
"Kurasa aku akan memahaminya jika mencoba mengorbankan sesuatu nanti"kata Presdir Mike sambil menyeringai, ia menatap Liu Wen dengan dagu yang ditopang dengan tangannya.
"Padahal aku mulai suka dengan suasana ini"gumam Liu Wen, ia memutar malas bola matanya.
"Kau tak boleh melarangku untuk menyukaimu"kata Presdir Mike sambil tersenyum manis, ia kembali seperti biasanya.
"Aku tak bisa membalas perasaanmu itu, lupakan saja!"kata Liu Wen dengan acuh sambil menyeruput kopinya.
"Memangnya kenapa? Apa karena kau menunggu suamimu?"tanya Presdir Mike, ia penasaran kenapa Liu Wen sangat bersikukuh tak mau membalas perasaannya.
"Aku ingin membesarkan anak anak tanpa adanya campur tangan orang luar, apa kau paham?"kata Liu Wen, ia memasang wajah masam mungkin jika begini pria didepannya akan menyerah.
"Itu mudah! Aku hanya perlu memenangkan hati mereka kan?! Baiklah aku anggap kau menyukaiku"senyum Presdir Mike, ia berdiri dari duduknya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Liu Wen.
*Pria ini seenaknya saja menyimpulkan-batin Liu Wen, ia tersentak saat mendengar pernyataan Presdir Mike yang penuh percaya diri itu.
"Ternyata cuma malu malu"kata Presdir Mike menyeringai.
"Dassar narsis"kata Liu Wen, ia mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan pria didepannya itu.
"Prfttt.... baiklah sampai nanti"kata Presdir Mike, ia mencium kening Liu Wen dengan cepat dan langsung pergi sebelum Liu Wen membuat wajah tampannya itu lebam.
"He...hei!!! Ck!"Liu Wen hendak berteriak dan refleks menganyunkan tangannya dan hendak memukul Presdir Mike karena terkejut tetapi Presdir Mike dengan cepat menghindar. ia tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Liu Wen.
"Apa apaan itu! Beraninya dia!"teriak Liu Wen, jantungnya berdegup kencang, seketika ia membayangkan Kaisar yang sedang mencium keningnya tadi.
"Sadar Wen!! Dia bukan suami murahanmu itu..."gumam Liu Wen wajahnya yang berseri lama lama murung mengingat hal itu, apa lagi saat Kaisar menyelamatkannya layaknya pahlawan kesiangan.
"Kuharap kau masih hidup, anak anak kita ingin melihatmu"kata gumam Liu Wen, ia menatap bulan dari kaca pembatas. Hanya ini satu satunya cara untuk berkomunikasi dengan suaminya, menceritakan keluh kesahnya berharap Kaisar melihat bulan diwaktu yang sama dan kata katanya tersampaikan.
******
Selama beberapa hari Presdir Mike berusaha mendapatkan hati si kembar, hanya Keyzee dan Ellson yang bisa ia dekati sisanya. Sangat sulit! Terutama Aiden.
"Hallo paman..."sapa Jake, hari ini ia membawa Delian temannya dari taman kanak kanak.
"Datang lagi..."kata Aiden dengan malas walaupun masih sibuk dengan bukunya. Ia masih bisa mengenali suara Presdir Mike yang sedang memanggil namanya dan para kembarannya.
"Adik ipar! Silakan masuk!"seru Gu Suyi, ia sangat senang jika adik iparnya menikah dengan pria ini, menurutnya Presdir Mike sangat tampan, baik dan kaya. Apa lagi ia meyakini bahwa perkataan Su Zheji beberapa hari yang lalu adalah kebenaran, mengingat wajah Aiden dan Presdir Mike yang terlihat sama persis.
"Terima kasih Nyonya Liu"kata Predir Mike baru saja ingin masuk tangan kecil menghalanginya.
"Paman! Ayo main denganku!"kata Keyzee, ia membawa dua boneka ditangannya.
"Tentu.. "kata Presdir Mike sambil tersenyum, ia menggendong Keyzee dan berjalan menuju sofa.
"Tapi sebelum itu... ayo kita ajak kak Aiden dan kak Anna"sambung Presdir Mike, ia duduk dan menaruh Keyzee dipangkuannya.
"Hahh.... belum menyerah juga"kata Jake, ia menghela nafasnya walaupun didalam hatinya tak ada penolakan untuk Presdir Mike menjadi papi barunya, tetapi ia masih tak suka jika ada orang asing yang masuk kelingkaran keluarga kecilnya.
"Lian... main keatas yuk"kata Jake menarik tangan anak perempuan itu.
"Aku ikut..."kata Anna dengan datar, Presdir Mike selalu mengajaknya bicara hal itu membuatnya kesal.
"Anna... mau main boneka bersama?"tanya Presdir Mike dengan lembut walaupun wajahnya sekarang nampak aneh karena berusaha bersikap ramah.
"Tidak"jawab Anna dengan singkat, salah seorang pelayannya mendorong kursi rodanya menuju lift.
"Apa paman ini pengangguran?"tanya Aiden, ia meletakan bukunya di meja belajarnya.
"Setiap hari kesini terus! Aku kasih tahu satu hal! Mami tidak akan menikah dengan seorang sampah masyarakat"sambung Aiden ia menatap malas kearah Presdir Mike dan menyusul kedua adiknya itu bermain keatas.
Jlebbb bagai ditusuk panah kata kata Aiden sangat membekas dihatinya.
"Seorang Presdir tak perlu masuk setiap hari! Aku boss nya"gumam Presdir Mike matanya terus memandangi anak angkuh yang baru saja menghinanya.
"Paman!! Ayo mainn..."kata Keyzee dibalas anggukan oleh Presdir Mike, ia bermain dengan Keyzee dengan sangat sabar dari raut wajah pun ia terlihat sangat bahagia.
"Bagaimana menurutmu? Apa dia sama seperti yang lain?"tanya Aiden kepada Jake, mereka menperhatikan Keyzee dan Presdir Mike dari atas.
"Lumayan, sepertinya dia tulus"gumam Jake ia menyenderkan pipinya di pembatas tangga.
"Wajahnya mirip sekali denganmu! Kukira dia papi"gumam Jake, ia memejamkan matanya harapannya langsung pupus saat Liu Wen dan Presdir Mike menentang keras hasil tes DNA yang dibawa Su Zheji.
"Awalnya aku berpikir begitu tetapi dia terlihat jelas orang asing! Lihat saja matanya biru dan rambutnya pirang... kita tak ada yang berambut pirang dan mata biru"
"Bisa saja kita mirip mami"
"Kau sangat ingin dia jadi papi kita? Aku tidak masalah"kata Aiden, sebenarnya ia juga mau akan hal itu tetapi egonya sangat besar untuk mengakuinya.
"Setelah tahu yang sebenarnya mungkin aku akan memikirkannya lagi"kata Jake, ia nenutup matanya sebentar sekarang umurnya 6 tahun walau masih muda, ia harus menghadapi situasi ini.
"Disekian banyak orang kenapa keluarga kita yang dipilih..."
"Aku ingin memiliki keluarga lengkap..."lanjutnya ia langsung pergi menghampir Delian.
"Bukan kau saja. Aku juga mau keluarga lengkap"kata Aiden mengerutkan keningnya.
*******
Grup Liu
"Wakil Presdir selamat"kata para pegawai yang lewat entah kenapa mereka memberi selamat kepadanya.
"Presdir!! Eh kalau di Grup Liu dia Wakil Presdir ya"gumam Linting teman sekaligus Wakil Presdir ELY Grup, perusahaan yang didirikan Liu Wen dan teman teman satu jurusannya.
"Linting? Ada apa kemari?"tanya Liu Wen saat melihat temannya itu berada di Grup Liu berlarian kearahnya.
"Aku cuma mau tanya! Apa suamimu benar si bule yang diberita?"bisik Linting, gosip dan fakta yang ada di televisi tentang teman baiknya itu membuatnya sangat penasaran.
"Kau jauh jauh kesini cuma mau menanyakan hal ini?"tanya Liu Wen, ia menatap sinis kearah temannya itu.
"Ayolah kami sangat penasaran LAB heboh mendengar hal itu! Kau juga tahu kan isi LAB semua teman sejurusan?!"bukannya menjawab Liu Wen, ia malah bertanya balik membuatnya geram.
"Dasar kau ratu gosip! Ayo ikut aku"kata Liu Wen mereka masuk ke ruangan Wakil Presdir.
"Jadi bagaimana? Kau ini tak henti hentinya membuat kami mati penasaran ya! Sama seperti berita si kembar dulu yang kami kira anak pungut! Sekarang pria bule itu..."kata Linting, ia menyenggol bahu Liu Wen berita tentang kelahiran anaknya sempat diberitakan tetapi tak lama karena Keluarga Liu menyuap perusahaan berita untuk menghapusnya.
"Ahh!! Kau saja yang terlalu ingin tahu dengan urusan orang lain! Dia cuma rekan bisnis, semua itu omong kosong saja. Jangan dengarkan"kata Liu Wen, ia menghela nafasnya dan menatap temannya dengan acuh.
"Apa kau yakin?"gumam Linting, ia mengitari Liu Wen dan menatapnya dengan tajam.
"IYA!! Untuk apa aku bohong"kata Liu Wen dengan lantang.
"Lalu dihari kasih sayang ini.... apa maksudnya itu?"tanya Linting dengan malas sambil menunjuk sebuah balon berwarna pink dan binner yang bertulis 'I Love You My Wife' disitu juga ada foto Liu Wen.
"Haa!?"Liu Wen langsung berlari menuju jendela, ruangannya berada dilantai 30 ia berusaha keras melihat pelaku yang melakukan hal memalukan ini.
"Mike Su!"teriak Liu Wen, ia melihat Presdir Mike melambaikan tangan kearahnya sambil tersenyum manis, ia langsung berlarian kearah pintu utama.
*Jadi itu sebabnya mereka memberi selamat dan memuji pasanganku!! Mike Su!! Kau!! Dasar!! Tidak tahu malu-batin Liu Wen entah seberapa merahnya wajahnya sekarang bukan karena suka tetapi ia sangat malu sekarang.
"Cihh!! Dasar malu malum.. Haduhh!! Sedih sekali nasibku"kata Linting, ia memegang dadanya yang terasa sesak karena masih belum mendapatkan pasangan sampai sekarang.
********
Beberapa menit sebelumnya
"Lewis..."panggil Presdir Mike, ia melihat temannya itu mengendap endap keluar dari rumahnya.
"Ahh!!"teriak Lewis, ia terkejut melihat Presdir Mike yang tiba tiba berada didepannya.
"Apa ada?"tanya Lewis, ia berbicara setengah berbisik.
"Ak..."belum selesai berbicara mulutnya ditutup.
"Jangan keras keras nanti istriku bangun"kata Lewis ia menengok kanan dan kiri karena masih dini hari.
"Baiklah lepaskan, tanganmu bau"kata Presdir Mike dengan dingin.
"Sialan!! Apa kau kesini cuma mau menghinaku?"kata Lewis menahan amarahnya.
"Ajari aku cara membuat Liu Yifei jatuh cinta padaku"kata Presdir Mike dengan bersungguh sungguh.
"Ahh mana.... kutahu!! "kata Lewis. Ia mengacak rambutnya, hari ini ia ingin membuat kejutan untuk istrinya, Presdir Mike malah datang ingin mengacaukan semuanya.
"Ohh!! Hari ini hari kasih sayang, kau rayakan saja dengan Fei Fei"kata Lewis, ia sebenarnya tahu kalau Liu Wen tak suka dengan hal hal seperti itu tetapi karena ia ingin Presdir Mike cepat pergi, terpaksa ia mengatakannya.
"Bagaimana caranya"kata Presdir Mike, ia mendekati Lewis dan bertanya dengan wajah polosnya.
"Kau beli balon dan coklat bila perlu buat binner dengan foto wajahnya.."teriak Lewis, ia pergi ke toko kue untuk memesan coklat.
"Jadi begitu"kata Presdir Mike sambil mengangguk anggukkan kepalanya.