I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
106. Pelukan Pertama



"Wen?"gumam Kaisar, ia melihat Liu Wen yang berada diluar kamar.


"Kau kesini? Kau mengikutiku?"kata Kaisar wajahnya terlihat sangat marah, ia mendekat kearah Liu Wen.


"Tidak bukan begitu aku...aku"Liu Wen menjadi gugup entah kenapa sangat sulit berbicara sekarang.


"Kau!! Mati sana! Pengkhianat"teriak Kaisar Qin, ia mendorong Liu Wen sampai terjatuh.


"Tidak ada ampun bagi seorang pengkhianat"Kaisar menarik pedang yang berada dipinggangnya dan menusuk tepat dijantung Liu Wen.


"Tidakkk! Ha...haaa"teriakan Liu Wen sampai terdengar ditelinga Kaisar, nafas dan matanya memerah, ternyata ia tadi membayangkan hal hal aneh karena takut Kaisar kecewa.


"Wen? Kau mengikutiku?"tanya Kaisar kepada Liu Wen.


*Ohh tidak seperti yang kubayangkan-batin Liu Wen, ia berusaha tenang dan menjawab pertanyaan sederhana itu dengan singkat dan jelas.


"Hmm... aku ingin menyelidiki masalah surat tabib Wu dan Fu Taite"kata Liu Wen matanya menatap mata Kaisar dengan serius.


"Ohh... dari mana kau tahu hal itu?"tanya Kaisar, ia melirik kearah lain dan menyembunyikan kertas itu ke belakang tubuhnya.


"Yahh! Mendapatkan informasi seperti ini bukan masalah bagiku"kata Liu Wen dengan tegas, ia merebut surat yang masih tertutup rapat itu.


*Hahaha... bahkan menyembunyikan anakku, kau sangat lihai dalam tipu menipu Wen-batin Kaisar matanya menyipit ia menatap tajam Liu Wen.


"Aku juga ingin membacanya"kata Kaisar mereka pun membuka surat itu bersama.


Jika anda ingin bekerjasama dengan Mentri! Beliau akan memberi anda banyak emas-Fu Taite.


Tenang saja Tuan! rahasia mengenai Selir Tang dan Kaisar akan aman-Tabib Wu.


Pegang janjimu atau kepala keluargamu yang jadi taruhannya-Fu Taite.


Baiklah! Saya akan katakan yang sebenarnya! Kaisar tak mandul dari lahir tetapi karena obat mandul yang diminumnya waktu itu! Yahh ini juga karena Permaisuri-Tabib Wu.


"Mandul?!"gumam Kaisar, ia menyingitkan alisnya.


"Ah! Apa dia akan membunuhku-batin Liu Wen, ia memejamkan matanya karena takut Kaisar membunuhnya sama seperti yang dibayangannya.


*Aku sebenarnya juga tak yakin setelah mendengar ini, apa dulu aku pernah tanpa sadar tidur dengan gigoloku, ahhh!Mati saja-sambungnya Liu Wen menenggok keatas memperhatikan wajah Kaisar yang nampak serius.


"Ini tidak mungkin, aku memiliki Mei'er, Jianwe dan Yizhan! Benarkan Wen?"tanya Kaisar kepada Permaisurinya, Liu Wen tak merasa takut lagi tapi terkejut sekarang.


"Kau?! Kau! Kau tahu Yizhan?"tanya Liu Wen ia segera menjauh dari Kaisar.


"Hmm! Putraku yang datang mencariku semalam. Mirip! Sangat mirip denganku! Dia putraku"kata Kaisar ia memeluk Liu Wen dari belakang.


"Anak itu... saat ketemu nanti kupukul bokongnya"gumam Liu Wen, ia mengeretakan giginya Aiden membuatnya dalam situasi yang sulit.


"Segala kemungkinan bisa saja terjadi! Kau mungkin benar benar mandul dan Yizhan anak salah satu dari gigoloku"kata Liu Wen membuat Kaisar mengerutkan alisnya.


"Hmm... mungkin saja benar! Kalau begitu apa pada saat kau hamil kau selalu membayangkan wajahku terus?"kata Kaisar membuat Liu Wen mengamuk.


"Cihh! Bahkan saat aku jadi batu pun aku tak akan pernah memikirkanmu!"gerutu Liu Wen membuat Kaisar terkekeh.


"Kalau begitu Zhan'er anakku"kata Kaisar dengan santai.


"Kau...! Hahh! Sama seperti tabib Wu yang berani berbohong bahwa aku mandul mungkin dia juga melakukan hal yang sama! Tetapi dia tak akan seberani ini jika tak ada orang berpengaruh yang melindunginya dari belakang, dan orang itu pasti berada di istana! Dia juga bilang ini karenaku? Kita harus selidiki lagi hal ini"kata Liu Wen, hal ini menjadi hitam putih sangat membingungkan, apakah yang tertulis ini fakta atau hanya sebuah jebakan lainnya.


"Baiklah...baiklah.... bisakah kita berhenti sejenak main detektif ini dan membahas tentang penyambutan Zhan'er?"bisik Kaisar membuat wajah Liu Wen memerah.


*Tolong setidaknya berikan aku perintah untuk pergi dari sini! Bujangan tua ini panas melihat adegan didepan-batin Chen, kenapa Kaisar tak menganggap dirinya disini.


************


Kediaman Perdana Mentri


"Apa yang kau lakukan Ai?"tanya Anna, ia melihat kakaknya merapikan buku bukunya dan menaruhnya didalam kotak.


"Merapikan barang barangku"kata Aiden tanpa melihat adiknya itu.


"Untuk apa?"tanya Anna, ia menjadi lebih ceria karena kakinya benar benar tak sakit beberapa hari ini.


"Kamu akan segera tahu"kata Aiden dengan bersungguh sungguh, ia menatap wajah adiknya sambil tersenyum.


"Rambutmu sudah panjang"kata Aiden, ia memegang rambut adiknya yang terurai ditambah jepit rambut mutiara yang indah.


"Rambutmu juga, sepertinya obat rambut dari kakek sangat manjur"kata Anna sambil mengedikkan bahunya.


"Mmm, kita harus waspada kalau tidak tanpa disadari rambut kita sudah seperti Rapunzzel"kata Jake membuat mereka terkekeh.


"Ada apa dia kemari?! Izinkan dia masuk"kata Liu Whojin ia segera kedepan menyambut kedatangan mantan menantunya.


"Kaisar? Papi datang?"gumam Anna, ia tersenyum.


"Anna! Papi datang"teriak Jake membuat Anna dan Aiden menoleh.


"Tahu..."kata Anna dengan singkat.


"Kak ayo kesana"ajak Keyzee dibalas anggukan oleh Anna.


"Salam Yang Mulia! Ada apa anda datang ke kediaman saya yang buruk ini"kata Liu Whojin, ia menyipitkan matanya tanda tak senang dengan kehadiran Kaisar.


"Hahaha... anda terlalu sungkan ayah mertua! Kediaman anda ini sangat indah"kata Kaisar, jelas sekali mertuanya ini tak suka dengannya.


"Sepertinya ingatan anda sangat tumpul. Saya bukan ayah mertua anda lagi, bukankah saya sudah menceraikan anda dan anak saya"kata Liu Whojin sambil tertawa.


"Tapi saya tak mengakuinya"kata Kaisar sambil tersenyum.


"Ternyata benar, kakek menceraikan mami dan papi"kata Ellson, ia bersembunyi dibalik pintu untuk melihat apa yang terjadi.


"Woww! Keren! Seperti kakek saja yang Kaisarnya"kata Jake melawan perkataan Kaisar sangat jarang yang bisa melakukannya.


Mereka bersembunyi dan mengintip pembicaraan antara ayah dan kakeknya.


"Ayah, bolehkah kita bicara sebentar?"kata Liu Wen ia keluar dari kereta kudanya, ini karena Kaisar memaksanya memakai kereta kuda karena saat diperjalanan Liu Wen menjadi pusat perhatian.


"Wen'er...? Huuu....! Baiklah"Liu Whojin memandu jalan menuju ruang tengah saat diperjalanan kesana Kaisar melihat lima remaja sedang duduk digazebo hanya satu yang ia kenali.


"Zhan'er..."lirih Kaisar, ia berlarian kearah Aiden dan memeluknya.


"Papi kenal denganmu?"tanya Jake, ia sedikit terkejut melihat ayahnya langsung memeluk kakaknya.


"Hmmm.... aku ke istana kemarin"kata Aiden membuatnya mendapat tatapan sinis dari ibu dan kembarannya yang lain.


"Cih, curang!"gumam Jake, ia memalingkan wajahnya.


"Hmmm... jadi papi hanya menginginkan Yizhan? Baiklah aku akan tinggal dengan kakek saja"kata Keyzee, ia mengembungkan pipinya karena kesal.


"Eh...?"kaisar memalingkan wajahnya dan menatap Keyzee yang sangat mirip dengan Liu Wen, ia juga melihat Anna ekspresi dinginnya dan wajahnya yang mirip dengannya versi wanita.


"Kalian anakku? Aku merasa begitu"tanya Kaisar, ia membelai wajah Keyzee.


"Tapi itu tak mungkin aku hanya melakukannya sekali dengan Wen"kata Kaisar secara berterus terang.


"Qin Xuan!"teriak Liu Wen wajahnya seketika memerah.


*Tidak tahu malu mengatakannya didepan anak anak-batin Liu Wen.


"Kenapa tidak mungkin, mami dan paman Yichen juga dilakukan sekali, benar tidak kakek? "tanya Ellson kepada kakeknya dan disambut anggukan oleh Liu Whojin.


"Anak kembar?! Yang mana yang satunya?"tanya Kaisar ia melihat satu persatu keempat anaknya.


"Bukan satu tapi kami semua, dasar papi bodoh! Kami kembar lima"kata Jake membuat Kaisar membuka mulutnya tak percaya.


"Li...lima? Kembar lima?"gumam Kaisar, ia melihat kearah Liu Wen, dan Liu Wen mengangguk tanda ia membenarkan apa yang dikatakan Jake.


"Tidak bisa dipercaya... lima, aku memiliki lima anak darimu"kata Kaisar, ia tersenyum dan memeluk mereka berlima kebenaran yang membuatnya bahagia. Terbesit dibenaknya kalau hal ini tak benar tetapi setelah melihat dan memeluk mereka ada perasan yang akrab walau baru beberapa detik saling menyapa.


"Anda tak bisa membawa mereka karena anda tak memiliki hak untuk mengasuh mereka di istana"kata Liu Whojin dengan dingin walaupun ia ikut bahagia karena cucunya bisa bertemu dengan ayah mereka, ia masih marah dengan Kaisar yang membuat putrinya menderita.


"Apa maksud anda Perdana Mentri? Aku ayah mereka"kata Kaisar apa maksud dari perkataan ayah mertuanya ini.


"Saya sudah menceraikan anda! Ingat itu"kata Liu Whojin penuh penekanan.


"Aku seorang Kaisar apa ini sudah cukup sebagai alasan membawa anak anakku?"kata Kaisar entah kenapa ia menjadi emosi.


"Anda lupa? Saya masih memiliki plakat Zen, saya bisa meminta apa saja"kata Liu Whojin sambil mengeluarkan plakat itu.


"Lalu kenapa? Saya bisa mengambil kembali plakat itu"kata Kaisar membuat Liu Whojin menunjuk wajah Kaisar.


"Qin Xuan! Jangan lupa asal usulmu! Istana dan gelar itu tak akan kau dapat jika aku tak berbelas kasih"teriak Liu Whojin membuat pasukan khusus Yin keluar dan menghalau pedang dileher Kaisar.


"Ayahh!"bentak Liu Wen, ia terkejut dengan kedatangan para prajurit itu.


"Dinasti Xia telah berakhir biarkan cerita berjalan sesuai dengan alurnya, Putri Xia Shen Yo sudah mati begitu pula dengan Putra Mahkota Xia Je Ling, mereka tidak mungkin kembali kan?"kata Liu Wen memegang tangan ayahnya yang hampir saja membunuh suaminya.