I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
47. Ternyata Dia



"Apa yang kupikirkan!! Sungguh gila!! Memalukan"gumam Liu Wen, ia memukul kepalanya sendiri.


"Dia akan punya banyak anak tidak mungkin bisa mencintaimu sendiri. Kau tahu kan ayahmu itu buaya jadi ibu tak akan membiarkanmu menjadi buaya sepertinya"Liu Wen mengoceh tak jelas mengajak bayinya yang berada didalam perut berbicara.


"Mungkin... Selir yang hamil sekarang sangat dimanja olehnya"gumam Liu Wen ia melirik ke bawah jendela tangannya bertumpuh di jendela lagi lagi ia menghela nafas panjang.


***


"Ibu suri... dimana Yang Mulia Kaisar? Ini sudah satu bulan lebih beliau tidak pulang"tanya Selir Tang, ia sedih terakhir kali Kaisar mengunjunginya saat pesta penyambutan bayinya, itu pun sebenarnya Mentri Fu yang dikiranya Kaisar yang datang. Kaisar yang asli hanya sekali bermalam dengannya itu pun hanya beberapa menit.


"Bersabarlah mungkin urusan disana sangat penting dan sulit untuk dikerjakannya"kata Ibu suri berusaha menenangkan Selir Tang.


"Saya sedang hamil tapi Yang Mulia pergi mungkin saya terlalu egois ingin mendapatkan kasih sayang Yang Mulia Kaisar tetapi Pangeran yang meminta ayahnya selalu didekat ibunya"kata Selir Tang, ia mengelus perutnya dan menatap senduh kebawah.


"Iya... aku mengerti! Aku akan menyuruh Xuan pulang segera. Jaga kesehatanmu"kata Ibu suri, ia memanjakan Selir Tang karena sedang mengandung cucu pertamanya.


"Ahh!! Benarkah? Terima kasih Ibu suri"Kata Selir Tang dengan girangnya.


"Ya tentu saja! Ini semua demi cucuku tercinta"kata Ibu suri mengelus perut Selir Tang.


"Ckk!! Dulu aku yang paling dekat dengan Ibu suri sekarang dia membuangku karena ada jalangg Tang itu"kata Selir Chu dari kejauhan, ia tak bisa mendekati Ibu suri karena Ibu suri mulai menjaga jarak dengannya.


"Hmphhh!! Lihat saja bagaimana aku membalasmu"gumam Selir Chu, sejak Selir Tang hamil dia makin sombong dan sering menindasnya jika ada kesempatan. Saat ini ia ingin membunuh Selir Tang agar penghalang terbesarnya itu menghilang.


****


Kediaman Pangeran Keempat


"Kak!! Aku menemukan sesuatu"kata Pangeran Ketujuh selama sebulan lebih ia pergi kekaisaran Tang untuk mengumpulkan informasi.


"Apa yang kau temukan?"tanya Pangeran Keempat dengan antusias.


"Fu Yuanqu adalah anak tiri Mentri Fu shuang. Istri Mentri Fu selingkuh dengan pria dari Kekaisaran Qin dan ia melahirkan Fu Yuanqu. Mentri Fu tak menerima anak itu tetapi demi menjaga mukanya ia tetap memberi nama keluarganya. Fu Yuanqu sangat menyanyangi kakaknya Fu Taite anak kandung Mentri Fu sayang sekali, Mentri Fu tiba tiba meninggal dan yang dipilih menjadi Mentri mengantikannya adalah Fu Yuanqu bukan Fu Taite, banyak rumor mengatakan bahwa Fu Yuanqu membunuh ayahnya dan mengambil posisi ayahnya itu"jawab Pangeran Ketujuh mencari informasi begini bukan hal yang sulit baginya walaupun harus menyuap para pelayan kediaman Mentri Fu dengan harga yang mahal.


"Anak hasil selingkuhan? Ayahnya dari Kekaisaran Qin? Siapa ayahnya?"tanya Pangeran Keempat, siapa orang yang begitu berani berselingkuh dengan istri Mentri Fu dari Kekaisaran Tang pasti bukan rakyat biasa, gumamnya.


"Tidak tahu? Ohh! Aku menemukan satu surat dan tertulis Han sebagai pengirim surat untuk Nyonya Fu"kata Pangeran Ketujuh, ia mengeluarkan surat itu dari sakunya.


"Han? Sepertinya aku pernah medengarnya"gumam Pangeran Keempat, ia mengambil surat itu dari tangan adiknya.


Nama Han sangat jarang ditemui di Kekaisaran Qin itu karena 50 tahun yang lalu ada seorang pengkhianat bernama Han jadi banyak rakyat dan bangsawan yang tak mau memberi nama anaknya sama dengan nama pengkhianat itu.


"Quefeng? Tulisan ini terlihat akrab"kata Pangeran Keempat, ia merasa pernah melihat tulisan indah ini.


"Apa kau tahu siapa dia?"tanya Pangeran Ketujuh, jika melihat kakaknya berusaha keras begini. Ia jadi membayangkan seorang dukun yang berusaha menemukan hantu.


"Hmm.... aku seperti pernah melihatnya"


"Jika kau pernah melihatnya kemungkinan besar, ia seorang pejabat"


"Tidak mungkin tidak ada pejabat yang bernama Han karena nama itu sudah seperti kata larangan di Kekaisaran Qin"kata Pangeran Keempat, ia berpikir keras untuk mengingatnya.


"Salam Pangeran"kata Chen memecah konsentrasi Pangeran Keempat.


"Chen? Apa kakak Xuan akan pulang?"tanya Pangeran Ketujuh, bawahan setia kakaknya ada disini, ia mengira Kaisar juga kembali.


"Tidak Pangeran"kata Chen dengan singkat.


"Hmphh! Kakak Xuan memang menyebalkan menyuruh kita melakukan pekerjaan kotor dan merepotkan ini"kata Pangeran Ketujuh, ia mengembungkan pipinya dan membuang mukanya.


"Iya itu benar! Kalau dia pulang ayo minta banyak uang darinya"kata Pangeran Keempat sambil menghela nafasnya.


"Iyaa!! Ada senjata bagus yang dijual Tuan Yu aku ingin membelinya"kata Pangeran Ketujuh, ia teringat debgan senapan dengan panjang satu meter apa lagi hanya tinggal menarik pelatuk dan dorrr.... semacam biji besi akan keluar dan membidik sasaran dari kejauhan beberapa meter, ia sangat menginginkan senapan itu.


"Aku ingin tanaman obat langka"seru Pangeran Keempat melihat adiknya yang antusias membuatnya ikut bersemangat.


"Maaf saya menyelaa tapi Kaisar menyuruh saya membawa ini"kata Chen, ia takut menyela pembicaraan para Pangeran ini. Mereka sepertinya ingin merampok Kaisar.


"Ini? Stampel Zucheng!!"kata Pangeran Ketujuh, ia terkejut kenapa benda yang bisa mengendalikan seluruh Kekaisaran Qin ada disini.


"Apa benar kakak Xuan memberikannya?"tanya Pangeran Keempat dengan ragu, stampel ini terlalu berharga.


"Tentu...Yang Mulia Kaisar mempercayai Pangeran akan membantunya dengan tulus"kata Chen, ia segera pergi dari sana karena masih banyak pekerjaan yang harus dilakukannya.


"Huh!! Kakak Xuan..."kata Pangeran Ketujuh matanya berair karena terharu ia mengusap ingusnya yang keluar.


"Hmphh, iblis berdarah dingin bisa menangis juga ternyata"ejek Pangeran Keempat


"Hei!! Aku juga manusia kakak"kata Pangeran Ketujuh, ia dengan cepat mengusap air matanya karena malu.


'Pakai ini untuk menyelidiki Mentri Fu dan jika terbukti Selir Tang selingkuh dengannya, lulangkan Selir Tang ke tempat asalnya dan jaga istana dengan benar, tenang aku akan beri kalian berdua hadiah, senjata terbaru untuk Yi'er dan tanaman obat langka untuk Xi'er


Qin Xuan


"Aku cinta kakak Xuan!"teriak girang Pangeran Ketujuh, bagaikan bisa menebak isi pikirannya Kaisar menuliskan hal itu.


"Dasar bocah"gumam Pangeran Keempat sebenarnya ia juga senang tetapi tak diperlihatkannya.


"Oh ya kakak apa kau sudah tahu siapa ayah Fu Yuanqu?"tanya Pangeran Ketujuh, ia tersadar dan kembali ke topik pembicaraan.


"Emmm... tunggu sebentar aku perlu mengingatnya"kata Pangeran Keempat ia berusaha mengumpulkan memori masa kecilnya.


"Saat umurku 8 tahun. Aku berjalan jalan dan tak sengaja melihat kertas ditanah tertiup angin..."


"Lalu saatku lihat tulisan itu... ya sama!"


"Jangan memotong pembicaraan!! Aku sedang mengingatnya!"kata Pangeran Keempat dengan galak.


"Baik!"kata Pangeran Ketujuh, kakaknya kalau marah menakutkan juga.


"Isinya... aku lupa... apa... itu... tapi saat itu seseorang merebutnya"kata Pangeran Keempat.


"Hah? Siapa? Dia pasti pemilik surat itu"kata Pangeran Ketujuh dengan antusias.


"Hmm... Paman Ye..."kata Pangeran Keempat, ia sudah mengingat semuanya.


"Paman Ye? Tidak mungkin kak"kata Pangeran Ketujuh dengan ragu.


"Iya aku juga tak yakin tetapi memang dia mengambilnya"kata Pangeran Keempat dengan yakin.


"Dia seorang Kasim tak boleh menikah apa mungkin diam diam menghamili Nyonya Fu dan melanggar aturan"kata Pangeran Ketujuh, dipikir berapa kali pun itu mustahil karena kasim hanya pekerja yang memiliki posisi yang rendah. Dia berani mencari masalah dengan dua Kekaisaran? Tidak! Itu sangat tidak mungkin.


"Tidak mungkin! Dia bukan orang seperti itu... ada satu kemungkinan"kata Pangeran Keempat


"Apa?"tanya Pangeran Ketujuh, bukannya menjawab Pangeran Keempat pergi dari sana.


"Hei kakak kau mau kemana?"tanya Pangeran Ketujuh, ia mengejar kakaknya.


"Semoga saja bukan"gumam Pangeran Keempat, ia berlari menuju ruang belajar Kaisar terdahulu.


"Dimana surat itu! Dimana...."kata Pangeran Keempat sesampainya di ruang belajar Kaisar terdahulu, ia mengacak acak isi ruangan itu.


"Heii?! Kakak kenapa kau mengacak acak ruang belajar ayah! Ini sangat tidak sopan"kata Pangeran Ketujuh seluruh ruangan berantakan.


"Ke...ketemu"kata Pangeran Keempat, ia membandingkan tulisan yang berada didalam kotak itu dengan surat yang ditemukan adiknya.


"Han... Han...! Ya Han!! Ibu suri dulu memanggil ayah dengan sebutan itu!"gumam Pangeran Keempat, ia membulatkan matanya, akhirnya ia mengerti kenapa Paman Ye mengambil surat itu dengan gugup darinya itu karena surat itu ingin disembunyikan Ibu suri sebagai junjungannya.


"Yi'er... ayah Fu Yuanqu adalah Qin Hao ayah kita! Ayah memiliki nama panggilan Han"kata Pangeran Keempat menatap adiknya.


"Apa?!"Pangeran Ketujuh merebut surat surat itu dari tangan Pangeran Keempat.


_________


'Han... malam itu kita tak sengaja melakukannya tapi aku tak pernah menyesal'


Quefeng


__________


'Qu'er aku merindukanmu, aku akan kekamarmu lagi! Atau kembalilah kesini! Aku akan menjadikanmu Selirku'


Han


________


'Tidakk! Jangan Han! Suamiku tidak boleh tahu, jika dia tahu keluargaku dalam masalah'


Quefeng


_________


'Aku akan melindungi keluargamu!Datanglah Kekaisaran Qin'


Han


________


'Dinasti Qin baru terbentuk jangan mencari masalah dengan Kekaisaran Tang. Aku mohon jangan mencariku lagi'


Quefeng


__________


'Jangan khawatir akan hal itu, Putra Mahkota Dinasti Xia teman baikku! Dia bersumpah tak akan mengambil tahta itu lagi dari keluarga Qin dan ya Kekaisaran Qin mendapat dukungan 10.000 pasukan setia Dinasti Xia jadi jangan takut'


Han


________


'Berhenti mencariku! Jika kau melakukannya aku akan bunuh diri'


Quefeng


___________


"Apa apaan ini ayah? Mencintai wanita ini? Dia berselingkuh dengan istri orang!?"kata Pangeran Ketujuh, ia meremas surat itu.


"Ada surat lagi! Ini ditemukan Ibu suri terlebih dahulu, ia menyuruh Nyonya Fu mengugurkan kandungannya tetapi Nyonya Fu tetap melahirkan Fu Yuanqu. Ayah tak tahu hal itu karena surat ini tak pernah sampai ditangannya"kata Pangeran Keempat, ternyata begitu cerita dibalik asal usul Mentri Fu. Mereka adalah saudara.


"Lalu kenapa surat ini ada di ruang belajar ayah?"


"Ibu suri menaruhnya disini karena tempat ini terbebas dari pengeledahan. Jadi jika ada pengeledahan mendadak surat surat ini tak akan ketahuan yahh karena surat surat ini adalah surat untuk mengirim pembunuh bayaran"kata Pangeran Keempat. Ia tahu banyak hal ini karena sering mengintip Ibu suri saat masih kecil menyembunyikan beberapa surat penting di ruang belajar Kaisar.


"Ja..jadi Fu Yuanqu adalah anak pertama ayah?"tanya Pangeran Ketujuh belum bisa menerima pria tak sopan itu sebagai kakaknya.


"Iyaa karena saat Fu Yuanqu lahir, Ibu suri dan Kaisar belum menikah"kata Pangeran Keempat. Identitas Mentri Fu ini memang mengejutkan mereka tetapi informasi yang mereka inginkan tentang hubungannya dengan Selir Tang tak dapat dilacak oleh Pangeran Ketujuh.


Apa dia ingin membuat bayi yang dikandung Selir Tang berpihak padanya?Lalu mengendalikannya saat ia sudah menjadi Kaisar dan mengambil alih kekuasaannya? Ini masih menjadi sebuah tanda tanya besar bagi Pangeran Keempat.