I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
Extra Part Ikatan Darah



Baru saja Anna ingin menjawab Yong datang menyela perkataannya. "Ohh.... Ba... "


"Pangeran!! Para pengikut ingin bertemu dengan anda!!!"teriak Yong dari luar kamar, para Dayang sudah menyuruhnya diam tapi Yong tak menghiraukannya.


"Ada.... Apa....! Yong..... "kata Ri Won raut wajahnya terlihat sangat marah. Ia membuka pintu kamarnya dengan kuat dan tiba tiba.


"Ut...utusan... Para pengikut ingin merayakannya bersama anda"


Ri Won menghela nafasnya, ia menenggok kebelakang tepatnya melihat Anna yang terlihat kebinggungan.


"Aku akan segera kembali"seru Ri Won, ia tersenyum tipis dan pergi dari sana.


"Hmm... Hati hati dijalan"kata Anna, ia membalas senyum Ri Won tak lama hanya saat Ri Won melihatnya saat Ri Won sudah pergi wajahnya kembali masam.


"Padahal baru saja kembali. Aku masih merindukanmu"gumam Anna, ia membuka bajunya dan memutuskan untuk mandi.


****


Balai Kemiliteran


"Selamat! Selamat!"


"Yang Mulia! Saya yakin anda pasti akan menjadi Putra Mahkota lagi!"seru Mentri Choi, ia sekarang sedang berada dilapangan Balai Kemiliteran. Para pengikutnya ada disini untuk merayakan suksesnya misi yang dilakukan Ri Won.


"Bagaimana Istana? Apakah semua baik baik saja?"tanya Ri Won, ia mengalihkan pembicaraan karena jenuh mendengar pujian.


"Seperti biasa Penasehat Lim memimpin jalannya sidang!"


"Tapi kali ini dia mengajukan untuk menaikan pajak rakyat! Dengan alasan anggaran negara menipis"


"Bagaimana menurut anda?"tanya Mentri Seok.


"Ahh... Bagaimana dengan cucu anda? Apakah mereka sehat?"tanya Ri Won saat melihat Pejabat pengadilan Kang yang terlihat sangat antusias membuatnya curiga, ia memutuskan untuk mengalihkan pembicaran lagi dan menuangkan banyak arak dicangkir para Pejabat itu.


"Silakan diminum...."


"Anda juga minumlah"kata Pejabat Pengadilan Kang.


"Tidak.... Ak... "belum selesai bicara Pejabat Pengadilan Kang menyelanya.


"Kami akan merasa tak dihargai! Ayolah Pangeran"serunya ia terus mendesak Ri Won.


"Hahhh! Baiklah"Ri Won langsung meminumnya dengan satu teggukan, Kepalanya langsung terasa pusing, ia tak bisa menopang tubuhnya.


"Eyyy.... Sepertinya Pangeran mabuk, hahahaha.... "


"Mari biar saja antar"seru Pejabat Pengadilan Kang, baru saja ingin memapah Ri Won. Yong langsung menepis tangannya.


"Saya pengawal pribadi Pangeran biar saya saja yang mengantar beliau"seru Yong ia langsung memapah Ri Won pergi dari sana.


"Ck! Menganggu saja! Jika dia tak ada Pangeran bisaku bawa kehadapan Pangeran Woo Rin"gumam Pajabat Pengadilan Kang.


******


"Yiweiii"teriak Ri Won saat masuk kekamarnya ia melihat Anna yang sedang tertidur.


Anna tersentak, ia yang tadinya tertidur jadi bangun karena teriakan Ri Won baru saja ingin membuka matanya, bau arak yang kuat membuatnya mengurungkan niatnya itu.


"Sttt!!!"Ri Won membungkam mulutnya, ia berjalan pelan menghampiri Anna yang berada diranjang.


"Istriku cantik sekali"gumam Ri Won.


"Oh iya dia kan istriku jadi boleh dong aku menyentuhnya!!!"


"Iya kan istriku!!?"tanya Ri Won kepada Anna yang pura pura tidur. Ia memegang kepala Anna dan mengoyangkannya bawah dan atas seperti seseorang yang sedang mengangguk.


"Yeeee! Akhirnya aku bisa bercinta dengan istrikuu"layaknya anak kecil Ri Won bersorak, ia melepas bajunya dan baju Anna. Dan mulai melakukan kewajiban sebagai seorang suami.


*****


"Eghhh...."erang Ri Won, ia menyusap wajahnya dan mengambil posisi duduk.


"Pejabat sialan beraninya memaksaku minum"gumamnya. Saat penglihatannya jelas ia melihat Anna tanpa atasan disampingnya.


"Ti...tidak mungkin aku melakukannya kan"seru Ri Won, ia membuka sedikit selimut yang membungkus tubuhnya dan Anna.


"Ahhh... Ke...ke... kelihatan punya istriku... Ja.. jadi kami... semalam... "ia jadi binggung bagaimana jika Anna membencinya.


"Hmmm?"mendengar ocehan Ri Won, Anna jadi terbangun dari tidurnya.


"Ohh... aku kepanasan jadi buka baju"seru Anna dengan wajah datarnya. Ia mengambil bajunya dan bergegas. kekamar mandi.


"Akhhh.... Ti...tidak aku me....lakukannya"Ri Won menutup wajahnya karena malu, ingin mengakuinya tetapi ia tak memiliki keberanian sekarang.


Sidang Istana


"Panjang umur Pengusa Joseon...."seru para pejabat dengan serempak mereka bersujud tiga kali sebagai tanda hormat.


"Saya merasa itu adalah kewajiban saya. Saya tidak perlu penghargaan apapun karena yang saya lakukan adalah bentuk dari tanggung jawab saya sebagai Pangeran negri ini"kata Ri Won, ia ingin membantu hanya karena rasa tanggung jawab yang selama ini tak pernah dipenuhinya. Berbekal pengetahuan yang dibawanya dari Qin membuatnya bisa berbaur dan membantu rakyat.


"Yang Mulia Pangeran.... Anda akan diberi penghargan oleh Yang Mulia sebaiknya anda.... menerimanya"kata Mentri Choi ia melirik Mentri Jang.


"Itu benar... karena Yang Mulia juga tulus memberikan penghargaan itu sebagai tanda rasa terima kasihnya"seru Mentri Jang, ia bersujud beserta para pengikutnya.


"Tolong diterimaa...."kata mereka dengan serempak.


"Hahh.... Baiklah"kata Ri Won, ia berdiri dan berjalan mendekat Raja Nam Wok.


"Mulai hari ini Pangeran Ri Won akan memegang kekuatan militer Istana. Dia yang akan bertanggung jawab atas prajurit kita! Mentri Park! Mulai sekarang kau akan mendengar semua perintah Pangeran Ri Won"kata Raja Nam Wok membuat semua orang disana kaget.


"Prajurit Jendral Hwang yang sangat banyak serta dukungan Kekaisaran Qin dan sekarang ditambah kekuasaan memegang kekuatan militer kerajaan? Siapa yang akan berani melawannya!"


"Jelas sekali Raja Nam Wok ingin menjadikan Pangeran Ri Won sebagai Putra Mahkota"


"Maaf Yang Mulia.... bukankah ini sedikit berlebihan?"kata Penasehat Lim, ia menatap tajam Raja Nam Wok.


"Apa kau sekarang sedang memberitahuku mana yang benar dan salah Penasehat Lim!"teriak Raja Nam Wok, untuk pertama kalinya ia berteriak dan membentak Penasehat Lim.


"Aku Rajanya! Beraninya kau memandang mataku secara langsung!"kata Raja Nam Wok, ia mengerutkan alisnya dan menatap tajam Penasehat Lim.


"Hamba tidak berani Yang Mulia"kata Penasehat Lim ia menundukan kepalanya dan bersujud.


"Pangeran Ri Won akan membantu kita mengatur kekuatan militer. Kudengar dia belajar menjadi prajurit di Dinasti Qin! Bukankah ia bisa mengajari sedikit prajurit kita agar lebih pintar seperti prajurit Qin?"kata Raja Nam Wok, karena pejabat banyak yang mendukung Ri Won. Kata kata pengikut dan Penasehat Lim tak berguna disana.


"Saya berterima kasih kepada anda"kata Ri Won, ia menatap adiknya dengan dingin. Sejak kejadian kemarin hatinya serasa mati, ia tak bisa tersenyum walaupun ia mau tersenyum dan menyapa adiknya itu.


"Tentu saja aku juga akan memberi Pangeran Woo Rin penghargaan! Karena dia sangat berbakat dan pandai berbicara. Aku akan mengangkatnya menjadi penasehat kerajaan mengantikan kakeknya"kata Raja Nam Wok membuat penasehat Lim terkejut.


"Apa maksud anda Yang Mulia?"tanya Penasehat Lim apa dia akan ditendang dari Istana ini tanpa alasan yang tak jelas.


"Pangeran Woo Rin sangat pintar. Dia mengerti politik lebih dari Pangeran Ri Won. Aku ingin melatihnya dengan ikut sidang Istana sebagai Penasehatku. Jika dia menjadi Putra Mahkota yang baru setidaknya ia sudah tahu seluk beluk berjalannya sidang istana kan? Apa kau tak mau menyerahkan posisi itu demi cucumu?"tanya Raja Nam Wok dia sengaja mengatakan hal itu karena mendengar percakapan Penasehat Lim dan Kasim Gi semalam.


"Kita akan membunuhnya lusa! Sebarkan rumor bahwa akan Woo Rin menjadi Putra Mahkota! Kita akan menuduh Jendral Hwang dan membuat Pangeran Ri Won tak memiliki pendukung lagi"kata Penasehat Lim dia memakai bahasa rakyat kasar, saat itu Raja Nam Wok yang terbangun karena suara laci terbuka mendengar percakapan mereka, walaupun Raja Nam Wok tak terlalu mengerti ia tahu garis besar perkataan Penasehat Lim.


"Penasehat Lim menargetkan Ri Won!! Ba..bagaimana ini! Ak..aku tidak mau Ri Won dalam bahaya! Ta...tapi me..mereka ingin membunuhku juga"batin Raja Nam Wok, ia merasa sangat takut sampai tubuhnya gemetar membayangkan kematianan yang menakutkan membuatnya hampir pingsan.


"Ahn Seo bahkan bisa bunuh diri demi dirimu! Dan kau? Kau bahkan tak mau mengorbankan nyawa tak bergunamu demi putramu itu"batin Raja Nam Wok dia mengutuk dirinya sendiri yang sangat pengecut itu.


"Iya... Sudah saatnya aku menjadi orang yang berguna! Sepertinya aku bisa menunda kematianku ini dan mengumpulkan bukti kejahatan Penasehat Lim"batin Raja Nam Wok sepanjang malam ia berpikir bagaimana cara agar bisa menyingkirkan penasehat Lim sementara waktu dan membuat penasehat Lim percaya kalau dirinya akan membuat Woo Rin yang akan naik tahta.


"Hamba dengan senang hati memberikannya..."kata Penasehat Lim dia mengeretakan giginya, ia memang ingin Woo Rin naik tahta dan mendapat dukungan dari Raja Nam Wok tetapi jika taruhannya adalah posisi miliknya, rasanya ia tak rela.


"Bagus! Pangeran Woo Rin! Apa kau mau mendapat penghargaan ini? Ayahanda sangat senang jika kau bisa menjadi Putra Mahkota yang baik"kata Raja Nam Wok sambil tersenyum ramah. Biasanya dia mengabaikan Woo Rin karena selalu memikirkan Ri Won yang berada jauh di Dinasti Qin tetapi demi suksesnya rencananya itu. Ia harus membuat semua orang termasuk Woo Rin berpikir bahwa dirinya berpihak kepadanya.


"Baik Ayahanda"kata Woo Rin wajahnya tersipu karena baru pertama kali diperlakukan begitu lembut oleh Raja Nam Wok.


*Kuharap kau puas dan berubah jadi baik lagi-batin Ri Won, ia menatap adiknya itu yang saat ini terlihat sangat bahagia dengan perkataan Raja Nam Wok.


*Kuharap kau tak kecewa dengan ayahanda-batin Raja Nam Wok ia melihat Ri Won yang menatap adiknya dengan dingin. Tak seperti Ri Won biasanya yang sangat hangat dan selalu tersenyum kepada adiknya itu pikir Raja Nam Wok.


"Ta...tapi Yang Mulia.... Kata kata anda ini... seperti merujuk"belum selesai Mentri Choi berbicara Raja Nam Wok sudah menyelanya.


"Sidang hari ini berakhir..."kata Raja Nam Wok, ia pergi dari sana dan kembali ke kediamannya.


*Sekarang aku harus menyingkirkan Kasim Gi dan mulai menyuruh Yong bawahan Ri Won untuk mencari semua kejahatan penasehat Lim-batin Raja Nam Wok dari kejauhan bisa terlihat kalau tangannya gemetar tetapi ia bahkan melawan semua itu agar Ri Won bisa hidup dengan layak diistana itu.


*Ahn Seo saat aku menemuimu. Aku tak akan merasa malu lagi. Aku akan memjadikan anak kita sebagai Raja selanjutnya-batin Raja Nam Wok, rasa bersalah dan tanggung jawabnya sebagai ayah yang mendorongnya melakukan semua ini.


"Yang Mulia? Apakah kau tak menyayangi Woo Rin? Dia juga putramu! Jangan bersikap dingin padanya!"teriak Ratu Hyunseo pada saat perayaan ulang tahun Woo Rin yang ke 4 tahun. Raja Nam Wok tak datang membuat Woo Rin menunggu sampai malam hari dan tertidur.


Lim Hari selalu berada diluar istana. Penasehat Lim sibuk dengan pekerjaannya, hanya Ratu Hyunseo dan Raja Nam Wok yang memiliki cukup banyak waktu luang tetapi Raja Nam Wok enggan datang menjengguk Woo Rin sejak ia lahir. Hanya Ri Won yang selalu ada dipikirannya karena anaknya itu sedang menjadi tawanan perang di Dinasti Qin yang membuatnya selalu merasa gagal sebagai seorang ayah.


"Aku cuma punya satu putra yaitu Lee Ri Won!"kata Raja Nam Wok dengan dingin. Entah kenapa dia bersikap begitu dingin kepada Woo Rin padahal ia menyukai Lim Hari? Kenapa ia bisa tak menyukai anaknya bersama wanita yang ia cintai? Itu juga menjadi tanda tanya besar baginya.


"Setidaknya datang disaat dia ulang tahun! Apa kau tahu dia menunggumu sepanjang hari!"kata Ratu Hyunseo, ia adalah satu satunya orang yang berani berteriak dan menghina Raja Nam Wok secara langsung.


"Kenapa kau peduli padanya! Anakmu sedang ditawan Dinasti Qin! Dan kau tertawa bersama anak itu yang bukan anak kandungmu!"kata Raja Nam Wok, ia mencengkam kuat bahu Ratu Hyunseo. Melihat Ratu Hyunseo yang tanpa beban dan tak mengkhawatirkan Ri Won membuatnya marah.


"Aku mengkhawatirkannya! Dia anak kandungku! Dan juga jangan katakan hal itu lagi! Woo Rin juga putraku! dia adalah anakku! Dia obat hatiku... Dia belahan hatiku. Woo Rin putraku!!"teriak Ratu Hyunseo entah kenapa hatinya sangat sakit saat Raja Nam Wok mengatakan bahwa Woo Rin bukan putranya. Memang benar jika dilihat dari ikatan darah mereka tak memilikinya tetapi dia adalah orang yang merawat Woo Rin dari lahir. Apakah itu tak cukup untuk membuatnya diakui sebagai ibunya Woo Rin.


"Aku tidak mengerti kenapa kau menyayangi Woo Rin seperti putra kandungmu sendiri. Kali ini aku memenuhi keinginanmu untuk memberi anak itu kasih sayang"kata Raja Nam Wok dia teringat akan masa lalu. Dimana ia dan Ratu Hyunseo bertengkar hebat hanya karena Woo Rin yang bukan putra kandungnya itu.


"Dia anak wanita yang merebut suamimu? Bukannya dendam kenapa kau menyayanginya Ahn Seo?"gumam Raja Nam Wok tanpa terasa ia berjalan ke depan makan Ratu Hyunseo dan meletakan gulungan yang berada ditangannya.


"Aneh ya.... Padahal saat kau masih ada disini aku tak peduli padamu"


"Lihat ini. Dua putramu sudah kuberi penghargaan. Apa kau puas setelah melihatnya?"


"Hampir seminggu ini aku tak bertemu Hari hatiku merasa tenang dan entah kenapa aku selalu memikirkanmu"


"Hatiku sakit saat mengingat bagaimana kau mati dengan tragis dan itu semua salahku"kata Raja Nam Wok walaupun ia terlihat seperti orang bodoh karena berbicara dengan makam Ratu Hyunseo entah kenapa ia merasa lega.