I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
115. Adegan Berdarah



"Mei'er!!"teriak Liu Wen, ia langsung berlari mendekati Qin Meili yang berlumuran darah bukan hanya Liu Wen yang terkejut bahkan semua yang ada disana pun sama terkejutnya.


"Hmph! Dia terlalu cepat mati, aku ingin sekali merobek mulutnya yang sering menghinaku"kata salah satu pelayan yang melayani Qin Meili.


"Heh! Kau benar! Dia akan keluar dari istana ingat dulu betapa sombongnya dia, Putri Qin! Putri Qin! Hmphh! Ternyata hanya anak haram"


"Obati dia"kata Kaisar, ia menyuruh Pangeran Keempat untuk memeriksa Qin Meili, bukannya dia tak memiliki perasaan atau langsung berubah karena tahu Qin Meili bukan anaknya tetapi jika ia terlalu berpihak kepada Qin Meili rencananya mengungkap siapa ayah kandung Qin Meili akan gagal.


"Mei'er... sudah meninggal"kata Pangeran Keempat, ia membaringkan perlahan tubuh anak perempuan yang pernah dianggapnya sebagai keponakannya.


"Kenapa bisa begini, dia cuma anak kecil"gumam Liu Wen kenapa Qin Meili bunuh diri hanya karena tak memiliki gelar Putri lagi. Apa gelar itu lebih penting dari pada hidupnya.


"Kakak ipar... ini bukan salahmu"kata Pangeran Keempat, ia tahu Liu Wen pasti menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Qin Meili.


"Mei'er dan Ibunda Selir sudah meninggal? Apa aku akan bernasib sama"gumam Qin Jianwe tangannya gemetar karena takut akan bernasib sama seperti Qin Meili.


"Tenanglah mami disini"kata Liu Wen tanpa mengeluarkan suara saat melihat Qin Jianwe yang sangat ketakutan, dia tahu bahwa Qin Jianwe takut mendapat hukuman yang sama seperti Selir Chu.


*******


9 hari yang lalu


"Dimana Permaisuri?"tanya Qin Jianwe kepada kasim yang berjaga didepan kamar Liu Wen.


"Maaf Pangeran, Permaisuri baru saja keluar, ia sangat terburu buru sampai berlarian tadi"kata kasim itu sambil tersenyum.


"Baiklah, beritahu aku saat Permaisuri telah kembali"kata Qin Jianwe, ia berjalan gontai ke kamarnya niatnya ingin bercerita kepada Liu Wen gagal padahal hatinya sangat tak tenang sekarang.


"We'er dengarkan aku sekali ini saja"kata Qin Yuanqu dengan penuh harapan diwajahnya berharap agar Qin Jianwe mau mendengarkan penjelasannya.


"Aku tak mau melihat wajahmu"kata Qin Jianwe tanpa melihat wajah orang yang pernah menjadi orang yang paling disayangnya itu.


"Ayah hanya ingin yang terbaik untukmu"kata Qin Yuanqu membuat Qin Jianwe menghentikan langkahnya.


"Untukku? Lalu kenapa kau membunuh Ibundaku?"tanya Qin Jianwe menatap Qin Yuanqu dengan penuh pertanyaan diwajahnya.


"Wanita yang paling kucintai dan dia sedang mengandung anakku. Apa mungkin aku akan membunuhnya?"kata Qin Yuanqu, ia menautkan alisnya menatap senduh putranya, hal itu sangat mustahil.


"Tapi kau ada di tempat kejadian saat ibunda meninggal!"kata Qin Jianwe dengan penuh penekanan.


"Hmm! Jika membunuh para Selir Agung ya! Aku mengakuinya! Tetapi saat itu Selir Bai dan Hui yang membunuh Ibundamu dan yang menghasut mereka untuk melakukannya adalah Selir Chu"kata Qin Yuanqu walaupun kata katanya ini tak dipercaya, dia masih ingin menceritakannya.


*Jika aku memiliki kesempatan untuk membalas dendam kepada Selir Chu akan kulakukan segera-batin Qin Yuanqu sekarang statusnya seorang Pangeran Pertama Dinasti ini, bertindak gegabah akan membuat dirinya sulit sendiri.


"Aku pergi"kata Qin Jianwe tanpa mengatakan apa pun ada rasa bersalah didalam hatinya karena sudah membenci orang yang benar benar sayang kepadanya.


"Pantas saja, pantas saja dia mau merawatku dari kecil! Ternyata dia ayah kandungku"gumam Qin Jianwe senyum tipis terbit diwajahnya dedaun yang beterbangan disekitarnya pun tak bisa menutupi wajah bahagianya itu.


Setelah 3 hari kemudian, ia baru bisa bertemu Liu Wen dan menceritakan semuanya. Awalnya ia takut Liu Wen akan membencinya dan tak menganggapnya anak lagi karena dirinya tak memiliki hubungan darah apapun tetapi nyatanya Liu Wen tak mempermasalahkannya dan berjanji akan merahasiakannya.


*********


"Bawa mayat Selir Chu keluar! Gantung di gerbang istana sampai mayatnya mengering ini adalah hukuman karena berusaha memfitnah Permaisuri dan melakukan kejahatan lainnya"kata Kaisar wajahnya sangat tenang dan biasa saja itu membuat beberapa orang merasa dirinya sangat kejam.


"Tuan Song bisa menjalani hukumannya sekarang. Aku juga tahu beberapa kejahatan yang telah kau lakukan jadi kurasa hukuman penjara seumur hidup itu sudah sangat ringan"


Kaisar melihat mata Song Yuyue yang sangat merah karena sedih atas kematian putrinya itu.


"Saya hidup hanya karena Mei'er, meski


dia tak mengakui saya bahkan sampai akhir hayatnya.... saya... tetap menyayanginya. Jika Yang Mulia berbelas kasih kepada saya, beri saya racun agar bisa ke surga bersama Chu Nuan dan Song Meili"kata Song Yuyue, untuk pertama kalinya ia memanggil nama putrinya dengan marganya. Itu adalah impiannya sejak dulu hanya saja demi rencananya menguasai Kekaisaran ini membuatnya tak bisa mengatakan hal itu.


"Berikan dia racun"kata Kaisar, dibalas anggukan oleh pengawal kerajaan mereka pergi ke gudang obat mengambil racun untuk Song Yuyue. Tak lama mereka kembali dengan semangkuk teh hangat.


"Minumlah itu. Teh itu sudah dicampur racun, kau akan langsung tertidur untuk selamanya tanpa merasa sakit sedikitpun"


Mungkin kebahagian Song Yuyue adalah kematiannya. Kaisar juga tak memiliki hak untuk melarangnya karena walaupun dilarang Song Yuyue pasti akan bunuh diri dipenjara dengan cara yang sangat menyakitkan, tanpa ragu dia meminumnya namun sebelum menutup matanya dia melompat kedepan pedang pengawal dan mati seperti putrinya.


"Kenapa malah drama menyedihkan begini"gumam Jake karena terbiasa melihat adegan seperti ini dia tak merasa takut ataupun bersimpati kepada siapa pun.


"Ini adegan berdarah... aku baru pertama kali melihatnya. Sangat sangat seru"kata Keyzee mengatakannya dengan penuh keberanian tetapi seluruh badannya gemetar.


"Ahh... dasar anak ini"kata Jake, ia memutar malas bola matanya dan beralih menatap Aiden yang sangat serius menyaksikan sidang istana.


"Ada apa Putra Mahkota Qin Yizhan, anda sangat serius mengamati sidang ini"kata Jake, ia menggoda kakaknya itu.


"Qin Meili bukan anak kandung papi dan perkataaan Selir Chu terpotong karena tusukan Paman Pertama. Qin Jianwe dikabarkan sangat dekat dulu dengan paman pertama. Paman Pertama juga mencintai Ibunnya apa ini artinya motif penyerangan Paman Pertama berkaitan dengan Qin Jianwe? Apa Qin Jianwe bukan anak papi juga? Itulah yang dikatakan Selir Chu. Itulah sebabnya paman pertama membunuh selir Chu agar fakta itu tak terungkap disini?"kata Aiden, dia mengatakan apa yang dipikirkannya dari tadi, sebelum masuk istana mereka sudah banyak menyelidiki masalah yang terjadi beberapa tahun lalu sehingga menarik kesimpulan yang dikatakannya tadi sangatlah wajar dan masuk akal.


"Baiklah. Tapi kenapa dia mau melakukan hal yang sangat berisiko seperti itu? Kita tahu bahwa beberapa tahun lalu papi bermalam dengan para Selirnya alasan bahwa diabaikan Papi itu sangat tak masuk akal. Dalam dua bulan lebih tak ada Selirnya yang hamil.... Haaa!"kata Anna saat mendengar kesimpulan Aiden, ia jadi ikut berpikir tentang masalah ini dan tiba tiba saja muncul dipikirannya hal yang pasti dianggap mustahil bagi semua orang.