
"Bukan apa apa"jawab Presdir Mike dan Liu Wen dengan serempak seakan akan bisa membaca isi hati Aiden.
"Hhuhh"Aiden menyinggung senyum miring diwajahnya, makin lama Predir Mike sudah seperti ayah kandungnya saja bermain dan pergi bersama adalah rutinitas sehari hari mereka.
"Key mau oleh oleh"kata Presdir Mike, ia menunjukan pesan singkat yang dikirim Keyzee.
"Hmm, tidak boleh jika kak Zhiwan tahu aku yang dimarahi"saat melihat pesan singkat yang dikirim putrinya itu membuatnya tertawa garing, junk food. Kakaknya akan memakannya jika tahu hal ini.
"Ajak Key keluar saja, Anna, Jake dan El juga sekalian"usul Presdir Mike kenapa Liu Wen pelit sekali pergi hanya membawa satu anak dan yang lain ditinggal.
"Ini bukan hari libur jadi mereka tak boleh bermain diluar. Aku membawa Aiden karena dia bisa membantuku membawa belanjaan"kata Liu Wen sambil tersenyum lebar.
"Aku sudah biasa menjadi tukang angkut barang"kata Aiden dengan pasrahnya.
"Ibu yang jahat"gumam Presdir Mike, ia menatap iba Aiden.
"Mau kupukul"kata Liu Wen memasang wajah galaknya.
"Ti..tidak..tidak..."kata Presdir Mike, ia tersenyum lebar.
"Mi.. Mike!"teriak Dei dari kejauhan, ia berlarian dan langsung memeluk Presdir Mike.
*Suaranya seperti wanita itu-batin Liu Wen ia ingat suara wanita yang sangat menikmati ciuman panasnya dengan Presdir Mike.
"Tidak kedinginan apa pake baju pendek banget gitu"kata Liu Wen dengan malas, ia kembali kesal saat melihat Dei menempel dengan Presdir Mike.
"Apa?"tanya Dei, ia melihat wanita depannya dengan anak laki laki disampingnya.
"Ohh! Jadi kau janda tidak tahu malu itu"kata Dei ia sengaja belajar bahasa mandarin dengan kalian itu untuk menghujat Liu Wen.
"Jan...janda? Suamiku masih belum mati"Liu Wen yang tadinya melihat kesana kemari langsung menatap Dei sambil tersenyum.
"Bearti kau jalangg! Masih punya suami berani menggoda Mike"kata Dei, ia menatap Aiden membuatnya mengerutkan alisnya.
*Ke..kenapa bisa mirip dengan Mike! Tidak mungkin dia anak Mike dan suami si Jalangg ini Mike! Apa mereka diam diam sudah menikah!-batin Dei.
"Apa kau sampai membuat putramu itu terlihat mirip dengan Mike agar semua orang mengira Mike ayahnya,"kata Dei, ia maju kedepan dan menyentuh kepala Liu Wen.
"Tahu malu sedikitlah"sambungnya, ia memukul pelan kepala Liu Wen.
"Pergilah"kata Presdir Mike, ia menepis tangan Dei agar menjauh dari Liu Wen.
"Apa apaan kau ini! Mau melindunginya?"tanya Liu Wen dengan nada tak suka.
"Apa? Melindunginya?"Presdir Mike benar benar tak mengerti, ia selalu berada dipihak Liu Wen bagaimana bisa wanita itu berpikir sebaliknya.
"Ya! Kau menyuruhnya pergi, kau tahu bagaimana aku kan"kata Liu Wen, ia berbicara dengan penuh penekanan.
"Wahh lihat, ada pertengkaran suami istri seperti karena selingkuh"
"Kasihan anaknya"
"Lihat wanita bule itu.. pakaiannya sangat sexsi"
"Pria luar memang suka mempermainkan perasaan! Mereka cuma mau tubuh kita saja"
"Hmm... kau benar"
"Nyonya... tinggalkan saja pria itu"teriak pria tua yang berada dilantai satu
"Ya benar Nyonya... mereka pasangan yang serasi jalangg dan bajingann, jangan sia siakan hidupmu! Setidaknya demi putramu"
"Eh bukankah dia Wakil Presdir Liu?"
"Ahh benar!"
"Baru pulang suaminya sudah berselingkuh?"
Kata para pengunjung yang berlalu lalang mereka merasa iba terhadap Liu Wen dan menyangka bahwa Liu Wen adalah wanita yang terselingkuhi.
"Mami... ayo pergi! Kita bukan orang biasa. Jika ada skandal akan berdampak bagi Grup Liu"kata Aiden, ia tak terlalu mengerti tetapi yang ia tahu sekarang mereka menjadi pusat perhatian.
"Hmm"kata Liu Wen ia mengambil barang bawaan Aiden dan mengandeng tangannya.
"Fei!"panggil Presdir Mike, ia ingin mengejar Liu Wen tetapi ia tahan oleh Dei.
"Ayo ambil gambar lebih banyak"bisik seseorang dari balik etalase toko.
*******
Berita terkini Presdir Grup Su diketahui selingkuh dengan wanita berkebangsaan Paris, terjadi pertengkaran hebat antara Wakil Predir Liu dan Presdir Grup Su! Apakah mereka akan berpisah kembali setelah sekian tahun baru bertemu? Mari kita tanyakan langsung nanti*ceroceh wartawan itu, Liu Wen yang penasaran mengintip dibalik jendela kaca mobilnya, melihat seorang wartawan sedang melakukan siaran Live didepan Grup Su.
"Baru tiga puluh menit sesudah kejadian tadi.... langsung ada berita begini, menyebalkan"gumam Liu Wen, ia membanting stir mobilnya karena kesal.
*Ini sangat parah sih, lebih parah saat mereka salahpaham kalau paman Mike adalah ayah kandung kami-batin Aiden.
*Apa akhirnya mami akan mengadakan konfrensipres untuk meluruskan semua kejadian ini-sambungnya.
"Itu mobil Wakil Presdir"tunjuk seorang wartawan membuat wartawan lainnya melihat kearah mobil Liu Wen dan mengerumuninya.
"Wakil Presdir! Tolong klarifikasinya"
"Wakil Presdir suami anda melakukan perselingkuhan didepan mata anda, apa yang anda rasakan?"
"Wakil Presdir tolong jelaskan bagaimana wanita asing itu bisa mengenal Presdir Mike Su"
"Bagaimana dengan pembagian harta dan pewaris Grup Su? Apakah Tuan Muda Aiden yang mengambil alih?"
"Hah!? Kak Suyi tolong panggilan Bodyguard kedepan gerbang disini sangat ramai"kata Liu Wen, ia memegang kepalanya yang terasa pusing baru sampai didepan rumah langsung dihadang manusia haus berita ini.
"Baiklah kamu tunggu sebentar"kata Suyi ia langsung memanggil para Bodyguard menuju ke gerbang.
"Sial!! Ini membuatku pusing! Bagaimana Jake mengatasinya"gumam Liu Wen saat para Bodyguard menghalang para wartawan mobilnya langsung melaju ke dalam rumahnya.
Lokasi Syuting
"Tuan Jake! Para wartawan ingin bertemu denganmu"kata asisten aktor Wang Yibo.
"Kak Nina panggil aku Jake saja. Disini aku pendatang baru"kata Jake ia yang baru saja membuka naskahnya, sejak diperbolehkan Liu Wen menjadi aktor, ia langsung banyak ditawari untuk bermain drama maupun film, sebenarnya bukan hanya Jake tetapi para kembarannya juga.
"Aku pendatang baru kenapa sudah mau diliput saja"sambung Jake , a mengedikkan bahunya, menaruh naskahnya dan keluar dari ruang istirahat.
"Tuan Muda Jake! Tolong beritahu kami kapan ayah anda Presdir Su melakukan perselingkuhan?"
"Apa ini alasan anda ingin menjadi aktor?"
"Apa nantinya anda dan saudara anda akan mendapatkan pembagian saham Grup Su?"
"Hah? Selingkuh? Ada apa ini"kata Jake ia sangat binggung bagaimana menjawab pertanyaan para wartawan ini.
Villa Keluarga Liu
"Kenapa ada masalah seperti ini Fei?"tanya Mia Liu ia merasa kasihan kepada putrinya.
"Tidak apa ibu! Wanita itu adik tiri Mike yang menyukai kakak tirinya sendiri!"balas Liu Wen, ia mencium pipi ibunya.
"Seketika saham Grup Liu naik dan saham Grup Su menurun drastis!"kata sekretaris Zhou membuat Liu Wen tersentak.
"Kasihan Mike dia baru saja menjadi Presdir Su"
"Apa lagi usaha Nyonya Su yang memulai perusahaan itu dari nol"
"Mami! Semua orang menghujatku sebagai anak pezina!"isak Key yang baru saja kembali dari kelas tambahannya
"Apa! Siapa yang bilang hal itu padamu?"
"teman teman...! hik... hik... ibu mereka juga! Katanya mami bodoh karena menyukai paman Mike"Keyzee menangis membuat Liu Wen mengendongnya, matanya merah sepertinya sudah lama ia menangis.
"Masalahnya semakin rumit, sepertinya harus segera diakhiri"gumam Liu Wen, dia harus bertindak sebelum berita miring lainnya bermunculan.
******
Dua hari kemudian
"Hari ini benaran mau datangkan?"
"Ya semoga saja, jika seperti kemarin lagi itu akan sangat menyebalkan"
"Wakil Presdir Liu saat menjadi Profesor dulu sangat terbuka sekarang menemuinya saja sangat sulit"
"Sekarang dia pebisnis makanya harus berhati hati dalam tindakannya karena timbal baliknya ke perusahaannya"
"Susah juga menjadi orang terkenal, tak bisa bebas berekspresif"kata para Wartawan mereka sibuk menyiapkan alat alat untuk merekam gambar serta suara Liu Wen, mereka tak ingin melewatkan kesempatan emas. Hari ini Liu Wen konferensi pers untuk meluruskan semua masalah yang terjadi 2 hari yang lalu, itu karena saham Grup Su menurun serta banyak kejaman terhadap dirinya.
"Maaf membuat anda semua menunggu"kata Liu Wen, ia datang sedikit terlambat, hari ini ia memakai blezzer berwarna putih cream dan rok pendek senada dengan warna bajunya membuatnya makin mempesona, disampingnya ada Presdir Mike dan Ibunya Su Zheji menghadiri konferensi pers ini.
"Silakan kalian mengajukan pertanyaan"kata Liu Wen dengan santai, walaupun komentar orang orang tak membuatnya jatuh tetapi masa depan anak anaknya dipertaruhkan disini.
"Bagaimana perasaan anda mengetahui suami anda sedang berselingkuh dengan wanita lain?"tanya wartawan dengan serius mereka sudah menyiapkan kamera dan siap menulis pernyataan Liu Wen.
"Ehmm... biasa saja "kata Liu Wen sambil tersenyum.
"Nyonya Su apa anda merasa kecewa atas perlakukan putra Anda?"
"Seharusnya aku mendidiknya secara lebih tetapi wanita yang kalian sangka adalah selingkuhannya itu adalah adik tiri Mike"kata Su Zheji membuat semua orang berbisik.
"Predir Mike Su, apa alasan anda sangat intim dengan adik tiri anda?"
"Sangat intim? Saya merasa sedang difitnah"kata Presdir Mike dengan penuh penekanan.
"Ahaha... Wakil Predir Liu apa anda akan bercerai dengan Presdir Mike?"
"Cerai? Sepertinya kalian salah paham, aku dari awal tak memiliki hubungan apapun dengannya, hanya karena dia memiliki wajah yang mirip dengan putraku kalian mengatakan kalau ia adalah ayah dari anak anakku? Kesimpulan macam apa itu?"kata Liu Wen, ia berdiri dari tempat duduknya dan memasang kacamatanya.
"Aku sudah beritahukan apa yang kalian ingin tahu, bibi aku pergi dulu"kata Liu Wen, ia memeluk erat Su Zheji.
"Maafkan Mike ya, kamu tahukan kalau ini bukan salahnya"kata Su Zheji itu memang benar bukan salah siapa pun hanya opini publik yang membesar besarkannya.
"Iya bibi, aku tak menyalahkan Mike Su, aku juga tahu kalau Dei itu menyukai kakak tirinya sendiri tetapi aku tak mau anak anakku mendapat masalah kedepannya, aku lelah harus bertarung tak jelas dengan netizen setiap harinya"bisik Liu Wen, ia melepaskan pelukannya dan tersenyum.
"Bukankah ini juga sama seperti yang kamu alami bibi? Perbedaannya hanya aku lebih beruntung darimu"gumam Liu Wen ia mencium pipi Su Zheji sebelum meninggalkan konferensi pers.
"Maaf aku menyebabkan kekacauan"kata Presdir Mike ia tertunduk lesu.
"Bukan salahmu! Ayolah... tapi aku mohon kita menjaga jarak sejauh mungkin. Demi anak anak"seru Liu Wen sambil tersenyum miring walaupun tak bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Liu Wen karena para wartawan masih sibuk menulis dan memotret.
*Walau hatiku mulai menyukainya tetapi memang sulit untuk bersama karena aku memiliki anak anak. Hahhhh Qin Xuan aku menentang takdirku hanya karenamu! Awas saja kau mati, akanku tarik kau kembali dari lubang neraka-batin Liu Wen, ia melihat Predir Mike yang nampak sangat terpukul. Kejadian ini sangat berdampak besar bagi dirinya.