
"Qin Yibo! Hentikan semua ini"kata Aiden ia meninggikan suaranya saat adiknya itu ingin mengayukan pedang lagi kearah ayah kandung mereka.
"Kita berada dizaman yang berbeda! Jika kau melawan seorang Kaisar kau akan diberi hukuman, setidaknya jangan rusak reputasi mami"bisik Aiden, ia mengatakan hal itu agar adiknya berhenti menganiaya ayah mereka.
"Dimana tata krama kalian! Apa Ibunda kalian tidak pernah mengajarimu!"bentak Ibu suri, ia menunjuk wajah Jake yang tak merasa bersalah sedikitpun itu.
"Maafkan adikku Ibu suri. Adikku sekarang sedang terbawa emosi"kata Aiden, ia membungkukkan badannya meminta maaf kepada Ibu suri.
"Sudahku bilang ini masalah keluargaku! Disini hanya ada ayah dan anak anaknya, silakan kalian pergi!"perintah Kaisar, ia menatap ibunya dan Selir Chu dengan tajam.
"Xuan...! Kau mengusir Ibunda?"kata Ibu suri, ia menunjuk dirinya sendiri tak percaya dengan apa yang terjadi.
"Ibunda kumohon pergilah"kata Kaisar, walaupun sudah banyak kehilangan darah tubuhnya tak goyah sedikit pun ia tetap berlutut meminta maaf kepada anak anaknya.
"Hmphh! Saat kau tahu yang sebenarnya kau akan menyesal! Mereka itu pasti anak pungut"kata Ibu suri sebelum pergi dari sana.
"Hah?! Bahkan kita disebut anak pungut!Dengar tidak tadi"kata Jake hatinya sekarang sangat terbakar amarah.
"Kaisar, anda berdirilah. Apa anda tidak memikirkan kehormatan anda"kata Anna ia menatap ayahnya itu dengan dingin.
"Apapun bisa dilakukan seorang ayah untuk anak anaknya"kata Kaisar darah segar bercucuran dari tangannya bahkan sampai menetes dilantai.
"Obati luka anda dulu"kata Ellson, ia mengambil saleb yang baru saja dibuat pamannya.
"Bisakah kalian memanggilku papi lagi?"kata Kaisar, ia menatap sendu anak anaknya.
"Jangan egois bukankah Qin Meili dan Qin Jianwe memanggilmu ayahanda!Ayahanda!"cibir Jake, ia sangat muak melihat wajah ayahnya yang sok merasa bersalah itu.
"Kau benar, aku seharusnya tidak boleh eogis tetapi kalian semua anak anakku"kata Kaisar, ia menatap Jake sambil tersenyum.
"Ohh ya? Lalu kenapa hanya menyelamatkan Qin Meili saja tadi?! Karena khawatir dengannya saja kan"kata Jake, kali ini Kaisar tak menyahut lagi kerena yang dikatakan Jake benar.
"Bodoh!"kata Jake ia duduk diranjang didekat kembarannya.
"Baru pertama kali lihat Jake marah"bisik Keyzee kepada Anna.
"Yah. Aku juga"balas Anna, Jake marah demi dirinya itu membuatnya bahagia.
"Tidak masalah, aku masih memiliki tiga kembaran yang siap menolongku, anda jangan khawatirkan aku lagi"kata Anna ia menyatukan tangannya dan meletakannya didada. Ia bersyukur bertemu dengan ayah kandungnya jadi walaupun kecewa karena ayahnya tak seperti apa yang ia pikirkan.
"Itu benar! Kau masih memilikiku, Anna"kata Jake sambil tersenyum, ia memegang tangan Anna dengan erat.
"Pertengkaran ini tak ada habisnya dan papi, dia seperti orang bodoh"gumam Aiden, ia mendekati ayahnya agar menghentikan tindakan konyolnya ini.
"Aku kecewa kepadamu sebagai seorang ayah yang tak bertanggung jawab tetapi sebagai Kaisar aku membenarkannya karena Qin Meili seorang Putri Qin yang diakui tentu saja Kaisar harus menyelamatkannya demi reputasi"kata Aiden ia menatap Kaisar dengan dingin dan memegang bahu Kaisar memapahnya untuk berdiri.
"Bertahun tahun kami tak mendapatkan kasih sayang seorang ayah, membuat kami terbiasa. Hanya saja ada yang sakit disini"lanjut Aiden, ia menunjuk dadanya sendiri.
"Maafkan aku"kata Kaisar tak ada lagi yang bisa ia katakan selain kata itu.
"Hahhh....! Apa papi suka sekali minta maaf? Dimana wibawamu"kata Aiden, ia tersenyum melihat ayahnya yang sangat kebingungan sekarang.
"Aku menyimpannya dikantong"kata Kaisar membuat Liu Wen terkekeh, ia mengintip dari jendela kamar mendengarkan percakapan anak dan ayah itu.
"Apa ini kalian sangat mudah memaafkannya"gumam Liu We, ia menahan tawanya, lelucon Kaisar sangat garing membuat si kembar menahan tawa.
*Aku marah! Jika tahu begini aku lebih memilih tetap dimasa depan! Aku benci dengan zaman ini! Zaman kerajaan, orang tololl! Bodoh!-batin Jake ia melihat malas kearah Keempat kembaran dan ayahnya itu.
*Masa depan ya? -batin Anna, ia memegang tangan Jake dan mengingat kembali apa yang terjadi kepadanya dulu.
******
"Wahhh... sangat cantik!"kata salah seorang siswa.
"Anna Liu kan?"
"Manajer artis yang naik daun itu?! Satu kelas juga katanya"
"Aku iri!"
"Hmphh! Jeje itu milik kita biarkan saja diakan cuma manajernya!"
"Shsshh"Anna meringis karena kakinya kambuh.
"Anna biarku bantu"
"Anna sini kugendong"
"Kudengar kakimu suka sakit?"
"Tidak perlu"kata Anna ia duduk ditepi jendela koridoor.
"Lihat itu... dia itu rubah"
"Ayo beri dia pelajaran nanti"
****
Saat pulang sekolah Anna ditarik masuk kedalam gudang sekolahnya.
"Hei, rubah kau membuat Yunfeng berpaling dariku!"
"Yunfeng?"kata Anna dia bahkan tak mengenal orang itu.
"Pacarnya Miao Miao! Dasar wajah jalanggmu itu ingin kurusak!"kata siswi lainnya.
"Aku tak mau menyakiti kalian"kata Anna, ia mencengkam erar tangan siswi itu.
"Aku bisa saja memukul kalian tapi itu akan membuang tenagaku"lanjut Anna mereka diam saja lalu tertawa.
"Kau yang penyakitan ini bagaimana bisa memukulku..."
"Oh ya aku dengar kau anak haram"
"Hahaha... dia anak haram?"
"Pasti ayahnya itu seorang preman atau pencuri dan ibunya jalangg"
"Aku sudah peringatkan kalian"kata Anna, tak butuh waktu lama ia memukul para siswi manja itu.
"Ahhh!! Itu membuktikan ayahmu memang preman!"
Setelah kejadian itu seluruh sekolah menghujat Anna, ia disebut anak haram walaupun begitu dia bersikap tenang.
********
"Hmmm... hatiku sakit mendengar kata kata itu"gumam Anna, ia melamun saat mengingat hal menyakitkan itu.
"Kumohon... jangan tinggalkan aku lagi"kata Anna kepada ayahnya, ia berdiri dan terjatuh karena kakinya yang sakit.
"Aku tidak mau hal itu terjadi lagi"kata Anna, ia menangis ingatan tak mengenakan itu membuatnya emosional.
"Iya tenang saja papi disini"kata Kaisar, ia memeluk putrinya yang menangis tersedu sedu itu, akhirnya ia melihat Anna yang sesungguhnya ia tak pernah menangis karena selalu menahannya sendiri.
"Sepertinya aku tak perlu ikut campur lagi"gumam Liu Wen ia menunggu beberapa saat dijendela sebelum masuk ke dalam kamar.
*******
Kediaman Naga
"Yo, sudah datang"kata Liu Wen sambil melambaikan tangannya ia sedang berbaring di kasur Kaisar.
"Wen? Apa yang kau lakuakan disini?"tanya Kaisar saat baru masuk ke kamarnya, ia melihat Liu Wen diatas ranjangnya.
"Mau membuatkan adik untuk si kembar?"sambung Kaisar awalnya ia berniat menggoda Liu Wen tetapi Liu Wen malah mengiyakannya, yang membuatnya gugup setengah mati.
"Baiklah jika kau memaksa"kata Liu Wen dengan pasrah ia mulai membuka hanfunya.
*Jika bukan karena ingin memastikan kebenarannya aku takkan melakukan hal ini duluan! Yahh tapi tak masalah aku juga tak rugi-batin Liu Wen, ia terlalu munafik jika berkata tidak mau berhubungan intim dengan suaminya itu.
"Malam ini akan menjadi malam yang panjang aku sudah puasa selama lima belas tahun lebih"kata Kaisar, ia mencium leher Liu Wen dan meninggalkan bekas disana.
"Hmm... kita lihat siapa yang akan mendesahh duluan"kata Liu Wen sambil terkekeh, ia mencium Kaisar dan mengalungkan tangannya dileher Kaisar agar mempermudah suaminya itu.
*Aiyaa... terlalu cepat-batin Liu Wen, nafsu orang didepannya ini seperti kerasukan setan saja.
"Kumasukkan?"tanya Kaisar karena sudah lama tak melakukannya ia meminta izin dulu kepada Liu Wen.
"Bodoh"gumam Liu Wen, ia mengangguk setuju, sepanjang malam mereka melakukannya saat akan mencapai klimaks Liu Wen menyadari sesuatu, bahkan Kaisar pun pasti menyadarinya.
*Air maninya tak keluar... dia...dia benar benar mandul! -batin Liu Wen, saat itu juga Kaisar menghentikan kegiatannya.
"Wenn... ini tidak benarkan? Tadi pasti belum puncaknya"kata Kaisar, ia menatap wajah istrinya itu.
"Aku juga tak mau mempercayainya tapi kau benar benar mandul dan apa yang ada disurat semuanya benar"lirih Liu Wen, ia memeluk suaminya itu entah kenapa melihat raut wajah suaminya yang begitu sedih membuatnya terluka juga.
"Jadi... mereka semua bukan anak anakku? Tapi berdasarkan surat aku tak mandul sejak lahir, dan itu karena kau, bisa jadi ada orang yang ingin mencelakaimu dan aku tak sengaja yang melindungimu"gumam Kaisar, mereka bahkan belum memakai busana hanya dibalut selimut saja hari pun sudah hampir fajar.
"Bisa jadikan! Ya pasti begitu, wajah Yizhan mirip denganku orang yang bilang tak mirip pasti sudah buta"kata Kaisar ia memeluk erat Liu Wen sampai tertidur.
"Iya... mereka anakmu, tenanglah.... kita akan tahu siapa dalang dibalik semua ini"kata Liu Wen tangannya tak henti hentinya mengelus kepala Kaisar.
"Aku mendengar Selir Chu dan tabib Wu mengatakannya..."gumam Kaisar didalam tidurnya.