I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
38. Kembalinya Selir Kehormatan



"Permaisuri? Wen'er!!!"kata Kaisar, hatinya berdebar melihat wajah Liu Wen yang sangat di rindukan itu serta penampilannya yang sangat sexsi sekarang.


"Pria tua tadi Istriku!"kata Kaisar, ia terkekeh mengetahui hobi Liu Wen yang menyamar menjadi pria tua.


*Pantas saja tidak ditemukan! Dia menyamar sebagai seorang pria tua kaya-batin Kaisar mungkin selamanya ia tak akan menemukan Liu Wen kalau semalam tak pingsan dan dibawa kemari.


"Sebaiknya aku pergi dari sini! Pemandangan didepan sangat memanaskan mata"gumam Kaisar, ia kembali ke kamarnya tadi menunggu Liu Wen yang sepertinya ingin mandi.


"Sepertinya Wen'er masih suka makan banyak! perutnya makin besar... imut sekali"gumam Kaisar dengan polosnya sambil mengayunkan kakinya.


****


Paviliun Prem


"Kaisar tak datang kemari! Apa dia pergi ketempat Selir Tang! Tidak! Ini tidak boleh terjadi! cuma anakku yang pantas jadi Putra Mahkota! Apa yang harus aku lakukan!"teriak Selir Chu, ia memecahkan benda apapun yang berada didekatnya.


"Selir... an....anda harap tenang. Gelar Pu...putra Mahkota pasti akan menjadi milik Pangeran yang berasal dari rahim anda!"kata pelayan Selir Chu yang berusaha menenangkan Selir Chu.


"A He!! Jika Selir Tang punya anak dia akan makin berkuasa! Kau tahukan, Ibu suri mengeluarkannya dari Istana Dingin. Ini adalah siasat barunya untuk mengeserku secara perlahan karena tak ada lagi yang bisa kutukar"Kata Selir Chu, ia membuka nakasnya dan memeriksa perhiasan langkanya yang makin hari makin berkurang.


"Jika anda takut Selir Kehormatan hamil andakan bisa membuatnya mandul"kata pelayan Selir Chu dengan tatapan tajam.


"A He.... kau benar! Aku bisa membuatnya mandul! Seperti yang Ibu suri lakukan kepada Permaisuri, aku bisa membuat para Selir mandul dan menyingkirkan mereka satu persatu"kata Selir Chu, ia memegang erat cangkir keramik sampai retak.


"A He!! Kau hasut para Selir tingkat rendah untuk pergi meninggalkan Istana secara diam diam! Katakan kepada mereka, Permaisuri saja berani minta cerai apa lagi mereka yang tidak pernah dipedulikan Kaisar. Kaisar pasti tak akan menghukum mereka. Kau juga harus taruh obat mandul dimakan malam para Selir Agung dan jalangg Tang itu"kata Selir Chu, ia memikirkan rencana ini memastikan hanya putranya yang menjadi Putra Mahkota.


"Baik Selir! Saya akan melakukannya dengan baik"kata pelayan Selir Chu, ia segera melaksanakan perintah Selir Chu.


"Heh?! Kalian tak ada yang cocok dengan gelar Permaisuri cuma aku saja yang cocok, hahaha. Walaupun tidak jadi Permaisuri aku pasti akan menjadi Ibu suri!"tawa Selir Chu, ia sangat puas karena yakin rencana pasti akan berhasil.


****


Kediaman Perdana Mentri


"Whojin! Ayo cepat! Kita cari Wen'er! Aku... aku sangat takut dia dalam bahaya!"kata Liu Yiren dengan tergesa gesa kepada suaminya, ia sangat khawatir akan keselamatan putrinya sudah empat hari Liu Wen menghilang itu memberi guncangan hebat untuk Liu Yiren sebagi ibu Liu Wen.


"Tenang Ren'er tenang! Anak kita itu pemberani dan hebat! Aku yakin dia baik baik saja... biar para prajurit yang mencari Wen'er"kata Liu Whojin, ia memeluk istrinya dengan erat.


"Tuan... Permaisuri pasti baik baik saja"kata Selir ketiga Liu Bing, ia satu satunya Selir yang masih bisa berkeliaran bebas di kediaman Perdana Mentri Liu karena putrinya yang sedang sakit mental.


"Jangan sebut dia Permaisuri lagi! Wen'er sudah bercerai dengan Kaisar"bentak Liu Whojin, ia tak suka jika Liu Wen disebut sebagai Permaisuri.


"Tuan... jangan lupa anda masih punya dua Putri lagi, Putri kedua yang sedang dipenjara dan Putri ketiga. Putri kita yang saat ini sedang terganggu jiwanya karena dilecehkan! Pernahkah anda mengkhawatirkan mereka berdua? Anda hanya mengkhawatirkan Nyonya Liu, Putri pertama dan Tuan muda saja, apa kami bukan keluarga anda juga?"tanya Selir Bing, ia menangis dan pergi meninggalkan Liu Whojin dan Liu Yiren.


"Whojin.... kejar dia..."kata Liu Yiren, ia melepaskan pelukan suaminya itu.


"Tapi... aku tak menyukainya"kata Liu Whojin, ia tak peduli orang lain hanya Liu Yiren yang dianggapnya istri dan Liu Wen serta Liu Yichen yang dianggapnya sebagai anak.


"Saat kamu membawanya ke rumah dan menyentuhnya kamu harus bertanggung jawab atas dirinya apa lagi kamu memiliki anak darinya!! Para Putri itu anakmu! Anak biologismu! Aku benci harus berbagi suami! Tetapi aku lebih benci orang yang melalaikan tanggung jawabnya!"teriak Liu Yiren, ia menahan tangisnya dalam hati ia sangat sedih tetapi ia lebih sedih jika suaminya mengabaikan para wanita itu setelah menjadi bahan pelampiasan rindu.


"Ternyata menantuku benar benar sudah hidup kembali setelah 20 tahun meninggal"kata seorang wanita tua yang datang mendekat kearah mereka.


"Ibu mertua?"


"Ibu"kata mereka dengan serempak.


"Ling'er didalam darahmu itu terdapat darah sang penguasa, kau ditakdirkan menjadi Naga tetapi nasib tak berpihak padamu, memiliki Selir banyak itu hal yang normal tak perlu merasa bersalah lihat istrimu saja mengerti"kata Liu Xiaoyu, Nyonya tua Kediaman Perdana Mentri.


"Kapan ibu kembali?"tanya Liu Whojin dengan datar.


"Kau tak senang aku pulang? Aku banyak mendengar tentang kediaman kita, Wen'er meninggal, cucu cucu ku yang dilecehkan, Ruoxi meninggal, Liang'er dipenjara, Menantu dan Wen'er hidup kembali, Wen'er jadi Permaisuri, Wen'er menghilang, sepertinya selama dua tahun ini Kediaman Perdana Mentri semakin terkenal saja"kata Liu Xiaoyu, ia menghela nafas panjang selama dia pergi banyak sekali hal hal yang dilewatkannya.


"Tak masalah kau sudah lama hidup bebas diluar sana mungkin kau sudah terpengaruh kebudayaan rakyat jelata selama ini jadi tak bisa mengurus kediaman ini dengan benar"sindir Liu Xiaoyu, ia menatap remeh Liu Yiren.


"Yang kusayangkan adalah kau Ling'er! Dulu kau melepas satu satunya peninggalan ayahmu dan sekarang kau melepaskan status Permaisuri milik Wen'er. Aku tak mengerti jalan pikiranmu!"bentak Liu Xiaoyu, ia marah kepada putranya yang tak pernah mau mengambil kesempatan emas yang datang kepadanya.


"Sudahku bilang! Jangan membahas masalah itu lagi! Dan ya Wen'er itu putriku! Tidak ada hak bagi ibu untuk mencampuri rumah tanggaku"kata Liu Whojin, ia marah kepada ibunya yang masih saja memiliki ambisi yang besar.


"Terserah kau saja, ibu tak akan ikut campur lagi... ibu akan pergi kedesa"kata Liu Xiaoyu, ia cuma menyayangkannya tetapi tak ada ambisi untuk merebut hak itu kembali sebenarnya.


"Ibu ayah... aku sudah men... ehh... siapa nenek ini?"tanya Liu Yichen melihat nenek tua yang hendak keluar dan menghalangi jalan masuknya kedalam kamar.


"Hei! Anak muda kau sebut dua orang ini apa?"tanya Liu Xiaoyu mungkin telinganya bermasalah tadi sepertinya ia dengar kalau anak ini memanggil ayah dan ibu.


"Ayah dan ibu..."kata Liu Yichen dengan polosnya.


"Ahh... dia Chen'er adik kembar Wen'er pada saat itu Ren'er melahirkan anak kembar. Chen'er dia Ibu ayah yang bearti nenekmu"jelas Liu Whojin, ia lupa memberi kabar tentang cucu baru kepada ibunya itu.


"Hah? Aku punya cucu laki laki"kata Liu Xiaoyu dengan tidak percaya, ia menatap Liu Yichen dengan tajam.


"Hahaha..... kemari peluk nenekmu"kata Liu Xiaoyu memeluk Liu Yichen dengan sekuat tenaga.


"Ayahh.. aku bisa mati dipeluk nenek"kata Liu Yichen, mukanya membiru karena terlalu kuat dipeluk neneknya.


"Ibu lepaskan Chen'er dia kesakitan"kata Liu Whojin dengan datar.


"Tidak mau!! Anak manis"kata Liu Xiaoyu mempererat pelukannya.


"Aku ingin memberitahukan ayah kalau kakak baik baik saja!! Dia hidup tenang jangan cemaskan dia"kata Liu Yichen meski pun hampir mati karena pelukan erat neneknya ia ingin menyampaikan hal ini agar orang tuanya tak mengkhawatirkan Liu Wen.


*Untung saja pelayan itu pegang janji mengabariku setiap tanggal 15. Jika tidak aku pasti juga akan sangat mengkhawatirkan kakak-batin Liu Yichen.


"Benarkah? Kenapa dia menghilang?"tanya Liu Yiren, ia langsung menghampiri putranya itu.


"Kita akan tanyakan semua kepada kakak saat kembali"kata Liu Yichen dengan meyakinkan.


"Nenek lepaskan aku. Kau masih bisa melihatku lagi nanti aku harus belajar strategi perang dengan paman Hui"kata Liu Yichen melepaskan pelukan neneknya.


"Huh? Kau mau berperang dimedan perang? Kau mau jadi Jendral!Kenapa?"tanya Liu Xiaoyu menjadi Jendral resikonya sangat besar.


"Ya, aku lebih ingin berperang dari pada duduk diam"kata Yichen sebenarnya ia ingin mengalihkan perhatiannnya agar tak terlalu kesepian disaat kakaknya tak ada di Kekaisaran Qin.


***


"Lah?! Kenapa kau masih ada sini?"tanya Liu Wen yang tak sengaja lewat kamar yang ditempati Kaisar.


"Tuan Yu... izinkan saya menjadi pegawal pribadi anda! Saya membutuhkan uang dan saya akan membalasnya dengan jasa pegawalan saya yang prefesional karena saya tak suka menerima pemberian orang!"kata Kaisar, ia berlutut didepan Liu Wen untuk pertama kalinya ia berlutut didepan seseorang.


"Aku tak memerlukannya pergi adikmu juga lagi sakitkan jaga saja dia"kata Liu Wen acuh.


*Sebenarnya aku sangat perlu pengawal jika bahaya tiba itu akan sangat berguna, jika aku tidak sedang hamil aku tak perlu bantuan orang lain untuk melindung diriku-batin Liu Wen.


"Saya mohon. Saya berpengalaman dan prinsip saya ini sangat penting! Menerima uang dan bayarannya adalah jasa saya!"kata Kaisar, kali ini ia bersujud didepan Liu Wen.


"Hei!! Berdiri apa yang kau lakukan"kata Liu Wen ia tak suka ada yang bersujud didepannya.


"Baik!! Baik akan kuterima tapi adikmu?"tanya Liu Wen, ia memapah Kaisar agar berdiri.


"Terima kasih Tuan, saya akan pulang dan menitipkan adik saya ke tetangga. Dua hari lagi saya akan kesini"kata Kaisar, ia segera pergi kembali ke Istana.


"Hmm? Kok dia senang sekali, biarin deh toh aku ga rugi mantan pengawal pribadi Kaisar nihh! Pasti badannya bagus"gumam Liu Wen air liurnya berjatuhan membayangkan bentuk tubuh lelaki idamannya.