
1 tahun kemudian
"hei,,hei cepat pasang ini di dinding"kata seorang kepala pelayan
"ini dan ini jugaa,,,perayaan pengangkatan kaisar tinggal 2 hari lagi,,cepat!! cepat!! cepat!!"teriaknya menjadi jadi semua orang di istana sangat sibuk bahkan sampai seluruh kekaisaran Qin itu sibuk karena mereka akan menyambut kaisar baru,,ya tidak lama sebelum ini kaisar Qin Hao tiada dan anak tertua sekaligus Putra Mahkota Qin yang mengantikannya.
"hah!?ini masih 3 hari wafatnya ayahanda,,kenapa harus diadakan upacara penobatan secepat ini"lirih sang Putra Mahkota menatap seorang wanita yang tak lain Permaisuri Qin/ibunya.
"lalu kau mau apa,,, ini memang sudah seharusnya dilakukan, jangan bertindak konyol untuk menyerahkan tahta kepada adik adikmu,,mereka hanya anak selir"Mu Duan/Permaisuri Qin menatap tajam anaknya
"kenapa harus aku ibunda?aku tak menginginkannya,,berada ditengah perebutan tahta ini membuatku muak"Qin Xuan menatap datar ibunya,dia merasa kehilangan, beberapa tahun ini adik adiknya dibunuh, sekarang ayahnya, dia merasa jengah atas kekangan ibunya agar naik tahta.
"Kau adalah giok sedangkan mereka batu tentu saja kau yang pantas naik tahta,kau tau seberapa besar pengorbananku" Permaisuri Qin melirik kearah lain,,ia akui beberapa kali ia membunuh Pangeran lain dan pembunuhan yang terakhir dia lakukan adalah membunuh suaminya sendiri/Kaisar Qin Hao,,karena suaminya mengetahui bahwa selama ini pembunuhan Pangeran Kekaisaran Qin adalah ulah istrinya demi anaknya naik tahta Permaisuri Qin membunuh suaminya Kaisar Qin dengan cara memasukan racun langka yang tak memliki bau dan rasa pada pengharum ruangan Kaisar.
"apa maksud ibunda?pengorbanan apa yang sudah ibunda lakukan"Qin Xuan menekuk alisnya,,kini mukanya seperti sedang marah.
"kau tau sendiri pengorbananku melindungimu dari para pembunuh yang ingin membunuhmu bukan hanya itu saja selir rendahan,,, ibu dari mereka yang kau anggap adik itu juga selalu ingin membunuhmu,,,kau ingat kejadian tahun lalu jika tidak ada yang menolongmu mungkin kau sudah mati"Permaisuri Qin mencari topik pembicaraan lain,,,karena dia sangat sulit berbohong kepada putranya.
"Ya,itu benar mungkin aku sudah mati"seyum tipis Qin Xuan terlihat,,,,dia mengingat kejadian satu tahun yang lalu saat seorang wanita tangguh menyelamatkannya dari sekelompok pembunuh.
"ada apa?kenapa kau tersenyum seperti itu?"tanya Permaisuri Qin yang binggung melihat putranya tersenyum hampir seumur hidup putranya tak pernah tersenyum,,bahkan saat bersamanya pun dia tak pernah tersenyum.
"hanya mengingat masa lalu,,,ini membuatku lebih baik,,ibunda aku permisi kembali ke kediamanku"Qin Xuan memberi hormat kepada ibunya dan pergi dari kediaman ibunya.
"siapa yang dia pikirkan sampai membuatnya begitu bahagia,,kuharap bukan hal yang membahayakan jika tidak aku terpaksa menjauhkannya darimu"pandangan Permaisuri Qin berubah menjadi sayu hanya demi putranya naik tahta,,,tanpa pikir panjang membunuh suaminya
*salahmu sendiri terlalu memperhatikan orang rendahan itu,jika tidak mungkin aku tak akan membunuhmu suamiku-batin permaisuri Qin mengambil gulungan lukisan wajah kaisar Qin dan membakarnya.
******
Kediaman Putra Mahkota
"apa kalian sudah menemukan wanita itu?"tanya Qin Xuan kepada beberapa prajurit bayangannya.
"belum yang mulia,,saya sudah satu tahun terakhir mengawasi kediaman Perdana Mentri Liu tetapi Putri tertua Kediaman Perdana Mentri Liu tidak ada dikediaman"kata prajurit itu sambil memberi hormat kepada Qin Xuan.
"Heh!?berapa lama lagi kau mau main main diluar sana,,Liu Wen"Qin Xuan menghentikan tangannya yang sedang memegang kuas.
"Chen"panggil Qin Xuan kepada ketua prajurit bayangan sekaligus bawahan kepercayaannya
"ya,yang mulia,Chen siap menerima perintah!"jawab Chen menatap mantap Qin Xuan
"terus awasi kediaman Perdana Mentri Liu,,,segala hal yang terjadi di kediaman Perdana Mentri Liu,,aku mau kau melaporkannya mulai dari sekarang"Qin Xuan memberi kode dng tangannya agar mereka pergi.
"Nona Liu mau menyuruhku menunggu sampai kapan?,,,,apa balas dendammu akan mengemparkan seluruh Kekaisaran Qin sampai kau harus membuat strategi yang begitu lama?"gumam Qin Xuan, ia berdiri dan menatap bulan,,sekarang cuma kenangan yang begitu singkat itu yang bisa dia ingat untuk mengenang Liu Wen yang membuat hatinya menjadi hangat kembali.
"hatchuuu,,,,siapa yang sedang membicarkanku"Liu Wen menggosok hidungnya sudah setahun,dia bersama ibu dan adiknya mereka hidup digunung dengan bahagianya,,,bisnis traktor Liu Wen pun selalu ramai saat datangnya musim panen,,,sehingga dia tak kekurangan uang sama sekali.
"Wen'err,,,,,pakai jubahmu malam hari sangat dingin digunung kamu belum terbiasa"Liu Yiren mengambil Jubah dan memakaikannya pada putrinya.
"ahh,aku lupa,,,maaf ibu" Liu Wen menjulurkan lidahnya sambil menggaruk tengkuk lehernya yang bahkan tidak gatal
"ibu,,,,kau terlalu memanjakan kakak"Liu Yichen menatap datar kakaknya
"hehhh,,,apanya yang memanjakan,,dasarr pecemburuu"Liu Wen memeluk tubuh Yiren dengan erat
"hehh?!apa yang tidak?!sangat jelas sejak tahun lalu kau tak pernah ingin pisah dengan dari ibu"Liu Yichen memutar malas bola matanya melihat tingkah kakaknya yang seperti anak kecil.
"baiklah kakakku yang cantik"rasa kesal Liu Yichen hilang ketika melihat wajah mengemaskan kakaknya.
"hehehehe,,adikku yang tampan bisa saja,,oh ya latihan bela dirimu bagimana?sejauh ini apa berjalan lancar?"tanya Liu Wen menatap wajah adiknya
"yaa,,sudah meningkat dari sebelumnya,,apa lagi gerakan aneh yang kau ajarkan waktu itu,sepertinya aku sudah bisa menguasainya"jawab Liu Yichen sebenarnya dia agak binggung pertama kali diajak Liu Wen latihan bela diri karena mengingat kakaknya seorang wanita dan seorang putri mana mungkin bisa bela diri namun ternyata dirinya kalah telak dipertarungan pertama dan
ingin belajar bela diri dari kakaknya
"baguss,,,adikku harus kuat dong biar bisa melindungi ibu"Liu Wen tersenyum lebar
"mmmm,,,ibu sudah bahagia sekali dengan kehidupan kita yang sekarang,,,apakah kita bisa seperti ini terus jika berada dikediaman Perdana Mentri?"Liu Yiren menatap anak anaknya dengan wajah lesu dia takut akan terjadi pertengkaran jika dirinya kembali ke kediaman Perdana Mentri walau sangat ingin melihat wajah suaminya yang sangat dia rindukan.
"ibu,,,,dimanapun kita berada kita akan selamanya seperti ini bahagia dan selalu tertawa,,tenang saja,,, Wen'er akan selalu menjaga ibu,adik dan ayah keluarga kita takkan terpisah lagi"Liu Wen sedikit terkejut dengan kata kata ibunya ada kesedihan yang mendalam untuk wanita seperti ibunya yang tak pernah suka dengan pertengkaran mungkin ini terlalu menyakitkan dan membuat trauma.
"benar ibuu,,,kami disini jangan takut Yichen akan selalu ada untuk ibu"Liu Yichen memegang tangan ibunya
"ibu bersyukur punya putra dan putri seperti kalian"Liu Yiren tersenyum dan memeluk anak anaknya,walau sesusah apapun dia sangat bersyukur karena masih ada anak anaknya yang mendukung dirinya.
*******
"semuanya berkumpul di altar leluhur untuk menjadi saksi atas sumpah dari Kaisar baru di Kekaisaran Qin,,Yang Mulia Putra Mahkota Qin Xuan silakan menuju altar dan bersumpah"teriak pendeta disertaii dentuman tabu yang kuat.
"saya Putra Mahkota Qin Xuan,,mulai sekarang akan menjadi Kaisar selanjutnya bersumpah atas langit dan bumi menjaga rakyat dan Kekaisaran Qin,serta menegakkan keadilan diseluruh dataran negri ini"Qin Xuan menaiki Altar dan mengucap sumpah,,seluruh orang pun bersujud dan memberi selamat dengan lantang, tampak dari kejauhan Permaisuri Qin tersenyum puas,,posisinya tak tergantikan dan sekarang naik menjadi Ibu Suri,,sedangkan disisi lain Selir Selir merasa geram dan tak tahu harus berbuat apa karena kaisar telah berganti berarti Selir Selir akan diturunkan menjadi pelayan atau bahkan menghabiskan sisa hidupnya(kecuali Selir ibu dari Pangeran) di istana dingin milik kaisar sebelumnya(tempat para selir kaisar terdahulu menghabiskan sisa hidupnya selain menjadi pelayan).
"panjang umur kaisar"para pejabat jendral dan mentri memberi hormat kepada kaisar baru.
"bagunlah,Perdana Mentri Liu,anda sudah kembali?"tanya Kaisar Qin melihat sosok Perdana mentri yang sangat berjasa pada negara pada saat masa pemerintahan ayahnya dulu.
"Ya,Yang Mulia,saya mendengar bahwa anda akan naik tahta dan Kaisar terdahulu telah tiada jadi saya langsung pulang ke ibukota"Perdana mentri Liu memberi hormat kepda Kaisar Qin.
"ya waktu cepat berlalu,akupun tak menyangka akan secepat ini naik tahta"Kaisar Qin tersenyum miris hatinya tak menerima tapi ibunya memaksa dan juga dia berharap bisa melindungi adik adiknya yang tersisa dengan jabatannya sekarang ini.
"semuanya adalah takdir yang tak dapat dihindari Yang Mulia"
"saya permisi karena harus kembali ke Prefektur Xingjing"setelah memberi hormat ia pergi dari sana
"Yang Mulia,anda sudah naik tahta?!bagaimana dengan posisi Permaisuri?"tanya salah seorang pejabat
"ya,Yang Mulia,anda masih lajang dan ini tidak baik,karena anda perlu keturuan?"
"mmm,yang kalian katakan masuk akal"
"Yang mulia,kekaisaran Tang mengirim undangan persahabatan dengan Putri Tang Sui sebagai alat tukar apa anda akan menjadikan Putri Tang Sui sebagai Permaisuri?"
"tidak,,Permaisuriku akan berasal dari kediaman Perdana Mentri Liu"Kaisar Qin membuat semua orang terkejut,perdana mentri Liu pun kaget mendengarnya
"hamba mohon tarik kata kata anda yang mulia,Putri hamba tidak pantas menjadi bagian keluarga kerajaan"Perdana Mentri Liu berlutut dia berbalik saat mendengar hal itu
"apa maksudmu Perdana Mentri Liu, kau adalah orang yang membawa kerajaan menjadi lebih makmur aku yakin Putri Putri mu memiliki kemampuan yang sama"
"ini dekrit Kaisar pertama pemilihan Permaisuri hanya akan berasal dari kediaman Perdana Mentri Liu"Kaisar Qin pergi meninggalkan altar tampak seorang wanita yang dari tadi didalam tandu tanpa sadar meneteskan air matanya.
"Aku yang akan jadi Permaisuri Qin,,,tak ada seorang pun yang bisa merebutnya"ia mengepalkan tangannya dan tersenyum miris.