
Pranggg
Entah sudah berapa vas yang dipecahkan Woo Rin sampai kamarnya penuh dengan pecahan vas. Kakinya pun berdarah terkena pinggiran tajam vas itu.
"Ahhhh!!"teriak Selir Sun, ia ketakutan melihat wajah Woo Rin yang tak biasa. Darah juga ada dimana mana membuatnya sangat mual melihat semua itu.
"Beraninya dia meminta cerai dengan mengancam Raja! Apa Ayahanda selemah itu! Hah?! Jalangg itu merendahkanku"teriak Woo Rin melihat Eunyeon yang sangat berani pagi tadi saat sidang membuatnya marah padahal wanita itu dulu selalu mengejarnya. Lalu kenapa sekarang dia begitu berani bahkan memakinya.
"Huhuhu... Pangeran hamba sangat takut. Tenangkan diri anda"isak Selir Sun, ia menangis diluar kamar membuat Woo Rin tersadar.
"Kenapa kau ada disini? Jika orang lain yang melihat usahaku untuk menyelamatkanmu akan sia sia"kata Woo Rin, ia berjalan menuju Selir Sun dan memeluknya.
"Hamba merindukan anda. Hamba sangat takut karena baru saja dari penjara yang dingin itu. Putri Jang sangat licik menjebak hamba"kata Selir Sun, ia mempererat pelukannya dan menangis didekapan Woo Rin menjadi wanita yang dicintai Pangeran tampan secara tiba tiba membuatnya sangat bahagia apa lagi Woo Rin secara terang terangan memusuhi Istri sahnya demi dirinya.
*Sialan Jang Eunyeon!!! Aku dipenjara kotor dan bau itu!! Nama baikku hancur! Sejak kapan wanita bodoh itu menjadi cerdik begini-batin Selir Sun, ia mengeretakan giginya karena kesal, walaupun hanya beberapa jam dipenjara para narapidana yang berada disel lain banyak menghinanya.
"Kau pasti kesulitan disana... Maaf aku terlalu lama mengeluarkanmu. Tenang saja jalangg itu pasti akan kuhabisi"kata Woo Rin, ia menekuk alisnya entah bagaimana cara membereskan Eunyeon itu? Karena sekarang pikirannya kacau. Dia marah dan kesal karena Eunyeon meninggalkannya bukankah ini yang diinginkannya? Bahkan bayi yang masih jadi janin itu pun ia lenyapkan karena sangat membenci Eunyeon tapi kenapa tak ada kepuasan hati? Hanya ada rasa sesak dirongga dadanya.
"Aku mencintai Pangeran"kata Selir Sun wajahnya tersenyum cerah membuat Woo Rin membayangkan Anna yang tersenyum hangat padanya.
"Aku juga menyukaimu"kata Woo Rin, ia memegang wajah Selir Sun dan menciumnya, walaupun ia menginginkan ciuman itu tetapi kenapa ia tak merasakan apapun.
*Apa ini hanya ambisi sesaat?-batin Woo Rin dia memperdalam ciumannya dan melakukan hal lebih jauh.
******
Perkemahan
"Ahhh....! Badanku sakit semua"gumam Ri Won, ia mengusap wajahnya dengan kasar telinganya terasa berdengung karena terlalu banyak minum semalam.
"Huh?!"gumam Ri Won, tiba tiba sesuatu muncul dikepalanya, seperti sebuah ingatan tapi ingatan adegan panasnya dengan Anna.
"A...ahhh....! Jangan bayangkan hal hal aneh!!"seru Ri Won, ia menepuk wajahnya agar sadar kembali. Memang bukan pertama kalinya dia memikirkan hal itu tetapi kenapa kali ini lebih panas dari biasanya.
"Tidak boleh! Dia memang istriku tapi aku belum bisa membuatnya jatuh cinta padaku! Jadi bersabarlah"kata Ri Won, ia melihat kebawah, jamurnya yang naik tiba tiba turun kembali saat mendengar ucapan Ri Won.
"Haahhh! Nasibmu malamg sekali junior"gumam Ri Won, ia menghela nafasnya ingin mengelus jamurnya seperti anak anjing tapi itu adalah hal yang konyol.
"Anda sudah bangun ternyata"kata Yong pipinya masih merah karena efek arak yang semalam diminumnya.
"Wahh Yong aku tak tahu kau suka minum"kata Ri Won, ia turun dari ranjangnya dan membasuh wajahnya dengan air bersih yang ada dinakas.
"Anda yang memaksa saya!"kata Yong dengan penuh penekanan, ia pergi dari sana karena kesal sambil menghentakan kaki dengan keras.
"Huh?! Apa itu benar"gumam Ri Won, ia merasa tak pernah melakukannya. Saat melepas pakaiannya ia tercengang melihat sekujur tubuhnya dari bantulan air.
"Huh?! Kenapa tubuhku ada bercak merah begini"
"Apa aku melakukan hal yang aneh semalam"gumam Ri Won, ia heboh sendiri karena menerka nerka apa yang terjadi.
"Jangan jangan mimpi itu nyata! Apa Yiwei ada disini!"Ri Won yang penasaran pun berlari keluar untuk menanyakan hal tersebut kepada Yong.
"Yong! Apakah Yiwei datang kemari?!"tanya Ri Won ekspresi wajah serius membuat semua orang tertegun.
"Belalai gajah anda sedang senang ternyata"kata Yong, ia menunjuk jamur Ri Won yang terlihat bergerak. Itu karena Ri Won yang tak memakai sehelai kain pun saat ini.
*****
Istana
"Anda sudah kembali Putri?"tanya Kepala Dayang Dan walaupun wajahnya terlihat tenang ia sangat mengkhawatirkan Anna yang dua hari ini tak pulang.
"Ya semua baik baik saja kan?"tanya Anna, ia melepaskan jubahnya dan menganti hanfu pria menjadi Hanbok pemberian Ri Won beberapa minggu yang lalu.
"Aku membelinya dari istri penyamun! Mereka membuatnya dari kain sutra terbaik, yahh hasil curian sih kain sutranya tapi tenang saja aku sudah membeli Hanbok ini dengan harga yang mahal karena sangat indah! Tolong pakailah saat aku kembali!"isi surat yang datang bersaman dengan hanbok berwarna putih dengan bawahan biru langit itu.
"Hanbok yang indah.... Saya yakin Pangeran benar benar mencintai anda"kata Kepala Dayang Dan memang sudah biasa bagi mereka melihat kemersaan Anna dan Ri Won tetapi ada kalanya mereka berdua terlihat seperti orang asing membuat pelayan dan kasim menerka nerka apa yang terjadi sebenarnya.
"Hmm... Dia memang mencintaiku"kata Anna dengan bangganya. Ri Won menyukainya dan begitupun sebaliknya, hanya saja ia masih belum bisa mengatakannya.
"Apa ada berita terbaru?"tanya Anna, ia penasaran apakah Eunyeon melakukan apa yang ia suruh atau tetap bertahan dengan pria bajinggan yang membunuh anaknya sendiri.
"Putri Jang sudah bercerai dengan Pangeran Woo Rin, saya dengar Selir Sun juga dihukum karena membunuh Calon anggota kerajaan yang ada dijanin Putri Jang"
"Ohh dia memilih jalan itu ternyata.... Si kelinci sudah menjadi harimau sekarang"gumam Anna ia tersenyum tipis, Eunyeon mengikuti sarannya dan memberi pelajaran Selir Sun serta meninggalkan Woo Rin yang selalu menyiksanya itu.
"Kita akan main ke kediaman Mentri Jang nanti"kata Anna ia duduk didepan kaca sambil melihat pantulan wajahnya.
"Baik Yang Mulia.... Sebentar lagi Pangeran akan sampai. Saya yakin dua hari ini anda pasti keluar istana demi mencari hadiah istimewa untuk Pangeran"kata Kepala Dayang Dan, ia menata rambut Anna dengan hati hati.
"Kau benar aku sudah memberinya hadiah yang sangat istimewa"kata Anna itu memang benar keperawanannya adalah hadiah terbaik yang diberikannya untuk Ri Won.
"Baiklah selesai! Anda terlihat cantik! Malam nanti Pangeran akan kembali. Saya harap cinta Pangeran akan semakin besar untuk Putri"kata Kepala Dayang Dan dia tersenyum dan izin pamit dari kamar Anna.
"Keluarlah tikus nakal"kata Anna dengan santai ia melirik sedikit kearah jendela.
"Ahahahhaha.... Ternyata kau tahu aku ada disini dari tadi!"kata Eunyeon, ia terkejut saat Anna menyadari kehadirannya.
"Ada apa kau kemari"kata Anna, ia tak ingin basa basi lagi melihat Eunyeon yang sedang binggung untuk membuka topik pembicaraan.
"Aku ingin mengembalikan ini"kata Eunyeon, ia menyerahkan plakat milik Anna dengan kedua tangannya.
"Dan terima kasih! Kak Yiwei"kata Eunyeon dia menutup matanya karena malu mengatakan hal itu.
"Pftttt..... Rasanya sedikit menjengkelkan kau memanggilku begitu"kata Anna membuat Eunyeon mengembungkan pipinya.
"A...aku....! Hmph...!"
"Kuterima ucapan terima kasihmu dan.... Selamat menempuh hidup baru. Aku akan melindungimu jika mereka mengincarmu"kata Anna, ia berdiri dan mendekati Eunyeon mengambil plakat miliknya dan mengelus pucuk kepala Eunyeon.