I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
27. Berubah Penampilan



Ruang Makan Keluarga


"Yang Mulia Permaisuri tibaa"teriak kasim membuat semua orang menoleh kearahnya. Hari ini pertama kalinya Liu Wen ikut makan bersama Kaisar, Ibu suri dan Selir Agung, semacam makan malam keluarga.


"Salam Yang Mulia Kaisar, salam Ibu suri"tunduk Liu Wen memberi hormat, ia tampak tak bersemangat bukan karena cemburu atau tak suka dengan orang orang yang ada disini. Ia hanya malas untuk keluar dari kediaman.


"Berdirilah. Aku dengar kau akhir akhir ini sakit?"tanya Ibu suri, ia menautkan alisnya seperti orang yang sedang khawatir.


"Mmm, hamba hanya masuk angin. Ibunda tidak perlu khawatir"jawab Liu Wen sambil menutup matanya ia duduk disamping Kaisar, saat melihat makanan didepannya ia jadi lapar, seketika nafsu makannya bangkit.


"Nyamm.... uhmm... enak sekali"gumam Liu Wen, ia menyantap makan duluan dan porsi makannya pun sangat banyak.


"Ekhemm! Seharusnya Yang Mulia Kaisar dulu yang makan, Ibu suri baru anda sebagai pembuka"kata Selir Chu menjelaskan tata krama seorang Permaisuri saat makan jika ditanya bagaimana ia tahu. Tentu saja ia mempelajarinya karena berpikir suatu saat ia akan menjadi Permaisuri.


"Ohh, begitukah?"tanya Liu Wen dengan mulut penuh nasi, ia mengedipkan matanya berkali kali dan berhenti mengunyah makanan.


"Tidak....tidak...tidakk ada! Itu hanya tradisi lama kau boleh makan sepuasnya"kata Kaisar sambil tersenyum, ia mengambil daging sapi asap dan menaruhnya dimangkuk milik Liu Wen.


"Oke! Aku tidak akan sungkan lagi kalau begitu"jawab singkat Liu Wen, ia dengan cepat menghabiskan makanan yang berada diatas meja.


*Dia menghabiskan semua makanannya-batin Selir Chu ia tertawa garing karena tak bisa melihat pergerakan tangan Liu Wen saat mengambil makanan.


*Apa yang harus aku makan?! Si rakus tidak tahu etika ini menghabiskan semuanya-batin Ibu suri ia membeku melihat kecepatan tangan Liu Wen.


*Woww!!!! Kakak Permaisuri sangat hebat menghabisan semua makanan dimeja-batin Selir Xiao ia menepuk tangannya karena sangat girang melihat Liu Wen dengan nafsu memakan semua makanan diatas meja.


"Terima kasih makananya! Aku kekediaman dulu"kata Liu Wen, ia berdiri dan langsung pergi tanpa mengatakan apa pun.


"Dia manusia atau bukan? Makannya banyak sekali"kata Ibu suri dengan datar.


"Mungkin Permaisuri memelihara roh jahat ditubuhnya itu sebabnya makannya jadi banyak"balas Selir Chu tersenyum remeh.


"Jangan menyebar rumor aneh! Aku masih belum mengetahui siapa yang menyebarkan berita Permaisuri tidak bisa mengandung!! Jika sudah tertangkap dia akan mendapat hukuman yang berat"kata Kaisar dengan wajah yang mengerikan.


"Ah... iya! Harus dihukum!"kata Ibu suri, ia melihat kearah lain.


*Ibunda sangat pintar berpura pura, entah apa yang harus aku lakukan, menghukum ibuku sendiri? Rasanya tak tega-batin Kaisar, ia merasa sedih karena mendapat laporan Ibu suri yang menyebarkan rumor itu.


Kediaman Naga


"Hamba memberi salam kepada Yang Mulia Kaisar.... semoga panjang umur"hormat Chen sambil menunduk, ia tiba tiba masuk kedalam kamar Kaisar dari jendela pada malam hari.


"Ada berita apa?"tanya Kaisar yang sibuk mengecek dan menulis laporan dokumen Kekaisaran.


"Ada 3 berita Yang Mulia... satu berita baik dan dua berita buruk, anda ingin mendengar yang mana dulu?"tanya Chen ia mendapatkan banyak berita hari ini.


"Emm... aku penasaran dengan berita baiknya"jawab Kaisar yang memegang dagunya sebentar.


"Pangeran Ketujuh berhasil memenangkan desa perbatasan dan saya mendengar bahwa adipati Yun menawarkan ratusan prajurit untuk memberontak dan ingin menjadikan Pengeran Ketujuh sebagai Kaisar baru tetapi Pangeran menolak karena hidupnya hanya untuk anda"kata Chen, ia juga senang saat mendengar hal ini.


"Mereka semua adikku tentu saja takkan menyakitiku! Aku tak mau kami bersaudara saling membunuh dan mereka berdua mengingatnya"senyum Kaisar yang bangga akan kedua adiknya.


"Berita buruknya?"tanya Kaisar pasti berita buruk ini soal politik tebaknya.


"Selir Lin berteriak sepanjang malam dikediaman Pangeran keempat yang membuat Pangeran kurang tidur dan nampak lesu dipagi hari"jawab chen, ia ingin mengusir Selir Lin tetapi mengingat dia masih ibu kandung Pangeran Keempat membuatnya mengurungkan niatnya.


"Hmmm...! Ini memang berita buruk tapi aku tak bisa melakukan apapun! Dia adalah ibu Junxi jika aku mengirim pasukan untuk mengusirnya mungkin dia akan tersinggung, biar Junxi saja yang membereskannya"gumam Kaisar.


"Selanjutnya"sambungnya sambil menulis.


"Hmm.. Ibu suri..."kata Chen terputus dia tak berani mengatakannya.


"Huh? Ibunda? Ada apa?"Kaisar Qin menatap Chen karena penasaran.


"Beliau yang menyebarkan fakta bahwa Permaisuri tidak bisa mengandung"kata Chen dengan penuh berkeringat, ia takut Kaisar Qin marah.


"Sudah kuduga dia yang melakukannya, bagaimana dia melakukannya?"kata Kaisar sambil menghela nafas panjang.


"Ibu suri dan Selir Chu menyuruh pelayan untuk menyebarkan kebenaran tentang Permaisuri mengandung sampai keluar istana. Banyak yang mencemooh Permaisuri dan menyuruhnya turun dari jabatannya tapi banyak juga yang berempati untuknya"


"Baiklah, kau hentikan rumor ini bagimanapun caranya"kata Kaisar dengan tegas ia menggenggam kuat kuas yang berada ditangannya.


"Baik!"Chen langsung pergi dari sana.


*****


"Aku mau kembali! Hanya itu yang ingin Kukatakan! Jangan melakukan apapun! Aku tidak membela Permaisuri. Jika kalian mendapat masalah aku juga akan membantu jadi jangan buat ini semakin sulit dan menambah masalahku"kata Kaisar, ia pergi ruang makan dengan keadaan marah.


"Ibu suri? Apa Yang Mulia tahu itu perbuatan kita?"tanya Selir Chu dengan wajah yang ketakutan.


"Tenanglah dia takkan tahu lagi pula kau ingin jadi Permaisurikan? Selir Xiao masih terlalu muda, aku akan membantumu jika kau membantuku"kata Ibu suri memegang pundak Selir Chu.


"Terima kasih Ibu suri"kata Selir Chu membungkukkan badannya.


"Aku dengar petugas kehakiman mendapat banyak emas langka karena berhasil memecahkan kasus diperbatasan?"tanya Ibu suri dengan ramah.


"Ahh... iyaa memang seperti itu saya akan kirimkan beberapa tael untuk Ibu suri"kata Selir Chu sambil tertawa ringan.


"Baiklah aku akan tunggu"senyum Ibu suri, ia memegang pipi Selir Chu dan pergi dari sana.


*Akhirnya emas langka itu aku miliki-batin Ibu suri tertawa puas.


*****


"Ehh? Bukannya Permaisuri baru makan malam?!"tanya Meng, semenjak tak mual lagi junjungannya itu jadi sering makan.


"Aku lapar lagi cepatlah!! 10 buah oke!"kata Liu Wen memegang perutnya, ia memang sangat lapar sekarang makan malam tadi sangat sedikit sepertinya harus makan lagi pikirnya.


"Ini Yang Mulia"kata Meng membawa nampan berisi kue persik dan teh longjing tak butuh waktu lama semuanya untuk habis.


"Yang Mulia nafsu makan anda sungguh besar?"kata Meng sambil tertawa ringan dia tak menyangka bisa melihat hal seperti ini terjadi kepada Liu Wen.


"Ya sepertinya begitu! Semenjak aku minum teh seduh buatan adik ipar nafsu makanku kembali! Malah bertambah"kata Liu Wen dengan mulut penuh dengan makanan.


"Meng aku lapar tolong bawakan iga sapi bakar"kata Liu Wen memegang perutnya.


"Yang Mulia makan terlalu banyak tidak baik untuk kesehatan anda"kata Meng, ia mulai khawatir saat Liu Wen meminta makanan lagi.


"Aku tahu.... tapi rasanya masih lapar cepat ambilkan"kata Liu Wen dengan sedikit merengek.


"Huhh... baiklah"kata Meng, ia bergegas kedapur dan mengambil makanan untuk majikannya itu.


"Hei!! Ini sudah larut kenapa kau mengambil makanan terus dari tadi"ucap koki dapur memarahi Meng.


"Tuan dia pelayan Permaisuri"kata salah satu pelayan membisikan hal itu dengan si koki.


"Lalu kenapa jika dia pelayan Permaisuri!Dia juga tak boleh mengambil makanan seenaknya"kata koki itu ia menaruh pisau dapurnya dan menghampiri Meng


"Maaf makanan ini bukan untuk saya tapi untuk Permaisuri"kata Meng ia bergegas pergi dari sana karena takut Liu Wen lama menunggunya.


"Hah? Bukannya Permaisuri baru makan malam dan mengambil camilan?"tanya koki itu dengan heran.


"Ini makanannya Yang Mulia"kata Meng yang langsung direbut Liu Wen.


"Eumm... sangat enak Meng! Kau mau coba?"tanya Liu Wen kali ini, ia memakannya dengan anggun menggunakan sumpit dan sendok.


"Tidak Yang Mulia! Saya sudah kenyang"kata Meng sambil tersenyum lucu saja melihat Liu Wen yang makannya banyak sudah hampir 2 bulan ini nafsu makannya bangkit sampai perutnya membesar.


"Meng... perutku..."kata Liu Wen kaget melihat perutnya yang sedikit buncit dipantulan cermin.


"Anda gemuk karena makan terus menerus Yang Mulia"ledek Meng sambil tertawa ringan.


"Aku tak mau gendut! Adik ipar ini! Memberiku obat pereda mual atau ingin membuatku gendut seperti sumo sih"gumam Liu Wen, ia frustasi melihat perutnya yang membuncit untung hanya perut saja jika seluruh badan membengkak bagaimana jadinya.


"Meng mulai besok aku mau diet!"kata Liu Wen dengan serius.


"Diet? Itu apa?"tanya Meng, ia memiringkan kepalanya.


"Maksudnya aku makan sedikit saja! Menunya nasi dan sayur, oke"kata Liu Wen dengan semangat. Iia akan membuat perutnya kembali seperti semula dalam 5 hari saja pikirnya.


"Apa Permaisuri yakin?"tanya Meng dengan penuh penekanan.


"Te... tentu saja!"kata Liu Wen dengan bersungguh sungguh.


"Oh ya Permaisuri, Perdana Mentri Liu menyuruh anda untuk pulang rumahnya, Kaisar sudah menyetujuinya"kata Meng, ia hampir lupa memberitahukan hal ini kepada Liu Wen karena sibuk mengambil makanan dari tadi.


"Wah! Kalau begitu! Ayo pergi besok!! "kata Liu Wen dengan mata berbinar, akhirnya dia bisa pulang kerumah orang tuanya untuk sekian lama.


****


Kediaman Perdana Mentri


"Ayah... apa benar yang dikatakan orang?"tanya Liu Yichen kepada ayahnya.


"Tidak mungkin! Wen'er pasti menjaga reputasinya dengan baik"kata Liu Whojin sambil tertawa.


"Tapi ada berita juga bahwa Wen'er tidak bisa mengandung apa dia frustasi sampai pikirannya hanya makan?"kata Liu Yiren dengan nada khawatir nasib putrinya itu.


"Kita akan tahu semuanya saat kakak datang"kata Liu Yichen menunjuk kereta kuda yang mendekati kediaman mereka dengan pengawal yang banyak


"Ayah... ibu.... Yichenn... aku kembali"kata Liu Wen yang berlari keluar kereta, melihat perut Liu Wen membuat mereka tersentak dan menahan tawa.


"Prfff... apa benar ini kakakku yang cantik dan anggun itu"Liu Yichen menahan tawanya melihat tubuh Liu Wen yang membesar apa lagi dibagian perutnya.


"Hei! Aku mendengarnya"kata Liu Wen yang beberapa langkah lagi mendekati mereka bertiga.


"Wen'er sepertinya kau sangat bahagia diistana"kata Liu Whojin yang melihat anaknya sangat gemuk dan berseri seri.


"Ya tentu saja"kata Liu Wen memeluk ibu dan ayahnya.


"Ayo masuk"ajak Liu Yiren ia mengandeng tangan anaknya.


"Tunggu... tungguu dulu!"kata Liu Yichen dengan serius.


"Apa lagi?"tanya Liu Wen dengan malas.


"Kau benar benar kakakku kan?"tanya Liu Yichen dngan berlagak serius.


"Liu-Yi-Chen!!"tampak tiga guratan ditangan Liu Wen yang mengepal karena menahan marah.


"Hahahaha"mereka semua tertawa kecuali Liu Wen yang menjadi bahan tawaanya.