I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
55. Cacat



*Kita memiliki lima bayi sekaligus! Kau tahu itu Xuan! Berbanggalah karena kau itu pemain yang pro!-batin Liu Wen, ia tersenyum manis kearah bayinya yang sudah dimandikan dan terbungkus kain bukan hanya satu tetapi lima sekaligus.


"Fei... kamu sangat kuat"kata Liu Zhiwan melahirkan lima bayi sekaligus secara normal itu hal yang dianggap mustahil bagi sebagian orang.


"Tentu saja"kata Liu Wen tersenyum lebar, dari matanya ia terlihat sangat lelah hampir 24 jam lebih ia melakukan proses persalinan, setiap bayi lahir dengan jeda waktu sekitar 20 menit, hal itu membuat Liu Wen tak bisa lagi menarik nafas panjang.


"Dimana ayahnya?"tanya Mia Liu karena banyak hal yang terjadi, ia melupakan hal sepenting ini.


"Ahh...."Liu Wen terkejut, ia murung seketika tidak mungkin dia mengatakan kalau ayah mereka berada di era Kekaisaran atau menunjuk makam Kaisar Qin yang berada di Beijing kan.


"Maafkan ibu... sudah tidak apa. Ibu dan kakakmu bisa merawat mereka"saat melihat ekspresi putrinya, Mia Liu langsung mengerti dan memeluknya.


*Mungkin ada hal yang tidak bisa, ia bagi sekarang-batin Mia Liu, ia tak mau membebani Liu Wen dengan pertanyaannya.


"Maafkan aku selalu membebani Ibu walau aku bukan anak kandungmu.... ak... "belum selesai Liu Wen berbicara Mia Liu menutup mulutnya.


"Sttt! Apa yang kau katakan. Kau putriku... anakku! Aku yang membesarkanmu dari bayi, jangan katakan hal itu lagi. Selama ini kau selalu membuatku bangga bahkan sampai sekarang"Lirih Mia Liu, ia mempererat pelukannya sebenarnya hal ini tak diketahui siapapun hanya keluarga Liu yang mengetahuinya. Orang orang percaya Liu Wen adalah anak kandung Mia Liu karena menganggap pada saat pemakaman Tuan Liu dilangsungan, mereka beranggapan saat itu Mia Liu sedang mengandung.


*****


23 tahun yang lalu


"Nyonya Liu... bisa jelaskan kronologi kecelakaan Presdir Liu?"


"Grup Liu adalah salah satu perusahaan IT terbesar di dalam negri, siapa yang akan memimpin? Nyonya mohon penjelasannya!"


"Nyonya Liu, apa Tuan Liu Qouji selaku adik Presdir Liu yang akan memimpin perusahaan?"


"Ibu..... hikk..hikk..hikk"tangis Liu Zhiwan, baru saja pemakaman ayahnya selesai, para reporter menghampiri mereka dan menanyakan tentang ayahnya bertubi tubi.


"Mohon tenanglah! Aku Istri sah Presdir Liu, sampai putraku cukup umur, aku yang akan mengambil alih perusahaan"kata Mia Liu, ia langsung masuk kedalam mobil dibantu para bodyguard untuk membuka jalan.


"Nyonya! Apa benar anda akan mengambil alih?"tanya sekrtaris Zhou, ia adalah sekretaris suaminya yang selama ini membantu suaminya mengurus perusahaan.


"Ya... persiapkan rapat! Kita akan mengadakan rapat pemegang saham"kata Mia Liu, banyak yang tak percaya akan kemampuannya karena ia seorang wanita tetapi berkat kepintarannya ia berhasil memenangkan hati pemegang saham dan membuat Grup Liu makin maju.


Grup Liu


"Maaf sudah mengumpulkan kalian secara mendadak, aku ingin menyampaikan bahwa sampai Liu Zhiwan pewaris tunggal Grup Liu dewasa. Aku yang akan mengambil alih"kata Mia Liu dengan tegas, ekor matanya melihat wajah para pemegang saham.


"Maaf Nyonya Liu. Jika saya berkata begini, kami percaya Grup Liu akan membawa keuntungan bagi kami tetapi itu saat dibawah kepemimpian Presdir Liu. Apa alasan kami untuk percaya pada anda. Yang seorang ibu rumah tangga biasa"kata salah satu pemegang saham menatap remeh Mia Liu.


"Ya, itu benar! Kami tidak bisa mengambil resiko untuk percaya kepada Grup Liu lagi"


"Aku lulusan Universitas luar negri pernah bekerja sebagai Direktur Pemasaran Grup Who IT perusahan IT terbaik di Amerika, apa hal itu maaih kurang untuk mempercayaiku? Baiklah! Aku dengar Grup Liu sedang mengincar tender jam tangan Swich? Jika aku berhasil mendapatkannya, kalian bisa tetap berada disini dan aku akan membuktikan bahwa gelar dan pengalaman kerjaku bukan omong kosong dan jika aku tak bisa mendapatkannya kalian boleh menarik semua saham kalian dari Grup Liu"kata Mia Liu, ia menatap intel ke semua orang yang berada diruangan itu.


******


Satu Bulan Kemudian


"Nyonya Liu! Kita berhasil dengan tender jam tangan itu. Selamat!"kata sekertaris Zhou dia memeluk Mia Liu karena sangat senang.


"Hmm... demi menarik hati pemegang saham aku harus mengambil resiko itu. Untung saja kita menang"kata Mia Liu, ia melihat kearah luar kaca gedung Grup Liu nampak pemandangan indah dari atas sini


"Jika Tuan Qouji yang mengambil alih saya tak tahu apa yang akan terjadi kepada Grup Liu!"kata Sekretaris Zhou, ia tau sekali bagaimana cara adik Presdir Liu itu menghamburkan uang perusahaan.


"Tidak akan terjadi! Grup Liu dibangun dari uangku dan uang suamiku! Tidak ada hubungannya dengan keluarga suamiku! Putraku yang harus mengambil alih semua yang kami miliki!"kata Mia Liu, ia memang terlahir dari keluarga kaya begitu pula suaminya karena tak mau bergantung dengan keluarga, ia sepakat untuk membangun Perusahaan milik mereka sendiri.


"Iya tentu harus begitu Nyonya, maksud saya Presdir Mia"seru sekretaris Zhou.


"Bagaimana Zhiwan? Apa dia kesepian dirumah? Ini sudah satu bulan sejak kematian ayahnya"kata Mia Liu demi putranya, ia harus menjadi tulang punggung keluarga sehingga tak ada waktu untuk menemani putranya.


"Hmm... akan lebih baik jika Tuan muda memiliki seorang adik yang bisa menemaninya dirumah"kata sekertaris Zhou, ia takut Liu Zhiwan akan menjadi anak yang pemurung jika terbiasa sendiri.


"Adik? "gumam Mia Liu, ia berpikir lebih jauh lagi bukan teman tapi seoramg adik.


*Benar juga, dia tidak akan kesepian jika memiliki seorang adik, dia juga akan belajar bertanggung jawab mengurus adiknya-batin Mia Liu.


*****


"Apa ini panti asuhan yang dibilang sekertaris Zhou"gumam Mia Liu, ia turun dari mobilnya dan masuk ke dalam gang karena panti asuhan berada didalam gang yang sempit.


Dorrrr


"Ahhh!!"teriak seorang wanita membuat Mia Liu tersentak dan berlari kearah sumber suara.


"Apa yang terjadi"gumam Mia Liu, ia segera menuju gang kecil disebelahnya. Nampak seorang wanita yang penuh dengan luka tembakan dibadannya.


"Heii! Apa yang terjadi!"teriak Mia Liu, ia memapah wanita itu dipangkuannya.


"Kau seorang tentara?"tanya Mia Liu saat melihat wanita ini memakai pakaian lengkap seorang tentara.


"Ya... ta..tadinya.. saya,, kesi..sini untuk me...mengantarnya sendiri. Siapa sangka para musuh mengikuti saya dan membunuh saya duluan"kata wanita itu, ia tersenyum miris mengingat hal itu.


"Halo ambulans... disini ada kor..."wanita itu menahan tangan Mia Liu.


"Sudahlah saya sebentar lagi akan mati. Bisa anda menolong saya? Bawa koper itu ke panti asuhan, tadinya saya ingin anda menjaganya tetapi itu sangat eogis bukan"kata wanita itu menunjuk kearah koper disebelahnya.


"Apa maksudmu?"kata Mia Liu, ia binggung dengan maksud wanita itu.


"I...ini bayi! Kenapa kau menaruhnya didalam koper!"bentak Mia Liu, ia langsung mengendong bayi itu didekapannya.


"Saya tak punya pilihan lain... hahh... jika anda mau merawat putri saya...saya Letkol Liu akan sangat berterima kasih"kata wanita itu ia mengambil sikap hormat.


"Heii...hei?! Masih banyak yang ingin aku tanyakan"teriak Mia Liu, ia menguncang tubuh wanita itu berharap ia akan sadar.


"Apa apaan itu kenapa kau hormat hormat segala"kata Mia Liu, ia menaruh tangan wanita itu didada dan meletakkannya ditanah.


"E...hw...hwee ammm"Mia Liu melihat kearah bayi perempuan yang sedang tertawa kepadanya.


"Apa yang kamu tertawakan ibumu baru saja meninggal"Kata Mia Liu mencubit pipi Bayi perempuan itu, ia membuka surat yang berada didalam koper.


___________


'Terima kasih bagi kalian yang sudah mau marawat putri kami. Saya sudah melengkapi semua surat surat penyerahan hak asuh atau adopsinya. Bayi kami ini sangat aktif mungkin anda akan kesusahan merawatnya. Tolong sayangi dia layaknya anak anda sendiri, kami benar benar sangat berterima kasih, nama bayi ini Wen.... jika anda ingin mengubah namanya tidak masalah itu mungkin lebih baik.


Orang tua Liu Wen


Liu Whojin Liu Yiren


________


"Sayang.. kamu sudah direncanakan untuk dibuang apa kamu tahu"kata Mia Liu terkekeh, ia menciumi pipi gembul bayi itu.


"Kebetulan sekali kita bermarga sama, tetapi sepertinya aku harus mengubah nama depanmu"kata Mia Liu sambil mencubit pipi Liu Wen.


"Bukanya aku tak suka tetapi ini untuk kebaikanmu. Jika dilihat dari kematian orang tuamu, kamu berkemungkinan akan dalam bahaya"celoteh Mia Liu sambil memajukan bibirnya.


"Apa yahh.... ahhh! Ya Liu Yifei! Nama yang cantik, mulai sekarang namamu Liu Yifei"kata Mia Liu, sepanjang jalan menuju mobilnya ia terus mengajak Liu Wen berbicara.


"Ayo kita pulang dan sapa kakakmu"kata Mia Liu dengan girang, ia selalu mengidam idamkan anak perempuan.


********


"Terima kasih"kata Liu Wen, ia menangis karena wanita yang tak melahirkannya ini sangat menyayanginya.


"kami sudah menikah... hanya saja... sepertinya kita tak bisa bertemu lagi"ucap Liu Wen, membayangkannya saja tidak bisa karena suaminya itu berada dimasa lampau.


"Memangnya kenapa? Apa dia tak menyukaimu lagi? Setidaknya dia harus melihat anaknya kan!"tanya Liu Zhiwan, ia geram kepada pria tak bertanggung jawab seperti itu.


"Dia tak tahu kalau aku hamil"kata Liu Wen walau ingin memberitahu Qin Xuan, ia tetap menahannya demi keselamatan anaknya.


"Apa kau bodoh"teriak Liu Zhiwan memukul kepala adiknya.


"Hwee ibuu.... kakak memarahiku"lirih Liu Wen, ia memasang wajah memelas.


"Zhiwan! Jangan lakukan itu"kata Mia Liu memarahi Liu Zhiwan yang kasar kepada adiknya.


"Hweekk"Liu Wen memeletkan lidahnya membuat aura tak sedap makin lekat disekita Liu Zhiwan.


"Anuu... maaf... saya masih ada disini"kata Yuri sambil tersenyum kikuk.


"Kenapaa kau masih ada disini? Adikku sudah punya bayi! Kau masih belum menyerah juga?"sindir Liu Zhiwan, ia melampiaskan ke marahannya.


"Hatiku yang rapuh"kata Yuri sambil memegang dadanya.


"Tidak. Aku cuma ingin memberi tahu kalau kaki putrimu bermasalah"kata Yuri dengan serius.


"Apa? Kenapa? Apa yang terjadi?"tanya Liu Wen dengan cemas.


"Kakinya lemah mungkin dia akan duduk dikursi roda karena tak mampu menopang tubuhnya seumur hidup. Zhiwan kau dokter otopedi kan? Kau bisa mengawasi keponakanmu dan mengobatinya dirumah..."kata Yuri, ia juga merasa aneh kenapa hanya satu yang bermasalah.


"Apa... kenapa kakainya bisa lemah apa yang lain juga begitu?"tanya Liu Wen melihat putrinya yang mengeliat sangat mengemaskan.


"Tidak hanya bayi ketigamu, ini bisa terjadi karena kau salah makan saat hamil atau tak sengaja terjatuh"


"Aku tak pernah terjatuh kalau jatuh diair sih pernah tetapi itu tak mungkin bisa membuatnya begitu, kalau makanan aku ju..."Liu Wen terdiam sebentar, ia mengingat sesuatu.


*Apa karena kacang yang diberi Selir Chu waktu itu...-batian Liu Wen.


"Sial! Kau membuat anakku cacat! Awas saja jika kita bertemu pertama akan kupatahkan kakimu"gumam Liu Wen, untung saja Pangeran Keempat menyelamatkannya waktu itu, jika tidak mungkin bayinya sudah lama meninggal.


"Fei Fei... percayakan putrimu kepada kakak, kakak akan berusaha menyembuhkannya"kata Liu Zhiwan sambil tersenyum lebar.


"Kakakk...."lirih Liu Wen saat ini kakaknya terlihat sangat keren.


"Sudah.... ibu yakin si kecil ini akan sembuh, kita lupakan saja masalah itu dulu"


"Kamu belum memberi nama anak anakmu kan?"tanya Mia Liu kepada Liu Wen, ia mengendong dua bayi Liu Wen dua lagi dikakaknya dan satu dipangkuannya.


"Mhmn.... sebenarnya aku sudah memilih beberapa untuk mereka"kata Liu Wen, ja mengangguk dan mencium pipi putri bungsunya.


"Oh ya katakan kepada ibu! Siapa nama mereka"kata Mia Liu yang penasaran.


"Namanya adalah...."kata Liu Wen menatap bayinya dan mengelus pucuk kepalanya satu persatu.