
"Jadi apa yang membawamu kemari?"tanya Anna, ia mengalihkan pembicaraan. Dia tak mau semua orang melihat wajah bahagianya sekarang, trauma lama itu masih membuatnya berpikir kalau dirinya tak berhak bahagia.
"Ohh!"Ri Won hampir lupa tujuannya karena salah paham tadi.
"Saya kemari karena ingin meminta bantuan Tuan Putri"kali ini ekspresinya sangat serius ia berjalan mendekati Anna.
"Boleh saya duduk dulu? Dan boleh tidak saya minum teh ini? Saya sedikit haus"kata Ri Won kakinya gemetar karena berlari ke kediaman Anna yang lumayan jauh dari Balai Pusat Perlatihan.
"Duduk saja"kata Anna dengan anggukan, ia melihat Ri Won terus menerus mulai dari saat berjalan ke gazebo sampai duduk dikursi.
"An..a..anu... kenapa anda menatap saya terus?"tanya Ri Won ia merasa tak nyaman dengan tatapan Anna padanya.
"Tidak apa. Aku hanya merasa hari ini kau terlihat bersinar"kata Anna ada kilauan disetiap sisi Ri Won, ia juga tak tahu dari mana datangnya itu.
"Sekarang anda pintar mengoda pria ya? apa karena sebentar lagi anda akan Menikah?"tanya Ri Won ekspresi kecewa itu tercetak lagi diwajah Ri Won membuat Anna yakin pasti Ri Won menyukainya.
"Kurasa begitu... hitung hitung belajar menyenangkan suamiku"kata Anna dengan datar sambil menopang dagunya dengan tangan kirinya.
"Saya ingin Putri membantu saya kembali ke Joseon!"kata Ri Won, ia memberanikan diri meminta bantuan dengan Anna untuk pertama kalinya. Di istana ini ia tak dekat dengan anggota kerajaan lain selain Anna.
"Ohh? Apa kau rindu kampung halamanmu?"tanya Anna, ia melirik sedikit wajah Ri Won yang terlihat cemas.
"Hmm... sebenarnya ada masalah disana dan saya ingin bertemu dengan istri saya"kata Ri Won wajahnya sangat senang tetapi tidak dengan Anna dia sedikit terkejut, tapi tentu saja tak ditampakkannya.
"Istri?"
"Iya..."
"Kami sudah dijodohkan sejak lahir dan selalu bersama, jika tidak menjadi tawanan perang mungkin sekarang saya sudah menjadi seorang ayah"kata Ri Won, ia tersenyum, membayangkan hal itu saja membuatnya senang apa lagi hal itu menjadi kenyataan. Eunyeon pasti memikirkan hal yang sama.
"Begitu rupanya..."jawab Anna, ia memiringkan kepalanya dan tersenyum tipis.
"Baiklah..."kata Anna, ia berdiri dan kembali kekamarnya.
*Apa boleh buat aku terlambat-batinnya ada rasa kesal saat mengetahui Ri Won sudah menikah tetapi dia tak bisa berbuat apa apa. Sekarang dia hanya ingin menikmati masa masa bersama Ri Won saja sebelum pria itu kembali kepada istrinya.
*Rasa penasaran dan menyukai Ri Won akan hilang seiring berjalan waktu-batin Anna, ia tak terlalu peduli dengan perasaannya itu walaupun sedikit menganggu pikirannya.
Setelah hari itu Ri Won terus menganggu Anna seperti biasa tetapi kali ini lebih ekstrim karena hampir 24 jam Ri Won disampingnya.
"Hm...mmm... Ini sudah bulan baru apakah Putri sudah bicara dengan Yang Mulia?"tanya Ri Won, ia tak bisa menahan pertanyaan itu lagi.
"Belum, aku sibuk akhir akhir ini..."kata Anna, ia membuka buku keuangan bisnis ibunya ada sekitar 13 buku belum termasuk buku keuangan Istana barat dan Timur milik Jake, semuanya menjadi tanggung jawabnya.
"Baiklah maaf saya selalu menganggu anda"kata Ri Won, ia duduk diatas pohon sambil mengeluarkan dua batu kerikil menunggu Anna sampai ia tertidur.
"Kembalilah"hanya kata kata itu yang keluar dari mulut Anna.
"Saya akan tetap menjaga Putri"jawab Ri Won, sebenarnya dia hanya ingin menempel kepada Anna sejak kejadian salah paham itu.
"Apa Kepala Pengawal Kerajaan sesenggang ini"Anna berpikir sejenak lalu menulis kembali. Dia sama sekali tak melihat Ri Won, bagaimana penampilannya hari ini? Apa yang dia kenakan? Dan bagaimana ekspresi pria itu? Anna tak tahu walaupun selalu bersama.
"Tentu saja senggang"kata Ri Won tanpa rasa berdosa.
"Yong bilang tumpukan dokumen di ruanganmu hampir meledak"balas Anna membuat Ri Won mengumpat, dia menyumpahi Yong si mulut bocor itu.
"Wei Wei... "seru Feng Xiu dari jauh, ia berlari mendekat ke gazebo dan memeluk Anna.
*Pria lembut ini menempel terus-batin Ri Won, ia bahkan sudah memberi Feng Xiu julukan aneh saking kesalnya.
"Xiao Xiu"Anna membalas pelukan pria itu membuat Ri Won semakin marah kenapa Anna mau mau saja dipeluk pria asing begitu.
*Xiao Xiu?! Wah wah Putri sudah menganggapnya suami apa-dia terus menatap sinis ke bawah sepertinya Feng Xiu tak menyadari kehadirannya.
"Aku sudah menyelesaikan lukisannya berdasarkan data yang diberi Yang Mulia padaku! Ini adalah kandidatnya"kata Feng Xiu, ia mengeluarkan lima gulungan berisi lukisan berserta data data pemuda itu.
"Hanya lima? Diluar dugaanku"gumam Anna, ia ingat sekali saat Jake memilih selir dulu, hampir ratusan gulungan dikamarnya, kenapa saat dia ingin memilih suami hanya ada lima calon.
"Yahh... awalnya Yang Mulia ingin mengambar tiga pemuda saja tetapi karena bibi Wen datang dan memukul Yang Mulia.... Lukisannya jadi lima"jelas Feng Xiu, ia membuka gulungan pertama dengan dua tangan.
*Ohh... ternyata ulah papi pantas saja-batin Anna, ia menghela nafasnya pasti ayahnya itu berulah karena tak mau dia menikah.
"Hah? Apa itu wajahmu?"saat melihat lukisan itu dengan seksama, Anna melihat lukisan kelima dengan teliti, ia takut pengelihatannya itu salah.
"Tentu saja! Bibi Wen memasukanku dalam kandidat suamimu! Bagaimana apa kau akan memilihku? Sayang?"Feng Xiu mengeluarkan kharismanya dan memegang dagu Anna dengan jari telunjuknya.
"Penipuan"kata Anna membuat suasana menjadi sangat aneh.
"Apa?"tanya Feng Xiu, ia menciut dan mengedipkan matanya.
"Dilukisan ini rahangmu terlihat kecil, hidungmu sangat mancung, kelopak matamu ganda, rambutmu mengkilap, badanmu gagah, dan tahi lalatnya hilang... sedangkan..."baru saja Anna ingin menjelaskan fisik sebenarnya Feng Xiu, Feng Xiu menutup mulut Anna. Dia memang tampan dan memiliki aura yang berbeda tetapi yang dilukisannya itu terlalu sempurna makanya Anna tak terima.
"Cukup...! Jangan katakan! Aku tak kuat"kata Feng Xiu dia menangis didalam hatinya.
"Apa Tuan Muda Lian ini benar benar orang yang baik?"tanya Anna saat membuka gulungan dan melihat wajah pemuda itu membuatnya penasaran.
"Ck! Kau jadikan aku pelayan lagi"gumam Feng Xiu dia membuang mukanya.
"Apa?"
"Tidak? Pria itu ya.... sepertinya benar dia orang baik tetapi dia punyai banyak penyakit! Tubuhnya lemah"jawab Feng Xiu dia mengubah ekspresinya dengan cepat.
"Mhmm..."Anna menatap wajah pria itu lalu mengoyangkan kuas penuh dengan tinta diwajah pria yang ada dilukisan.
"Bagaimana dengan Tuan Muda Shi?"tanya Anna menunjuk lukisan dibawah lukisan Tuan Muda Lian.
"Dia bukan orang baik atau pun jahat! Dia pintar dan memiliki banyak bisnis diusia muda cuma ada rumor kalau dia sudah punya anak diluar nikah, sepertinya Yang Mulia Kaisar terdahulu tidak tahu soal ini..."
"Benar benar nyata"wajah Feng Xiu berubah menjadi suram.
"Aku tahu betapa bahayanya simpanan"kata Anna, dia sudah pernah menonton film simpanan kejam membunuh istri sah, walaupun dia yakin bisa membereskannya tetapi Anna ingin menghindari masalah. Ia pun mencoreng wajah Tuan Muda Shi tanda kalau dirinya menolaknya.
"Bagaimana dengan dia!"kata Feng Xiu, ia menunjuk lukisan wajah Ri Won yang membuat Anna membulatkan matanya.
"Tidak juga"tanpa berpikir Anna mencoreng sedikit lukisan wajah Ri Won dan beralih dengan lukisan pria terakhir.
"Dia saja! Aku akan menemuinya"kata Anna, ia tak ingin melanjutkan mendengar informasi mengenai pria terakhir dan langsung menyetujuinya.
*Aku bahkan tidak dipertimbangkan lagi oleh Putri, apa karena wajah buruk rupa ini-batin Ri Won, ia juga melihat dan mendengar perkataan Anna dan Feng Xiu dari tadi, saat Anna tanpa pikir panjang mencoreng wajahnya membuatnya sedih.
*Kau kan sudah punya istri kenapa kau sedih saat ku tolak secara tak langsung-batin Anna dia melirik sekilas wajah Ri Won yang sedih itu.