
"Ah... hmm..."Liu Wen merapikan rambutnya dan menarik sedikit bajunya kebawah agar menutupi perutnya yang sedikit terlihat.
"Pakai ini"kata Presdir Mike, ia melepas jasnya dan memakaikannya ditubuh Liu Wen.
"Te..terima kasih"kata Liu Wen, ia sedikit malu dengan situasi yang dialaminya sekarang.
"Tidak perlu, cuma aku yang boleh melihat tubuhmu"bisik Presdir Mike membuat pipi Liu Wen langsung memerah.
"Ayolah ini tempat umum ada anak anak juga... bisakah kalian tidak bermersaan disini"kata Su Zheji membuat keduanya langsung menjadi canggung.
"Ayo pulang jika mau kopi akan mami pesankan nanti"kata Liu Wen, ia menggandeng Aiden dan mengajaknya keluar cafe.
"Tunggu mami"kata Aiden, ia menoleh ke belakang dan menatap lekat Presdir Mike.
"Paman yang melamar mami ku kan semalam"tanya Aiden kepada Presdir Mike.
"Hmm... begitulah"kata Presdir Mike, ia tak bisa berbohong dan mengatakan yang sebenarnya.
"Kamu tahu?"tanya Liu Wen, ia mempererat genggaman tangannya.
"Mami sudah menikah dan punya anak apa paman tidak malu menyukai wanita yang sudah menikah dan memiliki anak"kata Aiden dengan terus terang, ia tak suka berbicara bertele tele.
"Aku tahu tapi selagi papimu yang tak bertanggung jawab itu meninggalkan mamimu! Tak ada alasan bagiku untuk menyerah"bisik Presdir Mike ditelinga Aiden membuat Aiden tercengang.
"Aku tak menyangka ternyata kamu anaknya"lanjut Presdir Mike, ia memang sudah tahu Liu Wen sudah menikah dan memiliki anak tetapi ia tak tahu siapa anaknya menurut informasi yang didapatnya Liu Wen memiliki anak perempuan.
"Ohh ya... kita lihat saja..."balas Aiden, kedua orang ini bertatapan sengit bisa bisanya ada orang yang tak tahu malu seperti Presdir Mike pikir Aiden.
"Oke..oke sudah main tatap tatapannya ya, mami kedinginan, hahaha..."kata Liu Wen, ia mengendong Aiden ditangan kanannya dan Keyzee ditangan kirinya.
"Kau sudah lihatkan. Aku seorang ibu, lebih baik cari wanita lain saja"kata Liu Wen, ia langsung pergi setelah mengatakan itu.
"Jadi itu... lumayan"kata Su Zheji, ia menyikuti perut putranya yang ada disebelahnya.
"Apa mama tidak keberataan...?"tanya Presdir Mike, ibunya seorang pebisnis segala gerak geriknya akan mempengaruhi perusahaannya, mungkin saja dengan status Liu Wen yang sudah memiliki anak. Ibunya itu akan menghalanginya untuk menjalin hubungan dengan Liu Wen.
"Tidak sama sekali, dia tipe mama lho..."kata Su Zheji ia menepuk bahu anaknya.
"Semangat ya..."kata Su Zheji karena hari sudah semakin siang. Ia harus kembali ke perusahaan tak lupa mencium kening putranya sebelum pergi.
"Tak ada penghalang untuk kita bersama Fei! Untuk sekarang kau tak menyukaiku tetapi aku yakin suatu saat nanti perasaanku ini akan terbalaskan"gumam Presdir Mike, ia tersenyum miring sambil meminum kopinya yang sudah dingin.
*******
Villa Keluarga Liu
"Apa Aiden dan Key diculik?!"kata Mia Liu, ia mondar mandir diruang tengah saat menantunya Gu Suyi memberitahu cucunya menghilang, ia langsung kembali kerumah begitu pula Liu Zhiwan yang sedang menelfon polisi untuk mencari keponakannya.
"Bagaimana kalian bekerja! Kenapa mereka diizinkan keluar!"teriak Liu Zhiwan kepada satpam rumah.
"Ma..maf Tuan... Nona dan Tuan muda bilang mau mengantar makanan untuk Nyonya Liu"ucap salah seorang penjaga, ia sangat ketakutan melihat wajah Liu Zhiwan yang berubah sangat mengerikan.
"Oh ya! Bukankah kau tidur saat mereka pergi!! Kau dipecat!"emosi Liu Zhiwan memuncak saat melihat cctv satpam dirumahnya tertidur saat menjalankan tugas.
"Sudahlah kakak, jangan marah lagi mereka baik baik saja"seru Liu Wen yang baru saja masuk ke dalam Villa.
"Fei? Bagaimana Aiden dan Key.."tanya Liu Zhiwan, ia khawatir keponakannya terluka.
"Maaf paman aku sudah membuatmu khawatir"kata Aiden yang baru masuk ke dalam Villa.
"Dari mana saja kalian?"tanya Mia Liu, ia memeluk Keyzee yang berada disamping Aiden.
"Melihat calon papi"gumam Aiden, ia memalingkan wajahnya.
"Apa?"tanya Mia Liu, apa mungkin telinganya bermasalah.
"Fei?"tanya Mia Liu, ia menatap putrinya ada jas pria dibadannya.
"Hanya orang tak waras, aku ganti baju dulu"kata Liu Wen ia berjalan ke kamarnya dengan gontai.
"Huh? Siapa orangnya? Apa pria tua? Apa jelek? Aku tidak suka yang jelekk"tanya Jake bertubi tubi, ia menghampiri Aiden segera setelah mendengar hal itu.
"Paman mirip kak Aiden dewasa!"kata Keyzee dengan girangnya.
"Aiden dewasa?"gumam Liu Zhiwan, jika wajah mereka mirip kemungkinan benar itu ayah kandung si kembar pikir Liu Zhiwan.
"Apa itu ayah kandung mereka?"tanya Liu Zhiwan kepada ibunya.
"Nanti kita cari tahu"jawab Mia Liu, ia mengajak cucu cucunya makan siang bersama.
*******
"Jio bagaimana apa bisa selesai besok?"tanya Su Zheji, ia menyenderkan kepalanya dibahu Wu Jio dokter senior sekaligus teman kuliah Su Zheji.
"Karena kau yang meminta aku tak bisa bilang tidak"kata Wu Jio dengan malas.
"Begitu dong"kata Su Zheji, ia berdiri dan hendak salam kepal didada.
"Heii! Berhenti melakukan itu! Aku sudah tua!!"kata Wu Jio menyilangkan tangannya.
"Hahaha.... maaf! Aku ingat masa lalu"Su Zheji terkekeh dulu ia dijuluki wanita preman saat kuliah tak disangka sekarang menjadi seorang Presdir perusahaan besar.
"Kau tahu suamiku mengeluh karena dadaku rata. Ini semua salahmu"kata Wu Jio, ia masih menyilangkan tangannya karena takut Su Zheji memukulnya.
"Hahaha... ayolah itu bearti dia cuma mencintai dadamu bukan dirimu!"kata Su Zheji, ia tergelak seperti preman sungguhan.
"Bagaimana dengan suami bulemu itu?Bukankah kau dulu tinggal di Paris?"tanya Wu Jio karena pekerjaan masing masing mereka jarang bertemu untuk sekedar mengobrol jadi wajar saja Wu Jio tak tahu keadaannya sekarang.
"Kami bercerai beberapa tahun yang lalu, hak asuh Xuan jatuh kepadanya. Aku tak sudi melihat wanita rendahan itu. Jika aku melihatnya sifat asliku akan keluar, itu sebabnya aku tak pernah mengunjungi Xuan"kata Su Zheji, ia menghela nafas panjang mengingat semua itu membuatnya mengepalkan tangannya.
"Yaa... ini semua adalah takdir. Berkat itu kau jadi presdir kan? Berterima kasih lah pada pelakor itu, hahaha"kata Wu Jio, ia berusaha menghibur sahabatnya.
"Hmm! Tentu yang penting putraku sudah kembali ke sisiku! Kau tahu kan aku pantang balikan mah mantan"kata Su Zheji sambil mengerutkan alisnya.
"Ohh... tentu! Ibu Presdir Su memang pemilih..."kata Wu Jio menahan tawanya.
"Hahahaha"mereka pun tertawa bersama, setidaknya hatinya tak kesepian seperti dulu saat tidak ada putranya.
Drett Drett
"Hallo Presdir, anda mendapat dua undangan dari Grup Liu, apa anda mau datang?"tanya Sekertaris Feng dari balik telfon.
"Dari perusahaan saingan.... ti... ohh baiklah aku datang"Su Zheji awalnya ingin menolak tetapi ia ingat wanita yang dikejar putranya berasal dari Grup Liu.
"Kenapa kau mau datang, aku dengar kau tak pernah mau datang di pesta orang kaya begitu?"tanya Wu Jio, ia mendengar berita di televisi katanya temannya ini tak pernah mau menghadiri pesta manapun.
"Yahh... kita cuma saingan bisnis bukan musuh tidak ada masalahkan? Sesekali tak apa!"seru Su Zheji dengan bersemangat.
"Ehmm... begitu ya, baiklah aku mau bekerja dulu! Besok datang jam 8 pagi untuk mengambil hasilnya"kata Wu Jio melambaikan tangannya.
"Oke!!! Sampai jumpa"teriak Su Zheji, ia membalas perkataan temannya itu dan melambaikan tangannya.
"Xuan... aku sudah membuat celah untukmu! Sisanya kuserahkan padamu oke..."gumam Su Zheji, ia menyilangkan kakinya dan tersenyum lebar akhirnya Villa besarnya akan dipenuhi tawa anak kecil.
********
Esok hari
"Hmmuhmmm...."geram Keyzee dari pagi ia menekuk wajahnya.
"Ada apa sayang.... hari ini wajahmu itu sangat tak bersahabat"kata Liu Wen, ia mau tertawa melihat ekspresi putri bungsunya itu.
"Tidak apa, humhhhmm"kata Keyzee kali ini matanya menyipit karena kesal, suasana Villa Kelurga Liu hari ini sangat ramai dari biasanya, para tamu sudah banyak yang berdatangan memenuhi undangan pesta ulang tahun keempat anaknya.
"He...hehehe... anak baik tidak boleh marah, hari ini kan ulang tahun kak Aiden, Kak Jake, Kak Anna dan Kak El, kok Key malah gitu mukanya"tanya Liu Wen, ia mencubit pipi putrinya itu.
"Habissnyaa! Kenapa Key tidak ulang tahun juga hari ini!! Key ulang tahunnya sendiri besok..."kata Key, ia mengembungkan pipinya karena lahir di jam 00.45 dini hari membuatnya berbeda hari kelahirnya dengan para kembarannya.
"Karena Key istimewa, kak Momo juga ulang tahunnya sendiri kok. Key... nanti cuma kamu yang jadi pusat perhatiannya itu lebih seru dari pada ulang tahun bersama!"seru Liu Changmo sepupunya, ia mengelus pucuk kepala Keyzee.
"Apa benar mami?"tanya Key menatap ibunya.
"Hmmm! "angguk Liu Wen membuat wajah Keyzee kembali tersenyum.
"Terima kasih Momo, bibi jadi tertolong"kata Liu Wen mengelus kepala keponakannya itu.
"Tak masalah, disini aku kakak mereka berlima"senyum Liu Changmo, ia mencium punggung tangan bibinya dan mengajak Keyzee pergi melihat lihat taman Vila Keluarga Liu.
******
Kamar
"Heiii!! Siapa yang memilih konsep laut begini!!"teriak Aiden tidak setuju.
"Aku!! Soalnya aku mau jadi bulu babii"kata Jake dengan semangat, ia memakai kostum bulu babii.
"Kita mau merayakan ulang tahun!! Bukan perayaan kostumm!"teriak Aiden kesal.
"GANTI... PAKAIAN... FORMAL!!"mata Aiden seperti memancarkan sinar merah karena terlalu kesal dengan tingkah adik keduanya itu.