
Villa Kelurga Liu
"Woahh... besar sekali"kata salah seorang tamu.
"Angel, kamu harus selalu dekat dengan Tuan Muda"kata seorang wanita yang tak lain ibu Angel.
"Ok...oke"kata Angel dengan gugup, terlihat sekali ibunya sangat ambisius.
"Sudah siap?"tanya Liu Wen, kepada anak anaknya.
"Ehmm..mm"angguk mereka, mereka pun membuka pintu kamar dan keluar menuju ruang utama, konsep pesta kali ini adalah indoor, ruang utama Villa Liu sangat besar mampu menampung hampir 1000 orang.
"Wow jadi Tuan Muda itu yang ulang tahun!"
"Yang mana yang itu atau yang itu.... atau yang itu"tanya temannya menunjuk Aiden, Jake dan Ellson secara bergilir.
"Entahlah mereka berjalan sejajar jadi tak tahu yang mana yang sedang berulang tahun"
"Undangannya ada dua.... besok ada perayaan pesta ulang tahun juga"
"Hmm... dengar dengar anak Wakil Presdir kembar"
"Oh ya yang mana? Tuan Muda yang itu dan Nona Muda itu kah?"tanya Pegawai Grup Liu, ia menunjuk Aiden dan Anna.
"Sepertinya begitu wajah mereka lumayan mirip"gumam temannya.
"Nikmati saja pestanya Presdir Mia ada disana kita bisa menjilat padanya"
"Hahaha... dasar anjing gila...!"
"Maaf membuat kalian menunggu. Hari ini adalah hari kelahiran keempat anakku silakan kalian nikmati acaranya"kata Liu Wen, awalnya mereka bertepuk tangan dengan meriah lama lama tepuk tangan itu berubah menjadi bisikan masal.
"Ha... hah? Tidak salah dengar?"
"Ma...maksudnya kembar empat?"
"Apa ulang tahun anaknya digabung?"
"Tidak mungkin mereka orang kaya"
"Ya kalian benar mereka kembar empat.."senyum Liu Wen seakan ia tahu apa yang sedang diperdebatkan orang.
"Ohh ya aku lupa... ada satu lagi putri bungsuku, sebenarnya mereka kembar lima tetapi putri bungsuku lahir dini hari jadi harinya berbeda, itu sebabnya besok kalian datang lagi ya"kata Liu Wen dengan bersemangat
"Astaga..."
"Apa hasil bayi tabung?"
"Bayi tabung pun tak mungkin sebanyak itu"
"Seperti kucing saja... hahaha"
"Jika terdengar kau akan mati"
"Nikmati acaranya"kata Liu Wen sekali lagi ia mengatakan hal itu agar para tamu tak bergosip dan menikmati acaranya saja. mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan si kembar pun memotong kue mereka masing masing, setelah itu penyerahan kado dan bagi para tamu untuk mengucapan selamat kepada mereka berempat.
"Selamat Nona Muda..."kata seorang pegawai Grup Liu kepada Anna, ia mengulurkan tangannya untuk mengajak Anna berjabat tangan.
"Terima kasih"kata Anna dengan datar dan tak menyambut uluran tangan pegawai itu, bukannya sombong Anna sangat gila kebersihan atau mysophobia.
"Ckk, masih kecil sudah sombong"gumam pegawai itu ia menarik tangannya dengan kesal.
"Jika tak senang... jangan datang lagi ke Villa ini untuk pesta ulang tahun adikku"kata Anna, ia mendengar sedikit apa yang pegawai itu katakan.
"Ahh... ti...tidak Nona Muda, saya hanya bercanda"kata pagawai itu, ia langsung pergi ketempat lain.
"Shsss.... kakiku mulai kram"gumam Anna, ia memegang kakinya yang hampir mati rasa.
"Mami disana, kak Aiden dan Jake juga disana, minta tolong siapa?"kata Anna, ia tak bisa menahan kakinya yang mulai tak berfungsi itu.
"Lagi lagi... aku akan mempermalukan diri sendiri"gumam Anna, ia sudah kehilangan keseimbangannya.
"Apa kamu baik baik saja?"tanya seorang pria berambut panjang dengan aksen bicara yang sangat berbeda.
"Ahh.. ya.. terima kasih paman..."kata Anna ada perasaan yang sangat nyaman saat pria itu memeluk Anna.
"Baiklah, kamu duduk dikursi itu saja, sepertinya kakimu sakit karena berdiri terlalu lama"kata pria itu, ia menggendong Anna mengantarnya ke kursi yang berada dipojok ruangan.
"Ehmm... apa paman seorang dokter?"tanya Anna, biasanya ia tak mau berbicara banyak dengan orang lain tetapi untuk pertama kalinya ia sangat terbuka dengan orang lain selain ibunya.
"Prfff... apaan itu?? Mamiku juga seorang yang suka memerintah! Dia seorang Wakil Presdir apa itu juga pekerjaan paman?"tanya Anna, ia terkekeh geli mendengar perkataan tak jelas itu.
"Yaa... aku tahu ibumu itu tukang perintah"gumam pria itu, ia menatap Liu Wen yang berbicara dengan para presdir perusahaan lain.
"Baiklah paman pergi dulu"kata pria itu ia bangkit dari kursi itu dan pergi keluar Villa.
"Akhhh?!! Padahal aku ingin tahu namanya"gumam Anna dengan kecewa.
"Maaf... saya terlambat.."Presdir Mike, ia membawa 50 lebih kado besar tentu saja para bodyguard yang membawanya.
"Ahh! Ahh!! Kak Aiden dewasa!!"teriak Key, ia meronta ingin turun dari pelukan Liu Wen dan berjalan kearah Presdir Mike.
"Ahh... dia datang.."gumam Aiden menatap sinis kearah Presdir Mike.
"Siapa dia?"tanya Jake berbisik ketelinga Aiden.
"Calon papi"balas Aiden dengan malas.
"Apa?! Papi??"teriak Jake membuat semua orang melihat Presdir Mike yang mengendong Keyzee.
"Dengar tidak?"
"Itu suaminya Wakil Presir?"
"Yang katanya kerja diluar negri itu"
"Wahh ternyata ada beneran kukira mereka hanya berbohong"
"Dari wajahpun mirip dengan anak pertama, Wakil Presdir"
"Mereka ayah dan anak betulan"
"Maaf tenanglah, ini hanya salah paham"kata Liu Wen situasi jadi semakin tak terkendali gara gara mulut putranya keduanya ini.
"Terima kasih Jake, kau sangat membantu"kata Liu Wen, ia tersenyum manis kearah Jake.
"Tidak masalah"kata Jake, ia merasa Liu Wen sedang memujinya
"Itu peringatan siap siap saja"kata Ellson sambil menepuk bahu kakaknya.
*Ayah kandung mereka? Wajahku dan Aiden memang mirip tetapi aku dan Liu Yifei tak pernah berbicara secara pribadi berdua apalagi melakukan hal itu-batin Presdir Mike, ia tak keberatan disebut sebagai ayah kandung si kembar tetapi faktanya ia bukan ayah kadung mereka.
"Maaf sudah membuatmu susah"kata Liu Wen, ia mengambil Keyzee dari pelukan Presdir Mike.
"Aku tak merasa begitu"kata Presdir Mike, ia sangat suka jika semua orang menganggap hal ini serius.
"Ingat mereka bukan anakmu"bisik Liu Wen membuat Presdir Mike menyadari fakta itu.
"Wahh... wahh... sudah ramai saja"kata Su Zheji yang baru saja sampai.
"Ini belum berakhirkan"kata Su Zheji, sudah biasa jika tingkah Presdir Su yang kasar dimata umum.
"Saingan terberat Grup Liu muncul?"
"Kukira mereka bermusuhan?"
"Yahh secara kedua Presdir wanita ini adalah wanita tangguh yang membawa perusahaannya ketingkat teratas"
"Presdir Su sangat jarang mau menghdirii acara begini"
"Tumben sekali"
"Selamat datang Presdir"kata Mia Liu, ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Tak perlu sungkan"kata Su Zheji, ia melakukan salam kepal dan pelukan dengan Mia Liu.
"Ohwh... ya..ya"kata Mia Liu, ia kewalahan dengan sikap Su Zheji.
"Satu wanita anggun, satunya bar bar, lucu sekali dua wanita tangguh pebisnis terkaya ini"kata Presdir Ming dari Grup Mi Entertainment.
"Bibi... Presdir Grup Su?"tanya Liu Wen, ia baru tahu akan hal itu.
"Hmm... begitulah"kata Su Zheji mengedikkan bahunya.
"Terima kasih telah menolong Aiden dan Key waktu itu..."kata Liu Wen, ia membungkuk karena benar benar berterima kasih walaupun putranya itu sangat pintar bagaimana pun ia masih seorang bocah berusia 5 tahun.
"Jangan sungkan mereka kan cucu cucuku"kata Su Zheji sambil tersenyum bangga.