I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
Extra Part Milikmu juga Milikku!,



"Oke Wei Wei kecil! Nanti aku akan atur semuanya. Kau bisa percaya padaku"kata Feng Xiu, ia menepuk dadanya dan pergi dari sana.


*Aku tidak peduli, pria baik? Pada akhirnya dia akan tergiur dengan kekuasaan yang aku punya-batin Anna semua pria sama saja baginya, apa lagi bangsawan, mereka hanya memperdulikan status dan harta saja.


*Kerjaanku masih banyak sepertinya tidak bisa ditunda lagi-batin Anna, ia teringat akan permintaan Ri Won.


"Selesaikanlah tugasmu sekarang Kepala Pengawal Ri Won..."


"Jika kau terus menempel padaku, itu sangat menganggu"kata Anna, ia pergi tanpa melihat Ri Won sedangkan Ri Won masih sedih karena ucapan Anna sebelumnya.


"Aku kan bukan siapa siapanya! Apa sih"gumam Ri Won, ia menampar wajahnya sendiri untuk menyuruhnya untuk sadar.


"Eunyeon! Cuma Eunyeon dihatiku"kata Ri Won, ia ragu untuk mengatakan hal itu.


"Jika Eunyeon dihatimu lalu apa yang kau pikirkan tadi" Malaikat hatinya berbicara.


"Hei... Itu wajar! Pria jatuh cinta lebih dari satu wanita" kali ini Iblis hatinya mendukung pikirannya.


"Eunyeon sedang menunggumu di Joseon dan kau? Kau mulai menyukai Putri Yiwei! Bagaimana perasaannya nanti! "


"Ahh... pak malai kau terlalu berlebihan! Eunyeon wanita Joseon dia pasti mengerti"


"Hah? P...pak malai?! Kau sebut aku pak malai! Iblis jelek kau ingin menyesatkan dia ya?! Mana ada wanita yang tak sedih suaminya dengan wanita lain!"


"*H*eh?! Kau terlalu dramatis, lagi pula belum tentu Putri Yiwei menyukai si bodoh ini"


"Hei!! Apa yang kalian bicarakan"kata Ri Won, ia menghapus awan diatas kepalanya hasil dari imajinasi.


"Haaa!! Aku memang bodoh sampai mengkhayal begini! Lagi pula Putri Yiwei adalah orang yang terhormat. Tidak mungkin menyukaiku"lagi lagi dia tak percaya diri, ia tak bisa melihat mimik wajah Anna jadi ia tak tahu apa yang dirasakan wanita itu.


"Huh?! Aku pria sejati! Eunyeon! Aku tidak akan mengkhianatimu"seru Ri Won, ia berusaha menepis perasaan tak jelasnya kepada Anna dan membulatkan tekad untuk mencintai Eunyeon seorang.


*****


Joseon


"Bunga sakuranya sudah mekar"gumam seorang wanita, ia memandangi bunga sakura itu dengan tenang dari dalam kamarnya.


"Yang Mulia Putri Mahkota! Saya melihat Pangeran Woo Rin berlatih dilapangan sekarang!"kata Se Na dayang Putri Mahkota.


"Apa! Ayo kita kesana"seru Eunyeon, wajahnya terlihat sangat bahagia saat mendengar nama Pangeran Woo Rin. Tata krama pun tak dia pedulikan, ia menarik hanboknya keatas dan berlari menuju ketempat pelatihan.


*Woo Rin.... aku tak sabar ingin melihat Pangeran Woo Rin-batin Eunyeon tak ada yang dia pikirkan selain Woo Rin selama ini, bukan tanpa sebab dia adalah satu satunya anak Kaisar sekarang, kemampuannya juga diakui oleh sebagian pejabat dan... wajahnya itu sangat tampan walaupun terbilang sangat muda untuknya, Woo Rin adalah pria idamannya selama ini.


"Wahh gawat Yang Mulia! Kita terlambat para Nona Nona Muda ini sudah mengisi barisan paling depan!"kata Se Na, ia mendengus kasar saat melihat banyaknya Nona Bangsawan yang berkumpul disana.


"Ck! Minggir semua!"kata Eunyeon, ia melotot kearah para Nona Bangsawan yang menatap Pangeran Woo Rin.


"Sa...salam Yang Mulia Putri Mahkota"kata para Nona itu mereka membungkuk memberi hormat kepada Eunyeon.


*Woo Rin hanya milikku!-batin Eunyeon, ia berjalan kedepan para Nona Bangsawan itu memberinya jalan menuju lapangan. Itulah sifat aslinya, angkuh dan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Hm? Salam kakak ipar"kata Woo Rin, ia melihat Eunyeon dari kejauhan dan memberi salam kepadanya.


*Ckk! Kakak ipar! Jangan panggil aku begitu Woo Rin-batin Eunyeon panggil itu sangat menyakiti hatinya, sekarang dia sudah berstatus istri orang lain walaupun tak pernah bertemu dengan suaminya itu! Dia tak menyukai Ri Won! Setiap mengirim surat pun dia terpaksa melakukannya atas perintah Raja Nam Wok.


"Hah? Apa?"


"Apa Putri Mahkota sedang bertengkar dengan Pangeran Woo Rin?"


"Aku dengar dia menyukai adik iparmya sendiri!"


"Hah!? Kau serius?"


"Dia kan sudah menikah dengan Pangeran Ri Won!"


"Lagi pula dia sudah tua begitu! Ck. Ck! Kita saja yang seumuran dengan Pangeran belum tentu disukainya"


Para Nona Bangsawan mulai berbisik mereka menghujat Eunyeon dari belakang karena kesal melihatnya merayu Woo Rin.


"Kita bicara didalam saja"kata Worin, ia menarik tangan Eunyeon karena tak mau ada rumor aneh mengenai dirinya.


"Apa yang baru saja anda katakan?"tanya Woo Rin, ia menepuk pelan rambutnya karena banyak debu disana.


"Ak..aku... jangan sebut aku begitu lagi"kata Eunyeon melihat Woo Rin dari dekat membuatnya sangat berdebar debar.


"Tapi kau memang kak.."belum selesai, ia berbicara Eunyeon memotongnya.


"Aku bukan kakak iparmu! Kami belum mengadakan upacara pernikahan secara resmi! Aku juga tak menyukai Ri Won! Aku menyukaimu Woo Rin"kata Eunyeon dia memberanikan diri untuk mengatakan hal itu, wajah Woo Rin pun terlihat sangat terkejut. Mendapat pengakuan cinta dari kakak iparnya sendiri? Ini hal yang aneh baginya.


"Tid..."baru saja ingin menolak Eunyeon, dia teringat kata kata ibunya


"Kau hanya pengganti Ri Won bagi wanita itu! Ya Ri Won! Kakak tirimu yang sekarang menjadi tawanan perang demi Joseon"


"Tentu saja, aku sebenarnya juga menyukaimu Eunyeon"kata Woo Rin, ia menyeringai. Rasa benci saat mengingat tentang kakaknya yang tidak pernah dilihatnya itu. Seluruh istana membicarkannya, memujinya bahkan ayahnya pun hanya memikirkan kakaknya selama ini. Apa pun yang dilakukannya tak ada artinya bagi sang ayah karena didalam hatinya hanya ada Ri Won.


*Menyebalkan! Aku bahkan tak tahu wajahnya kenapa selalu saja dia yang menjadi pusat perhatian! Akanku ambil satu per satu milikmu! Bahkan Ibunda Hyunseo pun cuma milikku seorang!-batin Worin, ia sudah mencapai batasnya dan sekarang rasa itu timbul menjadi benci.


*Hmph... aku yakin tak lama lagi Woo Rin akan menjadi Putra Mahkota baru dan posisiku akan tetap menjadi Putri Mahkota tetapi ada bedanya! Tentu saja yang menjadi pembedanya adalah aku bersama Woo Rin mulai sekarang-batin Eunyeon, ia memeluk Woo Rin dengan erat.


*******


Kekaisaran Qin


"Bagaimana papi? Apakah anda memperbolehkan saya pergi ke Joseon?"tanya Anna, ia meminta sangat sopan kepada Qin Xuan, alasannya ke Joseon bukan untuk membuntuti Ri Won tetapi jika ia bilang kalau Ri Won ingin kembali ke Joseon bisa bisa pria itu dicurigai.


"Hmm, kenapa kau mau kesana?"tanya Qin Xuan bukannya menjawab ia malah bertanya balik.


"Ada barang yang ingin saya cari, jika papi khawatir saya tak punya teman untuk memandu. Saya bisa membawa Kepala Pengawal Ri Won"kata Anna membuat Qin Xuan mengangguk.


"Apa?! Si Pangeran Joseon itu?"reaksinya yang lambat itu membuat Anna menatap aneh ayahnya itu.


"Jadi apakah boleh?!"tanya Anna penuh penekanan dia tak punya banyak waktu meladeni perilaku konyol ayahnya.


"Ekhemm... Ba...baiklah... Bo...boleh... minta Kaisar Qin untuk surat resminya"kata Qin Xuan, ia menepuk kepala putrinya itu dan tersenyum walaupun dia terpaksa memberi izin kepada putrinya itu.


"Boleh juga dia sampai membuat putriku itu berbohong didepan ayahnya sendiri"kata Qin Xuan, jelas sekali Anna yang paling malas keluar istana selama ini tiba tiba ingin pergi ke Joseon? Tidak masuk akal.


"Ri Won bocah Joseon itu tunggu dan lihat saja kau! Akan kubuat kau jadi makanan ikan"kata Qin Xuan, Kaisar terdahulu itu gemetar karena menahan amarahnya.