
*Semua keluarga Jendral adalah orang kasar! Beruntung Nam Wok bisa melawannya. Perubahan sikapnya secara tiba tiba ini ada untungnya juga-batin Lim Hari, mereka semua dibubarkan karena masalah ini. Desah desus Jendral Hwang Gi seorang pengkhianat pun menyebar dikalangan Bangsawan.
"Sebenarnya apa yang terjadi saat itu?"tanya Penasehat Lim kepada Lim Hari yang sekarang berada di kediamannya.
"Hahahaha.... Penasehat Lim kau tidak beruntung karena tak melihatnya secara langsung. Jendral Hwang marah besar dan menghunuskan pedang didepan Yang Mulia Raja sehingga para Pejabat yang berada dipihakmu menyebarkan rumor itu"kata Lim Hari, ia tertawa dengan keras karena bahagia mendengar kabar buruk tentang Jendral Hwang.
"Itu memudahkan kita untuk melakukan rencana selanjutnya...kata Penasehat Lim, sudah seminggu sejak kejadian itu walaupun rumor itu mulai tenggelam karena kabar pernikahan Pangeran pertama Joseon, Lim Hari dan Penasehat Lim merasa puas setidaknya hal ini bisa dijadikannya sebagai kartu AS dimasa mendatang.
"Bagaimana persiapan pernikahan Pangeran Ri Won?"tanya Penasehat Lim, ia sudah menyiapkan beberapa kejutan tak terduga dipesta perayaan nanti.
"Berjalan lancar.... Kaisar terdahulu dan Ibu Suri Qin akan datang. Sepertinya ini akan menarik"kata Lim Hari mereka sudah memakai pakaian yang rapi untuk pernikahan Ri Won dan Anna yang akan dilakukan beberapa jam lagi.
"Jamu mereka dengan baik... kalau bisa bertemanlah dengan Ibu Suri Qin itu. Kita akan mendapat keuntungan jika berhubungan dengan mereka"
"Ya... walaupun Tuan Putri Qin tak bisa bersama Woo Rin kita masih bisa mendapat hati ibunya"
"Kakek! Apa aku bisa tidak ikut kesana"kata Woo Rin, raut wajahnya yang dingin membuat Lim Hari terkejut ada apa dengan putranya itu.
"Ada apa denganmu Woo Rin?"tanya Lim Hari dengan lembut, ia memegang kedua pipi putranya itu.
"Aku tidak mau Tuan Putri Qin menikah dengan Ri Won! Aku menyukai Tuan Putri Qin! Dari pada melihatnya menikah dengan orang yang kubenci lebih baik aku mati saja"teriak Woo Rin, ia benar benar tersiksa sekarang rasa sukanya kepada Anna semakin besar setiap harinya, melihat ekspresi khusus untuk Ri Won membuat hatinya sakit. Ditolak bahkan sebelum menyatakan cintanya lebih menyakitkan dari yang diduganya, apa lagi saat orang yang dicintainya bersama orang yang paling dibencinya. Rasa sakit itu bertambah berlipat lipat ganda.
"Ka...kau menyukai Putri Qin? Tapi bagaimana dengan Jang Eunyeon? Kau tidak memperlakukannya dengan burukkan?"tanya Lim Hari, jika Woo Rin memperlakukan Eunyeon dengan kasar sekarang. Bagaimana jika Eunyeon mengadu ke Mentri Jang dan Woo Rin kehilangan dukungan dari Mentri Jang?Itu yang ditakutkan Lim Hari.
"Aku tidak tahan dengannya yang terus menempel padaku! Salahkan dirinya sendiri yang sangat murahan!"kata Woo Rin dia sangat tak suka membicarakan Jang Eunyeon. Seminggu ini Eunyeon selalu menempel padanya bahkan saat mandi pun Eunyeon tak melepaskannya jika tidak didorong atau ditampar Jang Eunyeon tak akan melepaskannya.
"A...apa... Ke..kenapa kau melakukannya!"Lim Hari ingin marah tetapi ia menahannya mengingat kebencian putranya itu padanya.
"Tenanglah Ratu... cucuku sudah bisa mengatasi masalah kecil seperti itu"kata Penasehat Lim dia menatap Woo Rin sambil tersenyum miring.
"Itu benar... Ini semua berkat kakek..."
*****
Kediaman Pangeran Pertama
"Woahhh... Tuan Putri!! Anda terlihat sangat cantik!"kata Kepala Dayang Dan, ia ditugaskan untuk melayani Anna yang sebentar lagi akan menjadi Istri Pangeran Ri Won.
"Gaun pengantin hitam ini dan ornamen Joseon ternyata cocok untuk Putri Qin! Putri Qin sangat cantik jadi cocok memakai apa saja"
"Apa bisa kalian tak mengambar bulatan dipipiku nanti?"tanya Anna, ia akan seperti badut jika itu benar terjadi walaupun hanya kontrak. Dia ingin pernikahan satu kali seumur hidup itu berkesan dihatinya.
"Ti.... tentu saja bisa!!"kata Kepala Dayang Dan itu awalnya dia ingin bilang tidak tetapi setelah melihat raut wajah Anna yang seperti orang marah itu membuatnya takut dan mengiyakan apa yang dikatakan Anna.
*Ternyata tak sesulit yang kubayangkan-batin Anna ia pikir permintaannya itu akan sulit disetujui mengingat ketatnya adat di Joseon pada saat ini.
*Apa dia akan datang? Selama seminggu setelah kejadian itu dia mengurung dirinya dikamar.... padahal sudah kuajak untuk melihat makam ibunya-batin Anna ada sedikit kekhawatiran dihatinya, bukan karena takut Ri Won meninggalkannya tetapi ia takut Ri Won masih berduka dan terpaksa menghadiri acara pernikahan palsu ini.
"Saya sudah cukup lama di Istana ini... jika dulu tak ada kebakaran mungkin Ratu Hyunseo masih ada sampai sekarang dan Pangeran Ri Won sudah menjadi Raja saat ini"
"Apa yang menyebabkan kematian Ratu Hyunseo?"tanya Anna, ia tiba tiba sangat penasaran. Apakah diracuni oleh Selir yang sangat dibenci Ri Won? Ibu dari Woo Rin? Atau dibunuh oleh musuh musuh Joseon? Dia ingin tahu apa yang terjadi.
"Ratu Hyunseo bunuh diri"kata Kepala Dayang Dan, awalnya dia tak ingin mempercayainya tetapi saat itu dengan mata kepalanya sendiri ia melihat Ratu Hyunseo menusuk jantungnya.
*Itu hal yang mustahil keculi ada yang memaksanya tapi dia seorang Ratu, siapa yang berani padanya? -batin Anna, dari cerita Kepala Dayang Dan, ia mulai mencerna apa yang sebenarnya terjadi.
"Walaupun Pangeran Ri Won sekarang bukan Putra Mahkota lagi, anda harus tetapi optimis karena mungkin sebentar lagi gelar itu akan didapatnya lagi!"kata Kepala Dayang Dan membuat Anna mengangguk. Ia tak memperdulikan gelar dan status karena alasannya melakukan hal ini hanya karena Ri Won.
"Semuanya bersujud hormat untuk menyambut Kaisar terdahulu dan Ibu Suri Kekaisaran Qin..."teriak Kasim We tak berapa lama dua orang penting itu masuk ke kamar Anna. Anna berdiri sedangkan seluruh Dayang Istana bersujud.
*Hari ini Papi tidak berperilaku seperti bocah?!-batin Anna dia memejamkan matanya dan memberi hormat.
*Ughhh....! Putriku mau menikah-batin Qin Xuan, ia mengigit bibirnya karena kesal. Pria yang ingin dihabisinya saat kembali ke Qin sekarang adalah menantunya. Suami dari putrinya. Tidak mungkin dia menghabisinya dan membuat putrinya itu menjadi janda.
"Keluarlah"kata Qin Xuan dengan tegas para Dayang pun pergi dari kamar Anna saat suara pintu tertutup wajah aslinya pun keluar.
"Ughhh....! Putriku sayang ingin meninggalkanku"isak Qin Xuan, ia seperti kelinci tua yang sedang kelaparan. Tiba tiba saja ia mendapat kabar kalau putrinya ingin menikah membuatnya sangat kesal.
"Kakek tua... Jangan menangis ini memalukan"kata Liu Wen, ia memukul kepala suaminya itu karena kesal dengan suara kesedihan seorang ayah.
"Kenapa sangat terburu buru?"tanya Liu Wen kepada Anna, ia mengambil sapu tangan dikantongnya dan menghapus beberapa make up yang tak perlu.
"Ada sedikit masalah disini jadi aku ingin membantunya mendapat Kekuasaan dan pengaruh yang kuat di mata pejabat"kata Anna. Ia diam saja saat ibunya itu mengambil kuas dan mencelupkannya di perona bibir yang cair berwarna merah tua lalu mengoleskan dibibirnya dengan lembut.
"Ohhh... Begitu rupanya. Lakukan dengan benar mami bisa meminta bagian utara Joseon untuk bersatu dengan Kekaisaran Joseon sebagai mahar pernikahan kalian"kata Liu Wen, ia memegang kedua pipi Anna dan tersenyum.
"Ini baru sempurna..."kata Liu Wen, ia merasa putrinya sangat cantik melebihi boneka anabel! Maksudnya barbie.
"Apa kau sudah makan? Jika belum mami sudah bawakan untukmu"kata Liu Wen, ia menarik putrinya itu sedikit menjauh dari Qin Xuan.
"Sudah mami... aku sudah kenyang"kata Anna, ia memegang perutnya yang terasa keras, memang benar sebelum dirias ia meminta untuk disediakan sarapan terlebih dahulu.
"Me..memangnya kenapa? Kan aneh jika pengantinnya kelaparan saat upacara penikahan"kata Anna, ia mengangkat satu alisnya karena binggung apa yang dikatakannya benarkan? Akan malu jika perut pengantin wanita berbunyi saat upacara dilakukan.
"Hahahaa.... Andai papimu mengerti hal itu, saat mami menikah mami tak boleh makan apapun! Itu sebabnya mami sembunyi sembunyi makan buah dan makanan sisa semalam"kata Liu Wen, ia tertawa garing saat mengingat hari pernikahannya yang seperti hari penyiksaan baginya.
"Wen!! Saat itu kau makan?!"kata Qin Xuan secara tiba tiba membuat Liu Wen dan Anna kaget.
"Hah?! Tidaklah! Tidak mungkin... Aku hanya bercanda dengan Yiwei"kata Liu Wen cerita lama sebaiknya tak perlu diungkit lagi gumam Liu Wen.
"Fyuhhh... Syukurlah jika hari itu kau makan. Maka otakmu akan tersumbat dan menjadi gila"kata Qin Xuan, itu adalah adat dan peraturan Qin dan ada biksu yang mengatakan kalau ada yang melanggar hal itu maka dirinya akan menjadi gila.
*Waduh!! Apa itu sebabnya aku makin gila setelah menikah-batin Liu Wen, ia jadi berpikir keras karena berkataan penipu yang menyamar menjadi biksu di era Qin Huangdi.