
"Aku meragukannya, dia bukan wanita biasa"kata Pangeran Keempat sambil menyinggung senyum tipis diwajahnya.
"Mungkin saja tapi dengan perut sebesar itu aku tak yakin dia masih hidup. Ini salahku"kata Rong Tian wajahnya menjadi murung, ia mengutuk dirinya sendiri karena tak bisa menyelamatkan Liu Wen.
"Rahasiakan hal ini. Hidup mati Permaisuri. Anggap saja dia pergi kekuil seperti yang dikatakan Kaisar"perintah Pangeran Keempat kepada Rong Tian.
"Bukankah akan timbul masalah jika kita merahasiakannya terutama untuk keluarga Perdana Mentri Liu? Jika mereka benar benar memeriksa kuil bagaimana? "tanya Rong Tian bukankah siapa pun bisa ke kuil.
"Biar aku urus masalah itu. Kau pandai meniru tulisan orang kan? Tulislah surat untuk pelayan setia Permaisuri katakan saja dia akan pergi menjelajah dataran Tiong sendiri karena tak mau menyeretnya dalam masalah"kata Pangeran Keempat cara licik itu mungkin bisa menipu adik Liu Wen, ia tahu kalau Meng mata mata yang dikirim Liu Yichen untuk mengawasi Liu Wen.
"Tulisan Permaisuri sangat sulit tapi akan kucoba"kata Rong Tian, ia bergegas pergi mengambil kertas dan kuas.
"Oh ya tadi kenapa Kaisar tak memakai baju dan badannya basah"tanya Pangeran Keempat jika untuk pengobatan tak mungkin membuka baju orang yang sedang sakit bahkan membasahinya dengan air.
"Ohh ituu.... kata para kurir dan pengawal Kaisar bangun sesaat dan bercinta di kereta, mereka mendengar suara aneh didalam kereta"kata Rong Tian sedikit malu.
"Bercinta? Dengan keadaan begini... dilihat dari lukanya yang makin membesar mungkin ada yang menekannya dan ini murni air bukan keringat. Siapa yang berani melakukan hal seperti ini disaat Kaisar sedang sakit"gumam Pangeran Keempat pasti hanya akal akalan seseorang batinnya
"Dengan siapa?"
"Selir Chu, kami tak sengaja bertemu dengannya"
"Selir Chu? Baiklah aku bisa menebak plot selanjutnya"
"Apa?"Rong Tian memiringkan kepalanya karena tak mengerti apa yang dikatakan Pangeran Keempat.
*******
Taman Kediaman Perdana Mentri Liu
"Salam Tuan Muda"kata Meng menunduk hormat.
"Tak perlu begitu memberi salam. Sekarang kau anak pedagang kaya raya, bersikaplah selayaknya Nona Muda atau penyamaran kakakku dan dirimu akan terbongkar"bisik Liu Yichen membuat wajah Meng memerah.
"Ehmm... ya... ahh... iyaa! Yaa... saya kesini untuk memberitahukan bahwa Permaisuri maksud saya Nona Pertama meninggalkan saya dan mengirim pesan ini"kata Meng dengan berat hati memberitahukan hal itu. Liu Yichen langsung menarik surat itu dan terkejut karena tulisan ini memang tulisan kakaknya.
"Bagaimana ini bisa terjadi! Kau selalu bersamanya kan?! Kenapa bisa dia meninggalkanmu"kata Liu Yichen, ia mencengkam bahu Meng dengan kuat.
"Ma...maafkan saya. Saya juga tidak tahu, Nona Pertama kemarin berada di Istana Putra Mahkota Rong..."ucap Meng, ia menahan rasa sakit dibahunya.
"Apakah Tuan Muda Liu mempunyai kelainan menyakiti wanita?"tanya Rong Tian dari kejauhan melihat Liu Yichen dan Meng berbicara dengan serius.
"Maafkan aku"ucap Liu Yichen, ia melepaskan cengkamannya dan menoleh kearah lain.
"Putri... dia baik baik saja, dia ingin menyampaikan pesannya yang terakhir katanya Yu Liansu akan mengurus bisnisnya sampai dia kembali dan kau jangan khawatirkan dia karena dia bukan wanita biasa"ucap Rong Tian didalam hati rasanya ingin meledak karena berbohong begini.
"Hahh!!! Anda Putra Mahkota dan teman kakak saya... saya mempercayai apa yang anda katakan"kata Liu Yichen meski ragu tetapi orang didepannya ini tak mungkin berbohong pikirnya.
"Baiklah aku pergi dulu, akur akurlah kalian"kata Rong Tian, ia melambaikan tangannya dan pergi dari sana untung saja Liu Yichen percaya padanya.
"Maaf.... aku sudah menyakitimu"kata Liu Yichen kepada Meng, ia melihat bahu Meng yang nampak merah karena cengkamannya yang terlalu kuat.
"Ti...tidak..tidak apa. Jangan khawatirkan orang seperti saya"kata Meng menutupi bahunya dengan selendang.
"Terima kasih untuk semuanya sudah menjaga kakakku"ucap Liu Yichen, ia tak tahu harus berkata apa lagi.
"Itu sudah kewajiban saya"jawab Meng dengan singkat, ia langsung pergi dari sana karena tak ada lagi yang ingin dibicarakan.
"Me...menetaplah lebih lama"ucap Liu Yichen, ia memeluk Meng lebih lama.
"A...ahh sa...saya ba..baik!"kata Meng, ia sangat malu Liu Yichen mengambil inisiatif memeluknya duluan.
"Siapa wanita itu?"ucap Liu Xiaoyu dari jauh melihat cucunya dan Meng saling berpelukan.
"Nenek... mungkin itu orang yang disukai Chen Chen"kata Song Xuemei adik Jendral muda Song.
"Tidak...tidak... Chen'er sangat pemilih lagipula hanya bangsawan yang bisa menikahi cucuku"kata Liu Xiaoyu memegang pipi Song Xuemei.
"Aku tak mau menjadi penghalang antara cinta Chen Chen dan wanita itu"kata Song Xuemei ia berlari keluar sambil menangis.
*Cihh! Tuan Muda Liu adalah orang yang paling tampan di Kekaisaran Qin bahkan Kaisar tak terlalu tampan jika dibandingkan dengannya. Dia milikku, kakak sekarang cacat jadi aku harus menikah dengannya karena kedudukan keluarga Liu sangat berpengaruh! Lebih baik menjadi istri sah Tuan Muda daripada salah satu Selir di Istana-batin Song Xuemei, setiap hari banyak lamaran yang datang untuk melamar Liu Yichen tetapi Liu Yichen selalu menolak karena dia hanya mau menikah dengan orang yang dia suka.
********
Kediaman Selir
"Jaga Kandunganmu dengan benar Sui'er"ucap Ibu suri dengan lembut, ia mengelus perut Selir Tang yang sudah membesar itu.
"Tapi Yang Mulia Kaisar.... dia huhuhu... dia terluka Pangeran Keempat tak mengizinkanku masuk. Apa Ibu suri bisa membuatku menemui Kaisar?"tanya Selir Tang mulai dari Kaisar memasuki istana sampai sekarang ia tak berhenti menangis.
"Ah... itu... sebaiknya kita jangan ganggu Xuan dulu, apa yang dikatakan Pangeran Keempat benar"ucap Ibu suri sambil tersenyum.
*Jika bukan karena bukti kejahatanku aku tidak mungkin menuruti anak Selir rendahan itu!!-batin Ibu suri demi rahasianya terpaksa harus menuruti perkataan Pangeran Keempat.
"Ibu suri huhuhuhu.... anda... tak memihak saya lagi. Huhuhu"tangis Selir Tang, pertama kalinya Ibu suri tak menuruti kemauannya.
"Mohon Maaf Ibu suri, anda dipanggil ke Aula oleh Pangeran Keempat"kata Prajurit Kekaisaran.
"Baik aku segera kesana!"kata Ibu suri, ia bangun dari tempat duduknya dan berjalan kearah tandu.
"Apa lagi yang mau dia lakukan"gumam Ibu suri ia berdiri dan pergi ke aula memenuhi panggilan Pangeran Keempat.
******
Aula Istana
"Apa apa ini?"
"Kenapa kita dikumpulkan"
"Entahlah"
"Mungkin pengumuman Putra Mahkota"
"Atau pengangkatan Kaisar saat ia baru lahir?"
"Siapa yang kau maksud?"
"Tentu saja Pangeran Pertama"
"Kau lupa ya calon Kaisar harus dari rahim Permaisuri itukan peraturan yang mutlak! Walau ada syaratnya juga sih"
"Kau lupa Permaisuri kan mandul"
"Ah ya sayang sekali... apa sekarang anak Selir bisa jadi Kaisar"
"Pangeran Keempat tibaaa"teriak kasim membuat semua orang berbisik.
"Sttt! Kecilkan suaramu Pangeran sudah tiba!"
"Mungkin dia yang akan jadi Kaisar"
"Maaf aku mengumpulkan kalian semua, kalian tahukan kalau kondisi Kaisar saat ini sedang tidak baik?! Kami sudah melakukan penyelidikan dan menemukan beberapa informasi"kata Pangeran Keempat, ia melirik kearah Pangeran Ketujuh untuk mengambil alih pembicaraan.
"Ada dua orang musuh mereka mengirim masing masing lima puluh orang. Jika dilihat lebih seksama baju hitam ini memiliki tanda mawar hitam, seperti yang dimiliki penyamun Jija digunung Tao Di Desa Hansu sebelah barat Kekaisaran Qin. Jadi bisa dipastikan bahwa musuh pertama berasal dari Kekaisaran kita! Kalian juga tahu kan para penyamun itu sangat tertutup dengan Kekaisaran lain! Melihat dari keberaniannya untuk membunuh Kaisar bisa dipastikan memiliki jabatan tinggi di Kekaisaran ini, bisa Mentri? Jendral? Selir? Pangeran? ataupun Ibu suri"kata Pangeran Ketujuh dengan tajam melihat kearah para pejabat dan Ibu suri.
*Apa mungkin mereka menyakiti Xuan bukan si bar bar itu-batin Ibu suri
"Wahh, sungguh nekat"
"Siapa orangnya"
"Sangat gila"
"Penyusup satu lagi memakai baju berwarna coklat dari wajah dan kulit mereka serta pakaian khas dataran Timur Tiong itu berasal dari Kekaisaran Tang"ucap Pangeran Ketujuh mereka mulai heboh saat mendengar pernyataan Pangeran Ketujuh.
"Apakah Selir Tang yang melakukannya?"
"Jika Kaisar mati sekarang pasti anaknya yang akan jadi Kaisar cuma dia yang hamil sekarangkan"
"Hahahaha.... sungguh drama yang memilukan"
"Kami tidak tahu siapa dari Kekaisaran Tang yang ingin membunuh Kaisar. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut siapa dalang dari semua ini"
*Apa Selir Tang benar benar ingin membunuh Xuan? Sama seperti yang kulakukan dulu?-batin Ibu suri, ia tak terima jika anaknya benar benar dibunuh oleh menantunya itu.
"Sampai Kaisar pulih aku dan Adik Ketujuh akan mengatur Istana dan pemerintahan ,ini Stampel Zucheng yang dipercayakan Kakak Xuan jauh jauh hari! Sebagai bukti ia mengirim surat permohonan kepada kami"kata Pangeran Keempat, ia mengeluarkan surat palsu yang ditulis Rong Tian walaupun memang benar Kaisar mengirim surat tetapi surat itu diperuntukan mereka menghukum Selir Tang.
"Bagaimana Ibu suri, anda setuju?"tanya Pangeran Keempat dengan senyum diwajahnya.
"Iya! Laksanakan perintah Pangeran Keempat"kata Ibu suri dengan tegas jika ia menolak Pangeran Keempat pasti memojokannya lagi.
*Sial! Dia memerintahh sial! Sial-batin Ibu suri.
"Ba...bagimana dengan Pu..putra Mahkota?"tanya Mentri Bai.
"Soal itu tunggu Kaisar bangun, jika dia tak bangun saat umur Pangeran menginjak usia 15 tahun. Ia akan dinobatkan sebagai Kaisar yang baru"ucap Pangeran Keempat untuk meyakinkan para pejabat dia harus mengambil keputusan ini.
"Ohh Pangeran memang tak mau mengambil alih tahta"
"Dia sangat baik kepada keponakannya"
"Bisa saja dia mengambil alih apa lagi ada stampel Zucheng ditangannya"
"Pangeran sangat setia"
"Kakak ipar aku sudah memberimu waktu 15 tahun untuk kembali, cepatlah kembali dan hadapilah takdirmu sebagai Permaisuri"gumam Pangeran Keempat, ia pergi dari sana dan kembali ke kamar Kaisar untuk mengobatinya.