
Beberapa saat yang lalu
"Mami sedang apa?"tanya Aiden, ia meletakan buku dimeja makan melihat ibunya yang begitu sibuk didapur membuatnya binggung.
"Sedang memperbaiki penyedot debu"kata Liu Wen dengan wajah yang kotor, ia berbalik dan melihat anak sulungnya itu.
"Heh? Aiden!! Kamu pulang! Juara mami"teriak Liu Wen, ia berlari kearah Aiden dan memeluknya dengan erat.
"Aiyaa!! Aku... mati... aku... sesak nafas"kata Aiden wajahnya membiru akibat pelukan erat Liu Wen.
"Mami... akan lucu kalau Aiden mati hanya karena ibunya terlalu rindu anaknya kan"kata Ellson sambil tersenyum dia memegang wajah ibunya dari belakang, ia dan Keyzee meringis saat melihat Aiden yang begitu kesakitan.
"Hhahahaha... maaf... mami merindukanmu, dua minggu bagaikan dua tahun untuk mami!"kata Liu Wen, ia mengaruk kepalanya yang tak terasa gatal itu.
"Ohhh... jadi kalau tak bertemu kami selama tiga bulan, mami tak rindu?Begitu?"kata Jake dan Anna tak lupa pemuda itu memakai kacamata dan masker agar tak dikenali.
"Jake! Anna"teriak Liu Wen ia sangat bahagia karena kedua anaknya ini pergi mengunjunginya.
"Eitt.... jangan peluk aku atau fotoku akan dipajang dipemakaman"kata Jake, ia menyilangkan tangannya dan menoleh ke samping.
"Dasar drama!!"teriak para kembarannya membuat keadaan rumah itu menjadi hidup.
"Owhh.... aku hanya menjadi bahan lelucon"gumam Jake, ia memasang wajah masam.
"Tentu saja tidak, aktor kita yang paling bersinar disini"kata Keyzee, ia mengibarkan serbet kearah Jake melakukan gerakan terhormat untuk mengejek Jake.
"Yang paling tampan"timpal Ellson.
"Tapi sayangnya terlalu bodoh....."kata Aiden membuat Jake ingin memakannya.
"Astaga... kalian ini... baru saja bertemu sudah bertengkar saja..."kata Liu Wen, ia mengeleng gelengkan kepalanya.
*Tak terasa sudah kalian sudah remaja lalu akan dewasa dan menikah! Owhh... aku akan sendiri-batin Liu Wen, ia hampir menangis saat memikirkannya.
"Berapa yang sudah memukulmu! Kak Anna?"tanya Keyzee, hanya Anna yang masih dipanggilnya kakak karena aura Anna sangat menakutkan bagi Keyzee, bahkan Aiden dan Jake pun kadang memanggilnya kakak jika melihat ekspresi Anna yang tak mengenakkan itu.
"Tidak ada"kata Anna, ia menaruh gelas berisi teh dimeja.
"Woww!! Apa kakak memukulnya?"tanya Keyzee yang penasaran.
"Tidak. Aku hanya mengajak mereka ngobrol"jawab Anna wajahnya berubah menjadi menyeramkan.
*Menakutkan-batin mereka berempat dengan serempak.
*Ha. Ha. Ha.... aku tahu bagaimana kau mengajaknya mengobrol-batin Keyzee jika dilihat dari kepribadian Anna, ia yakin obrolan itu bukan sekedar obrolan hangat dan menyenangkan.
"Lalu Key? Bagaimana?"tanya Anna sebagai kembaran yang memegang dua kembaran tampan disisinya ia yakin Keyzee lebih menderita.
"Huh?! Lihat ini!"kata Keyzee menunjuk bagian lehernya ada bekas cakaran disana.
"Ini hasil istrinya Aiden.... dan pacarnya Ellson....."kata Keyzee sambil memiringkan mulutnya membuat keduanya tersedak saat sedang makan camilan.
"Katanya mau melindungiku"cibir Keyzee, ia menatap Ellson dan Aiden dengan tajam.
"Hahaha... Key kamu tahukan aku mana mungkin memiliki pacar apa lagi istri mereka mengada ada"kata Ellson, ia tahu sekarang bahaya sedang mengintai.
"Padahal sudah kutolak"gumam Aiden, ia berpikir dengan keras perempuan mana yang berani menyakiti adiknya.
"Jika soal istri ada juga yang mengaku sebagai istri Jake dan kau tahu di memanggil Jake apa?"kata Anna membuat semua orang penasaran tak terkecuali Liu Wen, sekarang ia sudah seperti remaja saja ikut obrolan anak anaknya.
"Je... je"kata Anna, ia mengatakan hal itu sambil merengek membuat semua orang ingin tertawa.
"Ya tentu saja... fans fanatik memang seperti itu bahkan ada yang sampai memata mataiku"kata Jake saat memikirkannya ia jadi merinding.
"Ahhh! Masa muda memang menyenangkan"gumam Liu Wen, ia juga memiliki cerita yang hampir sama seperti anak anaknya.
"Oh ya bagaimana dengan pekerjaanmu Jake? Sekolah kalian juga bagaimana?"tanya Liu Wen, ia ingat anaknya ini seorang aktor pasti sibuk dengan kegiatannya kan.
"Kami izin karena Jake akan syuting di Beijing"kata Anna membuat Keyzee bersemangat.
"Wahh! Ayo kita lihat Jake akting! Jadi apa jadi siapa?"tanya Keyzee yang penasaran, ia mendekati Jake dengan mata yang berbinar.
"Yahh, drama kali ini temanya kolosal sih karena situs sejarah dan istana utuh banyak di Beijing maka sutradara akan mengadakannya disini"kata Jake, ia mengaruk kepalanya, wajahnya juga sedikit merah karena malu. Itu karena baru pertama kali Jake akan bermain drama kolosal, selama ini ia selalu mendapatkan peran sebagai pria modis dan terkenal.
"Putra Mahkota terbuang. Kami memgambil tema Kekaisaran Qin dan aku mendapat peran menjadi Pangeran Qin Jianwe, Pangeran lemah dan terbuang Dinasti Qin"kata Jake, ia sedikit murung saat mendapat peran itu walau Qin Jianwe adalah pemeran utama ia sangat benci sosok Pangeran lemah.
"Ha.. haah?"Liu Wen mengedipkan matanya.
*Jadi Qin Jianwe? Anak Selir Tang-batinnya ternyata sutradaranya memilih Qin Jianwe. Kenapa tidak Qin Xuan saja pikirnya.
"Tapi nanti alurnya ada yang diubah setelah bertemu Putri Yan, Pangeran yang lemah itu dengan otak cerdasnya mengalahkan Qin Xuan ayahnya yang tak beradab"kata Jake dengan bersungguh sungguh, matanya berapi api saat menyebut nama itu.
*Kamu baru saja menghina ayah kandungmu-batin Liu Wen, ia tertawa garing tak mau memotong cerita anaknya ini.
"Bukanlah Kaisar Qin itu adalah pria bodoh yang terlalu memanjakan anaknya?"tanya Aiden, ia pernah membaca buku cerita rakyat pada zaman Dinasti Qin. Dikatakan disitu Kaisar adalah orang yang sangat penyayang sampai membuat negerinya hancur akibat anak anaknya.
"Yahh! Memang benar tapi dia hanya menyayanggi putrinya Qin Meili, makanya putri itu menjadi sombong"kata Ellson ia mengedikkan bahunya.
"Dassar ayah tololl! Jika memanjakan anak berlebihan itu akibatnya!"kata Anna obrolan ini seru juga ternyata.
"Tapi... itu artinya Kaisar penuh cinta kasih!"kali ini Keyzee yang bersuara.
*Benar Key! Papimu itu orang baik-batin Liu Wen ia mendukung Keyzee dari dalam hatinya.
"Seorang Kaisar yang selalu melibatkan perasaan dalam mengambil keputusan lambat laun akan kalah dan itu akan merugikan negaranya"kata Aiden, pemikiran terbukanya mulai bekerja.
"He... hei... jangan menghakimi orang seenaknya itu tidak baik"kata Liu Wen berusaha agar anak anaknya itu mengubah pemikirannya.
"Orang yang berada dijalan yang salah memang pantas dihukum, ini salah satu cara kami menghukumnya..."kata Aiden walaupun hanya cerita rakyat, ia membenci cara Kaisar Qin memimpin negaranya.
"Dengan mengumpat"lanjut Anna menatap Aiden dan bertepuk tangan.
"Itu yang diajarkan mami"kata mereka dengan serempak.
*Astaga.... apa aku tak bisa berkata yang baik sampai anak anakku menirunya-batin Liu Wen, ia sudah berkeringat dingin saat memikirannya.
"Kudengar... Kaisar hanya memiliki satu wanita dan itu adalah Selir"seru Jake, melihat dari naskahnya sih begitu.
"Sutradara sih yang kasih tahu, dia melakukan survei ke warga yang tahu cerita tentang Kaisar Qin Xuan"
"Lebih tepatnya 500 lebih Selirnya itu kabur karena takut bernasib seperti Selir Agungnya yang mati mengenaskan sedangkan Permaisurinya berdoa dikuil seumur hidupnya padahal Permaisurinya kabur tuh!"kata Aiden membuat Liu Wen tersentak.
"Hahahaha... kabur?! Gilaa... mungkin karena wajah Kaisar yang terlalu jelek sampai istri sahnya pun kabur kekuil menjadi biksu"kata Jake, ia tertawa sangat keras karena menurutnya itu hal yang lucu
"Hei! Jangan bicara begitu"kata Liu Wen, menyebalkan sekali saat anak anaknya ini menghina suami dan dirinya.
"Permaisuri mungkin tak mau berbagi suami makanya ingin mengabdi dikuil, ada juga rumor tertulis disana Permaisurinya mandul itu alasan utamanya dia pergi dan ayahnya Permaisuri menceraikannya"
"Diceraikan? Prfff... bahkan pemikiran Permaisuri Qin sudah seperti zaman ini saja. Tak suka langsung minta cerai"kata Ellson menahan tawanya.
"Yahh! Jika masih penasaran kalian boleh datang ke lokasi syuting episode pertama drama Pangeran yang terbuang akan segera dimulai. Sekalian lihat lihat istana Dinasti Qin besok bagaimana?"tanya Jake membuat kembaran sangat senang
"Aku mau"kata Anna dengan datar.
"Tidak masalah"kata Ellson sesekali piknik keluarga sepertinya menyenangkan.
"Yeayy lihat aktor ganteng!"kata Keyzee dengan antusias.
"Terserah, lihat buku politik zaman dulu juga oke"gumam Aiden, katanya pemerintah menyimpan salinan buku politik pada zaman Dinasti Qin, ia ingin melihatnya.
"Hei... jangan memutuskan seenaknya mami belum setuju!"kata Liu Wen membuat anaknya menoleh kepadanya semua.
"Mami, ayo jalan jalan keluarga"kata Keyzee merenggek.
"Sejak terakhir kalinya kita jalan jalan saat paman Mike mengajak ke taman hiburan, aku sangat ingin kita bersama lagi walau kali ini tidak ada paman"lirih Keyzee ia memeluk pinggang Liu Wen dengan erat.
"Ahhh...."kata kata Keyzee membuat Liu Wen merasa bersalah karena kejadian itu mereka harus pindah untuk meghindar masyarakat dan wartawan, membuat perjanjian agar Presdir Mike tak menemuinya seumur hidup membuat mereka harus melupakan sosok Mike sebagai ayahnya atau gosip anak haram, wanita jalangg akan terus menempel padanya dan anak anaknya.
"Baiklah! Ayo kita kesana..."kata Liu Wen sambil tersenyum.
"Karena ada syuting, lokasi itu akan di blok jadi kita bisa santai ditempat itu tanpa ada yang menganggu"kata Jake karena akan digunakan tentu saja seluruh situs bersejarah itu disewakan pada stasiun televisi.
"Mungkin ini saatnya mengenal sosok ayah kandung kalian. Sedikit! Sedikit! pasti! "gumam Liu Wen, ia mengelus satu persatu kepala anaknya dan memeluk mereka semua jika melihat lihat istana mungkin akan ada perasaan akrab yang mereka rasakan.