I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
Extra Part Kebiri!,



"Hari ini Raja Nam Wok yang menjalankan sidang!"


"Tidak biasanya dia mau datang hari ini?"


"Hmph.. ! Raja bodoh itu pasti bicara omong kosong lagi"


"Penasehat Lim sepertinya tahu apa yang akan dia bicarakan"


"Kau ini bagaimana?! Raja bodoh itu sudah memberi kita posisi yang bagus sebaiknya bersyukurlah. Hahahaha..."


Bisik para pejabat mereka tertawa pelan karena teringat akan kebodohan Raja Nam Wok, dia mudah takut apa lagi kepada Penasehat Lim.


"Raja Joseon... Raja Nam Wok akan memasuki Istana"teriak Kasim dengan cepat Raja Nam Wok masuk kedalam ruangan.


"Ha..hari ini ada pe..pengumuman penting!"saat duduk ditahtanya ia sedikit gugup.


"Panggil Putri Mahkota"kata Raja Nam Wok kepada dayangnya yang sedang menunggu diluar.


"Apa apa ini?"


"Kenapa Putri Mahkota dipanggil kesidang istana"


"Jangan jangan dia melakukan kesalahan?"


Banyak dari para pejabat bertanya tanya apa alasan sang Raja memanggil Eunyeon padahal selama ini keberadaannya tak terlalu dianggap.


"Semuanya akan berjalan dengan lancar"kata Penasehat Lim, ia memegang pundak Mentri Jang yang terlihat sedikit cemas dia tak mungkin lupa apa yang dikatakan penasehat Lim padanya tadi malam.


Kediaman Jang


"Saya terhormat bisa menyambut penasehat Lim"kata Mentri Jang, ia terkejut dengan kedatangan penasehat Lim secara tiba tiba.


"Hahahahaha... Saya juga merasa begitu"tawa penasehat Lim, ia memainkan janggutnya dan masuk kedalam kediaman.


"Saya akan langsung ke intinya saja. Mentri Jang saya yakin Putri Mahkota sudah menghubungi anda"kata Penasehat Lim secara blak blakan tentu saja membuat Mentri Jang sangat khawatir


"Anda tak perlu dengarkan anak saya yang bodoh itu! Tenang saja saya akan memberinya pengertian!"kata Mentri Jang dengan tegas, dia sangat takut menyinggung Penasehat Lim karena seperti yang dia tahu Penasehat Lim adalah orang kepercayaan Raja, dan putrinya berani mendambakan Pangeran lain sedangkan dirinya sudah menikah.


"Justru sebaliknya... apa anda mau berada dipihakku Mentri Jang?"tanya Penasehat Lim dengan santai, ia menuangkan teh dan menyodorkannya kedepan Mentri Jang.


"Ap..apa maksud anda?"tanya Mentri Jang dia tak terlalu mengerti dengan perkataan Penasehat Lim.


"Saya meminta anda untuk mendukung Pangeran Woo Rin. Putrimu menyukainya dan sekarang posisinya di istana terancam kerena Pangeran Ri Won yang sampai sekarang masih menjadi tawanan perang. Saya hanya ingin putrimu itu bahagia dan cucu saya mendapatkan hal yang sama"kata penasehat Lim membuat Mentri Jang mengangguk. Dia mengerti ini memang hal yang menguntungkan jika putrinya tetap menjadi Putri Mahkotanya Pangeran Ri Won? Bagaimana nasibnya jika suatu saat posisinya dicabut dan diusir dari istana.


"Pikirkanlah dulu saya tidak memaksa anda"kata penasehat Lim dia berdiri dan pergi dari sana.


*Woo Rin sangat pintar setidaknya Mentri Jang bisa menjadi batu pijakan untuknya naik tahta. Satu per satu pendukung Pangeran Ri Won akan kuambil!-batin Penasehat Lim, dia bangga kepada cucunya yang memiliki kecerdasan yang sama sepertinya.


"Putri Mahkota akan memasuki Ruang sidang..."teriak kasim mereka memberi hormat kepada Eunyeon yang tampak percaya diri. Hari ini hari yang paling membahagiakan dihidupnya. Ayahnya mengirim surat bahwa dia akan membantu sebisanya, sedangkan penasehat Lim dan Ratu Hari pun mendukungnya.


"Saya Jang Eunyeon menghadap Yang Mulia Raja"dia memberi hormat dengan sedikit membungkuk dan tangan yang disatukan kebawah seperti sedang memegang tongkat kecil, hormat bangsawan wanita Joseon.


"Berdirilah Putri Mahkota... ak...aku hari ini ingin mencabut posisimu itu ka...karena kau dan Ri Won tak pernah menjalankan upacara pernikahan. Aku mohon supaya Mentri Jang dan Putri Mahkota tidak keberatan"jelas Raja, ia mengambil gulungan dan mulai membacanya.


"Hari ini Jang Eunyeon lepas dari semua tanggung jawabnya sebagai Putri Mahkota karena dianggap tak sah secara hukum Joseon... dengan kabar menyedihkan ini aku juga mau memberitahukan bahwa Jang Eunyeon yang selama ini berbudi luhur dan baik akan melangsungkan pernikahannya dengan Pangeran Woo Rin yang bijaksana"setelah membaca dekrit itu semua orang berbisik bukan ingin menetang tetapi berpendapat kalau Mentri Jang sekarang sudah tak berpihak kepada keluarga Jendral.


"Saya terima dengan senang hati Yang Mulia! Terima kasih atas keputusan anda yang bijaksana"kata Eunyeon, ia tersenyum puas dia melirik kesamping nampak Woo Rin yang tersenyum padanya membuat wajahnya itu memerah.


"Dia sudah meninggalkan Pangeran Ri Won!"


"Yahh... Pangeran Ri Won juga tidak tahu kapan kembali?"


"Hidupnya mungkin sangat enak disana!"


"Kaisar Qin sangat murah hati"


"Tapi apa dia belajar cara mengurus negara layaknya Pangeran Woo Rin?"


*Semua orang mulai meninggalkan Pangeran Ri Won! Bagaimana ini Jendral tua akan mengamuk jika tahu hal ini-batin Mentri Choi, ia mulai kehilangan rekannya satu per satu di ruang sidang ini.


"Pesta pernikahannya akan diadakan 1 minggu lagi karena ini pernikahan pertama di Istana. Kita akan adakan dengan sangat meriah"kata Raja Nam Wok semua yang dikatakan Lim Hari selalu diturutnya, ya tentu saja karena itu adalah permintaan dari wanita yang dia cintai.


*******


Penjara Bawah Tanah


"Sialan! Keluarkan aku! Aku calon suami Putri Yiwei!"


"Beraninya kalian orang rendahan!"


"Apa kau tahu aku Tuan Muda Mu!"


"Ayahku seorang pejabat negara!"


"Pejabat apa?"


"Pejabat kependudukan!! Takut kan sekarang! Dia akan membunuh kalian semua"kata Mu Longyu dengan angkuh sampai tak menyadari Anna dan Ri Won sudah ada didepannya.


"Pu..putri....? "Mu Longyu tersentak saat melihat Anna dengan wajah datar itu menemuinya padahal tadi pagi wanita itu seperti orang gila.


"Ikat dia ditiang"kata Anna, ia mengambil pedang milik Ri Won.


"Apa yang mau kau lakukan! Kau tidak mungkin berani membunuhku kan! Ayahku seorang pejabat!"kata Mu Longyu wajahnya pucat saat Anna memegang pedang ditangannya.


"Ayah?"kata Anna, ia memberi kode kepada bawahannya untuk membawa seseorang kemari.


"Apa maksudnya Tuan Mu?"kata Anna dia menunjuk ke samping tampak Tuan Mu yang baru saja datang menundukan kepalanya karena malu.


"Ayah selamatkan aku!"teriak Mu Longyu saat melihat Tuan Mu.


"Apa kau akan membunuhku kalau aku membunuh anakmu?"tanya Anna kepada Tuan Mu dia mengeleng pelan dan pergi dari sana.


"Lebih baik aku tak memiliki putra jika dia terus mempermalukanku.... tapi aku mohon kepada Putri untuk memberinya hukuman yang berat tetapi jangan membunuhnya. Dia masih punya harapan untuk berubah"kata Tuan Mu saat melihat wajah anaknya itu entah kenapa ada rasa kasihan yang membuatnya berani meminta belas kasih Anna.


"Kau masih sayang bedebahh ini ternyata... baiklah"kata Anna, ia memotong alat kelamin Mu Longyu atau biasa disebut kebiri bagi para kasim.


"Ahhh! A..ayah!!"teriak Mu Longyu darah langsung mengalir. Anaa tak menjamin memotongnya habis atau tepat sasaran.


"Besok dia harus jadi kasim di istana. Aku sudah mengampuninya jangan buat aku harus mengambil tindakan lebih dari ini Tuan Mu"kata Anna, ia melempar pedang itu ketanah dan berjalan keluar penjara.


*Dia yang dipotong kenapa aku yang merasa ngilu-batin Ri Won, ia memegang ularnya yang masih utuh itu melihat ular orang lain yang terpisah dari induknya membuatnya merinding dan takut suatu saat mungkin Anna bisa saja memotongnya kapan saja kalau Anna sedang marah padanya.