
"Yang Mulia hari masih gelap, apa benar mau pergi sekarang? Kekaisaran Tang tak terlalu jauh dari sini"kata Chen, ia berada dijendela samping kamar Liu Wen.
"Hmm.... agar aku bisa cepat kembali"kata Kaisar, ia memakai baju yang sama dengan Chen dan melihat kearah Liu Wen sekilas.
Cupp
"Aku pergi dulu"kata Kaisar, ia mencium dahi Liu Wen nampak Liu Wen mengeliat karena ciuman dari Kaisar.
"Ayo pergi"kata Kaisar, mereka melewati jalan rahasia milik Qin Yuanqu.
********
Esok hari
"Jam...jam berapa ini"kata Liu Wen, ia yang baru saja bangun dari tidurnya langsung keluar kamar dan menanyakan hal itu kepada pelayan yang berjaga didepan pintu.
"Jam delapan Yang Mulia...."kata pelayan itu membuat Liu Wen tersentak.
"Astaga! Aku terlambat!"dengan cepat Liu Wen mandi dan memakai bajunya, ia segera mengambil kuda dan pergi Kekaisaran Tang.
"Mau kemana si bar bar itu"gumam Selir Chu ia melihat Liu Wen yang berlarian seperti dikejar anjing.
"Tak punya etika! Wanita seperti itu tak cocok menjadi Permaisuri"kata Ibu suri, hukumannya sudah dicabut sekarang.
"Salam Ibu suri"kata Selir Chu, ia membungkuk hormat.
"Bangunlah Nuan'er, kejadian yang menimpa Mei'er itu pasti ulahnya. Kau tak perlu merasa bersalah"kata Ibu Suri, ia membela Selir Chu karena menganggapnya tak bersalah.
"Itu pasti jalangg Liu yang melakukannya"lanjut Ibu suri matanya menatap tajam Liu Wen yang sudah jauh dari pandangannya.
"Itu benar! Saya sangat takut karena hal itu Ibu suri. Mei'er terluka karenanya tidak mungkinkan aku ibu kandungnya melakukan hal itu"kata Selir Chu, ia raut wajah sedih.
"Sudahlah kau jangan khawatir, aku memang tak bisa membelamu dari depan tetapi aku bisa membantumu dari belakang untuk menyingkirkannya"kata Ibu Suri sambil tersenyum licik.
"Anda memang mengerti saya"kata Selir Chu sambil memeluk Ibu suri.
"Salam nenek, Selir Agung"kata Qin Jianwe, ia yang kebetulan lewat memberi salam kepada dua orang ini.
*Apa dia baru saja menyebutku Selir Agung-batin Selir Chu, ia menaikan satu alisnya kenapa hari ini Qin Jianwe sangat berbeda.
"Nak, dia ibumu kenapa memanggilnya seperti itu?"kata Ibu suri dengan lembut sambil memegang pipi Qin Jianwe.
"Ibuku?"Qin Jianwe mengepalkan tangannya, ia sangat sangat ingin menghina dan menunjuk wajah Selir Chu, yang selalu ingin melenyapkannya dan bodohnya hati kecilnya selalu memaafkan dan menerimanya.
"Ahh ya... Ibunda Selir, aku lebih suka memanggilnya Selir Agung karena ibuku sudah meninggal"kata Qin Jianwe, ia pergi begitu saja setelah mengatakan itu.
*Apa dia tahu kalau aku ingin membunuhnya?-batin Selir Chu.
*Tidak! Tidak mungkin! Aku sudah menghapus jejaknya-batin selir Chu, ia mulai merasa khawatir kalau apa yang dilakukannya terungkap.
*Yah! Memangnya kenapa kalau ketahuan?! Dia juga tidak akan memberitahukannya kepada Yang Mulia, pengecut sepertinya tidak cocok jadi Kaisar-batin Selir Chu, ia tertawa didalam hatinya mengingat betapa lemahnya mental dan tubuh Qin Jianwe bahkan untuk menahan tangannya pun tak bisa.
"Ibu suri, aku akan melihatnya mungkin ia masih takut karena kejadian kemarin"kata Selir Chu dibalas anggukan oleh Ibu suri.
"Jianwe!"panggil Selir Chu membuat Qin Jianwe berbalik.
"Ada apa?"tanya Qin Jianwe dengan dingin membuat Selir Chu mengerutkan keningnya.
"Ada apa? Hah? Tinggalkan kami"kata Selie Chu ia menyuruh para pelayan pergi dari sana.
"Apa kau lupa apa yang diajarkan olehku! Jika bicara padaku, tundukkan kepalamu dan pelankan juga suaramu"kata Selir Chu dengan ketus.
"Aku tidak mau"kata Qin Jianwe, ia menatap mata Selir Chu dengan penuh kebencian dimatanya.
"Kau! Mau jadi pembangkang ya sekarang"Kata Selir Chu ia hendak menampar Qin Jianwe.
"We... "Qin Yuanqu yang melihat itu dari jauh hendak menghampiri mereka.
"Berani sekali kau yang seorang Selir memukul Pangeran"kata Qin Jianwe, ia menahan tangan Selir Chu dengan kuat.
"Ibu? Kenapa aku harus memanggilmu begitu?! Kau selama ini hanya menganggapku sebagai pelayan saja kan? Benarkan Selir Chu?!"bentak Qin Jianwe ia sangat marah sekarang segala beban yang ada didalam hatinya sekarang ia keluarkan.
"Ya! Hahaha.... kau baru menyadarinya sekarang?"
"Hahaha.... bodoh! Bodoh!"tawa Selir Chu ia sangat suka dengan ekspresi Qin Jianwe sekarang.
"Aku muak melihatmu! Aku benci denganmu! Benci! Karena kau anak haram, anak haram! Ibumu itu jalangg"kata Selir Chu, ia seperti orang gila sekarang tertawa dengan puasnya sambil menunjuk wajah Qin Jianwe.
"Cukup!"kata Qin Yuanqu, ia tak mau kebenaran itu terungkap secepat ini.
"Apa maksudmu"kata Qin Jianwe, ia sangat penasaran dengan apa yang dikatakan Selir Chu barusan.
"We'er ayo pergi dari sini"ajak Qin Yuanqu ia menarik tangan putranya.
"Ha! Orang yang didekatmu itu adalah ayahmu! Ayahmu itu seorang pembunuh dia yang membunuh ibundamu, hahaha..."
"Ibundamu adalah tukang selingkuh! Kau juga bisa lihat wajahmu sangat mirip dengannya"kata Selir Chu ia puas mengatakan hal itu walaupun bukan Qin Yuanqu yang membunuh Selir Tang.
"...."Qin Jianwe hanya diam saja, ia pergi dari sana, hal ini sangat menguncang hatinya.
"We'er... dengarkan aku dulu"kata Qin Yuanqu raut wajahnya terlihat sedih saat melihat wajah Qin Jianwe yang sangat terkejut.
"Aku tak mau bicara dengan siapa pun"kata Qin Jianwe, ia hendak mencari Liu Wen untuk membagi perasaannya.
*****
Kediaman Mentri Fu
"Wahh gila... tempat ini sudah menjadi reruntuhan saja"kata Liu Wen, ia melihat gerbang yang hancur tak tersisa bahkan banyak mayat berserakan disini.
"Fu Taite"gumam Liu Wen saat membaca tulisan dari gantungan pinggang yang terbuat dari giok berwarna hijau yang tergeletak dibawah tanah.
"Apa dia kakak Mentri Fu"lirih Liu Wen, ia melihat baju yang berlumur darah dan tulang yang telah mengering.
"Kau pasti orang baik, tulangmu tak berbau"kata Liu Wen, ia menaruh tulang itu dilubang dekat kolam dan menguburnya dengan hormat.
Krekkk
Bunyi barang yang terjatuh Liu Wen langsung bersembunyi karena ada seseorang di dalam kamar.
"Bagaimana sudah ditemukan?"tanya Kaisar kepada Chen.
"Qin Xuan!"gumam Liu Wen ia mengintip dibalik kayu yang berlubang.
"Belum Yang Mulia! Barang itu pasti disembunyikan ditempat yang aman"kata Chen walaupun pergi dari jam tiga tadi mereka tak menemukan apapun hanya surat surat politik saja yang mereka temui.
"Kenapa disini sangat bersih"gumam Kaisar, ia melihat kearah kotak kecil.
"Tulang?"gumamnya saat melihat tulang ekor manusia dan nama yang tertera dibawahnya.
"Fu Taite, apa ini kakak tirinya" Kaisar menyingitkan alisnya, apa ibunya sudah menyebabkan masalah yang begitu fatal bagi kehidupan orang lain.
Jika Quefeng ibu kakaknya yang menikah dengan ayahnya dan menjadi Permaisuri... apa mungkin ia tak akan pernah dilahirkan? Apa benar ibunya sangat licik dan kejam? Merebut kekasih temannya sendiri dan membunuh teman baiknya.
*Aku ingin tahu semuanya-batin Kaisar, ia sangat terluka jika itu adalah kebenaran yang sesungguhnya.
"Ada apa dengan wajahnya? Kenapa menjadi murung?! Itu kan hanya tulang ekor Fu Taite!"gumam Liu Wen karena jarak yang tak begitu jauh ia masih bisa mendengar kata kata atau gumaman Kaisar.
"Lubang?"gumam Kaisar saat melihat kebawah dan mencocokkannya dengan tulang ekor itu, tiba tiba lukisan disebelahnya bergerak, surat surat yang tadinya berdiri tegak menjadi berjatuhan ke lantai.
*Adikku sangat manis, aku punya adik laki laki tetapi ayah membencinya*
*Aku akan menjadi Mentri hari ini, tetapi ayah meninggal dan adikku ingin jabatan ini*
*Adikku telah berubah dia menjadi asing bagiku tetapi aku tetap menyayanginya*
*Ayah kandungnya adalah Kaisar Qin, kami mulai merencanakan perebutan tahta dengan Putra Mahkota Qin Xuan*
*Tang Sui memutuskan untuk menikah dengan Kaisar Qin padahal adiku sangat mencintainya.
*Karena Kaisar mandul kami memutuskan untuk mengubah rencana membuat Tang Sui hamil anaknya adik dan dia menjadi Kaisarnya.
*Aku bertemu Permaisuri Qin, dia sangat lucu, sayangnya ada yang ingin membunuhnya dari Kekaisaran Qin, aku berusaha mencarinya dikolam itu tetapi ia benar benar menghilang.
*Besok kediaman Menteri akan dikepung dan aku akan menyusul ayah dan ibu, kuharap adikku hidup bahagia.
Surat surat itu sangat menyentuh hati Kaisar sampai ia melihat surat yang mengatakan bahwa dirinya mandul.
"Yang Mulia ini surat yang dikirimkan tabib Wu"kata Chen ternyata Surat itu disembunyikan didalam tiang pengharum ruangan.
Rahasia ini akan aman, anda tenang saja-tabib Wu.
Baiklah jika anda mau bekerja sama Mentri bisa memberi anda banyak emas-Fu Taite
Tenang saja... tidak akan ada yang tahu kalau Kaisar mandul!! Saya memastikan saat memeriksa Permaisuri yang sedang terluka! Kalau Kaisar juga mandul-tabib Wu
Bagaimana aku bisa mempercayaimu-Fu Taite
Tuan.... Kaisar tak bisa mengeluarkan air mani lagi! Itu karena jumlahnya air maninya sangat sedikit dan tak mungkin bisa keluar! Karena obat mandul itu akan membuat rahim wanita kering sedangkan pria tak akan bisa menghasilkan air mani lagi-tabib Wu
Saat membaca itu ia menjadi sangat marah tangannya gemetar mengetahuinya bukan karena kesal ataupun takut tak memiliki keturunan tetapi ia sangat marah karena Pangeran dan Putri di istana bukan anak anaknya dan pemuda yang waktu itu yang mengakui sebagai putranya dan Liu Wen juga bukan anaknya.
"Aku mandul? Tidak masalah tapi Wen! Apa kamu memiliki anak dari pria lain"gumamnya ia terduduk lemas.
"Apa? Mandul! Tidak mungkin! Si kembar itu memang anakmu"kata Liu Wen membuat Kaisar terkejut wanita yang dicintainya ternyata ada disini.