisuri sangat hebat,,aku akan berteman dengannya agar Selir Bai tidak memarahiku-batin Selir Xiao dengan polosnya