I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
Extra Part Karma,



"Wahh! Boleh juga! Dia pasti akan sangat sangat bahagiaa"Eunyeon mendukung keputusan Anna. Itu pasti sangat mengharukan kebahagiaan Ri Won berlipat ganda.


"Ini sedikit merepotkan. Kuharap dia bahagia"kata Anna, ia memandang wajah Ri Won dari kejauhan selama hampir 8 bulan Ri Won mengalami kemajuan besar ia sudah bisa mengadakan sidang istana sendiri dan mengurus masalah politik dengan negara asing.


Ini semua berkat Kaisar Ryuji yang selalu membantunya walaupun Ri Won mengusirnya dan berkata kasar. Kaisar Ryuji tetap mengajarinya dengan sungguh sungguh.


"Kenapa dia sangat baik kepada Ri Won? Apa ada maksud tersembunyi..."gumam Anna seseorang yang tiba tiba datang dan baik kepada Ri Won serta ada cerita tak mengenakkan diantara dua orang itu. Tidak mungkin jika tak ada sesuatu yang diinginkan Kaisar Ryuji dari Ri Won kan.


*Dia kan dulu membakar habis Joseon lalu kenapa dia mendekati Ri Won yang dulunya ia buang ke Kekaisaran Qin. Aku juga penasaran kenapa dia dibuang ke Qin bukan ke Kou-batin Anna semakin ia memandang lekat Kaisar Ryuji semakin ia bertanya tanya apa maksud pria tua itu.


*Ohh... zaman kakek dulu kan terkenal sangat kejam kepada para tawanan perang mereka tak membedakan mana yang Bangsawan mana yang rakyat. Sedangkan di Kou. Mereka sangat menghormati tawanan perang yang berdarah Bangsawan. Yahh sampai sekarang pun Jepang sangat menjunjung tinggi budayanya-batin Anna, ia tak tahu pasti bagaimana zaman kepemimpinan ayahnya tetapi banyak orang tak puas karena zaman kepemimpinan ayahnya lebih banyak Ibu Suri yang mengambil alih.


"Ai... Kau sangat beruntung menjadi anak mami"seru Anna jika Aiden tak memiliki pola pikir era modren seperti Ibunya mungkin Aiden akan melakukan hal yang sama seperti kakek dan neneknya lakukan.


"Hei! Aku dari tadi bicara kenapa kau diam saja!"kata Eunyeon pipinya sudah membesar karena tak berhenti bicara.


"Berisik sekali kau ini"kata Anna, ia mengambil bakpao dan menyumpal mulut Eunyeon.


"Bodoh! Pikiranku kemana mana pokoknya malam ini aku harus menahan rasa mual yang tiba tiba muncul nanti"kata Anna, ia menyemangati dirinya agar kehamilannya tak terbongkar dan menjadi kejutan untuk Ri Won.


*****


Kediaman Pangeran Kedua


"Hahahaha... Besok kita akan menyambut Raja baru kita!"


"Iya iyaa saat Raja Nam Wok tiada Pangeran... Ahh... maksud saya Raja Woo Rin lah yang akan mengantikannya"


"Ohooo... Mentri Cho dan Kim sepertinya sudah membuatku sangat malu"kata Woo Rin, ia merayakan kenaikannya sebagai Putra Mahkota walaupun hal itu masih belum pasti ia sudah merayakannya karena yakin kalau ialah yang akan menjadi Putra Mahkota.


"Saya terkejut karena Raja selalu menyanjung anda dan bersikap acuh kepada Pangeran Ri Won!! Saya kira beliau akan menjadikan Pangeran Ri Won sebagai Putra Mahkota lagi"


"Tentu saja ayahanda akan memilihku! Ia sudah melihat kemampuanku yang sebenarnya!"


"Kak Ri Won memang berbakat tetapi ia masih harus belajar?"kata Woo Rin pendidikan yang ia tempuh dari kecil sangat berguna ternyata.


*Ini semua berkat Ibunda Hyunseo-batin Woo Rin hatinya menjadi hangat saat mengingat Ratu Hyunseo.


*Sebenarnya kenapa Ibunda bunuh diri? Aku tidak yakin! Lihat saja! Saat aku sudah menjadi Raja! Aku akan mencari dalang dibalik semua ini dan membunuhnya dengan tanganku sendiri-batin Woo Rin padahal ia hanya punya Ratu Hyunseo sejak kecil sampai remaja. Saat Ratu Hyunseo meninggal ibunya tak mengurusnya lagi dan memberi ibu asuh lagi untuknya. Hal itu yang membuatnya tak pernah menganggap Lim Hari atau pun Penasehat Lim sebagai keluarganya.


"Saya dengar Selir Sun akan menjadi Putri Mahkota?"tanya Mentri Kim, ia agak ragu menanyakan hal itu karena asal usul Selir Sun yang seorang anak pedagang asing tak layak menempati posisi itu.


"Iya! Aku sudah memutuskannya"kata Woo Rin ia baru bertemu dengan Selir Sun dua bulan yang lalu karena sangat sibuk.


"Tidak! Kata siapa keputusan sebesar itu bisa kau ambil sendiri"kata Lim Hari, ia tiba tiba masuk dengan Selir Sun dibelakangnya.


"Ibunda?!"


"Salam Yang Mulia"kata para pejabat mereka menunduk memberi salam Mentri Cho memberi isyarat.


*Iya aku tahu anakku akan menurutiku. Jadi sabarlah-batin Lim Hari ia sudah melakukan perjanjian dengan Mentri Cho agar Putrinya bisa menjadi Putri Mahkota dan Lim Hari bisa mendapatkan akses keluar masuk Kekaisaran Qin untuk mencari budak pria.


"Apa maksud ibunda?"tanya Woo Rin, ia menatap sinis ibunya melihat Selir Sun yang ketakutan membuatnya semakin memanas.


"Pangeran... Huhuhu... saya tahu saya lancang berbicara begini.. ta..tapi...tapi Ratu memukulku dia bilang saya tak layak menjadi Putri Mahkota sebaiknya saya tidak bermimpi!"kata Selir Sun, ia ingat bagaimana Lim Hari memukulnya karena kesal sekalian saja ia mengadu dan menambahkan bumbu sedikit dalam kata katanya.


*Dasar Wanita Jalangg! Aku pasti akan jadi Putri Mahkota!-batin Selir Sun ia menatap remeh Lim Hari dari dalam dekapan Woo Rin.


"Ka..kau! Apa yang kau katakan hah?! beraninya kau mengatakan hal itu!"kata Lim Hari ia ditentang oleh seorang anak pedagang. Tentu saja ia sangat marah sampai sampai darahnya terasa mendidih.


"Apa yang ibu katakan hah! Dia istriku! Cuma dia yang akan jadi Putri Mahkota"kata Woo Rin membuat Selir Sun tersenyum penuh kemenangan.


"Dia mandul! Bagaimana kau bisa menerima wanita mandul! Kau perlu penerus!"kata Lim Hari kali ini raut wajah Woo Rin sedikit berubah sepertinya ia mempertimbangkan baik baik apa yang harus ia katakan.


"Bohong Pangeran! Huhuhu... saya pasti akan memberikan anda seorang penerus"kata Selir Sun ia tak tahu hal itu sampai Lim Hari memaksanya memeriksakan kandungannya.


"Tapi kau belum mengandung"kata Woo Rin dengan dingin ia menatap Selir Sun dengan kesal.


*Wajahnya mirip dengan Yiwei tapi semakin lama dia semakin tak menarik. Aku juga selalu memikirkan Eunyeon dan lagi dia mandul? Untuk apa aku menyimpan barang tak berguna-batin Woo Rin dia mendorong Selir Sun menjauh darinya.


"Mentri Cho. Tolong persiapkan putri anda sebaik mungkin... Aku akan menikahinya besok saat acara penobatan dilakukan"kata Woo Rin, ia tersenyum kepada Mentri Cho semua orang ikut tersenyum puas karena akhirnya Woo Rin sudah bosan dengan anak pedagang asing yang sangattak pantas menjadi bagian Joseon.


"Pangeran!! Kenapa! Kenapa anda membuang saya! Saya sangat mencintai anda!"teriak Selir Sun ia menahan kaki Woo Rin agar tak pergi kemana mana.


"Kenapa? Karena aku sudah bosan denganmu"kata Woo Rin ia menarik rambut Selir Sun dan menendangnya jauh.


"Bawa dia ke Istana Daejon! Jalangg ini akan menjadi lalat jika tak diberi pelajaran yang bagus"kata Lim Hari akhirnya ia bisa melakukan apapun yang ia suka kepada Selir kesayangan anaknya yang sangat kurang ajar itu.