
"Saya tidak melihat apa pun"kata Ri Won, ia menutup matanya walaupun sedikit terkejut karena sikap Anna yang berubah sedikit emosional hari ini. Dia tetap diam sesuai kemauan Anna.
*Dia menusuk kedua pahanya dengan ganas? Kenapa dia bilang cacat? Bukankah selama ini dia bisa berjalan dengan baik-batin Ri Won memikirkan hal itu membuatnya gelisah tanpa disadarinya pelukannya semakin kuat.
"Kau bisa pergi. Bawa sampah ini ke penjara bawah tanah. Aku akan membunuhnya sendiri nanti malam"kata Anna, ia mendorong Ri Won dan menyeret tubuhnya keluar dari taman. Kaki yang mati rasa dan paha yang berlumuran darah? Tentu saja kakinya sekarang sangat tidak berguna.
"Saya bisa mengerjakan dua tugas sekaligus. Biar saya antar anda ke kamar"melihat Anna yang kesulitan berjalan membuatnya tak bisa diam saja. Ri Won mengendong Anna dan mengikat Mu Longyu dengan tali ditangannya, Di sisi lain tali itu ia ikat di pinggangnya. Sekarang Mu Longyu lebih mirip anjing yang diseret majikannya.
"....."Anna tak menjawab, ia membenamkan wajahnya yang sedikit lebam, rambut yang acak acakan serta hanfu yang robek. Siapa pun yang melihat mungkin akan salah paham.
*Aku tidak mau hidup lagi. Memalukan, tidak berguna-batin Anna, ia tak bisa selalu menceritakan keluh kesahnya kepada ibu ayah atau para kembarannya karena mereka memiliki masalah sendiri. Tak ada hak baginya menambah beban pikiran mereka, itu sebabnya Anna bersikap dingin. Ia lebih suka memendam masalahnya sendiri dan menyembunyikannya dari orang lain.
"Ada apa itu?"
"Kenapa Putri angkuh itu digendong Kepala Pengawal Ri Won?"
"Penampilannya juga acak acakan! Apa yang mereka lakukan?"
"Darah! Putri berdarah! Berhenti menggosip dan cepat rawat Putri!"teriak Kepala pelayan Bai, ia memukul bawahannya yang tak berguna. Dengan cepat para pelayan menghampiri Ri Won mereka mengendong Anna dan membawanya ke kamar.
"Apa tanganmu tidak takut kotor karena menyentuh Putri angkuh?"kata Anna dengan datar. Ia melihat mata pelayannya satu per satu membuat pelayan yang menggendongnya itu takut gemetar.
"Ti..tidak Tuan Putri! Ini sebuah berkat bagi kami!"seru para pelayan itu.
"Kepala Pengawal.... kami sangat berterima kasih. Jika boleh saya tahu, apa yang terjadi dengan Putri? Keadaan sangat buruk?"tanya Kepala Pelayan Bai dia memegang dadanya karena khawatir sebagai ibu asuh Anna dia tak ingin Putri itu terluka apa lagi dia tahu kebenaran kalau Anna memilik cacat di kakinya.
"Ahh!! Apakah itu Tuan Muda Mu!"teriak Kepala Pelayan Bai, ia spontan berteriak karena terkejut melihat wajah memar Mu Longyu dan jejak seretnya dibelakang Ri Won.
"Mhmm! Dia mencoba melecehkan Tuan Putri. Sesuai perintah Putri, saya akan memasukannya ke penjara bawah tanah"kata Ri Won saat melihat wajah busuk Mu Longyu, wajahnya berubah menjadi mengerikan sudah lama ekspresi ini tak ditampilkannya.
"Apa! Saya tidak menyangka Tuan Muda Mu pria busuk!"maki Kepala Pelayan Bai dia terus mengomeli Mu Longyu yang sedang pingsan.
"Anda tenang saja serahkan semua kepada saya!"kata Ri Won dengan tegas ia pergi kali ini dia sengaja berlari agar wajah Mu Longyu menjadi rata.
*******
"Putri lu..lukanya sangat banyak"kata Ju Li dia adalah salah satu pelayan yang setia kepada Anna.
"Kenapa bisa anda tertusuk! Bukannya anda jago bela diri!" kata Ai, ia mendengus kesal dan melihat seksama berapa lubang yang ada dipaha Anna.
"Aku tidak apa... ini hanya luka kecil"kata Anna, ia menutup kembali pahanya yang masih mengeluarkan darah, kepalanya sudah sangat pusing karena kehilangan banyak darah.
"Kalian keluarlah letakan obatnya! Aku bisa mengobatinya sendiri"kata Anna melihat wajah Anna membuat mereka tak percaya dan langsung membuka kembali hanfunya.
"Maaf kalau saya lancang! Tapi kalau bukan saya yang mengoles obatnya. Saya tak tenang"kata Ai, ia mengambil obat itu dan mulai mengoleskannya.
"Yahh, kami adalah pelayan pembangkak anda bisa menghukum kami nanti"timpal Ju Li, ia membalut luka itu agar berhenti mengeluarkan darah.
"Hmph.... Siap siap saja"kata Anna, ia tersenyum miring, lucu sekali dua pelayan ini tak pernah menurut padanya tapi kenapa rasanya lebih menyenangkan dari pada menghadapi pelayan yang selalu gemetar dan penurut.
*Darahku sudah mau habis! Aku juga akan overdosis! Akhirnya... hahahaha.... aku bisa mati-batinnya pandangannya kabur, setelah kejadian itu dia tak berniat untuk hidup karena sangat memalukan.
*******
"Wah wahh... aku tidak menyangka Anna Liu sangat pengecut"suara itu mengema dia telinganya saat membuka mata semua gelap ia meringkuk ditempat gelap itu sendiri.
"Aku memang pengecut, tidak perlu diperjelas lagi"balas Anna, dia tak menyangkalnya itu memang kenyataannya. Pengecut ulung yang selalu tak bisa menerima keadaannya sendiri, selalu berpikir kalau kakinya hanya beban dan dia adalah orang tak berguna.
"Jadi kau bunuh diri karena itu? Prfff... ternyata ratu es Qin tak semengerikan si gila Liu Wen"
"Kau tahu mami?"
"Tentu saja aku yang menyeretnya ke Kekaisaran Qin sehingga anak manis sepertimu bisa lahir. Berterima kasihlah padaku"kata Roh itu sambil tersenyum manis. Ia muncul dihadapan Anna seketika tempat gelap itu menjadi penuh cahaya bahkan saat roh itu menjentikkan jarinya muncul beberapa barang seperti kursi, meja dan camilan disana.
"Ala eropa"kata Roh itu wajahnya yang persis Liu Wen membuat Anna sedikit canggung.
"Siapa kau sebenarnya, kenapa harus wajah mami"kata Anna dengan malas wajah datarnya itu membuat Roh itu tersentak.
"Anak nakal! Aku juga seperti mamimu kan! Sopanlah sedikit. Di Kekaisaran Qin kau selalu sopan kepada siapa pun, walau dingin seperti Yang Mulia...! Aaaa...! Yang Mulia.... sudah lama tak melihatnya"kata Roh itu, ia heboh sendiri saat membicarakan Qin Xuan, sekarang pembicaraannya diluar kendali.
"Jadi... kenapa kau bisa disini? Apa aku sudah mati?"tanya Anna dengan ketus, wajah maminya tetapi sifatnya sangat berbeda membuat Anna kesal.
"Apa kau mau hidup kembali?"tanya roh itu dia menatap tajam Anna sambil tersenyum
"Tidak... sebagai orang tak berguna, seharusnya aku tidak lahir"kata Anna tanpa keraguan itu memang benar. Ia tak mau hidup sebagai beban atau mendapat tatapan kasihan itu.
"Ohh... sayang sekali, apa kau mau lihat sesuatu"kata roh itu tanpa menunggu jawaban Anna dia memperlihatkan sesuatu.
'Tidak! Apa yang kau lakukan! Putriku tidak mungkin mati! Jangan bawa dia kelubang itu!'terlihat dengan jelas disana Qin Xuan memeluk peti mati Anna yang hendak dikubur, dia bahkan melupakan wibawanya sebagai anggota kerajaan.
'Kakak!! Jangan tinggalkan aku... Kakak.... aku akan bersikap baik! Kenapa kau harus bunuh diri'isak Keyzee wajahnya sembab karena menangis.
'Jika aku datang lebih awal kau tidak mungkin meminum obat itu'kata Ellson dia mecengkam kuat tangannya rasa bersalah itu menghantuinya, Anna adalah tanggung jawabnya dan segalanya bagi Ellson. Tetapi kali ini dia sudah gagal menjaga kembarannya itu.
'Apa kau frustasi karena pekerjaan yang kuberikan padamu Anna? Apa aku penyebab kematianmu? Aku Kaisar yang tidak berguna! Melindungi adikku saja tidak bisa'batin Aiden, ia tak berbicara tetapi kata hatinya bisa didengar Anna dan roh itu.
"Apa kau tahu Putri... kau adalah permata dimata mereka. Mereka menyayangimu lebih dari yang kau kira"kata roh itu, ia menutup wajahnya dengan kipas dan menatap Anna. Anna menunduk badannya gemetar menyaksikan semua orang sangat sedih atas kehilangannya.
"Aku tetap ingin mati"kata Anna dengan datar.
"Wah wahh.... kamu sangat tidak berperasaan! Dasar keras kepala"kata roh itu.
"Ini hanya masalah kaki kan? Baiklah aku akan membuatmu bisa berjalan sepuas yang kau mau"kata Roh itu. Dia menjentikan jarinya seketika dunia indah itu runtuh dan sesuatu menyedot Anna entah apa itu.
'Haaah...ahh!"nafas Anna tersengal, ia duduk karena tiba tiba saja rohnya bersatu lagi dengan tubuhnya.