
"Ahhh!!! Itu Nona Muda! Cepat! Cepat! Panggil Tuan dan Nyonya!"teriak pelayan dengan histeris saat tak sengaja melihat Liu Wen yang berada di kolam pancuran didepan vila keluarga Liu.
"Ahh kepalaku sakit.... dinginn"gumam Liu Wen, ia enggan membuka matanya tetapi suara bising membuatnya berusaha sadar sepenuhnya.
"Fei? Fei Fei!! Cepat bawa dia masuk! Apa yang kau lakukan!"teriak seorang pria karena pelayannya kalah cepat dengannya, ia langsung menggendong Liu Wen membawanya masuk.
*Suara ini terdengar tak asing! Nama panggilan itu juga tapi dimana? Apa aku masih di Istana Rong Tian? Atau aku ada di Kediaman Perdana Mentri Liu-batin Liu Wen bukannya membuka matanya, ia malah tertidur lagi didalam dekapan pria yang menggendongnya.
"Bertahanlah"kata pria itu dengan lembut, ia sangat khawatir melihat Liu Wen yang tergulai lemas.
"Ibuu!! Fei Fei kembali! Suyi!! Fei Fei masih hidup!"teriak pria itu dengan girangnya.
"Fei Fei? Itu nama panggilanku dimasa depan"gumam Liu Wen sudah lama tak ada yang memanggilnya begitu.
"Eghh... ka..kakak?!"kata Liu Wen dengan cemas apa ini hanya mimpi. Dia bertemu kakaknya yang berada di era modren.
"Iya ini aku Liu Zhiwan! Kakakmu! Buka matamu sekarang...."kata Liu Zhiwan, ia mengendong adiknya dengan hati hati masuk kekamar milik Liu Wen dulu dan membaringkannya.
"Fei Fei!!"teriak Mia Liu-Ibu angkat Liu Wen. Dia berlari kearah Liu Wen tak percaya putrinya itu benar benar masih hidup dan kembali lagi kemari.
"Apa Fei Fei masih hidup?"kata Gu Suyi istri Liu Zhiwan, ia langsung mendekati kamar Liu Wen untuk melihat keadaannya.
"Bagaimana perasaanmu?"tanya Liu Zhiwan kepada Liu Wen yang masih terlihat lemas.
"Aku baik baik saja hanya sedikit pusing"kata Liu Wen memegang kepalanya saat melihat telapak tangannya yang keriput karena terlalu lama berendam didalam kolam pancuran, membuatnya mengangguk pelan.
"Apa aku hanya bermimpi sekarang"gumam Liu Wen, ia mencubit lengan kakaknya dengan kuat.
"Shsss...! apa yang kau lakukan"
Liu Zhiwan melolot kearah adiknya setelah berkata aneh, adiknya malah mencubit dirinya.
"Tidak...tidak ada"kata Liu Wen sambil tersenyum manis bearti ini bukan mimpi.
"Lalu apa yang kulalui selama ini yang mimpi?"kata Liu Wen, ia berpikir sejenak. Apa petualangannya di era Kekaisaran adalah mimpi. Ini terasa begitu nyata jika hanya sebuah mimpi.
"Fei Fei kau baik baik saja?"tanya Gu Suyi rambut pendek sebahu, kulit yang sedikit gelap dengan mata besar serta tahi lalat dibawah kelopak kiri matanya membuat Liu Wen sedikit terkejut, mantan pacar kakaknya itu sudah berubah sangat banyak sedangkan kakaknya masih sama saja batinnya.
"Ya? Aku baik... siapa anak yang kak Suyi gendong? Apa kakak sudah menikah dan meninggalkan Kak Zhiwan?"tanya Liu Wen dengan terus terang dulu terakhir kali bertemu hubungan mereka sedang tidak baik.
"Tiga tahun yang lalu aku dan Zhiwan menikah, dia keponakanmu... "kata Gu Suyi, setahu Liu Wen dulu kakaknya bertengkar dengan pacarnya dan memutuskan hubungan.
"Ohhh... kakak akhirnya kakak mengambil inisiatif ternyata"sindir Liu Wen, ia melirik kearah kakaknya sambil menyipitkan matanya.
"Ekhemm....! Momo sapalah bibimu"kata Liu Zhiwan, ia malu jika mengingat masa lalu disaat ia menjadi pria super tak peka.
"Hallo bibi"kata Liu Chuanmo yang berusia tiga tahun.
"Hai ganteng"kata Liu Wen sambil melambaikan tangan.
"Fei... selama ini kau kemana saja?"tanya Mia Liu ini pertanyaan yang dari tadi ingin ditanyakannya selama hampir 3 tahun kemana Liu Wen pergi.
*Gawat! Bagaimana menjelaskanya! Tidak mungkin aku bilang diculik roh jahat kan-batin Liu Wen semua yang berada di ruangan itu menunggu jawaban Liu Wen. Ia juga masih binggung apakah yang dialaminya benar benar nyata atau tidak.
"Ak...aku..aku..."Liu Wen tak tahu harus berkata apa, jika ia bilang kalau ia selama ini berada di Era Kekaisaran, mungkin ia akan dikira gila dan lagi ia tak yakin kalau hal itu memang terjadi.
"Tunggu dulu, kenapa kau basah begini?Dan kenapa kau memakai pakaian zaman kuno begini dan lagi kenapa perutmu sangat besar?"tanya Liu Zhiwan, ia melupakan sesuatu yang penting tadi.
"Hah?"Liu Wen melihat penampilannya dikaca dan memegang perutnya.
"Hah!!!!! Ini nyataaa"teriak Liu Wen pakaian yang sama saat berada diistana Rong Tian dan dirinya masih hamil. Bearti pergi ke Era Kekaisaran itu nyata.
*Kenapa tiba tiba aku kembali ke Era Modren! Hei!!! Roh sombong! Keluarlah dan jelaskan semua ini-batin Liu Wen, jika begini semua sudah jelas tetapi bagaimana menjelaskannya, sepertinya ia harus berbohong lagi.
"Apa yang nyata? Apa kau mendapat tawaran iklan? atau film? Makanya berpakaian begini?"tanya Liu Zhiwan, semua orang masih penasaran dan ingin mendengar penjelasan dari Liu Wen.
"Oh... ya...ya aku mendapat sebuah tawaran main film"
"Lalu kenapa kau berada di dalam kolam pancuran tadi? Walaupun dangkal, kau bisa kedinginan berendam disitu"tanya Liu Zhiwan, adiknya tak pernah sekonyol itu jika ingin berendam mereka punya tiga kolam berenang pribadi dihalaman belakang.
"Aku kepanasan saat pulang jadi berendam disana"kata Liu Wen sambil tersenyum kikuk.
"Kau kira aku akan percaya?"kata Liu Zhiwan dengan tatapan tak percaya.
*Berpikir berpikirr ayo Liu Wen, kau harus memiliki sebuah alasan yang tepat-batin Liu Wen
"Sebenarnya apa yang terjadi malam itu Fei Fei? Ibu khawatir padamu. Saat kecelakaan terjadi kau menghilang dari TKP!! Banyak yang mengira mayatmu jatuh ke jurang dan kami semua menganggapmu sudah mati"kata Mia Liu. Ia menjadi sangat pemurung mendengar kematian putrinya walau bukan anak kandungnya. Ia sangat baik dan memperlakukan Liu Wen layaknya anak sendiri.
"Maaf membuat ibu cemas. Malam itu aku diselamatkan seseorang. Butuh waktu yang lama untuk aku sadar, itu sebabnya aku baru kembali sekarang saat perjalanan pulang ada yang menawarkanku untuk bermain film karena tidak ada uang aku menerimanya dan saat mau pulang kerumah aku mabuk dan akhirnya tidur di kolam pancuran, hehehe"jelas Liu Wen dengan wajah yang serius.
*Dasar roh sialan! Jika mau mengantarku pulang bilang bilang dulu kek! Dan cari tempat yang enak seperti dikasur atau brankas bank!-batin Liu Wen walaupun tak tahu siapa yang mengembalikannya entah kenapa ia ingin sekali mengutuk roh itu.
*Semoga percaya semoga percaya-batin Liu Wen
"Jadi begitu, untunglah kau baik baik saja"kata Mia Liu, ia memeluk Liu Wen dengan erat.
"Iyaaaa Ibu..."balas Liu Wen, ia juga memeluk Mia Liu dan tersenyum puas.
"Apa yang ada diperutmu ini? Bantal? Kenapa keras sekali"tanya Mia Liu, ia sedikit sulit memeluk putrinya karena perut Liu Wen yang sangat besar.
"Ahhh, bukan aku sedang hamil"jawab singkat Liu Wen.
"Apa? Hamill?"kata mereka serempak kaget tak disangka Liu Wen hamil.
"Hmmm? Air apa ini"Liu Wen mengangguk dan melihat kebawah selangkangannya.
"Mungkin air kolam tapi... warnanya aneh, baunya juga"kata Liu Wen memiringkan kepalanya.
"Ibu bawa perlengkapan Fei Fei, Suyi jaga rumah sebentar"Kata Liu Zhiwan dengan teggang.
"Dassar bodoh! Kau akan melahirkan"kata Liu Zhiwan, ia sudah memiliki pengalaman akan hal ini yaitu disaat istrinya akan melahirkan putranya.
"Hahh? Apa?"Liu Wen terkejut tak berapa lama perutnya sakit.
"Ahhhh... kakak!!! Sakitt"teriak Liu Wen perutnya terasa berdeyut tiba tiba rasanya makin lama makin sakit.
"Refleksmu lambat sekali"kata Liu Zhiwan dengan malas.
******
Rumah sakit
"Ahhh!! Sakittt"teriak Liu Wen,saat mulai kontraksi, ia merasakan sakit luar biasa.
"Ayo sekali lagi dorong.... ya teruss Fei badannya sudah muncul! Berjuanglah"kata dokter sekaligus mantan Liu Wen- Li Yuri memberi arahan kepada Liu Wen.
"Oekk....oekk"tangis bayi pecah membuat Liu Wen bernafas lega, ia meneteskan air mata melihat bayinya menangis untuk pertama kalinya.
"Selamat bayimu laki laki Fei Fei"kata Yuri, ia tersenyum karena Liu Wen bisa bertahan dan melahirkan bayinya dengan cara normal.
"Ukhhh... Yuri! Perutku sakit lagi... shhs... ahh"baru saja Liu Wen merasa lega, ia merasakan sakit yang luar biasa lagi.
"Ayo... lakukan seperti tadi. Ini tak sulit"kata Yuri, ia tersentak karena tak tahu kalau Liu Wen memiliki anak kembar.
"Oek... oekk..."tangis bayi kedua pun membuat mereka bersyukur.
"Wahh Fei kau beruntung melahirkan dua bayi laki laki, selamat ya"kata Yuri sambil tersenyum, tak disangka malah membantu mantan pacarnya melahirkan anak orang lain begini.
"Ibu... Fei Fei punya anak kembar"kata Liu Zhiwan, ia sangat terharu melihat adiknya sekarang sudah menjadi seorang ibu.
"Iya kita harus abadikan momen ini"kata Mia Liu, ia merekam proses persalian Liu Wen.
"Sial! perutku... sakitttt"teriak Liu Wen, lagi lagi ia kontarksi baru saja Yuri memberikan bayinya kepada suster, ia kembali menghampiri Liu Wen.
"Tarik nafas.... pelan pelan... dorong!"kata Yuri memberikan arahan.
"Oekk... oekk"tangis bayi ketiga.
"Selamat Fei kali ini perempuan... ehmm...ehmm, baru pertama kali aku mendapat pasien yang melahirkan anak kembar lebih dari dua"kata Yuri, selain program bayi tabung sangat sulit mendapatkan anak kembar lebih dari dua.
"Apa sudah selesai? Hkummm...."
"Hahh?! Hahh?!"Liu Wen menarik nafas, ia menarik seprai untuk menahan rasa sakitnya.
"Qin Xuan!!! Sialan kau! Aku kesakitan begini! Gara gara kau!! Ahhh"teriak Liu Wen, dia memaki Kaisar yang membuatnya melahirkan banyak bayi satu waktu.
"Oekk...oekk"tangis bayi keempat.
"Selamat Fei ini bayi laki laki, sungguh aku mulai bosan..."kata Yuri, ia hanya bercanda dan sebenarnya ia merasa kagum Liu Wen bisa melahirkan bayi kembar secara normal begini.
"Yu...yuri?! Apa sudah selesai?"tanya Liu Wen, ia masih tersengal melahirkan bayi ternyata sangat melelahkan.
"Sepertinya begitu..."kata Yuri sambil tersenyum.
"Keluarga pasien boleh masuk untuk menemuinya"kata Yuri, tanpa aba aba Mia Liu dan Liu Zhiwan menerobos masuk.
"Selamat sayang. Kau sekarang menjadi seorang ibu"kata Mia Liu, ia mengecup kening Liu Wen.
"Hmmm.... terima kasih Ibu"
"Wow! 4 bayi kembar sekaligus. Beruntung semua sudah lahir jika tadi ada yang lahir diwaktu sekarang! Dia akan ulang tahun sendiri"kata Liu Zhiwan terkekeh sambil melirik jam tangannya yang menunjukan angka 00.05.
"Aduh,, perutku sakit lagi"Kata Liu Wen tiba tiba perutnya sakit lagi.
"Ahhhh!!! Sakitt sekali!!"teriak Liu Wen entah kenapa penderitaan ini tak cepat selesai batinnya.
"Dokter!!"teriak Liu Zhiwan walaupun ia seorang dokter tetapi ia bukan menangani spesialis ini.
"Sepertinya mau melahirkan lagi"kata Yuri, berlarian kearah Liu Wen yah meski perut Liu Wen terlihat mengecil tadi ia sudah menduga pasti masih ada lagi bayi yang belum mau keluar mungkin ia masih mau berada didalam perut ibunya.
"Yuri! Selamatkan adikku!"kata Liu Zhiwan, ia terlihat sangat tegang padahal ini bukan yang pertama kalinya.
"Ya tenang saja broo"kata Yuri sambil tersenyum tipis.
"Oekk... oekkk"tangis bayi kelima.
"Selamat bayinya perempuan"kata Yuri, ia menarik plasenta bayi itu dari rahim Liu Wen karena persalinannya benar benar sudah selesai, untuk mengurangi rasa sakit, Yuri memberi Liu Wen anastesi spinal atau epidural yang efeknya meliputi area tubuh bagian bawah.
"Apa aku akan melahirkan lagi?"tanya Liu Wen, ia hampir pingsan karena tak bisa menahannya lagi.
"Sepertinya tidak, ini benar benar yang terakhir"kata Yuri membuat Liu Wen bernafas lega.
"Apa ini hasil bayi tabung?"tanya Yuri yang penasaran jika memiliki anak kembar lebih dari dua biasanya hasil dari program bayi tabung.
"Tidak...."jawab Liu Wen dengan singkat.
*Di Era Kekaisaran mana ada program bayi tabung-batin Liu Wen, ia meringis membayangkan bagaimana wajah Kaisar saat tahu ia memiliki lima bayi sekaligus.
"Suamimu sangat hebat"kata Yuri menggoda Liu Wen agar ia malu.
"Ya mau kusuruh dia mengajarimu? Ohh ya aku lupa kau kan jomblo"kata Liu Wen sambil tersenyum manis, bukanya malu Liu Wen malah mengejek Yuri.
"Uhukk uhukk"bagai ditusuk panah hati Yuri terasa sangat sakit.
*Kita memilik lima bayi sekaligus! Apa kau tahu Xuan! Berbanggalah karena kau itu pemain yang pro-batin Liu Wen, ia tersenyum manis melihat kearah bayinya yang sudah dimandikan dan terbungkus rapi oleh kain bukan hanya satu tetapi lima sekaligus.