
"Apa kamu benar baik baik saja?"tanya Pangeran Ketujuh sekali lagi kepada Qin Jianwe.
"I...iya saya baik baik saja paman, saya mohon undur diri"kata Qin Jianwe tanpa melihat mata pamannya, ia langsung berlari keluar kamar Kaisar dan pergi ketaman belakang.
"Hiks... hikss.... aku lapar sekali"ia menahan tangis sambil memegang perutnya yang terasa nyeri.
"Ibunda... kenapa kau melahirkanku? Lebih baik aku mati dari pada hidup seperti ini"gumam Qin Jianwe sebagai satu satunya pewaris tahta bukannya hidup senang bergelimang harta. Ia malah hidup dalam kesusahan dan penderitaan, hanya Ibu suri yang menyayanginya walau tak dipungkiri Ibu suri tak terlalu menyukai Qin Jianwe sepenuhnya karena ia sangat lemah.
"We'er... apa kau sudah lama menunggu?"seru Fu Yuanqu, sekarang ia seorang buron yang dikejar para pengawal istana, ini karena insiden pembunuhan para Selir Agung dan Selir Kehormatan, membuat Kekaisaran Qin dan Tang sepakat untuk bekerja sama mencari dan menghukum matinya.
"Paman Fu!!"teriak Qin Jianwe, ia memeluk pria itu dengan erat.
"Apa kau menangis?"tanya Fu Yuanqu, ia melihat wajah putranya yang memerah.
"Ti..tidak... seorang pria kan tidak boleh menangis"kata Qin Jianwe, ia menyembunyikan wajahnya menggunakan lengan baju panjangnya.
"Hahaha.... itu benar..."gelak Fu Yuanqu, sejak ia menjadi buronan, ia hanya bisa lewat jalut rahasia yang dibuatnya beberapa tahun yang lalu.
********
6 tahun yang lalu
"Pangeran Keempat! Mohon tegakkan keadilan untuk putriku! Huhuhu"tangis Istri Bupati Xiao, ia adalah ibu dari Selir Agung Xiao yang mati dengan tragis.
"Hamba juga memohon padamu Pangeran! Fupei adalah putriku satu satunya"kata Mentri tua Bai, ia tak kalah terkejut saat mendengar kematian putrinya.
Seluruh keluarga empat Selir Agung itu sangat marah mendengar putri mereka dibunuh secara tragis didalam istana, mereka meminta keadilan untuk para putri mereka.
"Qin Xuan! Beraninya dia membiarkan putriku kesayanganku mati disini!"teriak Kaisar Tang yang tiba tiba masuk ke aula, ia sangat marah kepada Kaisar Qin yang dianggapnya tak menjaga putrinya dengan benar.
"Salam Kaisar Tang..."kata Pangeran Keempat, ia menunduk hormat seluruh ruangan pun memberi salam kepada Kaisar Tang.
"Mana Kaisar Qin! Aku ingin sebuah penjelasan!!"kata Kaisar Tang, ia berteriak dengan keras layaknya orang kesetanan, ia mengamuk didalam aula.
"Putriku yang lemah lembut... ia bahkan melahirkan penerus untuk Dinasti ini! Bagaimana bisa aku mengizinkannya kemari!"kata Kaisar Tang, ia memijit pelipisnya yang ia tahu Selir Tang adalah anak perempuan yang sangat manis dan baik hati.
"Anda tak perlu membuat keributan disini"kata Pangeran Ketujuh, ia membantu kakaknya untuk berbicara.
"Apa maksudmu! Hah?!"teriak Kaisar Tang, ia sangat berduka sekarang sebagai ayah ia ingin menumpahkan segala perasaannya disini.
"Apa anda ingin memulai perang? Kekaisaran Qin memiliki lima puluh ribu lebih pasukan, saya akan mempersiapkan semuanya"kata Pangeran Ketujuh, ia pergi melewati Kaisar Tang dengan wajah bersungguh sungguh.
"Tu...tunggu!"cegat Kaisar Tang, ia memegang lengan Pangeran Ketujuh wajahnya terlihat pucat saat melihat kesungguhan diwajah Pangeran Ketujuh.
"Ak...aku hanya terbawa emosi, mohon Pangeran jangan mengambil hati hal ini"sambung Kaisar Tang, ia tahu betul kekuatan Kekaisarannya dan Kekaisaran Qin, walau baru saja berdiri dengan jalur pemberontakkan entah dari mana mereka mendapatan pasukan yang begitu banyak.
"Mohon jaga perilaku anda! Saya tahu anda berduka tapi jangan sampai Kekaisaran Tang jadi rata hanya karena Kaisarnya yang tak tahu tata krama"sindir Pangeran Ketujuh dengan dingin tatapan matanya mengatakan bahwa Kaisar Tang adalah Kaisar bodoh, ia memang tak pernah berbelas kasih dalam ucapan dan tindakan.
"Haaaa.... silakan anda duduk dulu"kata Pangeran Keempat, ia menghela nafasnya sangat pusing mengurus masalah ini.
"Wahh... Pangeran Ketujuh sangat berani bicara begitu"
"Yahh... Kaisar Tang sangat kelewatan"
"Iya! Bagaimana bisa merendahkan Kaisar kita"kata para pejabat mereka berbisik, sangat mengejutkan ada orang yang berani membunuh para Selir Agung didalam istana ini.
"Jadi bagaimana ini bisa terjadi"Kata Kaisar Tang, ia sudah sedikit tenang sekarang.
"Pangeran Ketujuh sudah melakukan penyelidikan"kata Pangeran Keempat, ia menyerahkan sisanya kepada adiknya.
"Para pelayan mengatakan bahwa seorang pria masuk dengan tiba tiba dan menyerang para Selir Agung dan Selir Kehormatan. Hal itu juga disaksikan oleh Ibu suri secara langsung dengan beberapa pegawalnya. Kami tak bisa menangkapnya karena ia menghilang saat melewati tembok hanya ini yang kami dapatkan"jelas Pangeran Ketujuh, ia mengeluarkan robekan baju dan liontin giok yang berlumur darah.
"Apa itu Liontin?"
"Baju itu seperti pernah lihat"
"Ya kalian benar... robekan baju ini memiliki motif yang sama dengan motif baju penyusup yang berusaha membunuh Kaisar"kata Pangeran Ketujuh membuat semua yang ada disana sangat heboh.
"Apa ini pembunuhan berantai?"
"Apa ada dendam dengan anggota kerajaan?"
"Sangat berani mereka"
"Jadi bisa disimpulkan bahwa orang yang ingin membunuh Kaisar dan para Selir Agung adalah orang yang sama dan dia berasal dari Kekaisaran Tang"kata Pangeran Ketujuh membuat Kaisar Tang terkejut.
"Apa! Siapa... siapa pelakunya!"teriak Kaisar Tang, ternyata pembunuh anak ada didalam kekaisarannya sendiri.
"Anda yang lebih tahu"kata Pangeran Ketujuh saat ia merendam liontin giok itu didalam air dan memperlihatkan sebuah huruf disana.
"Fu Xi....! sialan ternyata dia!"teriak Kaisar Tang, ia menghantam meja dengan kuat, nama itu adalah nama yang diberi berdampingan dengan gelar seorang Mentri dan marga Mentri Fu di Kekaisaran hanya ada satu yaitu Fu Yuanqu, seorang pria yang pernah melamar putrinya tetapi ditolak mentah mentah oleh anak kesayangannya itu.
"Pengawal tangkap Mentri Fu! Sekarang kita kembali kekaisaran Tang!"teriak Kaisar Tang ia tak tahu hal ini benar atau tidak tetapi sesuatu yang pasti, ia akan membunuh Mentri Fu segera.
"Sui'er pernah menolaknya! Tidak disangka ia dendam dan ingin membunuh Sui'er dan Kaisar"kata Kaisar Tang membuat orang tua para Selir Agung marah kepada Kaisar Tang.
"Bagaimana masalah putri anda!! Bisa membuat putriku meregang nyawa!"teriak Ibu Selir Hui, ia sangat emosi sampai lupa kalau orang didepannya adalah seorang Kaisar.
"Ya benar!! Apanya yang putri berbudi!! Kau ingat pertama kali dia datang? Dia sudah membuat seluruh Nona muda kediaman Perdana Mentri Liu bunuh diri dan gila"
"Benar,mungkin ini pembalasan untuknya"
"Setelah itu kudengar bahwa ia membawa pria ke istana dingin"
"Sttt...! ayahnya seorang Kaisar"
"Jangan jangan Pangeran pertama juga pembawa sial, hahaha"
"K...kau...!"Kaisar Tang sempat naik darah mendengar ucapan Hakim Chu yang menurutnya sangat kurang ajar.
"Sudahlah mohon tenang sebentar! Sebagai rasa keadilan, pasukan Khusus Yin akan membantu penangkapan Mentri Fu, ia akan dieksekusi di kekaisaran Tang dengan hukuman penggal"kata Pangeran Ketujuh, ini satu satunya cara penengah untuk mencari keadilan.
"Ini gawat aku harus memberitahu Mentri"kata seorang pelayan wanita.
Kekaisaran Tang
"Qu'er ayo pergi dari sini"kata Fu Taite, ia menarik lengan adiknya untuk segera pergi dari Kediaman Mentri.
"Ada apa?"tanya Mentri Fu, apa ada masalah yang serius sampai harus meninggalkan kediaman segera pikirnya.
"Kau ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Selir Tang dan para Selir Agung! mereka juga tahu kau mencoba membunuh Kaisar"sambung Fu Taite.
"Bukan aku yang membunuh Sui'er!"kata Mentri Fu dengan tajam, bagaimana mungkin ia membunuh wanita yang ia cintai.
"Lalu untuk apa aku pergi"kata Mentri Fu,ia menghentikan langkahnya.
"Berhentilah bersikap bisa melakukan apapun! Mereka punya bukti yang kuat"
"Aku juga tahu kau tidak akan membunuhnya! Ikuti kata kataku! Lakukan ini setidaknya demi putramu yang baru lahir"kata Fu Taite, ia berhenti sejenak dan mengubah ekspresinya.
"Selamat ya adikku sudah menjadi seorang ayah"gumam Fu Taite, ia memeluk adiknya dengan erat.
"Mentri Fu.... tolong buka pintunya"teriak para pengawal.
"Cepat pergi! Aku akan menghambat mereka"kata Fu Taite mendorong adiknya.
"Ta... tapi"kata Mentri Fu, ia tak bergerak sedikit pun dan menatap cemas kakaknya.
"Ceritakan kepada keponakanku bahwa ia memiliki paman yang sangat pemberani"senyumnya, para pengawal berhasil masuk. Mentri Fu segera menuju kolam teratai dari kejauhan ia melihat kakaknya melawan puluhan prajurit sampai akhirnya salah satu dari mereka menusuk jantung dan perut kakaknya.
"Huak!! Uhuk...uhukk..."Fu Taite terbatuk dengan mengeluarkan darah saat melihat adiknya mematung, dari kejauhan ia melambaikan tangannya menyuruh Mentri Fu pergi.
"Ka...kakak..."Mentri Fu langsung menceburkan diri kedalam kolam, didasar kolam terdapat sebuah pintu rahasia yang tertutup lumpur, ia membukanya dan masuk kedalam pintu pertama saat berada dipintu pertama ia menutupnya dan membuka pintu selanjutnya agar air danau yang masuk tak terlalu banyak.
"Hah! Hah!"nafasnya tersengal, saat masuk kepintu kedua ia langsung dihadapkan dengan terowongan panjang bawah tanah yang dibuatnya dengan sengaja. Pintu masuk terowongan rahasia ini berada didasar kolam dimaksudnya agar tak ada yang dapat menemukannya.
Ia selalu bersembunyi disana selama enam tahun terakhir hanya saat mencari makan dan melihat Qin Jianwe ia keluar dari sana.
Terowongan ini dibuatnya memang mengarah Kekaisaran Qin, awalnya untuk memata matai ayah kandungnya lalu untuk melihat Selir Tang dan sekarang tentu saja untuk melihat putranya.
********
"Paman lewat bawah tanah lagi?"tanya Qin Jianwe, ia pernah melihat Fu Yuanqu keluar dari taman belakang istana dingin.
"Hmm... bagaimana keadaanmu"tanya Fu Yuanqu, ia sangat senang bisa bertemu dengan putranya.
"Ba...."belum selesai berbicara perutnya sudah keroncongan.
Kryukk
"Apa kamu lapar?"tanya Fu Yuanqu, ia melihat putranya yang sangat kurus awalnya ia mengira karena tubuhnya yang lemah tetapi ini sudah sangat kelewatan seperti orang yang jarang makan.
"Hmhm"angguk Qin Jianwe wajahnya memerah karena malu ia menunduk.
"Ini paman bawakan kamu beberapa roti"saat Fu Yuanqu memberi roti itu kepada Qin Jianwe ia memakannya dengan lahap dan cepat.
"Kamu sangat menyukainya ya"senyum Fu Yuanqu.
"Ah... i..iyaa"kata Qin Jianwe, ia tak boleh memberitahu Fu Yuanqu kalau sebenarnya ia belum makan dari pagi tadi.
"Paman sangat baik kepadaku... apa benar Ibunda dulu temanmu yang sangat berharga?"tanya Qin Jianwe, ia hanya penasaran akan pria yang selalu menghiburnya dan sangat baik kepadanya itu.
"Emhh... iya Ibundamu adalah orang baik, bahkan sangat baik kepadaku"kata Fu Yuanqu, ia berlagak seperti sedang berpikir sebelum menjawab pertanyaan putranya.
"Ck! Ia kabur kesini untuk melihat ayahnya lagi ternyata"kata Selir Chu, ia melihat dari kejauhan Qin Jianwe sedang berbicara dengan Fu Yuanqu.
"Ibunda... kenapa.... kakak tidak tidur di kediaman Putra Mahkota"tanya Qin Meili, bukannya kakaknya malah ia yang menempatinya.
"Sayang.... itu adalah tempatmu! Bukan tempat kakakmu itu! Ingat ya kamu tidak boleh terlalu dekat dengannya"kata Selir Chu, jika dilihat dari riasannya sekarang ia sudah seperti Permaisuri di Kekaisaran ini.
"Sepertinya jika ayahnya mengkhianatinya. Dia akan menyerah untuk hidup"gumam Selir Chu, ia memikirkan sebuah rencana yang akan membuat Qin Jianwe tidak memiliki senderan lagi didalam hidupnya, ia ingin Qin Jianwe mati karena kesepian yang mendalam.