I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
Extra Part Lumpuhkan,



"Jadi dia sudah mulai bergerak!"kata Penasehat Lim, ia berdecih melihat Raja Nam Wok yang semakin berani padanya dan membangkaknya semenjak Ri Won datang.


"Apa yang akan anda lakukan? Jika Raja Nam Wok mengumumkannya besok atau suatu hari nanti, usaha anda akan sia sia! Pangeran Woo Rin akan tetap menjadi Pangeran yang tak dicintai dan lambat laun akan dibuang dari Joseon"kata Kasim Gi, ia adalah pengikut setia Penasehat Lim yang bertugas menjadi mata mata, memberitahukan segala aktivitas Raja Nam Wok padanya.


"Cucuku yang akan jadi Raja! Aku akan suruh Hari membujuknya! Jika tidak berhasil terpaksa aku akan membunuhnya"kata Penasehat Lim, ia tak bisa mengendalikan Raja Nam Wok lagi dan rencana terakhirnya itu harus dilakukan demi cucunya itu.


"Saya sedikit penasaran bagaimana jika yang menjadi Raja adalah Pangeran Ri Won bukankah anda juga bisa mengendalikannya layaknya Raja Nam Wok? Dia terlihat bodoh"tanya Kasim Gi selama 4 bulan Ri Won berada di Istana, ia menilai Ri Won sebagai Pangeran yang bodoh karena Ri Won tak mengerti bagaimana cara menjalankan sebuah sidang resmi yang terbilang cukup mudah itu.


"Woo Rin adalah cucuku dia akan menuruti apa kataku, sedangkan Pangeran Ri Won? Dia memang terlihat bodoh diluar seperti Raja Nam Wok tetapi sebenarnya ia adalah orang yang cerdik dan sangat peka seperti Ratu Hyunseo. Woo Rin bisa sepintar sekarang itu semua hanya karena didikan wanita itu. Jika Hari yang mendidiknya aku tak tahu bagaimana jadinya Woo Rin sekarang"kata Penasehat Lim walaupun membenci Ratu Hyunseo dia terkadang berterima kasih didepan makamnya karena sudah mendidik Woo Rin dengan lembut seperti anaknya sendiri.


"Saya mengerti.... Jika anda ingin melakukan rencana anda. Tolong beritahu saya"kata kasim Gi, ia memberi hormat kepada penasehat Lim dan pergi dari sana.


"Kau adalah boneka sebaiknya ikuti saja tali yang kumainkan padamu"kata Penasehat Lim, ia membakar lukisan terbaru Raja Nam Wok didepan wajahnya.


"Kalau bonekanya sudah rusak dan sudah melukai sang pemilik, sebaiknya di hancurkan saja"kata penasehat Lim, ia menginjak abu lukisan itu dan pergi dari sana.


******


"Salam Yang Mulia Pangeran"kata Woo Rin, ia membungkuk dan memberi hormat kepada Ri Won yang bergegas kembali kekediamannya.


"Woo Rin..."gumam Ri Won baru saja ingin menyapanya ia teringat apa yang dilakukan adiknya itu.


"Anda cukup lama membereskannya ya"kata Woo Rin dengan nada meremehkan. Itu benar ia hanya perlu waktu satu minggu untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Raja sedangkan Ri Won? Hampir dua bulan lamanya.


"Yah begitulah aku membereskannya dengan agak lama karena menyelesaikannya dengan seksama dan hati hati. Tidak langsung keakarnya"kata Ri Won dia menyindir Woo Rin secara halus, Woo Rin menyelesaikan tugasnya dengan cara kejam dan memotong banyak anggaran untuk para korban atas saran kakeknya.


"A..apa...apa maksudnya"kata Woo Rin dia mengerutkan alisnya.


"Tidak mungkin dia tahukan"gumam Woo Rin, Ri Won melihat gerak bibir adiknya itu dan mengetahui apa yang ia gumamkan.


*Iya aku tahu. Aku juga tahu kau ingin membunuhku-batin Ri Won dia tersenyum miring dan menatap dingin adiknya.


"Dia adikmu yang manis Ri Won. Jika kalian sudah bertemu tolong jaga adikmu! Jika badannya luka sedikitpun!Ibunda akan menghukummu!" tulisan itu tiba tiba ada dipikirannya. Itu adalah isi surat dari ibunya saat Woo Rin lahir tak satu surat pun yang tak menyinggung Woo Rin walau hanya satu baris Ratu Hyunseo tetap membahas Woo Rin sebagai adiknya Ri Won dan juga putra bungsunya.


"Aku lelah..."kata Ri Won, ia berbalik dan pergi dari sana.


"Ternyata aku tak bisa membencimu karena janjiku pada Ibunda...."gumam Ri Won, ia melihat wajah Woo Rin saat Woo Rin menatap matanya ia tersenyum dan melambaikan tangannya.


"Ini salah ibunda yang selalu menulis tentangnya sebagai kucing manis. Siapa sangka dia seeokor harimau yang siap menerkamku kapan saja"kata Ri Won, ia menghela nafasnya dan mengeleng gelengkan kepalanya.


"Jangan terlalu percaya dan menyayangi seseorang"kata Anna dengan tiba tiba dia berada didepan pintu masuk kamarnya.


"Karena nanti kau sendiri yang rugi"kata Anna dengan serius.


"Aku sudah biasa disakiti, jadi tenang saja! Walaupun rasanya sakit tetapi akan sembuh dengan sendirinya"kata Ri Won rambutnya yang panjang itu tersapu oleh angin membuatnya terlihat sangat tampan walaupun raut wajahnya terlihat murung.


"Kau tak akan merasakan hal itu lagi! Aku ada disini! Ingat aku adalah tamengmu"kata Anna dengan serius, ia memeluk Ri Won dan mengendelamkan wajahnya didada Ri Won.


"Yiwei.... jantungmu tak berdetak kencang"kata Ri Won, ia tak merasakan debaran kencang saat Anna berada didekatnya.


"Kenapa jantungku harus berdetak kencang?"tanya Anna, sebenarnya sebelum Ri Won ke kediaman ia sudah mengatur nafas agar jantungnya tak berdegub kencang.


"Benar juga untuk apa yah? Hahaha..."


"Dasar aneh"


*******


Kediaman Raja


"Semuanya sudah siap Yang Mulia"kata Kasim Gi, ia sudah membereskan tempat tidur Raja Nam Wok.


"Ya, kau boleh pergi"kata Raja Nam Wok ia masuk keruang istirahatnya sedangkan kasim Gi melihat surat yang dibuat Raja Nam Wok.


"Lusa dia akan mengumumkannya"gumam Kasim Gi, ia tak menyangka kalau Raja Nam Wok tetap gigih mengambil keputusannya itu. Kasim Gi keluar dan memberitahukan hal itu kepada Penasehat Lim yang sudah menunggu diluar kamar Raja Nam Wok.


"Dia akan mengumumkannya lusa"kata kasim Gi membuat mata Penasehat Lim membulat ternyata tak ada yang bisa membujuk Raja bodoh itu bahkan Lim Hari pun tak bisa menemuinya karena Raja Nam Wok memberikan perintah agar tak ada yang menganggu dirinya.


"Besok sebarkan rumor kalau Woo Rin adalah orang yang berbakat dan dia yang akan menjadi Putra Mahkota!"


"Apa? Untuk apa anda melakukannya bukankah itu akan membuat malu Pangeran Woo Rin jika ia tak diangkat menjadi Putra Mahkota?"


"Aku akan membunuh Raja Nam Wok malam besok dan akan menyalahkan Jendral Hwang! Kita bisa mengungkit kejadian pesta penyambutannya dan menjadikannya sebagai bukti yang pastinya akan disetujui para pejabat!"kata Penasehat Lim, ia sudah merencanakan hal ini dengan sangat lama.


"Kenapa tak langsung menargertkan Pangeran Ri Won?"


"Permainan akan berakhir! Dan kita akan mudah dicurigai karena tak ada bukti yang akurat!"


"Kita harus memotong kaki tangan Pangeran Ri Won! Jika kakeknya seorang pengkhianat maka pandangan rakyat dan pejabat pasti akan berubah padanya!"seru Penasehat Lim itu memang benar di Joseon. Pengkhinatan akan diperlakukan layaknya anjing semua keluarganya pun tak akan pernah diakui masyarakat walaupun ia seorang Pangeran sekali pun.